Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Unknown Affiliation

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

MAKET KARYA GEDE KRESNA DI BENGKALA, KUBUTAMBAHAN, BULELENG, BALI I Putu Suhartawan .; I Wayan Sudiarta, S.Pd,M.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) munculnya ide pembuatan maket; (2) alat dan bahan yang digunakan membuat maket; (3) proses pembuatan maket; (4) nilai estetis maket karya Gede Kresna di Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Gede Kresna dan objek penelitian ini adalah maket karya Gede Kresna. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dokumentasi, wawancara dan kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ide awal pembuatan maket timbul karena ingin mempermudah presentasi karya di depan klien, selain itu ide membuat maket muncul saat Gede Kresna membutuhkan media pembelajaran untuk menemukan gubahan ruang dan sambungan baru, idenya juga muncul saat Gede Kresna melihat material kayu bekas yang tidak dimanfaatkan dengan baik. (2) Alat dan bahan maket : gergaji kecil, lingkaran tangan dan jigsaw, bor, pahat, palu, spidol, pulpen, penggaris siku, meteran gulung, mortising machine, cutter, amplas mesin dan lembaran, alat serut. Bahan yaitu kayu jati bekas, lem G dan epoxy (3) Proses pembuatan maket karya Gede Kresna dimulai dengan proses persiapan : membuat sketsa, pemilihan bahan, memotong bahan; proses perakitan : membuat konstruksi dasar dan dudukan maket, merakit sambungan konstruksi, membuat ruangan; membuat kap atau atap; membuat bagian kecil atau aksesoris maket; menempelkan aksesoris maket dan menggabungkan semua bagian maket; finishing (4) Nilai estetis maket Gede Kresna terlihat saat maket yang diciptakan fungsinya berjalan dengan baik dan benar, selain itu berhasilnya Gede Kresna mensintesa langgam rumah tradisional menjadi bentuk bangunan baru dengan pemikiran modern yang diorientasikan untuk kebutuhan masa kini sehingga memiliki nilai estetis, eksotis dan multifungsi.Kata Kunci : Ide kreatif, maket, nilai estetis This research is intended to determine: (1) the emergence of the idea of making mockups; (2) the tools and the materials for making mockups; (3) the process of macking mockups; (4) the aesthetic value of mockups made by Gede Kresna in Bengkala, Kubutambahan, Buleleng, Bali. This research is a kind of descriptive research by using qualitative approachment. The subject was Gede Kresna and the objects of this research were the mockups made by Gede Kresna. The methods on data collection in this research were documentations, interviews, and literature. The data analysis was domain analysis and taxonomy. As the result, this research has shown that: (1) the initial idea of making mockups arise because he want to simplify the presentation in front of the clients, in addition to the idea of making mockups appeared when Gede Kresna requires a kind of learning media to discover the spin of space and new connections, ideas emerged as Gede Kresna was looking at a used-wood that was not utilized properly. (2) Tools and materials of mockups: small saws, circular hand and jigsaw, drill, chisel, hammer, marker, pen, ruler, meter roll, mortising machine, cutter, sanding machine and sandpaper, and planer. The materials are used-teak, glue, and epoxy. (3) The process of making mockups of Gede Kresna begins with preparation process: sketching, choosing the materials, cutting the materials; assembly process: making basic construction and mockups holder, assembling the construction connections, making the room, making the roof; making the small parts or accessories of the mockups; attaching the accessories and combine all parts of mockups; finishing. (4) The aesthetic value of the mockups made by Gede Kresna can be shown when the mockups function could run properly, in addition to the success of Gede Kresna on synthesizing the style of traditional house into a new building forms with modern ideas which oriented to the present neccesities, so then it is having an aesthetic value, exoticism, and multifunctional.keyword : creative ideas, mockups, aesthetic value
T-SHIRT LUKIS KARYA ADITYA SAFARI DI SINGARAJA I Gede Wahyu Awan Sunarwan .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; UNDIKSHA .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.5946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja, (2) proses pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja, dan (3) tema t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini mengambil lokasi di perusahaan Lokalkarya milik Aditya Safari yang terletak di jalan pantai Asri Kelurahan Banyuasri, Buleleng, Provinsi Bali. Pemilihan Aditya Safari sebagai subjek penelitian karena Aditya Safari adalah pelopor bisnis t-shirt lukis di Singaraja. Selain itu keberadaan t-shirt lukis Aditya Safari mampu memberikan warna baru fashion di kota Singaraja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja adalah papan penyangga baju, kuas, palet, hairdryer, mesin press, t-shirt berbahan katun, cat tekstil, binder, dan pigmen warna, (2) proses pembuatan t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja dimulai dari memasukkan baju kepapan penyangga, mencampurkan cat dengan pigmen beserta binder yang berfungsi sebagai pelarut, melukis sesuai tema yang diinginkan, mengeringkan cat dengan hairdryer, mengepres baju yang sudah dilukis dengan mesin press, dan (3) tema t-shirt lukis karya Aditya Safari di Singaraja yaitu tema sosial dan budaya remaja. Kata Kunci : t-shirt lukis, Aditya Safari This study aims to find out: (1) the tools and materials used in the manufacture of t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari, (2) the process of making t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari, and (3) theme t-shirt painting in Singaraja Aditya Safari. This research is descriptive research with qualitative approach. This study took place in the local company owned by Aditya Safari located on Pantai Asri Street, Banyuasri district, Buleleng, Bali Province. Aditya Safari choosen as research subjects because Aditya Safari is a pioneer in t-shirt painting in Singaraja. Besides the presence of the t-shirt painting Aditya Safari is able to provide a new color of fashion in the city of Singaraja. The results showed that: (1) the tools and materials used in the manufacture of t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari is a buffer board clothes, brushes, palette, hairdryer, press machines, t-shirts made of cotton, textile paint, binders, and a color pigment, (2) the process of making t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari starts from entering the buffer board clothes, mixing paint with pigments and their binders that serve as solvents, paint suit with thr desired design, paint drying with a hairdryer, pressing clothes has been painted with a press machine, and (3) theme t-shirt painting work in Singaraja Aditya Safari namely social and cultural themes adolescents. keyword : t-shirt painting, Aditya Safari
PEMBUATAN PATUNG PADAS PUTIH DI BANJAR LIMO DESA KUTAMPI KALER, NUSA PENIDA. I Dewa Gede Aristawan Gotama .; Drs.I Ketut Sudita, M.Si .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses penggalian dan pengolahan padas putih, (2) alat dan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan patung padas putih, (3) proses pembuatan patung padas putih, dan (4) jenis-jenis patung padas putih di Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler Nusa Penida. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Cara pencarian data dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara dengan subjek penelitian yang diteliti. Subjek penelitian ini adalah Pande I Made Ananta Wikrama selaku pematung batu padas putih dan Made Bakte, selaku pencari batu padas putih, di Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain dan taksonomi. Penelitian ini ditunjang oleh kajian pustaka pengertian seni, seni patung, unsur visual, unsur ekstetik, pengertian ornamen dan ragam hias, padas, banjar Limo, desa Kutampi Kaler, Nusa Penida Hasil temuan penelitian ini adalah (1) proses pengolahan padas putih untuk pembuatan patung yaitu penggalian, pembelahan, pembuatan pola, pemotongan batu padas, dan pengangkutan, (2)alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan patung padas putih yaitu seperti pada umumnya, (3)proses pembuatan patung padas putih yaitu pemilihan bahan baku, penumpukan dan pengeleman, proses pembentukan global, proses penghalusan, dan proses finishing. (4) hasil karya patung batu padas yaitu patung hewan, patung raksasa dan kala, patung Dewa-Dewi, patung pewayangan, dan patung manusia. Dapat disarankan kepada para pematung diharapkan agar secara rutin mengembangkan ide-ide kreatifnya dalam segi bentuk patung.Kata Kunci : Kata Kunci: patung, batu padas putih, alat & bahan, proses, jenis, This research is aimed to describe (1) the process of mining and processing white padas rock, (2) the tools that is required in the process of making white padas rock statue, (3) the process of making white padas statue, and (4) kinds of white padas statue in Banjar Limo, Kutampi Kaler Village of Nusa Penida. This research is a descriptive qualitative research which discuss about the process of making statue. All data is acquired through observation, interview, and documentation. How to search data in this research by conducting interviews with the study subjects studied. The subject of this Pande I Made Ananta Wikrama as a white padas carver and Made Bakte as white pada miner in Banjar Limo, Kutampi Kaler Vilage, Nusa Penida. Data analysis techniques used in this research is the domain and taxonomic analysis. This research is supported by Kajian Pustaka Pengertian Seni, Seni Patung, Unsur Visual, Unsur Estetik, Pengertian Ornamen dan Ragam Hias, Padas, Banjar Limo, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. The finding of this research are (1) the processes in making statue using white padas are mining, cutting, pattern making, and transporting; (2) tools that are required in white padas carving a in general, (3) the process in making white padas statue are selecting the material, stacking and glueing, global sketching, refining, and finishing, (4) the final product of white padas statue is in the form of animals, giants and demons, gods and demigods, characters of folktale, and humans.Can be suggested to the sculptor expected to routinely develop creative ideas in terms of the form of sculpture. keyword : Keywords:statue, white padas rock, materials & tools, process, kinds
TRANSFORMASI LUKISAN VONI WIJAYANTI PADA BATIK SITUBONDO Voni Wijayanti .; Drs.Hardiman, M.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada Batik Situbondo, (2) proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada Batik Situbondo, (3) nilai estetis pada batik Situbondo hasil transformasi lukisan Voni Wijayanti. Penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Subyek penelitian adalah perajin “Saung Batik Puspa Bahari” di Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo; beberapa ahli dan akademisi seni. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi (fgd), dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses transformasi lukisan Voni WIjayanti pada Batik Situbondo yaitu: gunting, pensil, penghapus, spidol, kain/taplak, canting, wajan, kompor, ijuk, kuas, bambu, tong, ember, bak air, kain mori primisima, malam (lilin), zat warna remasol, waterglass, dan air; (2) proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada batik Situbondo meliputi proses memecah lukisan berdasarkan elemen-elemennya; membuat desain berdasarkan elemen lukisan; dan proses pembuatan batik meliputi beberapa tahapan nyanteng yaitu memberi perintang warna dengan menggunakan cairan lilin (malam), nyolet yaitu memberi warna motif pada kain, dan ngelorot yaitu pelepasan lilin (malam) pada kain; (3) nilai estetis pada batik Situbondo hasil transformasi dari lukisan Voni Wijayanti yang terdiri dari unsur-unsur desain, prinsip desain, dan asas desain.Kata Kunci : transformasi, lukisan Voni Wijayanti, batik Situbondo, nilai estetis This study aimed to describe (1) the tools and materials used to transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo, (2) the process transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo, (3) the aesthetic value of Batik Situbondo that transformed from Voni Wijayanti painting. This research is action research. Subjects were craftsmen "Saung Batik Puspa Bahari" in the village of Asembagus, Kec. Asembagus, Situbondo; some of them are professional and academician of art. Data collection techniques used in this research are observation, interviews, discussions (FGD), documentation, and literature. The results of this research showed (1) the tools and materials used in the transformation process of Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo are: scissor, pencil, eraser, marker, fabric/cloth, canting, pans, stove, fiber, brushes, bamboo, barrel, buckets, tubs, primisima fabric, wax, substance remasol, waterglass, and water; (2) the process transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo include splitting process based elements; create a design based on elements of the painting; and batik making process includes several stages nyanteng which gives the color barrier by using a liquid wax, nyolet which gives color motifs, and ngelorot namely the release of wax on the fabric; (3) the aesthetic value in Batik Situbondo painting transformed from Voni Wijayanti consisting of design elements, design principles, and the principles of design.keyword : transformation, Voni Wijayanti painting, batik Situbondo, aesthetic value
SENI PATUNG BATU ANDESIT KARYA I WAYAN KAMAR DI DESA KUWUM, KECAMATAN MARGA, KABUPATEN TABANAN I Made Santika Putra .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; Langen Bronto Sutrisno, S.Sn., M.A .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan patung batu andesit karya I Wayan Kamar; (2) proses pembuatan patung batu andesit karya I Wayan Kamar; (3) tema patung batu andesit karya I Wayan Kamar. Subjek dalam penelitian ini adalah pematung batu andesit, I Wayan Kamar. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bahan yang digunakan dalam seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan adalah batu andesit, semen, semen hitam, super black stone coat, dan air. Adapun alat yang digunakan dalam pembuatan seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan adalah betel (belah), pahat penguku, p ahat pengrancap, kapak, meteran, penggaris siku, gerinda, ember, cetok, dan kuas (2) Proses pembuatan seni patung batu andesit karya I Wayan Kamar di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan yaitu mulai dari pemilihan bahan batu andesit, pemotongan batu andesit, membuat adonan perekat, penumpukan dan pengeleman batu andesit, proses pembentukan global (nyalonan), proses penghalusan bentuk global, dan finishing yaitu pelapisan penghitam batu alam. (3) Karya seni patung batu andesit yang dihasilkan oleh I Wayan Kamar sangat erat kaitannya dengan tema renungan, sehingga hadir karya patung batu andesit yang sangat variatif. Patung ini dibuat sesuai dengan pakem-pakem atau aturan tertentu yang digali dari nilai-nilai religius. Berikut ini adalah uraian patung batu andesit yang dihasilkan oleh I Wayan Kamar (a) Tema patung Dewa : patung Dewa Siwa, patung Dewa Brahma, patung Dewa Wisnu, dan patung Dewa Ganesha. (b) Tema patung tokoh pewayangan: patung Hanoman dan patung Anggada (Ngada), patung Nandiswara dan patung Maha Kala. (c) Tema patung hewan mitologis Hindu: patung singa.Kata Kunci : Patung Batu Andesit I Wayan Kamar The Aims of this study are to determine: (1) The tools and materials used in making andesite stone sculpture of I Wayan Kamar; (2) The process of making andesite stone sculpture of I Wayan Kamar; (3) The theme of andesite stone sculpture of I Wayan Kamar. The subject in this study is andesite stone carver, I Wayan Kamar. Data collection methods used in this research was the method of observation, interview, documentation and library method. The data was analyzed by using descriptive qualitative approach. The result showed that: (1) tools used in the manufacture of andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are betel, penguku chisel, pengrancap chisel, axes, gauge, ruler elbow, grindstone, bucket, trowel and brush. The materials used in andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are andesite, cement, black cement, super black stone coat, and water. (2) The process of making andesite stone sculpture by I Wayan Kamar from the village Kuwum, Marga District, Tabanan are starting from material selection, cutting andesite, making the dough adhesive, stacking and gluing andesite, the process of establishing a global form, coating and finishing the natural stone. (3) andesite stone sculpture by I Wayan Kamar has a close relation to the theme of reflections, so there are many varieties of andesite stone sculpture. This statue was made according to standard grip of certain rules from religious values. Here are the andesite stone sculptures produced by I Wayan Kamar (a) The theme of God statue: lord Shiva statue, the statue of lord Brahma, lord Vishnu statue, and the statue of lord Ganesha. (b) The theme of puppet character statue: Hanuman statues and sculpture Anggada (Ngada), statues and sculpture of Nandiswara and Maha Kala. (c) Hindus mithological animal statue: Singa statue.keyword : Andesite stone sculpture of I Wayan Kamar
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN CUKLI DI LINGKUNGAN LENDANG RE KELURAHAN SAYANG-SAYANG KECAMATAN CAKRA NEGARA LOMBOK BARAT Apriliya Saputra .; Drs. I Gusti Nyoman Widnyana .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Alat dan bahan pembuatan kerajinan cukli, (2) Proses pembuatan kerajinan cukli (3) Bentuk kerajinan yang dibuat pada kerajinan cukli di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah proses pembuatan kerajinan cukli di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan cukli terdiri dari dua yaitu (a) alat dan bahan pokok seperti pahat, geregaji besi, jangka (jangke), penggaris, gunting besi dan palu, sedangkan untuk bahan pokok untuk membuat kerajinan cukli adalah kerang cukli iyu sendiri dan barang kerajinan dari kayu atau barang-barang fornitur rumah tanggga dari kayu. Sedangkan (b) alat dan bahan pendukung seperti mesin gerinda, penyangga kayu, amplas, kuas dan mesin kompresor sedangkan bahan pendukung yang digunakan dalam membuat kerajinan cukli terdiri dari lem kayu, lem G, wood filler, wood satain, sending saler, tinner dan hardener. (2) Proses pembuatan kerajinan cukli terdiri dari beberapa proses yakni proses pembuatan pola/desain, proses pemahatan, proses pemotongan kerang utuh, proses pemberian lem, pemotongan kerang yang akan di tempel, proses penempelan kerang, proses perataan, proses pengamplasan dan proses finising. (3) bentuk kerajinan cukli yang dibuat di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat antara lain lemari piramid (segitiga), peti kotak, bingkai foto, tempat tisue, tempat buah, tempat pulpen, tempat permen, topeng, hiasan dinding berbentuk binatang cecak dan hiasan dinding. Kata Kunci : Kerajinan cukli, Lendang Re, Lombok Barat This study aims to determine (1) tools and materials to make cukli crafts, (2) The process of making cukli crafts (3) craft forms were made in cukli crafts in Lendang Re, Sayang-sayang vilagge, Cakra Negara district, west Lombok. This type of research used descriptive qualitative research. This research subject is the process of making cukli crafts in Lendang Re, Sayang-Sayang Village, Cakra Negara District, West Lombok. Methods of data collection is done using the method of observation, interviews, documentation, and literature. The results showed that (1) the tools and materials used in process of making cukli handicrafts consists of two: (a) the tools and staples as chisels, hacksaw, term (jangke), rulers, iron scissors and hammer, while for staples to make cukli crafts is cukli shells and handicrafts of wood or household fornitur of woode. While (b) tools and support materials such as grinding machines, wooden stands, sandpaper, brushes and engine compressor while the support material used of making cukli handicrafts consists of wood glue, glue G, wood filler, wood satain, sending saler, thinner and a hardener , (2) The process of making crafts cukli consists of several processes that the process of making a pattern / design, process fretwork, cutting process intact shells, the process of providing the glue, cutting the hells will be paste, the process of attachment shells, the process of flattening, the sanding process and the process of finishing. (3) forms of cukli craft made in the Lendang Re, Sayang-Sayan Village, Cakra Negara District, West Lombok include a closet pyramid (triangle), coffin boxes, photo frames, tissue box, a fruit, a pen, a candy, masks, wall hangings shaped lizard and wall decorations.keyword : Cukli crafts, Lendang Re, West Lombok
WAYANG KULIT SASAK DI DESA KAWO KECAMATAN PUJUT LOMBOK TENGAH Kusyoman Widiat Permana .; I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8112

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Sejarah dan keberadaan wayang kulit Sasak, (2) Tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Sejarah wayang kulit Sasak diperkirakan masuk bersamaan dengan penyebaran agama Islam. Islam masuk ke Lombok pada abad ke-16 tahuan 1477, namun belum ada data yang pasti kapan wayang kulit Sasak dipergelarkan. Keberadaan wayang kulit Sasak menyangkut beberapa aspek seperti : (a) Makna filosofi wayang kulit Sasak, (b) Nilai-nilai yang terkandung dalam wayang kulit Sasak, (c) Cerita wayang kulit Sasak, (d) Fungsi wayang kulit Sasak. (2) Tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak. Secara garis besar tokoh wayang dikenal adanya dua pemeran yaitu tokoh baik dan tokoh jahat. Tokoh baik berada di bagian kanan seperti: Jayengrana, Munigarim, Selandir, Umar Maya, Maktal, Taptanus Saptanus. Sedangkan tokoh jahat berada di bagian kiri seperti: Bandar Kale, Ganda Rini, Yama Geni, Randen Kindiri, Nursiwan, Wayang Sekar. Sebagai tinjauan tokoh-tokoh dan rupa wayang kulit Sasak, dilakukan pengkajian berupa: tokoh-tokoh wayang Sasak, wayang kulit Sasak ditinjau dari segi visual, menyangkut bentuk, ukuran, warna dan motif hias. Kata Kunci : Sejarah, tokoh-tokoh, wayang kulit Sasak, ABSTRACT This research aimed to describe (1) the history and existence of wayang kulit Sasak, (2) figures and appearance of wayang kulit Sasak. This study is a qualitative descriptive study. Methods of data collection is done by using the method of observation, interviews, documentation and literature. The results showed that (1) the history of wayang kulit sasak estimated came together with the spread of Islam. Islam came to Lombok in the 16th century in 1477, but no definitive data when wayang kulit Sasak staged. the existence of wayang kulit sasak related to various aspects such as: (a) the meaning of the philosophy of wayang kulit Sasak, (b) the values contained in wayang kulit Sasak, (c) the story of wayag kulit Sasak, (d) the function of wayang kulit Sasak. (2) figures and appearance of wayang kulit sasak. In general there are two figures in wayang that is good guy and bad guy. good guy are in the right side such as: Jayengrana, Munigarim, Selandir, Umar Maya, Maktal, taptunus saptanus. while the bad guy are on the left side such as: Bandar Kale, Ganda Rini, Yama Geni, Raden Kindiri, Nursiwan, wayang Sekar as a review of figures and appearance of Wayang kulit Sasak, conducted the assessment form: the figures of Wayang kulit Sasak, Wayang kulit Sasak review from terms of the visual, regarding the shape, size, color and decorative motifs. keyword : history, figures, Wayang kulit Sasak.
REPLIKA KENDARAAN BERBAHAN ROTAN DIANTIKA RATTAN DESA, CANGGI, SUKAWATI, GIANYAR. I Komang Heri Diantara .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) awal mula keberadaan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar . (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (3) proses pembuatan Proses pembuatan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (4) bentuk dan rupa replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Antika Rattan milik bapak solikhin.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan, serta analisis data domain dan taksonomi. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) keberadaan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar (2) alat yang digunakan dalam pembuatan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar antara lain: Paku tembak, Kompresor, Borlistrik, Catok, geregaji, Gunting. Bahan yang digunakan Antara lain: Rotan kecil (pitrit), rotan besar (kor), lem fox, Zat pewarna( kasumba), klear gloos, dan thiner A.(3) Proses pembuatan replika kendaran berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar diawali dengan pemotongan rotan kemudian meluruskan rotan kemudian rotan dibentuk memakai cetakan menjadi rangka sesuai dengan bentuk yang diinginkan kemudian lanjut ke proses penganyaman. 4) Jenis bentuk dan rupa yang dihasilkan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar berupa kendaraan klasik terdiri atas: Vwkodok( Vwbetlee), Vw kombi, Vw Safari, Vespa Kongo, Harley, danSepedaOntel. Kata Kunci : Replika kendaraan berbahan rotan, desain bentuk dan rupa. ABSTRACT This study aims to describe: (1) the beginning of the existence of a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (2) the tools and materials used in the manufacture of a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (3) the process of making a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (4) the forms and shapes of a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. This research used descriptive qualitative approach. The subject of this study was Antika Rattan which belongs to Mr. Solikhin. Methods of data collection in this study were done by using (1) observation, (2) interview, (3) documentation, and (4) literature, as well as domain and taxonomy data analysis. The findings of this study are: (1) the existence of a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar (2) the tools used in the manufacture of rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar, such as: nail firing, compressors , electric drill, vise, saw, scissors. Materials used in manufacturing a rattan vehicle replica, such as: small rattan (pitrit), a large rattan (kor), fox glue, dyes (kasumba), Klear gloos, and thiner A. (3) The process of making replica of rattan vehicle in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar begins with cutting rattan and then straighten rattan, then the rattan was formed using mold until become a framework in accordance with the desired shape, and then continuing to weaving process. 4) The type of forms and shapes generated by replica of rattan vehicle in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar in the form of classic vehicles, such as: Vw kodok (Vw betlee), Vw kombi, Vw Safari, Vespa Kongo, Harley, and Ontel Bicycle. keyword : a rattan vehicle replica, forms and shapes design
PEWARNA ALAMI KAIN TENUN DESA SERAYA TIMUR, KARANGASEM I Kadek Susila Priangga .; Drs.Agus Sudarmawan, M.Si. .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8592

Abstract

Desa Seraya Timur terletak di ujung timur pulau Bali, berlokasi di ujung timur Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Sampai sekarang penggunaan bahan alami sebagai pewarna benang kain tenun dan pembudidayaan tanaman penghasil warna membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang (1) alat dan bahan yang digunakan untuk pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem, (2) Proses pewarnaan kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Objek penelitian adalah pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik (1) observasi, (2) wawancara, dan (3) pendokumentasian dan (4) kepustakaan, untuk mendapatkan data yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan warna alami menggunakan alat sederhana yang masih tradisional dan bahan utama penghasil warna alami berasal dari tumbuhan tarum, pinang, mengkudu, delima, sidawayah dan secang dan juga menggunakan bahan lain seperti karat (2) Proses pembuatan pewarna alami kain tenun Desa Seraya Timur, Karangasem menggunakan dua cara yaitu melalui proses ekstraksi dan fermentasi.Kata Kunci : kain tenun, pewarna alami. East Seraya Village located at the eastern most of Bali island, at the eastern most of Karangasem District, Karangasem Regency. Until now, the using of natural materials for coloring the woven cloth and the cultivating of natural color materials plants makes researcher intersted for studying if futher. This research is a qualitative descriptive which aims for (1) the tools and materials used to coloring the woven cloth East Seraya Village, Karangasem Regency, (2) The process of coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency.Object of this research is the natural material color of woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency. The technique used in this research is (1) observation, (2) interviews, and (3) documentation and (4) literature, to obtain the necessary datas. The results of this research is (1) the tools and materials used in process of making a natural color materials are still simple and traditional. And the main natural color are produced from tarum plant (indigofera tinctoria), palm, noni, pomegrade, sidawayah (woodfordia floribunda salibs), secang (caelapinia sappan), and also use other natural color such as iron stain. (2) the process of natural color making for coloring the woven cloth in East Seraya Village, Karangasem Regency, used two technique such as , extraction process and fermentation process.keyword : woven cloth, natural color.
Hiasan Perkakas Rumah Tangga Karya Pande Wayan Oko Sudarsana Di Banjar Pande, Desa Gubug, Kabupaten Tabanan Komang Juliawan .; Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .; I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si .
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i1.8723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) jenis-jenis produk perkakas rumah tangga (2) jenis-jenis hiasan yang diterapakan pada bagian gagang dan sarung perkakas rumah tangga karya Pande Wayan Oko Sudarsana di Banjar Pande, Desa Gubug, Tabanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pande Wayan Oko Sudarsana. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil-hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) jenis-jenis produk perkakas rumah tangga yang diproduksi oleh Pande Wayan Oko Sudarasana adalah pisau, pemutik, belati, tiuk melati, golok, blakas atau tah, dan arit bergigi. Produk-produk perkakas rumah tangga yang berukuran kecil seperti pisau, pemutik dan belati ada yang menggunakan gagang berbahan resin bening. Sedangkan perkakas rumah tangga yang berukuran besar dan membutuhkan gagang kuat seperti golok, blakas, dan arit bergigi menggunakan bahan kayu. Bilah perkakas menggunakan bahan dari pir mobil atau stainless steel. Perkakas karya Pande Wayan Oko Sudarsana merupakan perkakas yang mengalami pergeseran-pergeseran nilai yaitu dari benda fungsional bergeser menjadi benda seni yang mengutamakan aspek estetis tetapi tidak menghilangkan kegunaannya (2) motif hias yang biasanya diterapkan pada gagang dan sarung perkakas rumah tangga Pande Wayan Oko Sudarsana adalah : motif manusia/arca (figur pendeta dan orang tua), motif fauna ( motif naga), Motif pepatran (patra punggel, patra sari dan kakul-kakulan), motif variasi (kombinasi motif patra punggel, stengah patra pidpid, dan motif garis-garis), dan motif modern (motif garis yang menyerupai setengah bagian patra mas-masan, dan motif garis-garis silang) perkakas juga dihiasi dengan batu permata tiruan yang berbahan resin bening dan kertas emas atau prade. Kata Kunci : Perkakas rumah tangga, motif hias This research aimed to describe: (1) kind of household utensils products(2) kinds of ornament which is applied on the handle and sheath of the household utensils by Pande Wayan Oko Sudarsana in Banjar Pande, Desa Gubug, Tabanan. This research is descriptive qualitative research. The subject of this research was Pande Wayan Oko Sudarsana. The data in this research was collected through: (1)obeservation (2) interview, (3) Documentation, and (4) literature. The result of this research are : (1) Kinds of household utensil products produced by Pande Wayan Oko Sudarsana are knife, pemutik, dagger, tiuk melati, blade, axe, serrated sickle. Small-sized household utensil products such as knife, pemutik, and dagger, were made from translucent resin. Meanwhile, large-sized household utensils which need strong handle such as blade, axe, and serrated sickle weremade from wood. The blade was made from car pegas or stainless steel. The utensils created by Pande Wayan Oko Sudarsana is the ustensils that have been shifted in values, that is from functional thing to art that emphases on aesthetic aspect but it does not remove its function (2) the ornament motives that is usually applied on the handle and the sheath of the utensils by Pande Wayan Oko Sudarsana are: human/statue motif (priest and oldman figure), animal motif (dragon motive), pepatran motif (patra punggel, patra sari and kakul-kakulan), variation motif (combination of patra punggel, a half of patra pidpid, and line motif), and modern motif (line motif that resembles a half part of patra mas-masan, and cross motif). The utensils is also decorated with imitation gemstone which was made from translucent resinand gold paper or prade.keyword : household utensils, ornament motif
Co-Authors -, Hardiman ., Apriliya Saputra ., AVIF VIKRI ZAHIR IBRONI ., Dewa Made Johana ., I Kadek Joni Dwi Pranata ., I Kadek Susila Priangga ., I Komang Heri Diantara ., I Made Santika Putra ., I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., KADEK ANGGA HERIAWAN ., Komang Juliawan ., Kusyoman Widiat Permana ., MARGIA SASPINA ., Ni Putu Wikantariasih ., Putra Wali Aco Agus Sudarmawan Apriliya Saputra . AVIF VIKRI ZAHIR IBRONI . Dewa Made Johana . Dewi, Ni Wayan Erica Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Hardiman, M.Si. . Drs.Mursal . Gede Agus Wahyu Setia Yasa . Gede Eka Harsana Koriawan Gede Maha Semaya Bakti . Gede Nuarsana . Hardiman - I Dewa Gede Aristawan Gotama . I Dewa Gede Aristawan Gotama ., I Dewa Gede Aristawan Gotama I Gede Wahyu Awan Sunarwan . I Gede Wahyu Awan Sunarwan ., I Gede Wahyu Awan Sunarwan I Gusti Made Budiarta I Kadek Joni Dwi Pranata . I Kadek Susila Priangga . I Ketut Sudita I Komang Heri Diantara . I Made Diana Dwi Putra . I Made Diana Putra . I Made Santika Putra . I Nyoman Rediasa I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. . I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sila I Putu Suhartawan . I Wayan Sudiarta KADEK ANGGA HERIAWAN . Ketut Nala Hari Wardana Komang Juliawan . Kusyoman Widiat Permana . Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si M.Si. ., Drs.Hardiman, M.Si. MARGIA SASPINA . Muhammad Farhan Nugraha Ni Nyoman Sri Witari Ni Putu Wikantariasih . Ni Wayan Erica Dewi Niky Rohmatulloh . Pande Made Ari Sugitha . Puji Purnomo Suwandi . Putra Wali Aco . Sabarudin Indra Wijaya . Saputra, I Kadek Yudi Setiawan, Kadek Rizky Suandi, Udis UNDIKSHA . Voni Wijayanti Voni Wijayanti . Voni Wijayanti ., Voni Wijayanti Wijayanti, Voni Yulia Nurul Fatih