Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA pada Pokok Bahasan Klasifikasi Materi dan Perubahannya dengan Pendekatan Saintifik Septariani Sunia Dewi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.159 KB) | DOI: 10.23887/wms.v13i2.17724

Abstract

Tujuan penelitian adalah menghasilkan perangkat pembelajaran IPA pada pokok bahasan klasifikasi materi dan perubahannya dengan pendekatan saintifik yang berkualitas ditinjau dari validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Desain penelitian yang digunakan adalah pengembangan dengan menggunakan model pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi. Tahapan penelitian yang digunakan dimulai dari tahap perencanaan hingga tahap penyempurnaan produk hasil uji coba lapangan. Validitas perangkat pembelajaran menggunakan lembar validitas untuk ahli dan praktisi. Kepraktisan perangkat pembelajaran menggunakan uji keterbacaan oleh siswa serta lembar observasi oleh praktisi. Keefektifan perangkat pembelajaran menggunakan nilai afektif, psikomotor, dan kognitif siswa. Perangkat yang dihasilkan telah valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing.Kata kunci: Perangkat pembelajaran, Pendekatan saintifik, Inkuiri terbimbing
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA GUIDED DISCOVERY BERBASIS FENOMENA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Ni Putu Sintya Dewi; Ketut Suma; I Gusti Lanang Wiratma
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 16 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v16i3.48534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS Guided Discovery berbasis fenomena untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII SMP. Pengembangan ini didasari hasil studi pendahuluan yang menunjukkan LKS yang digunakan di sekolah masih berpatokan pada buku – buku yang menjadi pegangan siswa tanpa adanya upaya mengaitkan dengan fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar siswa. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE. Aspek yang dianalisis terdiri atas karakteristik LKS, validitas, keparktisan, dan efektivitas. Uji validitas melibatkan 3 orang ahli dan 3 orang guru selaku praktisi sebagai validator. Instrumen uji validitas berupa lembar uji validitas yang masing-masing dinialai oleh 1 orang ahli dan 1 orang guru praktisi untuk menguji validitas isi, validitas media, dan validitas bahasa. Instrumen disusun menggunakan skala Likert skor 1 - 4. Uji kepraktisan melibatkan 3 Orang guru IPA dan 32 Orang siswa. Uji kepraktisan dilakukan dengan menyebarkan angket respon guru dan angket respon siswa. Instrumen yang digunakan dalam tahap ini didesain menggunakan skala Likert skor 1 - 4. Uji efektivitas dilakukan dengan desain one-group-prestest-posttest. Tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda menggunakan skor benar bernilai 1, salah bernilai 0. Efektivitas produk diukur berdasarkan hasil perolehan N-Gain skor pretest dan posttest. Hasil penelitian menujukkan: (1) Karakteristik LKS ini adalah memuat langkah kerja yang menuntun siswa menemuan konsep pembelajaran, melibatkan siswa untuk belajar secara aktif untuk menenemukan konsep pembelajaran, serta mengacu pada fenomena alam yang terjadi di sekitar siswa, (2) LKS yang dikembangkan berkategori valid hal ini ditiunjukkan oleh skor valititas 0,93, (3) uji kepraktisan melalui perolehan persentase skor hasil angket respon guru sebesar 88% dan persentase skor hasil anget respons siswa sebesar 95,55% dengan kategori sangat praktis, (4) serta uji efektifitas melalui tes hasil belajar dengan perolahan rata-rata ­N-Gain sebesar 0,55 dan berkatagori efektif. Kata kunci: LKS, Guided Discovery, Fenomena, Hasil Belajar
Pengelolaan Laboratorium Kimia pada SMA Negeri di Kota Singaraja: (Acuan Pengembangan Model Panduan Pengelolaan Laboratorium Kimia Berbasis Kearifan Lokal Tri Sakti) Gusti Lanang Wiratma, I
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.629 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v3i2.4459

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pengelolaan laboratorium kimia SMA yang meliputi aspek pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan, serta aspek pemusnahan alat/bahan rusak. Hasil kajian digunakan sebagai acuan membuat draft buku panduan pengelolaan laboratorium kimia berdasarkan konsep Tri Sakti. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research & developmen). Penelitian ini dilakukan di kota Singaraja kabupaten Buleleng Provinsi Bali dengan melibatkan empat SMA Negeri yang ada di kota tersebut yaitu, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Singaraja. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengelolaan laboratorium kimia SMA, secara umum dilakukan melalui rangkaian proses mulai dari aspek pengadaan, penggunaan dan pemeliharaan, dan aspek pemusnahan alat/bahan yang rusak. Dari masing-masing aspek tersebut belum sepenuhnya sempurna sebagaimana mestinya, dan masih ada beberapa kelemahan atau kendala dalam penerapan aspek-aspek pengelolaan laboratorium kimia. Hal ini disebabkan karena komitmen pengambil kebijakan belum optimal dan pemahaman  para pihak tentang pengelolaan laboratorium kimia masih rendah.
Uji Validasi Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Saintifik Widyasti, Ni Made Sih; IGL, Wiratma,; IW, Muderawan,
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v4i1.15591

Abstract

This study aimed to: (1) develop and describe the characteristics; (2) describe and explain the validity; (3) describe and explain the practicability of Student Worksheet (LKS) based on scientific approach for chemistry learning on the chemical equilibrium topic. The type of this research was research and development with the steps carried out included: (1) data collection; (2) design of product; (3) validation of design; (4) revisions of design; (5) limited tryout; and (6) revisions of product. The developed LKS consists of five sub-topics. Content validation on LKS was done by involving two experts and two practitioners. Language validation on LKS is done by involving one linguist. A limited tryout involved 9 students of grade XI SMAN 1 Kuta Selatan. Characteristic of LKS based on scientific approach for chemistry learning on the chemical equilibrium topic, namely: (1) LKS consists of 5M learning steps with added hypothesis formulation; (2) in each LKS presented a contextual phenomenon; and (3) the language used in the LKS developed in accordance with the EYD. Validation results indicate that: (1) LKS validation results by experts and practitioners have met the valid category; (2) LKS validation results by linguists have met the linguistic rules and meet very valid categories. Based on the results of a limited tryout obtained positive response of students to learning with LKS on the implementation with very high category.
Eco-Friendly Photocatalyst from Limestone: ZnO-Hydroxyapatite Composite for Efficient Rhodamine B Removal Sukarta, I Nyoman; Suyasa, I Wayan Budiarsa; Mahardika, I Gede; Suprihatin, Iryanti Eka; Sastrawidana, I Dewa Ketut; Wiratma, I Gusti Lanang; Darmayasa, Dewa Komang
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2025: BCREC Volume 20 Issue 3 Year 2025 (October 2025)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.20426

Abstract

This study aims to synthesize and characterize a limestone-based ZnO-hydroxyapatite (HA/ZnO) composite and evaluate its performance in the photocatalytic degradation of Rhodamine B under UV irradiation. Hydroxyapatite was synthesized by reacting calcined CaO from limestone with orthophosphoric acid and subsequently combined with ZnO via a co-precipitation–hydrothermal method. The materials were characterized using X-ray Diffraction (XRD) and Fourier Transform Infra Red (FTIR) to determine their crystal structure and functional groups. The HA/ZnO composite exhibited the smallest crystallite size (14.86 nm), indicating enhanced surface area and strong interfacial interaction. Photodegradation tests revealed optimal conditions at pH of 9, Rhodamine B concentration of 20 mg/L, and catalyst dosage of 1.5 g, achieving a maximum degradation efficiency of 99.81%. Toxicity assessment using a corn seed germination test showed a significant increase in germination rate from 16% (untreated) to 92% (after photocatalytic treatment). These findings suggest that the limestone-derived HA/ZnO composite is a promising, environmentally friendly, and efficient photocatalyst for textile dye wastewater treatment. Copyright © 2025 by Authors, Published by BCREC Publishing Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0).
Tingkatkan Efsiensi Produksi dan Pemasaran Gula Semut pada Kelompok Puji Lontar Berbasis Teknologi IoT I Gusti Lanang Wiratma; Bagus Gede Krishna Yudistira; I Dewa Gede Anom Jambe Adnyana; I Ketut Andika Pradnyana
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 15 No. 2 (2026): [ONGOING] Karmapati Vol 15 No 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/karmapati.v15i2.117878

Abstract

The “Puji Lontar” palm sugar business group in Tianyar Barat Village, Kubu District, Karangasem Regency, Bali Province, still faces traditional drying methods that depend on the weather, resulting in uneven product moisture content and difficulty meeting market standards (maximum 3%). Downstream, sales are still predominantly conventional (price around IDR 12,000 per ¼ kg), packaging and branding are not yet strong, and financial records and business planning have not been developed. This community service program aims to improve production efficiency and marketing performance through the implementation of IoT drying technology, accompanied by digital marketing training and strengthening MSME management. The activity was carried out for eight months through stages of preparation, socialization, training, mentoring, and evaluation; materials included equipment operations and maintenance, packaging and brand identity, creation of marketplace/website/social media accounts, as well as recording daily transactions and preparing business plans/capital proposals. The evaluation results showed that partners were able to operate the drying technology independently, the drying process was more controlled so that the product moisture content could be maintained below 3%, and the digital marketing strategy drove an increase in turnover of around 25%. This program strengthens the competitiveness of palm sugar MSMEs while supporting the achievement of higher education IKU and SDGs.
INTEGRASI ETNOKIMIA BAHAN PEWARNA ALAMI TENUN SONGKET DESA KALIANGET PADA PEMBELAJARAN KIMIA DI SMA Putu Indah Sri Artawan; Siti Maryam; I Gusti Lanang Wiratma
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v10i1.13631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengetahuan etnokimia mengenai penggunaan pewarna alami dan proses pewarnaan kain tenun songket di Desa Kalianget, serta integrasinya ke dalam pendidikan kimia SMA melalui modul pembelajaran berbasis etnokimia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Subjek penelitian ini meliputi penenun songket di Desa Kalianget, buku, jurnal ilmiah, dan silabus kimia SMA Kurikulum Merdeka. Objek penelitian adalah pengetahuan etnokimia para pengrajin mengenai pewarna alami, proses pewarnaan tenun songket, konsep kimia yang terkandung di dalamnya, dan integrasinya ke dalam pendidikan kimia SMA. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen, sedangkan validitas data dinilai melalui triangulasi data, kecukupan referensi, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarna alami yang digunakan, kunyit (Curcuma longa), gambir (Uncaria gambir Roxb.), dan daun katuk (Sauropus androgynus) mengandung konsep kimia dan prinsip kimia hijau. Pengetahuan etnokimia ini kemudian diintegrasikan ke dalam modul pembelajaran kimia hijau. Pengetahuan etnokimia dalam materi Kimia Hijau untuk Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka.
Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Daya Serap Pemahaman Kimia Siswa Sma: Literatur Riview 2015–2026 Eril Paizi; I Gusti Lanang Wiratma; I Nyoman Selamat
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1353

Abstract

Rendahnya daya serap pemahaman kimia pada siswa sekolah menengah atas masih menjadi permasalahan yang berkelanjutan dalam pendidikan sains di Indonesia. Tinjauan literatur naratif ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh berbagai jenis media pembelajaran terhadap pemahaman kimia siswa sekolah menengah atas berdasarkan literatur yang dipublikasikan pada periode 2015–2026. Sebanyak 42 artikel dari basis data Google Scholar, ERIC, Scopus, dan GARUDA memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran digital interaktif (simulasi dan animasi), media berbasis augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), serta video pembelajaran/multimedia secara konsisten mampu meningkatkan pemahaman konseptual siswa, khususnya pada topik-topik yang bersifat abstrak. Media pembelajaran berbasis teknologi digital terbukti lebih efektif dibandingkan media konvensional dalam meningkatkan pemahaman kimia, dengan pengaruh yang lebih signifikan pada konsep-konsep kimia yang bersifat abstrak dan submikroskopik.
Eksplorasi Etnokimia Tanaman Obat Gatel dalam Lontar Usada Rare untuk Integrasi Pembelajaran Farmakognosi di SMK Farmasi Niluh Putu Arpilia Rahayudewi; I Nyoman Tika; I Gusti Lanang Wiratma
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113349

Abstract

Pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan etnokimia yang relevan untuk dikaji secara ilmiah dan diintegrasikan dalam pembelajaran. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis tanaman yang digunakan untuk mengobati gatel berdasarkan lontar Usada Rare, kandungan kimia masing-masing tanaman obat gatel berdasarkan lontar Usada Rare, serta pengintegrasiannya ke dalam pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah transkrip lontar Usada Rare, balian usada, artikel, buku dan jurnal ilmiah serta silabus farmakognosi. Objek penelitiannya adalah jenis tanaman untuk mengobati gatel dalam lontar Usada Rare, kandungan kimia masing-masing tanaman obat, serta indikator kompetensi dasar, materi ajar, dan potensi integrasi etnokimia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen, wawancara, dan observasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua puluh tiga jenis tanaman obat yang dapat dijadikan sebagai bahan obat gatel yang meliputi daun sirih, bawang putih, kemiri, cendana, sembung, ketepeng, daun gatal, kelapa, belimbing wuluh, kirinyuh, adas, cemcem, dadap, pepaya, pepe, jahe, buah pinang, bawang merah, juwet, jeruk limau, pegagan, kamboja, dan lengkuas. Kandungan kimia dalam tanaman obat gatel yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, steroid, fenolik, polifenol, terpenoid, kumarin, saponin, tanin, dan glikosida yang bermanfaat untuk mengobati iritasi, peradangan pada kulit, dan mempercepat pemulihan bekas luka. Pengetahuan etnokimia tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran farmakognosi di SMK Farmasi. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pembelajaran farmakognosi berbasis kearifan lokal.