Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN DAN PEMBUDAYAAN Lanang Wiratma, I Gusti
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang melibatkan para pemimpin bangsa, disebabkan karena tidak seimbangnya kecerdasan yang dimiliki. Kecerdasan intelektual yang dimiliki cukup tinggi namun kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual, belum seimbang untuk menjadi manusia cerdas berkarakter. Gejala rontoknya karakter bangsa dan karakter kemanusiaan sangat banyak terjadi di republik ini. Perkelahian antar kelompok masyarakat, tawuran pelajar, tawuran antar mahasiswa dalam satu universitas banyak menghiasi berita di televisi. Menteri pendidikan nasional menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya. Karakter yang ingin dibangun bukan hanya berbasis pada kemuliaan diri semata, melainkan pada kemuliaan sebagai bangsa. Kebijakan yang ditempuh dengan memasukkan pendidikan karakter ke dalam kurikulum sekolah.  Karakter merupakan nilai-nilai yang terpatri dalam diri manusia melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai dari dalam diri manusia, menjadi semacam nilai intrinsik yang mewujud dalam sistem daya juang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku manusia. Pembangunan dan pengembangan karakter dapat ditempuh melalui pembelajaran dan pembudayaan. Strategi yang ditempuh melalui proses pembiasaan melakukan hal-hal yang beretika, empati, berbagi, peduli dan kasih kepada sesama dan lingkungan. Pembudayaan pembangunan karakter mesti didukung oleh lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan keteladanan para pemimpin
Evaluasi Penerapan Model Siklus Belajar Berbasis Tri Pramana Pada Pembelajaran Kimia di SMA I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42 No 2 (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.471 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i2 Jul.1740

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam mengimplementasikan Model Siklus Belajar Berbasis Tri Pramana pada pembelajaran kimia di SMA. Penelitian ini melibatkan tujuh Skripsi mahasiswa yang dievaluasi berdasarkan lima aspek penelitian, yaitu (1) jenis model siklus belajar yang diterapkan, (2) hubungan tujuan pembelajaran dengan model siklus belajar, (3) ketepatan metode penelitian yang digunakan, (4) hasil-hasil penelitian yang dicapai, dan (5) kekuatan dan kelemahan penerapan model siklus belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemilihan model siklus belajar yang digunakan sudah sesuai dengan karakteristik materi pelajaran, karakteristik siswa, dan karakteristik lingkungan tempat pembelajaran; (2) pemilihan model siklus belajar yang digunakan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dideskripsikan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar; (3) metode penelitian yang digunakan dalam setiap penelitian sudah sesuai dengan tujuan penelitian dan desain penelitian; (4) hasil-hasil yang dicapai menunjukkan bahwa penerapan model siklus belajar mampu meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa; dan (5) kekuatan dari penerapan model siklus belajar ini adalah mampu memfasilitasi terwujudnya pembelajaran yang berpusat pada siswa, namun peningkatan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran tidak ditemukan pada setiap penelitian.Kata kunci : siklus belajar, pembelajaran, kimia.
Penilaian Kemampuan Individu Melaksanakan Tupoksi dalam Organisasi Masyarakat Tradisional Bali Ditinjau dari Konsep ”Tri Kaya Parisudha” I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 42 No 3 (2009)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.568 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v42i3 Okt.1760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi dan mendeskripsikan indikator-indikator penilaian kemampuan individu melaksanakan tupoksi dalam organisasi masyarakat tradisional. Dalam penelitian ini dilibatkan lima pimpinan organisasi masyarakat tradisional yang terdiri atas seorang pedanda, dua orang kelian desa adat, satu orang kelian dadia, dan satu orang kelian sekeha gong yang tersebar di Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Dalam penelitian ini, semua data dikumpulkan dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah indikator penilaian kemampuan individu dalam melaksanakan tupoksi dapat dikelompokkan dalam tiga ranah kemampuan berdasarkan konsep ”Tri Kaya Parisuda” sebagai berikut. Pertama, ranah berpikir (manacika) dengan indikator: pe-ngetahuan relevan dengan tugas-tugas, keterampilan yang dimiliki, kemauan/kesediaan bertugas, dan perhatian terhadap tugas (kepedulian). Kedua, ranah berbicara (wacika) dengan indikator kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis, yang dimiliki. Ketiga, ranah berbuat (kayika) dengan indikator: disiplin kerja, komitmen kerja, pengalaman kerja, dan kinerja yang dimiliki.Kata kunci: penilaian kemampuan, masyarakat tradisional Bali, dan Tri Kaya Parisudha.
Penilaian Kompetemsi Kepala Sekolah dan Guru dalam Bekerja di Sekolah I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 45 No 3 (2012): Oktober, 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.925 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v45i3.1838

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mengungkapkan secara mendalam penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru dalam bekerja di sekolah. Penelitian ini dilakukan di sekolah menengah (SMA dan SMK) di kota Singaraja Kabupaten Buleleng dengan teknik penilaian silang. Informan yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 16 orang terdiri atas empat orang kepala sekolah dan 12 orang guru. Seluruh data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis secara interpretatif dengan teknik triangulasi sumber informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu penilaian keprofesionalan dan kepribadian. Cara yang digunakan untuk menilai kompetensi kepala sekolah dan guru adalah dengan cara observasi secara terus menerus, baik kinerja maupun hasil kerjanya. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpukan bahwa penilaian kompetensi kepala sekolah dan guru di sekolah dilakukan sesuai dengan tindakan atau aktivitas yang dilakukan selama bekerja. Kata-kata Kunci: penilaian kompetensi, kompetensi kepala sekolah, kompetensi guru.
RELASI KEKUASAAN DALAM PEMBELAJARAN KIMIA PADA SMA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL DI BALI I Gusti Lanag Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 48 No 1-3 (2015): April, 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.67 KB) | DOI: 10.23887/jppundiksha.v48i1-3.6913

Abstract

Abstract: Power Relation in Chemistry Instruction at Pilot Project of International Senior High School in Bali. This study aimed at explaining the relation between the power and meanings behind the phenomenon occurred in the chemistry instruction in pilot project of international senior high school (RSBI) in Bali. The study employed a qualitative method in particular phenomenological approach. The data were collected by using observation, interview, and document study. The instruments used were observation sheet, interview guideline, and check list. Subsequently, the collected data were analysed in a descriptive interpretative approach. The results show that the chemistry instruction has not yet conducted optimally due to lack of laboratory practices. This is resulted from the presence of hegemonic structure among the authority from the top to lower level and ultimately exert the power to students. As the consequence, the students do not obtain maximum learning experience as required by the curriculum and most likely they experience the unbalance of intelligence development as it was prioritized on cognitive rather than affective and psychomotor. This situation was worsened by the political imaging set up by the authorities to maintain their status quo that leads to co-modification culture in education. Keywords: co-modification, education, laboratory, RSBI Abstrak: Relasi Kekuasaan dalam Pembelajaran Kimia pada SMA Rintisan Bertaraf Internasio-nal di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relasi kekuasaan dan makna di balik fenomena yang terjadi pada pembelajaran kimia SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Cara pengambilan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Instrumen yang di-gunakan adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan daftar chek (check list). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pem-belajaran kimia belum dilakukan secara optimal karena sangat minim melakukan pembelajaran praktik di laboratorium. Hal ini disebabkan karena adanya hegemoni terstruktur yakni dari penguasa yang lebih tinggi ke penguasa yang lebih rendah, sampai pada siswa. Siswa tidak memeroleh pengalaman belajar yang maksimal seperti yang tertera di dalam kurikulum. Perkembangan kecerdasan siswa tidak se-imbang, lebih mengutamakan ranah kognitif dari pada afektif dan psikomotor. Kondisi ini tercipta kare-na adanya kepentingan politik pencitraan untuk mempertahankan status quo yang cenderung mengarah pada budaya komodifikasi pendidikan. Kata-kata Kunci: komodifikasi, laboratorium, pendidikan, RSBI
Learning strategy for senior high school chemistry based on starter experiment approach for improving students’ participation and achievement in learning I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 52 No 3 (2019): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.04 KB) | DOI: 10.23887/jpp.v52i3.22918

Abstract

This paper aimed at describing and explaining chemistry learning strategy for senior high school students based on starter experiment. This learning strategy was developed through research and development (R&D) accommodated from Borg and Gall. The learning strategy consists of three main parts, namely: learning theory, social situation, and syntax. The learning theory used for developing this learning strategy are behavioristics, cognitive constructivist, and social constructivist learning theories. The social situation explains the role of teachers, students, and schools in the implementation of learning strategy: teachers play a role as learning manager, students play a role as active learners, and schools play a role as learning facilities provider. The syntax consists of three main steps, namely observation, concept formulation, and concept application. The observation step consists observation of macroscopic phenomena of matter, writing of observation results, and formulation of questions conducted individually by students. These activities are followed by the discussion of observation results, questions formulation, and question answers conducted by students in groups. The concept formulation and application are also conducted by students in groups based on the task given by the teacher. Therefore, it can be mentioned that this learning strategy involved individual dan group learning of students focused on student centre learning activities. It is believed that this learning strategy can be used to enhance students’ participation and achievement in learning.
ISOTERM ADSORPSI Cu2+ OLEH BIOMASSA RUMPUT LAUT Eucheuma Spinosum I Dewa Gede Dwi Prabhasastra Kusuma .; Ni Made Wiratini, S.Pd. .; Drs. I Gusti Lanang Wiratma,M.Si .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i1.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola isoterm adsorpsi Cu2+ oleh biomassa rumput laut Eucheuma spinosum. Penelitian dilakukan dengan menggunakan variabel konsentrasi. Dalam penelitian ini digunakan 50 mL larutan Cu2+ yang divariasikan konsentrasinya yaitu 1, 10, 50, 100, dan 200 ppm. Pada saat dikontakkan dengan biomassa rumput laut Eucheuma spinosum, kondisi adsorpsi dikondisikan pada kondisi pH dan waktu kontak optimum yaitu pada pH 2,13 dan waktu kontak selama 60 menit. Pengujian konsentrasi Cu2+ setelah adsorpsi atau filtrat dilakukan dengan menggunakan AAS Varian SpectrAA-30. Data konsentrasi filtrat digunakan untuk memperoleh data massa Cu2+ yang teradsorpsi per gram adsorben, sehingga dengan diperolehnya data massa Cu2+ yang teradsorpsi per gram adsorben dan data konsentrasi pada saat setimbang maka dapat diperoleh isoterm adsorpsi ion Cu2+ oleh biomassa Eucheuma spinosum. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada penelitian ini, adsorpsi ion Cu2+ oleh biomassa rumput laut Eucheuma spinosum sesuai dengan isoterm adsorpsi Freundlich dengan nilai Kf sebesar 6,949 dan nilai 1/n sebesar 0,7956.Kata Kunci : isoterm adsorpsi Freundlich, biomassa Eucheuma spinosum, ion Cu2+ This research aims to determine the isothermal adsorption of Cu2+ ion by seaweeds Eucheuma spinosum. It was conducted by using an independent variable namely concentration. This research used 50 mL of Cu2+ solution which had variance concentrations such as, 1, 10, 50, 100, and 200 ppm, then contacted with Eucheuma spinosium in optimum pH about 2 and optimum time about 60. Examining of filtrate concentration was conducted by using Varian AAS SpectrAA-30, and then the data of concentration of Cu2+ which were not adsorbed could be obtained. This data was used for obtaining the mass of Cu2+ ion which was absorbed for each gram of sample, and then the isothermal adsorption of Cu2+ ion by Eucheuma spinosium. This research proved that isothermal adsorption of Cu2+ ion by Eucheuma spinosium was suitable with Freundlich isothermal adsorption, and the Kf value was 6,949 and the 1/n value was 0,7956.keyword : Freundlich isotherm adsorption, Eucheuma spinosum biomass, Cu2+ ions
EQUIPMENTS AND MATERIALS MANAGEMENT OF CHEMISTRY LABORATORY AT SMAN 1 SERIRIT I Gusti Ayu Ari Laksmi .; Drs. I Gusti Lanang Wiratma,M.Si .; Prof. Drs. I Wayan Subagia,M.App.Sc,Ph .
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v1i2.3972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan pengelolaan alat dan bahan praktikum dilihat dari aspek perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan dan pemusnahan barang aus atau habis pakai, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh sekolah, serta (3) mendeskripsikan dan menjelaskan solusi yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif tipe studi kasus. Subjek yang terlibat dalam penelitan ini adalah guru kimia, laboran, ketua laboratorium, kepala sekolah, serta wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan sarana-prasarana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, observasi, kuisioner, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan menggunakan triangulasi metode dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengelolaan alat dan bahan praktikum belum dilakukan dengan baik, khususnya pada proses pemanfaatan, pemeliharaan, dan pemusnahan, (2) masalah yang dihadapi oleh sekolah dalam pengelolaan adalah dana terbatas, kondisi lab yang digunakan sebagai ruang kelas dan kurang mendukung kegiatan pemeliharaan alat dan bahan praktikum, serta ketiadaan tempat pemusnahan, (3) solusi yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi masalah yang dihadapi adalah mengalokasikan dana BOS (Biaya Operational Sekolah), merencanakan perbaikan lab, dan menunda proses pemusnahan dengan menyimpan barang yang rusak. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat dan bahan praktikum belum terkelola secara optimal.Kata Kunci : pengelolaan, laboratorium, alat dan bahan praktikum This research aimed to (1) describe and explain the management of lab equipments and materials including planning, procuring, utilizing, maintaining as well as disposing of lab waste, (2) describe and explain the problems faced by school, and (3) describe and explain the solutions taken by school to overcome the problems. This research was a qualitative research in form of case study. Subjects involved in this research were chemistry teachers, laboratory assistant, head of the laboratory, school principal, vice school principal of curriculum, and infrastructure. Data collection techniques used were study of document, observation, questionnaire, and interview. Data were analyzed as descriptive interpretive by using triangulation of methods and sources. The results of this research revealed that (1) the management of lab equipments and materials was not well conducted, especially the utilization, maintenance, and disposal processes, (2) the problems faced by school were limited of funding, lab conditions which used as classroom and which not support the maintenance of equipments and materials, as well as the absence of place for disposal, (3) the solutions taken by school to overcome the problems were allocating the BOS (Biaya Operasional Sekolah) funding, planning in repairing the lab, and delaying the process of disposal. Based on these findings, it can be concluded that chemistry lab equipments and materials were not managed optimally.keyword : management, laboratory, lab equipment and material
UJI KEPRAKTISAN LEMBAR KERJA SISWA YANG MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Ayu Sayu Mas Megananda; I Gusti Lanang Wiratma; I Dewa Ketut Sastrawidana
Jurnal Pendidikan Kimia Undiksha Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpk.v2i1.21178

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kepraktisan LKS pada pembelajaran kimia pokok bahasan larutan elektrolit dan nonelektrolit yang menggunakan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu: (1) pengumpulan data; (2) desain produk; (3) validasi desain; (4) revisi desain (5) uji coba produk; dan (6) revisi produk. Validitas LKS melibatkat dua ahli isi, satu ahli bahasa, dan dua praktisi. Uji coba produk dilakukan dengan uji coba lapangan terbatas yang melibatkan sembilan siswa kelas XI SMAN 1 Kuta Selatan. Hasil uji kepraktisan diperoleh bahwa siswa memberikan respon positif terhadap LKS menggunakan pendekatan saintifik Kata kunci: lembar kerja siswa, pendekatan saintifik, larutan elektrolit dan nonelektrolit. Abstract This study was conducted aimed at describing and explaining the practicality of LKS in learning the subject chemistry of electrolyte and non-electrolyte solutions that use a scientific approach. This research is a development research carried out in several stages, namely: (1) data collection; (2) product design; (3) design validation; (4) design revisions (5)  product trials; and (6) product revisions. The validity of the LKS involved two content experts, one linguist, and two practitioners. The product trial was conducted with a limited field trial involving nine students of class XI SMAN 1 Kuta Selatan. The practicality test results obtained that students gave a positive response to the LKS using a scientific approach Keywords:    student worksheets, scientific approach, electrolyte solutions and nonelectrolytes.
POLITIK PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN KESADARAN KRITIS DAN JATI DIRI I Gusti Lanang Wiratma
Jurnal IKA Vol. 8 No. 2 (2010)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ika.v8i2.160

Abstract

Persoalan bangsa Indonesia adalah persoalan kita semua sebagai warga negara, apalagi komunitas yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Anak-anak bangsa yang sedang berproses mencari jati diri, perlu diberikan pemahaman dan arah oleh para pendidik sehingga dalam pencarian identitas dan eksistensi dirinya tidak hanya melalui tayangan film di layar kaca. Beberapa informasi, pemberitaan yang menimbulkan kegalauan pada anak bangsa, perlu diluruskan dan dilakukan pengkajian bersama di dalam kelas, sehingga memunculkan kesadaran kritis, dan peningkatan kecerdasan. Dalam upaya mengarahkan anak didik untuk menjadi manusia cerdas, kritis, memiliki jati diri dan humanis, diperlukan politik pendidikan yang memanusiakan melalui kebijakan pendidikan. Politik pendidikan bisa diupayakan oleh para guru melalui pembelajaran di kelas. Upaya ini akan dapat dilakukan dengan baik apabila para guru selalu berusaha meningkatkan kompetensi dan memahami tentang hakikat kemanusiaan. Kebijakan pendidikan yang memungkinkan sebagai ”diskursus” bagi para pakar pendidikan adalah perlu adanya pelajaran tentang ”Nilai-nilai Kemanusiaan”.   Kata-kata kunci : politik pendidikan, kesadaran kritis, dan jati diri.