Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn. .
Unknown Affiliation

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ALIH KETERAMPILAN SENI LUKIS GAYA BATUAN OLEH KOMUNITAS BATURULANGUN BATUAN Dewi, Ni Wayan Erica; Sudarmawan, Agus; Ardana, I Gusti Ngurah Sura
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.982 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.28113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Latar belakang peserta didik dari komunitas Baturulangun dalam kegiatan alih keterampilan melukis gaya Batuan, (2) Proses alih keterampilan oleh komunitas Baturulangun di dalam mengajarkan melukis gaya Batuan pada peserta didiknya, dan (3) Hasil karya para peserta didik dari komunitas Baturulangun dalam kegiatan alih keterampilan melukis gaya Batuan. Subjek dan Objek penelitian ini adalah karya lukis dan katalog dari komunitas Baturulangun sebagai refrensi belajar peserta didiknya, serta  proses alih keterampilan seni lukis gaya Batuan. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) hal yang melatarbelakangi peserta didik yang mengikuti kegiatan alih keterampilan untuk belajar melukis bukan hanya sekedar hobi, namun juga karena kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya yang sudah turun temurun. (2) Proses alih keterampilan melukis gaya Batuan diawali dengan pemahaman tentang lukis Gaya Batuan, dilanjut dengan pemahaman bentuk ornament bali dan ukiran bali, setelah itu diberikan pemahaman tahapan-tahapan dalam melukis gaya Batuan. (3) Hasil dari lukisan gaya Batuan yang dibuat murid-murid dari kelompok akademik, cantrik, dan pewarisan memiliki tingkat kemiripan yang berbeda, hasil lukisan anak-anak kelompok cantrik dan pewarisan lebih mendekati ciri-ciri dari seni lukis gaya Batuan. Walaupun hasilnya berbeda tetapi dapat memberi manfaat bagi para pembelajar antara lain melatih kreatifitas, membina sikap kecermatan dan ketekunan, kerapian dan mengembangkan sensitifitas. Selain itu, memupuk bakat dan minat dalam keterampilan melukis gaya Batuan.
PROSES KREATIF GUSTI AJI ROBED ., Gede Nuarsana; ., Drs.Agus Sudarmawan, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v4i1.2539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: Biografi Gusti Aji Robed, Tema karya Gusti Aji Robed, Nilai estetis karya Gusti Aji Robed, Proses Gusti Aji Robed dalam berkarya, Perkembangan karya-karya Gusti Aji Robed. Penelitian ini bersifat Deskritif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu obervasi, wawancara, dan kajian kepustakaan. Penelitian ini membahas proses kreatif Gusti Aji Robed. Hasil penelitian ini antara lain: Gusti Aji Robed adalah pelukis tradisi dari Desa Panji yang mulai melukis sejak tahun 1989, Tema-tema karya Gusti Aji Robed antara lain tema Bhima Swarga, sejarah Panji Sakti, Tantri, dan tema bebas lainya, Unsur estetis karya Gusti Aji Robed meliputi unsur warna, komposisi bentuk, proporsi yang masih menunjukan pengaruh rupa klasik dalam penampilan karyanya, Secara proses berkarya memang Gusti Aji Robed medapat pengaruh dari kakeknya Gusti Ketut Natih, Perkembangan Gusti Aji Robed dimulai dari tema Bhima Swarga sejak 1989 hingga 1995. Dari 1995 hingga 2000, tema karya beliau beralih ke sejarah Buleleng, khususnya Ki Barak Panji Sakti. Pada tahun 2000 hingga 2008, karya beliau bertema bebas, contohnya adalah lukisan berjudul lupa ingat, menghibur dikala duka, dan lainya. Dari tahun 2008 sampai sekarang beliau mengerjakan lukisan yang bertema Tantri seperti Raja pisuna, dan mengerjakan tema lainya yang masih belum sempurna. Sampai sekarang beliau masih menekuni gaya klasik dan ini bisa dikatakan kecendrungan Robed dalam berkarya.Kata Kunci : Kata kunci : Biografi, Tema, Nilai Estetis, Proses berkarya, dan Perkembangan This stud aimed to obtain information about: Biography Gusti Aji Robed, The theme of Gusti Aji Robed, The aesthetic value Gusti Aji Robed work, Process Gusti Aji Robed in the work, Development work Gusti Aji - Robed work. This research is descriptive qualitative data collection techniques are observation, interviews, and review of the literature.This study discusses the creative process Gusti Aji Robed. The results of this study are: Gusti Aji Robed is a tradition of the village banner painter who started painting since 1989, The themes of the work Gusti Aji Robed Bhima Swarga among other themes, the history of Panji Sakti, Tantri, and free theme others, elements of aesthetic works Gusti Aji Robed include elements of color, composition form, which still shows the proportion of such classic influences in his appearance, in the process of work is Gusti Aji Robed get influence of his grandfather Gusti Ketut Natih, developments Gusti Aji Robed starting Bhima Swarga theme from 1989 to 1995. From 1995 to 2000, the theme of the work he switched to history Buleleng, especially Ki Barak Panji Sakti. In 2000 to 2008, he works free theme, for example, is a painting titled forget to remember, entertaining when his grief, and others. From 2008 to present he is working on a painting such as Raja Tantri themed pisuna, and working on other themes that are still not perfect. Until now he still pursue the classic style and this trend can be said Robed in the work.keyword : Keywords: Biography, Themes, Aesthetic Value, work processes, and development
KERAJINAN KERANG DI DESA KILENSARI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO ., AVIF VIKRI ZAHIR IBRONI; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.; ., Drs. Gede Eka Harsana Koriawan, M.Erg.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 9, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.249 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v9i2.21560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) Bahan dan Alat apa saja yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan kerang di Desa Kilensari (2) Proses pembuatan kerajinan kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo (3) Jenis dan Bentuk karya apa saja yang dihasilkan oleh pengrajin kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pemilik Centra Kerajinan Kerang di desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, dan (4) Tinjauan Pustaka. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis domain dan taksonomi. Hasil penelitian dari ini adalah (1) Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Kerajinan kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo, adalah cangkang kerang, lem kayu, lem G, solasi, batu ijo/longsol, resin, cairan HCL, cairan H2O2, cat minyak, thinner A. Sedangkan alat yang digunakan adalah mesin molen, kikir, kawat jaring, keranjang, ember, acuan cetak, mesin gerinda duduk, mesin gerinda, ampelas, kompressor, pisau, mesin oven. (2) Proses pembuatan kerajinan kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo mengalami beberapa tahapan, tahap awal yaitu proses pencucian dan proses pelunakan, kemudian pada tahap inti yaitu proses pembentukan dan proses perbaikan, pada tahap akhir yaitu proses pemolesan dan proses finishing. (3) Jenis dan Bentuk karya yang dihasilkan oleh pengrajin kerang di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo terdiri dari dua jenis yaitu fungsional dan non fungsional, adapun kerajinan fungsional yang dihasilkan berupa nampan, piring, lepek (alas cangkir), pot bunga, bingkai cermin, tempat perhiasan, asbak, gorden, dan hiasan lampu. Sedangkan kerajinan non fungsional yang dihasilkan berupa karya dua dimensi dengan figur Nyi Roro Kidul, figur Rama dan Shinta, burung cendrawasih, burung bangau, patung ikan arwana, dan hiasan gantung cing-krincing.Kata Kunci : kerajinan, kerang, desa kilensari This study aims to describe (1) what materials and tools are used in the process of making shellfish handicrafts in Kilensari village (2) the process of making shellfish handicrafts in Kilensari village, Panarukan subdistrict, Situbondo district (3) the types and forms of works produced by shellfish craftsmen in Kilensari Village, Panarukan District, Situbondo Regency. This research is a qualitative descriptive study. The target of this research is the owner of Centra Shellfish Craft in Kilensari village, Panarukan Subdistrict, Situbondo Regency. The data collection in this study was carried out by techniques (1) Observation, (2) Interviews, (3) Documentation, and (4) Literature Review. Data analysis techniques used in this study are domain and taxonomic analysis. The results of this study are (1) Materials used in the process of making shellfish crafts in Kilensari Village, Panarukan Subdistrict, Situbondo Regency, are clam shells, wood glue, G glue, solation, green stone / longsol, resin, HCL liquid, H2O2 liquid, paint oil, thinner A. While the tools used are molen, miser, wire mesh, basket, bucket, printing reference, sitting grinding machine, grinding machine, emery, compressor, knife, oven machine. (2) The process of making seashells in Kilensari Village, Panarukan Subdistrict, Situbondo Regency has several stages, the initial stage is the washing process and softening process, then at the core stage, namely the process of forming and repairing, at the final stage namely the polishing process and finishing process. (3) Types and forms of works produced by shellfish craftsmen in Kilensari Village, Panarukan Subdistrict, Situbondo Regency consist of two types, namely functional and non functional, as for the functional crafts produced in the form of trays, plates, saucers (pedestal cups), flower pots, mirror frames , jewelry, ashtrays, curtains, and lamp decorations. While the non-functional craft produced in the form of two-dimensional works with Nyi Roro Kidul figures, Rama and Shinta figures, birds of paradise, storks, arowana fish statues, and hanging cing-kincinc hanging decorations.keyword : crafts, shells, kilensari village
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN CUKLI DI LINGKUNGAN LENDANG RE KELURAHAN SAYANG-SAYANG KECAMATAN CAKRA NEGARA LOMBOK BARAT ., Apriliya Saputra; ., Drs. I Gusti Nyoman Widnyana; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.006 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i3.7183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Alat dan bahan pembuatan kerajinan cukli, (2) Proses pembuatan kerajinan cukli (3) Bentuk kerajinan yang dibuat pada kerajinan cukli di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah proses pembuatan kerajinan cukli di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan cukli terdiri dari dua yaitu (a) alat dan bahan pokok seperti pahat, geregaji besi, jangka (jangke), penggaris, gunting besi dan palu, sedangkan untuk bahan pokok untuk membuat kerajinan cukli adalah kerang cukli iyu sendiri dan barang kerajinan dari kayu atau barang-barang fornitur rumah tanggga dari kayu. Sedangkan (b) alat dan bahan pendukung seperti mesin gerinda, penyangga kayu, amplas, kuas dan mesin kompresor sedangkan bahan pendukung yang digunakan dalam membuat kerajinan cukli terdiri dari lem kayu, lem G, wood filler, wood satain, sending saler, tinner dan hardener. (2) Proses pembuatan kerajinan cukli terdiri dari beberapa proses yakni proses pembuatan pola/desain, proses pemahatan, proses pemotongan kerang utuh, proses pemberian lem, pemotongan kerang yang akan di tempel, proses penempelan kerang, proses perataan, proses pengamplasan dan proses finising. (3) bentuk kerajinan cukli yang dibuat di Lingkungan Lendang Re, Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakra Negara, Lombok Barat antara lain lemari piramid (segitiga), peti kotak, bingkai foto, tempat tisue, tempat buah, tempat pulpen, tempat permen, topeng, hiasan dinding berbentuk binatang cecak dan hiasan dinding. Kata Kunci : Kerajinan cukli, Lendang Re, Lombok Barat This study aims to determine (1) tools and materials to make cukli crafts, (2) The process of making cukli crafts (3) craft forms were made in cukli crafts in Lendang Re, Sayang-sayang vilagge, Cakra Negara district, west Lombok. This type of research used descriptive qualitative research. This research subject is the process of making cukli crafts in Lendang Re, Sayang-Sayang Village, Cakra Negara District, West Lombok. Methods of data collection is done using the method of observation, interviews, documentation, and literature. The results showed that (1) the tools and materials used in process of making cukli handicrafts consists of two: (a) the tools and staples as chisels, hacksaw, term (jangke), rulers, iron scissors and hammer, while for staples to make cukli crafts is cukli shells and handicrafts of wood or household fornitur of woode. While (b) tools and support materials such as grinding machines, wooden stands, sandpaper, brushes and engine compressor while the support material used of making cukli handicrafts consists of wood glue, glue G, wood filler, wood satain, sending saler, thinner and a hardener , (2) The process of making crafts cukli consists of several processes that the process of making a pattern / design, process fretwork, cutting process intact shells, the process of providing the glue, cutting the hells will be paste, the process of attachment shells, the process of flattening, the sanding process and the process of finishing. (3) forms of cukli craft made in the Lendang Re, Sayang-Sayan Village, Cakra Negara District, West Lombok include a closet pyramid (triangle), coffin boxes, photo frames, tissue box, a fruit, a pen, a candy, masks, wall hangings shaped lizard and wall decorations.keyword : Cukli crafts, Lendang Re, West Lombok
REPLIKA KENDARAAN BERBAHAN ROTAN DIANTIKA RATTAN DESA, CANGGI, SUKAWATI, GIANYAR. ., I Komang Heri Diantara; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.; ., Ni Nyoman Sri Witari, S.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 6, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.325 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v6i2.8190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) awal mula keberadaan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar . (2) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (3) proses pembuatan Proses pembuatan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (4) bentuk dan rupa replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Antika Rattan milik bapak solikhin.Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan, serta analisis data domain dan taksonomi. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah: (1) keberadaan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar (2) alat yang digunakan dalam pembuatan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar antara lain: Paku tembak, Kompresor, Borlistrik, Catok, geregaji, Gunting. Bahan yang digunakan Antara lain: Rotan kecil (pitrit), rotan besar (kor), lem fox, Zat pewarna( kasumba), klear gloos, dan thiner A.(3) Proses pembuatan replika kendaran berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar diawali dengan pemotongan rotan kemudian meluruskan rotan kemudian rotan dibentuk memakai cetakan menjadi rangka sesuai dengan bentuk yang diinginkan kemudian lanjut ke proses penganyaman. 4) Jenis bentuk dan rupa yang dihasilkan replika kendaraan berbahan rotan di Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar berupa kendaraan klasik terdiri atas: Vwkodok( Vwbetlee), Vw kombi, Vw Safari, Vespa Kongo, Harley, danSepedaOntel. Kata Kunci : Replika kendaraan berbahan rotan, desain bentuk dan rupa. ABSTRACT This study aims to describe: (1) the beginning of the existence of a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (2) the tools and materials used in the manufacture of a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (3) the process of making a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. (4) the forms and shapes of a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar. This research used descriptive qualitative approach. The subject of this study was Antika Rattan which belongs to Mr. Solikhin. Methods of data collection in this study were done by using (1) observation, (2) interview, (3) documentation, and (4) literature, as well as domain and taxonomy data analysis. The findings of this study are: (1) the existence of a rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar (2) the tools used in the manufacture of rattan vehicle replica in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar, such as: nail firing, compressors , electric drill, vise, saw, scissors. Materials used in manufacturing a rattan vehicle replica, such as: small rattan (pitrit), a large rattan (kor), fox glue, dyes (kasumba), Klear gloos, and thiner A. (3) The process of making replica of rattan vehicle in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar begins with cutting rattan and then straighten rattan, then the rattan was formed using mold until become a framework in accordance with the desired shape, and then continuing to weaving process. 4) The type of forms and shapes generated by replica of rattan vehicle in Desa, Canggi, Sukawati, Gianyar in the form of classic vehicles, such as: Vw kodok (Vw betlee), Vw kombi, Vw Safari, Vespa Kongo, Harley, and Ontel Bicycle. keyword : a rattan vehicle replica, forms and shapes design
TRANSFORMASI LUKISAN VONI WIJAYANTI PADA BATIK SITUBONDO ., Voni Wijayanti; ., Drs.Hardiman, M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.225 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v5i1.6373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada Batik Situbondo, (2) proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada Batik Situbondo, (3) nilai estetis pada batik Situbondo hasil transformasi lukisan Voni Wijayanti. Penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Subyek penelitian adalah perajin “Saung Batik Puspa Bahari” di Desa Asembagus, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo; beberapa ahli dan akademisi seni. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, diskusi (fgd), dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menujukkan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses transformasi lukisan Voni WIjayanti pada Batik Situbondo yaitu: gunting, pensil, penghapus, spidol, kain/taplak, canting, wajan, kompor, ijuk, kuas, bambu, tong, ember, bak air, kain mori primisima, malam (lilin), zat warna remasol, waterglass, dan air; (2) proses transformasi lukisan Voni Wijayanti pada batik Situbondo meliputi proses memecah lukisan berdasarkan elemen-elemennya; membuat desain berdasarkan elemen lukisan; dan proses pembuatan batik meliputi beberapa tahapan nyanteng yaitu memberi perintang warna dengan menggunakan cairan lilin (malam), nyolet yaitu memberi warna motif pada kain, dan ngelorot yaitu pelepasan lilin (malam) pada kain; (3) nilai estetis pada batik Situbondo hasil transformasi dari lukisan Voni Wijayanti yang terdiri dari unsur-unsur desain, prinsip desain, dan asas desain.Kata Kunci : transformasi, lukisan Voni Wijayanti, batik Situbondo, nilai estetis This study aimed to describe (1) the tools and materials used to transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo, (2) the process transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo, (3) the aesthetic value of Batik Situbondo that transformed from Voni Wijayanti painting. This research is action research. Subjects were craftsmen "Saung Batik Puspa Bahari" in the village of Asembagus, Kec. Asembagus, Situbondo; some of them are professional and academician of art. Data collection techniques used in this research are observation, interviews, discussions (FGD), documentation, and literature. The results of this research showed (1) the tools and materials used in the transformation process of Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo are: scissor, pencil, eraser, marker, fabric/cloth, canting, pans, stove, fiber, brushes, bamboo, barrel, buckets, tubs, primisima fabric, wax, substance remasol, waterglass, and water; (2) the process transformation Voni Wijayanti painting into Batik Situbondo include splitting process based elements; create a design based on elements of the painting; and batik making process includes several stages nyanteng which gives the color barrier by using a liquid wax, nyolet which gives color motifs, and ngelorot namely the release of wax on the fabric; (3) the aesthetic value in Batik Situbondo painting transformed from Voni Wijayanti consisting of design elements, design principles, and the principles of design.keyword : transformation, Voni Wijayanti painting, batik Situbondo, aesthetic value
KISAH KESENIMANAN RAKA SUWASTA DI DALAM PENJARA ., Dewa Made Johana; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.356 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.13358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) riwayat/perjalan berkesenian Raka Suwasta. (2) proses berkesenian Raka Suwasta dalam penjara (3) kisah yang tersimpan di balik karya-karya yang dihasilkan Raka Suwasta di dalam penjara. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara,(3) dokumentasi, (4) life history, dan (5) kepustakaan. Instrumen yang digunakan adalah (1) instrumen observasi, instrumen wawancara, instrumen dokumentasi, instrumen life history dan instrumen kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah analisa interaktif. Hasil penelitian ini adalah: (1) riwayat kesenimanan Raka Suwasta yaitu Raka suwasta lahir di Denpasar tahun 1940, Raka Suwasta belajar melukis secara ototidak (2) Proses Berkesenian Raka Suwasta dalam penjara berawal dari tekanan batin yang beliau rasakan ketika menjalani masa tahanan pada tahun 1965, yang kemudian melahirkan ide berupa karya-karya yang bertemakan suasana di lingkungan penjara, karya-karya tesebut berupa sketsa yang menggunakan media pensil dan tinta di atas kertas (3) Kisah yang tersimpan di balik karya-karya yang dihasilkan Raka Suwasta di dalam penjara. (1) Potret sipir, (2) Impian Raka Suwasta (3) Kampung di luar lapas (4) Kehancuran (5) Potret Sudiana (6) Suasana di luar lapas, (7) Kak Lingkuh. Kata Kunci : kisah kesenimanan, penjara, raka suwasta This study aims to describe: (1) History / journey of art Raka Suwasta. (2) The Raka Suwasta Arts Process In Prison (3) The story kept behind the works produced by Raka Suwasta In Prison. Data collection in this research was done by technique (1) observation, (2) interview, (3) documentation, (4) life history, and (5) bibliography. The instruments used are (1) observation instruments, interview instruments, documentation instruments and literature instruments. Analysis of the data used is interactive analysis. The results of this research are: (1) History of Raka Suwasta Kesenimanan namely Raka suwasta born in Denpasar 1940, Raka Suwasta learned to paint muscularly (2) Raka Suwasta Arts Process In Prison originated from the inner pressure he felt when serving in prison in 1965 , which then gave birth to the idea of ​​works with the theme of atmosphere in the prison environment, the works tesebut in the form of sketches that use pencil and ink media on paper (3) The story is stored behind the works produced by Raka Suwasta In Prison. (1) Portrait of warden, (2) Raka Suwasta dream (3) Village outside prison (4) Destruction (5) Sudiana Portrait (6) Atmosphere outside prison, (7) Kak Lingkuh.keyword : stories of art, prisons, raka suwasta
KERAJINAN TUTUP BOTOL DI DESA GENTONG, TEGALLALANG, GIANYAR ., I Kadek Joni Dwi Pranata; ., Dr. Drs. I Nyoman Sila, M.Hum.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana,M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.999 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v8i2.15253

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) alat dan bahan yang digunakan pada kerajinan tutup botol di Desa Gentong, Tegallalang, Gianyar (2) proses pembuatan kerajinan tutup botol di Desa Gentong, Tegallalang, Gianyar (3) jenis-jenis produk kerajinan tutup botol di Desa Gentong, Tegallalang Gianyar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kerajinan tutup botol. (a) alat: palu, mesin paku tembak, gergaji circular, sikat, kuas, dan meja pemipih. (b) bahan: tutup botol, lem, pernis (mowilex clear) dan, kayu/papan mdf (2) proses pembuatan: pemipihan tutup botol, memberikan lem kayu pada tutup botol yang sudah dipipihkan menempel tutup botol pada objek, membersihkan tutup botol yang sudah ditempel pada objek, dan terakhir pinising. (3) produk-produk yang dihasilkan, bentuk rumah-rumahan, bentuk nampan, bentuk cermin, bentuk gitar, bentuk kura-kura, bentuk ikan hiu, dan bentuk hurup. Kata Kunci : tutup botol, kerajinan . ABSTRACT This research aims to describe: (1) tools and materials used in bottle cap at Gentong Village, Tegallalang, Gianyar (2) bottle making process in Gentong Village, Tegallalang, Gianyar (3) in Gentong Village, Tegallalang Gianyar. Data collection in this research is done by technique (1) observation, (2) interview, (3) documentation. Data analysis used is qualitative descriptive analysis. The results of this study are: (1) tools and materials used in the manufacture of bottle caps. (a) tools: hammer, nail machine, circular saw, brush, brush, and flattening table. (b) material: bottle cap, glue, lacquer (mowilex clear) and wooden / mdf board (2) making process: bottle cap insertion, giving wood glue to flattened bottle caps sticking bottle caps on objects, already pasted on the object, and last pinising. (3) products produced, house form, tray shape, mirror shape, guitar form, turtle shape, shark shape, and letters shape. keyword : bottle cap, handicraft
LUKISAN I WAYAN PENGSONG: SEBUAH KAJIAN ESTETIKA HERBERT READ ., MARGIA SASPINA; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana, M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.302 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.29438

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Lukisan I Wayan Pengsong; Sebuah Kajian Estetika Herbert Read” yang pada prinsipnya akan fokus membahas Riwayat hidup dan mengkaji elemen-elemen seni rupa yang memenuhi kriteria estetika dalam lukisan I wayan Pengsong bedasarkan konsep estetika yang dikemukakan oleh Herbert Read. penelitian ini adalah penelitian dekstriptif kualitatif yang secara representatif akan membahas dua pokok bahasan tersebut. Berdasarkan sumber data yang didapatkan melalui wawancara serta karya Pengsong kemudian dianalisis menggunakan tahap reduksi, klasifikasi data, dan verifikasi, yang merupakan metodologi dalam penelitian. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: Pengsong mencoba mentransfer roh Lombok pada karyanya. Ia menciptakan karya tidak hanya sebatas menuangkan ide melainkan ada perenungan di dalamnya. Kedalaman rasa dan penghayatan terhadap kehidupan. Pengsong menghadirkan karakter yang unik pada karyanya. Mempadupadankan elemen seni rupa yang mampu membawa estetika tersendiri pada karyanya. Elemen-elemen seni rupa hadir dengan pertimbangan yang tepat. Dari garis, warna, nada/ irama, motif-motif struktural, bentuk dan kesatuan yang hadir dalam satu kesatuan yang utuh dengan menawarkan kualitas keindahan pada lukisan. Kata Kunci : lukisan, I Wayan Pengsong, Estetika Herbert Read ABSTRACT This research is titled “Lukisan I Wayan Pengsong; Sebuah Kajian Estetika Read” wich in principle will focus on examine the biography and studying the elements of fine art that meet the aesthetic criteria in I Wayan Pengsong paintings based on aesthetic consept by Herbert Read. This research is a qualitative descriptive study wich will represent the two main topics. Based on data sources obtained through interviews and Pengsongs work then analyzed by using the stages of reduction, data classification, and verification wich are the methodology in the research, thus the results of this research are as follows: Pengsong tried to transfer the spirit of Lombok to his work. He create the work not only to provide ideas but there are reflections on it. The depth of feeling and appreciation of life. Pengsong presents a unique character on his work. Combining present art elements with the right considerations. With the lines, tone/rhytme, structural motifs, form and unity that are present in a unified whole by offering quality beauty on painting. keyword : painting, I Wayan Pengsong, aesthetic of Herbert Read
NILAI ESTETIS BATIK SITUBONDO HASIL TRANSFORMASI LUKISAN VONI WIJAYANTI Voni Wijayanti; Hardiman -; I Gusti Ngurah Sura Ardana
Prasi: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajarannya Vol. 10 No. 19 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.847 KB) | DOI: 10.23887/prasi.v10i19.8856

Abstract

This study was aimed at describing the aesthetic value of Batik Situbondo that was transformed from Voni Wijayanti’s painting. This research was action research. Subjects were craftsmen “Saung Batik Puspa Bahari” in the village of Asembagus, Kec. Asembagus, Situbondo; some of them are professional and academician of art. Data collection techniques used in this research are observation, interviews, discussions (FGD), documentation, and literature. The results of this research showed the aesthetic value in Batik Situbondo painting transformed from Voni Wijayanti consisting of design principles and the principles of design.Keywords: transformation, Voni Wijayanti painting, batik Situbondo, aesthetic value
Co-Authors -, Hardiman ., Apriliya Saputra ., AVIF VIKRI ZAHIR IBRONI ., Dewa Made Johana ., I Kadek Joni Dwi Pranata ., I Kadek Susila Priangga ., I Komang Heri Diantara ., I Made Santika Putra ., I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si. ., KADEK ANGGA HERIAWAN ., Komang Juliawan ., Kusyoman Widiat Permana ., MARGIA SASPINA ., Ni Putu Wikantariasih ., Putra Wali Aco Agus Sudarmawan Apriliya Saputra . AVIF VIKRI ZAHIR IBRONI . Dewa Made Johana . Dewi, Ni Wayan Erica Drs. I Gusti Nyoman Widnyana . Drs.Hardiman, M.Si. . Drs.Mursal . Gede Agus Wahyu Setia Yasa . Gede Eka Harsana Koriawan Gede Maha Semaya Bakti . Gede Nuarsana . Hardiman - I Dewa Gede Aristawan Gotama . I Dewa Gede Aristawan Gotama ., I Dewa Gede Aristawan Gotama I Gede Wahyu Awan Sunarwan . I Gede Wahyu Awan Sunarwan ., I Gede Wahyu Awan Sunarwan I Gusti Made Budiarta I Kadek Joni Dwi Pranata . I Kadek Susila Priangga . I Ketut Sudita I Komang Heri Diantara . I Made Diana Dwi Putra . I Made Diana Putra . I Made Santika Putra . I Nyoman Rediasa I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si. . I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si . I Nyoman Sila I Putu Suhartawan . I Wayan Sudiarta KADEK ANGGA HERIAWAN . Ketut Nala Hari Wardana Komang Juliawan . Kusyoman Widiat Permana . Langen Bronto Sutrisno Luh Suartini . M.Si ., I Nyoman Rediasa, S.Sn., M.Si M.Si. ., Drs.Hardiman, M.Si. MARGIA SASPINA . Muhammad Farhan Nugraha Ni Nyoman Sri Witari Ni Putu Wikantariasih . Ni Wayan Erica Dewi Niky Rohmatulloh . Pande Made Ari Sugitha . Puji Purnomo Suwandi . Putra Wali Aco . Sabarudin Indra Wijaya . Saputra, I Kadek Yudi Setiawan, Kadek Rizky Suandi, Udis UNDIKSHA . Voni Wijayanti Voni Wijayanti . Voni Wijayanti ., Voni Wijayanti Wijayanti, Voni Yulia Nurul Fatih