Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN DAN PEMBUDAYAAN I Gusti Lanang Wiratma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Carut marut kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia yang melibatkan para pemimpin bangsa, disebabkan karena tidak seimbangnya kecerdasan yang dimiliki. Kecerdasan intelektual yang dimiliki cukup tinggi namun kecerdasan emosi, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual, belum seimbang untuk menjadi manusia cerdas berkarakter. Gejala rontoknya karakter bangsa dan karakter kemanusiaan sangat banyak terjadi di republik ini. Perkelahian antar kelompok masyarakat, tawuran pelajar, tawuran antar mahasiswa dalam satu universitas banyak menghiasi berita di televisi. Menteri pendidikan nasional menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter dengan segala dimensi dan variasinya. Karakter yang ingin dibangun bukan hanya berbasis pada kemuliaan diri semata, melainkan pada kemuliaan sebagai bangsa. Kebijakan yang ditempuh dengan memasukkan pendidikan karakter ke dalam kurikulum sekolah.  Karakter merupakan nilai-nilai yang terpatri dalam diri manusia melalui pendidikan, pengalaman, percobaan, pengorbanan, dan pengaruh lingkungan yang dipadukan dengan nilai-nilai dari dalam diri manusia, menjadi semacam nilai intrinsik yang mewujud dalam sistem daya juang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku manusia. Pembangunan dan pengembangan karakter dapat ditempuh melalui pembelajaran dan pembudayaan. Strategi yang ditempuh melalui proses pembiasaan melakukan hal-hal yang beretika, empati, berbagi, peduli dan kasih kepada sesama dan lingkungan. Pembudayaan pembangunan karakter mesti didukung oleh lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan keteladanan para pemimpin
POTRET PENGELOLAAN PEMBELAJARAN KIMIA PADA SMAN UNGGULAN DI PROVINSI BALI I Gusti Lanang Wiratma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk membedah pengelolaan pembelajaran kimia pada SMAN unggulan di provinsi Bali, yang meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, penilaian, dan pengawasan pembelajaran. Teori yang digunakan untuk mengkaji masalah tersebut adalah teori belajar kognitif, dan standar proses dalam standar nasional pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Cara pengambilan data dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan standar proses dalam pembelajaran kimia belum berjalan optimal pada semua aspek. Proses perencanaan pembelajaran berjalan dengan baik yang diawali dengan sosialisasi program oleh kepala sekolah, workshop, bimbingan teknis, diskusi antar guru mata pelajaran, dan penyusunan perangkat pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran belum berjalan optimal, ada guru yang mengajar tidak berdasarkan RPP, tetapi menggunakan buku teks. Pembelajaran menekankan pada latihan soal dan minim dalam pelaksanaan praktikum. Penilaian hasil belajar lebih mengutamakan ranah kognitif daripada afektif, dan psikomotorik. Pengawasan pembelajaran belum berjalan optimal, pengawasan internal berjalan cukup baik, namun sebaliknya pengawasan eksternal belum optimal
MITIGASI BENCANA ALAM GEMPA BUMI BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BALI I Wayan Subagia; I Gusti Lanang Wiratma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan: 1) pengetahuan masyarakat Bali tentang bencana alam gempa bumi, 2) pengalaman masyarakat Bali dalam menghadapi bencana alam gempa bumi, dan 3) pengetahuan dan pengalaman masyarakat Bali dalam mitigasi bencana alam gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah metode kualitatif yang difokuskan pada penggalian informasi tentang pengetahuan dan pengalaman masyarakat Bali dalam menghadapi bencana alam gempa bumi. Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu di Desa Culik Kabupaten Karangasem dan Desa Pengastulan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali. Dalam penelitian ini dilibatkan 10 orang sebagai informan. Mereka ditentukan dengan cara snow ball dan disertai dengan kesediaan mereka terlibat dalam penelitian ini. Seluruh informasi dikumpulkan melalui wawancara dan kajian pustaka relevan serta dianalisis secara deskriptif interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Masyarakat bali tidak memiliki pengetahuan memadai tentang bencana alam gempa bumi. Secara tradisional, gempa bumi dinyatakan disebabkan oleh ular besar (naga) yang bergerak di dalam bumi. Secara modern, gempa bumi dinyatakan disebabkan oleh pergeseran lapisan bumi. 2) Masyarakat bali memiliki pengalaman yang beragam dalam menghadapi bencana alam gempa bumi, antara lain: lari begegas ke luar rumah, masuk ke kolong tempat tidur atau kolong meja, berangkulan satu sama lain, berteriak linuh, linuh, linuh, dan hidup, hidup, hidup. 3) Masyarakat Bali memiliki beberapa cara untuk mitigasi bencana alam gempa bumi yang dilakukan secara spontan turun menurun. Cara-cara tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu: mencari perlindungan, memberitahukan orang lain, meyampaikan keadaan diri sendiri, dan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
PENGELOLAAN LABORATORIUM KIMIA DENGAN KEARIFAN LOKAL TRI SAKTI I Gusti Lanang Wiratma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium merupakan jantung dari kegiatan pembelajaran sains, khususnya pembelajaran kimia, karena laboratorium merupakan tempat untuk melihat, mencoba, menguji, menilai konsep-konsep sains yang dipelajari hingga siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang sains. Persoalan yang paling mengemuka dalam pembelajaran di laboratorium adalah masalah kualitas pengelolaan laboratorium. World Health Organization (WHO) menyatakan ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pengelolaan laboratoriun, antara lain: security, containment, safety, and ergonomics. (WHO, 2011). Pada dasarnya, pengelolaan laboratorium terdiri atas tiga kegiatan pokok, yaitu pengadaan, penggunaan, dan pemeliharaan alat dan bahan laboratorium. Ketiga kegiatan pokok tersebut sesungguhnya belum lengkap. Salah satu kegiatan yang belum tampak adalah kegiatan pemusnahan alat atau bahan yang sudah rusak.Salah satu nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali yang digunakan sebagai dasar pengaturan keseimbangan dan keharmonisan alam adalah konsep Trisakti. Trisakti adalah fungsi kekuatan Tuhan untuk mengatur keseimbangan alam yang terdiri atas tiga kekuatan, yaitu kekuatan mencipta atau mengadakan yang dikenal dengan utpti, kekuatan memelihara atau menjaga yang dikenal dengan stiti, dan kekuatan memusnahkan atau melenyapkan yang dikenal dengan pralina (Soeka, 1986).Trisakti merupakan konsep pengelolaan alam secara seimbang antara pengadaan, pemeliharaan dan penggunaan, serta pemusnahan hal-hal yang sudah tidak berguna. Konsep pengelolaan yang disebutkan di atas, sangat relevan digunakan dalam pengelolaan laboratorium kimia di SMA. Kegiatan pengelolaan laboratorium kimia di SMA berdasarkan beberapa penelitian ternyata menekankan pada proses pengadaan, pemanfaatan dan pemeliharaan, tanpa memikirkan tentang pemusnahan alat dan bahan yang sudah rusak (Wiratma, 2013. Laksmi, 2014). Dengan kondisi itu, mengakibatkan keadaan laboratorium kurang nyaman dan berbahaya bagi lingkungan, dan keselamatan kerja. Pengelolaan laboratorium kimia dengan konsep manajemen Tri Sakti, senantiasa menyeimbangkan antara pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan, serta pemusnahan, yang bermuara menuju keharmonisan dan keberlanjutan. Oleh karena itu, konsep manajemen Tri Sakti sangat tepat dipakai landasan filosofi mengelola laboratorium kimia di SMA.Kata-kata kunci: pengelolaan, laboratorium kimia, kearifan lokal, tri saktiAbstract: Laboratory is the heart of science learning activities, in particular chemistry learning, because lab is a place to see, try, test, assess science concept learned by the students gain a better understanding of science. The most prominent issue in the problem of learning in the laboratory is a laboratory quality management.World Health Organization (WHO) states there are a lot of factors that affect the quality of laboratory management, among others: security, containment, safety, and ergonomics. (WHO, 2011). Basically, the management of the laboratory consists of three main activities, namely procurement, use, and maintenance of laboratory equipment and materials. All three of the main activities is not complete. One activity that has not seemed to be an activity culling tool or material that is damaged.One of the local genius in Bali are used as the basis for setting the balance and harmony of nature is the concept of Trisakti. Trisakti is a function of the power of God to set the natural balance of three powers, namely the power to create or conduct that is known to utpti, preserve or maintain strength, known as stiti, and destroy or eliminate the force known as pralina (Soeka, 1986).Trisakti is the management concept of natural balance between procurement, maintenance and use, and disposal of things that are not useful. Management concepts mentioned above, it is relevant to be used in the chemical laboratory management of high school. Chemical laboratory management activities in high school based on some research it turns out emphasis on the procurement process, utilization and maintenance, without thinking about the destruction of equipment and materials that have been damaged (Wiratma, 2013, Laksmi, 2014). With these conditions, resulting in less comfortable circumstanceslaboratories and dangerous to the environment, and safety. Chemical laboratory management with the Tri Sakti concept, always balancing between procurement, use and maintenance, and destruction, which leads to harmony and sustainability. Therefore, very precise Trisakti concept wear foundation philosophy of managing chemical laboratory in high school.Keywords: management, chemicals laboratory, local genius, tri sakti
Uji Kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik I G L Wiratma; Ni Made Sih Widyasti; I Wayan Muderawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menjelaskan kepraktisan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik untuk pembelajaran kimia pokok bahasan kesetimbangan kimia. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tahapan penelitian yang dilakukan adalah: (1) pengumpulan data; (2) desain produk; (3) validasi desain; (4) revisi desain; (5) uji coba lapangan terbatas; dan (6) revisi produk. LKS yang dikembangkan terdiri dari lima sub topik bahasan. Validasi isi pada LKS dilakukan dengan melibatkan dua orang ahli dan dua orang praktisi. Validasi bahasa pada LKS dilakukan dengan melibatkan satu orang ahli bahasa. Uji coba lapangan terbatas melibatkan 9 siswa kelas XI SMAN 1 Kuta Selatan. Karakteristik LKS berbasis pendekatan saintifik untuk pembelajaran kimia pokok bahasan kesetimbangan kimia yaitu, LKS terdiri dari langkah pembelajaran 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas diperoleh respon positif siswa terhadap pembelajaran dengan LKS terhadap keterlaksanaan dengan kategori sangat tinggi.Kata kunci: Lembar Kerja Siswa, pendekatan saintifik, pembelajaran kimia, kesetimbangan kimia.
PENERAPAN METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X MIA Ni Luh Supadmi; I Gusti Lanang Wiratma; Luh Maharani Merta
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v1i2.12811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kela X MIA 6 SMA Negeri 4 Singaraja melalui metode mind mapping.  Jenis penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, evaluasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 38 orang, terdiri dari 17 orang laki-laki dan 21 orang perempuan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa yang diambil dari penerapan metode pembelajaran mind mapping. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, soal tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan analisis data pada siklus I dan siklus II diketahui bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X MIA 6 SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan presentase aktivitas belajar siswa terhadap pelajaran kimia dari skor rata-rata 74,57 dengan kategori cukup aktif pada siklus I menjadi 82,68 dengan kategori aktif pada siklus II. Hasil belajar siswa juga meningkat dari persentase ketuntasan 63,15 % pada siklus I menjadi 89,47 % pada siklus II.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN KIMIA I Wayan Muderawan; I Gusti Lanang Wiratma; Muthia Zahra Nabila
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i1.20944

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa SMA Negeri 2 Banjar dalam mempelajari materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Subjek penelitian ini adalah 85 orang siswa dari seluruh kelas XII MIPA. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan cara tes dan wawancara. Data yang diperoleh berupa informasi mengenai faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang disebabkan oleh faktor internal, meliputi minat belajar kimia rendah, motivasi belajar kimia rendah, pemaknaan konsep siswa terhadap materi kelarutan dan hasil kali kelarutan rendah, pemahaman konsep pendukung materi kelarutan dan hasil kali kelarutan rendah, dan kemampuan siswa dalam aspek perhitungan lemah. Faktor eksternal, meliputi penyesuaian kemampuan siswa dalam penerapan metode mengajar guru dalam kelas kurang, cara guru mengelola pembelajaran kimia, pengaruh teman sebaya, dan waktu pembelajaran kimia yang kurang efektif.Kata Kunci: faktor kesulitan belajar, kelarutan dan hasil kali kelarutan Abstract This study aimed to describe the cause factors of students'learning difficulties at the SMA Negeri 2 Banjar in learning solubility and solubility product constant. The subjects were 85 students from all class XI MIA. The type of research was qualitative research. The data were collected by using test and interview. The data were the information about the cause factors of students’ learning difficulties insolubility and solubility product constant.  The result of this research showed internal factors that caused students'difficultiesof learning, namely less learning interest toward chemistry, less learning motivation toward chemistry, less meaning toward solubility and solubility product constant concepts, less understanding toward concepts supporting solubility and solubility product constant topic, less calculation ability. The external factor was less adjustment of students' capability into teacher’s teaching method used in classroom, the way teacher’s managed chemistry learning, friends influence, and less effective learning time. Key words: factors of difficulties of learning, solubility and solubility product constant 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN SAINTIFIK DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENALARAN INDUKTIF PADA TOPIK LAJU REAKSI I. B. N. Sudria; I Gusti Lanang Wiratma; Lysa Kristina Br Sembiring
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpk.v3i1.20946

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian dan pengembangan pendidikan  ini adalah untuk (1) mengembangkan dan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran yang selaras dengan model problem based learning melalui penalaran induktif pada topik laju reaksi. (2) mendeskripsikan validitas dan tingkat keterbacaan, dan (3) mengetahui keefektifan dari perangkat pembelajaran melalui uji coba pendahulu. Penelitian dan pengembangan (R&D) ini mengikuti model Borg dan Gall (1989) yang dibatasi pada tahap uji coba pendahuluan. Hasil penelitian dan pengembangan ini mampu mewujudkan perangkat pembelajaran model problem based learning dengan efektif. Perangkata pembelajaran yang dikembangkan dapat menghasilkan perangkat yang konsisten dan selaras mengikuti model problem based learning melalui penalaran induktif dengan pendekatan saintifik, memiliki tingkat validitas dan uji keterbacaan sangat baik dan baik., mendapatkan hasil belajar yang signifikan dengan nilai Normalitas Gain Score 0,55 dengan kategori sedang secara keseluruhan, penilian perindikator termasuk kategori tinggi untuk satu indikator dan sedang untuk enam indikator, peningkatan rata-rata pretest 23,27 menjadi rata-rata posttest 65,18, penilian aktivitas siswa dengan pendekatan saintifik 5 M dilihat dari penilian LKS secara umum meningkat, dan hasil tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran dengan model problem based learning malalui penalaran induktif tergolong baik.Kata Kunci: model pembelajaran problem based learning,  laju reaksi, penalaran induktif, pendekatan saintifik, dan perangkat pembelajaranAbstractThe purpose of this research and development education are to (1) develop and describe characteristics of learning devices that are in harmony with the problem based learning model through inductive reasoning on the topic of reaction rates, (2) describing the validity and readability level, and (3) knowing the effectiveness of learning device through a preliminary trial. This research and development (R & D) follows the Borg and Gall (1989) model which was limited to the preceding trial stage. The results of this research and development are able to realize a problem based learning model learning device effectively. It can, the results show that learning devices are consistent and harmonious can follow the problem based learning model through inductive reasoning with a scientific approach, have a very good and good level of validity and readability test, get significant learning outcomes with nilia Normality Gain Score 0.55 with categories is being Indicator evaluators are included in the high category for one indicator and medium for six indicators. The increase in the average pretest 23.27 becomes the average posttest 65.18, the assessment of student activity with the scientific approach 5 M seen from the LKS assessment generally increases, and the results of student responses to the learning process with problem based learning models through inductive reasoning are good .Keywords: problem based learning model, reaction rate, inductive reasoning, saintific approach, and learning tool
PEMBUATAN PAPAN KOMPOSIT DARI LIMBAH PLASTIK POLYVINYL CHLORIDE (PVC) DAN LIMBAH BATANG JAGUNG I Kadek Eka Karyawan; I Wayan Karyasa; I Gusti Lanang Wiratma
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.795 KB) | DOI: 10.23887/wms.v11i2.12580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi, tekanan saat proses pencetakan, dan ukuran serbuk batang jagung untuk menghasilkan papan komposit dengan kualitas terbaik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 3 variabel bebas yaitu komposisi, tekanan saat proses pencetakan, dan ukuran serbuk batang jagung. Papan komposit dibuat dengan cara melarutkan plastik polyvinyl chloride (PVC) dengan pelarut cyclohexanone, selanjutnya dipanaskan  pada suhu 212°C kemudian dicampurkan dengan serbuk batang jagung dan dicetak. Pertama, papan komposit dibuat dengan perbandingan komposisi serbuk batang jagung dengan limbah plastik PVC yaitu  50%:50%; 60%:40%; 70%:30%; 80%:20% dan 90%:10%. Kedua, papan komposit dibuat dengan variasi tekanan saat pencetakan yaitu 10 kgf/cm2, 20 kgf/cm2, dan 30 kgf/cm2. Ketiga, papan komposit dibuat dengan variasi  ukuran serbuk batang jagung yaitu 10 mesh, 30 mesh,dan 60 mesh. Papan komposit yang dihasilkan kemudian diuji daya serap air dan kuat tekannya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh komposisi terbaik yaitu 60% serbuk batang jagung berbanding 40% limbah plastik PVC dengan nilai daya serap air sebesar 8,04% dan kuat tekan 6,89 kgf/mm2, tekanan terbaik saat proses pencetan yaitu 20 kgf/cm2 dengan nilai daya serap air sebesar 8,04% dan kuat tekan 6,89 kgf/mm2, dan ukuran serbuk batang jagung terbaik yaitu 60 mesh dengan nilai daya serap air sebesar 6,49 % dan kuat tekan 9,46 kgf/mm2.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPBA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK putu tirta utami
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.039 KB) | DOI: 10.23887/wms.v13i2.17525

Abstract

ABSTRAKPermasalahan yang terjadi belum adanya perangkat pembelajaran yang sesuai menggunakan pendekatan saintifik, sehingga proses pembelajaran di kelas kurang bermakna. Tujuan penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran IPBA dengan pendekatan saintifik. Metode penelitian yang digunakan Borg dan Gall yang telah dimodifikasi. Penelitian ini merupakan penelitian payung, sehingga tahapan yang dilakukan yaitu: (1) perencanaan, (2) pengembangan draf produk, (3) uji coba lapangan awal, (4) merevisi hasil uji coba, (5) uji coba lapangan utama, dan (6) penyempurnaan produk. Cara pengambilan data dengan memberikan angket uji validitas, angket kepraktisan, serta tes hasil belajar. Penelitian ini dilakukan secara terbatas dengan 36 orang siswa kelas VII dan satu orang guru. Hasil analisis menggunakan Gain Score untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan produk pengembangan. Nilai rata-rata pretest siswa sebesar 51, sedangkan untuk nilai posttest 77. Hasil Gain Score diperoleh nilai 0,53 pada kategori sedang, artinya perangkat pembelajaran IPBA dengan pendekatan saintifik efektif meningkatkan hasil belajar.Kata Kunci: Hasil belajar, pendekatan saintifik, perangkat pembelajaran.  ABSTRACTThe problem that occurs is the lack of appropriate learning tools using a scientific approach, the learning process less meaningful. The research objective was to produce IPBA learning devices with a scientific approach. The research method used by Borg and Gall was modified. This research is an umbrella research, so that the steps taken are: (1) planning, (2) the development of product drafts, (3) initial field trials, (4) revising the results of the trials, (5) main field trials, (6 ) product improvement. The way to retrieve data is to provide validity test questionnaires, practicality questionnaires, and learning outcomes tests. This research was conducted with 36 students of class VII and one teacher. The average value of pretest students is 51, while for the posttest 77. Results obtained Score Gain worth 0.53 in the medium category, which means that the learning device with a scientific approach to effectively improve student learning outcomes. Kata kunci: learning achievement, learning devices, scientific approach.