Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS NASKAH DRAMA KARYA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 7 SINGARAJA DIKAJI DARI SEGI STRUKTUR DRAMATIK DAN PANDANGAN PARA TOKOH ., NI KADEK TRISNA W; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.14355

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur dramatik dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja, dan (2) pandangan para tokoh dalam naskah drama karya siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah naskah drama karya siswa kelas VIIIA SMP Negeri 7 Singaraja. Objek dalam penelitian ini adalah struktur dramatik dan pandangan para tokoh. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan berupa struktur dramatik dan pandangan para tokoh. Hasil penelitian ini adalah (1) sebagian besar siswa kelas VIII A SMP Negeri 7 Singaraja sudah mampu membuat naskah drama dengan struktur dramatik yang lengkap dimulai dari bagian awal (eksposisi), komplikasi (konflik), bagian tengah (klimaks/krisis), bagian akhir (resolusi), dan simpulan (konklusi). Selain itu, terdapat siswa yang membuat naskah drama hanya terdiri atas empat bagian, tiga bagian, dan dua bagian struktur dramatik. (2) Naskah drama yang ditulis oleh siswa sebagian besar sudah menunjukkan pandangan tokoh yang terdapat pada dialog para tokoh. Siswa sudah mampu membuat pandangan para tokoh dengan baik. Siswa mengemas pandangan tersebut sesuai dengan yang mereka alami, lihat, ataupun dengar. Pandangan-pandangan yang ada pada naskah drama siswa meliputi: pandangan mengenai arti persahabatan, anak yang durhaka, pertengkaran, tolong menolong (sosial), kesehatan, dan tidak menyakiti makhluk hidup lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pengetahuan, dijadikan masukan mengenai pembelajaran menulis naskah drama di sekolah, dan memudahkan siswa dalam belajar menulis naskah drama yang memiliki struktur drama yang jelas dan pandangan pada tokoh.Kata Kunci : struktur dramatik, pandangan para tokoh, naskah drama This study was aimed at describing (1) dramatic structure of drama scenario of VIIIA class students in SMP Negeri 7 Singaraja and (2) views of characters in drama scenario which created by VIIIA class students in SMP Negeri 7 Singaraja. This study was descriptive qualitative research. The subject of this study was the drama scenario created by the students of class VIIIA SMP Negeri 7 Singaraja. The object of this study was dramatic structure and views of the characters. The method of data collection was conducted through documentation method. The data was collected in the form of dramatic structure and views of the characters. The results of this study are (1) most of the students of VIII A class in SMP Negeri 7 Singaraja have been able to make drama scenario with complete dramatic structure which is started from the beginning (exposition), the compilation (conflict), the middle (climatic/crisis), the end (resolution), and the conclusions (conclusions). In additional, there are students create drama scenario which only consist of four parts, three parts and two parts of dramatic structure. (2) Drama scenario that is created by the students mostly had showed characters' view on the characters' dialogue. Students are able to create characters' view well. Students wrap that characters' view based on what they have experienced, seen or listened. The views on the students' drama scenario cover: view about the meaning of friendship, the rebellious child, the quarrel, helping each other (social), health, and not to harm other creatures. This research findings are hoped could give knowledge contribution, could be a suggestion in learning about drama scenario writing at school and the students could be easy in learning about drama scenario writing with a clear structure and characters' views.keyword : dramatic structure, views of characters, drama scenario
PERBANDINGAN NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA DENGAN NOVEL DUA BELAS PASANG MATA KARYA SAKAE TSUBOI, SERTA KONTRIBUSINYA BAGI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA ., Putu Agus Artayasa; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 6, No 1 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v6i1.9379

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk (1) membandingkan unsur intrinsik yang terdapat pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi, (2) membandingkan unsur ekstrinsik yang terdapat pada novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi, dan (3) kontribusi kedua novel sebagai bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Laskar Pelangi dan novel Dua Belas Pasang Mata. Data penelitian ini berupa unsur intrinsik, unsur ekstrinsik, dan kontribusi sebagai bahan pembelajaran. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan subjek dan objek penelitian, (2) langkah kerja penelitian (pengumpulan data, pengolahan data, instrument penelitian, penyajian hasil data), dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) unsur intrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi memiliki tiga persamaan, yaitu tema, alur, dan latar suasana. Dari segi tokoh, latar tempat, latar waktu, amanat, dan sudut pandang dari kedua novel ini memiliki perbedaan; (2) unsur intrinsik novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dan novel Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi memiliki perbedaan yaitu tempat tinggal penulis yang dijadikan latar cerita, agama yang diangkat, latar belakang ekonomi masyarakat, latar belakang pendidikan, dan latar belakang penulis. Persamaan kedua penulis dari segi latar belakang sosial dan budaya; dan (3) kedua novel dapat di jadikan bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA sesuai dengan tingkat keterbacaan dan tingkat kesesuaian. Kata Kunci : Laskar Pelangi, Dua Belas Pasang Mata, sastra bandingan This research descriptive aims to (1) compare the intrinsic elements contained in novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata with novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi, (2) compare the extrinsic elements contained in novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata with novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi, and (3) the contribution of the novel as a literary learning material in class XII High School. Subjects of this study is novel Laskar Pelangi and novel Dua Belas Pasang Mata. The data of this research is in the form of an element intrinsic, extrinsic elements and contributions as learning materials. The data collection method used in this research is literature study. Researchers used a qualitative approach with the following steps: (1) determination of subject and object of research, (2) step research work (data collection, data processing, research instrument, presentation of the data), and (3) conclusion. The results of this study indicate that (1) the intrinsic elements of novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata and novel Dua Belas Pasang Mata created by Sakae Tsuboi have three equations, namely the theme, plot, and background situation. In terms of figures, a background, the background of the time, the mandate, and the viewpoints of both the novel has the distinction; (2) the intrinsic elements of novel Laskar Pelangi created by Andrea Hirata and novel Dua Belas Pasang Mata Sakae Tsuboi have different work that is dwelling writer who made the background story, raised religious, community economic background, educational background, and the background of the author. The second equation writer in terms of social and cultural backgrounds; and (3) can be made both novel literature learning materials in class XII based on the high school reading level and the level of conformity.keyword : Laskar Pelangi, Dua Belas Pasang Mata, comparative literature
PENERAPAN TEKNIK PARAFRASA TERHADAP NASKAH DRAMA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS IX D SMP NEGERI 5 AMLAPURA ., Ni Putu Esti Juniastuti; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2965

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan siswa dalam menulis cerpen dengan menggunakan teknik parafrasa terhadap naskah drama, (2) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran yang tepat dengan menerapkan teknik parafrasa terhadap naskah drama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan teknik parafrasa terhadap naskah drama untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas IX D SMP Negeri 5 Amlapura yang berjumlah 26 orang. Objek penelitian ini adalah hasil peningkatan kemampuan menulis cerpen, langkah-langkah pembelajaran menulis cerpen, serta respons siswa mengenai penerapan teknik parafrasa terhadap naskah drama dalam pembelajaran menulis cerpen. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes, metode observasi, dan metode angket. Data yang didapatkan dianalisis dengan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) penerapan teknik parafrasa terhadap naskah drama mampu meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa IX D SMP Negeri 5 Amlapura yang ditandai dengan peningkatan perolehan skor rata-rata menulis cerpen siswa dari 66,23 pada siklus I menjadi 76,61 pada siklus II, (2) terdapat beberapa langkah yang tepat dalam penerapan teknik parafrasa terhadap naskah drama, dan (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap penerapan teknik parafrasa terhadap naskah drama. Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Amlapura agar menerapkan teknik parafrasa terhadap naskah drama dalam menulis cerpen sesuai dengan langkah yang ditemukan dalam penelitian. Kata Kunci : teknik parafrasa, naskah drama, cerpen Classroom Action Research (CAR) aims to (1) describe student ability step-ups in write short story by use of techniques parafrasa to drama text, (2) describe learning steps in point by applying techniques parafrasa to drama text to increase student ability in writes short story, and (3) describe student response to paraphrasing techniques implements to drama text to increase student ability in writes short story. Subjek in observational it is student class IX D SMPN 5 Amlapura that total 26 person and indonesian subject teacher brazes IX D SMPN 5 Amlapura. This observational object is yielding increasing ability write short story, learning steps writes short story , and student response hit paraphrasing techniques implement to drama text in learning writes short story. Data collection methods used in this study is the observation method, the test method and questionnaire method. Data that gotten by dianalisis with techniques descriptive kualitatif and descriptive quantitative. The result of this study were (1) implements of paraphrasing techniques against drama text can improve students ability to write short story IX D SMPN 5 Amlapura characterized by increased acquisition average score of 66,23 students write short stories in cycle I to cycle II at 76,61, (2) there are some stages in point in paraphrasing techniques implement to drama text, and (3 ) student give comments so positives to paraphrasing techniques implements to drama text. Therefore, writer suggests to learn indonesian at SMPN 5 Amlapura that apply paraphrasing techniques to drama text in write short story according to stage which is found deep observational.keyword : paraphrasing techniques, drama text, short story
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL PERAWAN REMAJA DALAM CENGKERAMAN MILITER KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER : PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA DAN RELEVANSINYA SEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN SASTRA ., Ni Wayan Widya Kumalayanti; ., Drs.Gde Artawan,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.11252

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan konflik sosial yang terdapat dalam Novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer, dan (2) Untuk mengetahui relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA. Subjek penelitian ini adalah Novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer. sedangkan objek penelitian ini adalah konflik sosial yang terdapat dalam Novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer yang dianalisis dengan pendekatan sosiologi sastra dan relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra. Data penelitian ini berupa konflik sosial dan relevansinya sebagai bahan pembelajaran sastra. Pengumpulan data penelitian ini berupa studi pustaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Penentuan Subjek dan Objek Penelitian; (2) langkah kerja penelitian (pengumpulan data, pengolahan data, instrumen penelitian, penyajian hasil analisis data); dan (3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Konflik sosial yang terdapat dalam Novel Perawan Remaja dalam Cengkereman Militer karya Pramoedya Ananta Toer terbagi menjadi tiga jenis yaitu konflik sosial politik, konflik sosial ekonomi, dan konflik sosial yang berkaitan dengan tatanan masyarakat, dan (2) Novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer Karya Pramoedya Ananta Toer dapat dijadikan bahan pembelajaran sastra di kelas XII SMA sesuai dengan kriteria pemilihan bahan ajar sastra. Kata Kunci : Konflik Sosial, Novel ,Pembelajaran, Bahan Ajar *This descriptif research is aimed to (1) Describe the social conflict in Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer novel by Pramoedya Ananta Toer, and (2) Know its relevance as a literature learning material in Senior High School. The Subject of this research is Novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer. Meanwhile, the object of this research is a social conflict in Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer. Which is analyzed by the approach of literature sociology and its relevance as a literature learning material. The data of this research is social conflict and its relevance as a literature learning material. The data collection of this research is a literature study. This research use descriptive qualitative research consists of some methods: (1) determination of subject and object of the research; (2) methods of the research (data collection, data processing, instrument of research, and presentation of data analysis result; and (3) conclusion. The result of this research shows that (1) social conflict in Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer novel by Pramoedya Ananta Toer is divided in to three kinds, those are: the social political conflict, social economic conflict, and this social conflict which is related to the public order, and (2) Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer Novel by Pramoedya Ananta Toer can be a literature learning material at class XII of Senior High School based on the criteria of literary materials selectionkeyword : *Social Conflict, Novel, Learning, Learning Materials.
PUISI SISWA KELAS VIII A MTS AL-KHAIRIYAH TEGALLINGGAH: SEBUAH ANALISIS STRUKTUR FISIK DAN BATIN PUISI ., Solehatul Kamilah; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.8084

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) mendeskripsikan struktur fisik puisi siswa kelas VIII A MTs Al-Khairiyah Tegallinggah dan (2) mendeskripsikan struktur batin puisi siswa kelas VIII A MTs Al-Khairiyah Tegallinggah. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII A MTs Al-Khairiyah Tegallinggah yang berjumlah 28 siswa. Objek penelitian ini adalah struktur fisik dan struktur batin puisi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) berdasarkan hasil analisis struktur fisik puisi siswa kelas VIII A MTs Al-Khairiyah Tegallinggah, terdapat 1 (4%) puisi yang ideal, yakni memenuhi keenam struktur fisik puisi yang ada, 12 (43%) puisi yang hanya terdiri atas lima struktur fisik puisi, 13 (46%) puisi hanya terdiri atas empat struktur fisik puisi, dan 2 (7%) puisi hanya terdiri atas tiga struktur fisik puisi, dan (2) berdasarkan hasil analisis struktur batin puisi siswa kelas VIII A MTs Al-Khairiyah Tegallinggah, ke-28 (100%) puisi yang telah dibuat oleh siswa sudah memenuhi keempat struktur batin puisi yang ada.Kata Kunci : puisi, struktur fisik, struktur batin This descriptive research is aimed at (1) describing tthe surface structure of the poetry of students’ at class VIII A of MTs Al-Khairiyah Tegallinggah and (2) describing the deep structure of the poetry of students’ at class VIII A of MTs Al-Khairiyah Tegallinggah. The subjects of this research were 28 students at class VIII A MTs Al-Khairiyah Tegallinggah. The objects of the research were the poetry surface and deep structure. The data collection was done by using documentation method. The data was analyzed by using descriptive qualitative technique. The results of this research were (1) based on the poetry surface structure, students’ poetry at VIII A of MTs Al-Khairiyah Tegallinggah can be categorized as good since there was 1 (4%) ideal poetry, which required all six poetry surface structures, 12 (3%) poetry consisted of only five poetry surface structures, 13 (46%) poetry consisted of only four poetry surface structures, and 2 (7%) poetry only had three poetry surface structure, (2) based on the poetry deep structure, the students’ poetry at VIII A of MTs Al-Khairiyah Tegallinggah can be categorized as very good because all 28 (100%) of poetry that had been created by students contains all the poetry deep structures, which required all fourth the deep structures of the poetry.keyword : poetry, surface structure, deep structure
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MENYIMAK TEKS CERPEN SISWA KELAS VII SMPLB C SLB NEGERI KARANGASEM ., I Wayan Yogi Mellastyawan; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5287

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen siswa kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem, (2) evaluasi pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen siswa kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem, dan (3) respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen siswa kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem dengan objek penelitian yakni pembelajaran menyimak teks cerpen siswa kelas VII SMPLB C SLB Negeri Karangasem. Ada tiga metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni, metode, observasi, angket/kusioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) guru telah melaksakan pembelajaran menyimak teks cerpen dengan baik sesuai dengan konsep pembelajaran yang ada, (2) guru telah melakukan evaluasi secara tepat dengan menggunakan tes esai sebagai alat evaluasi serta hasil baik yang didaptkan oleh siswa setelah pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen berlangsung, dan (3) respons siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menyimak teks cerpen sudah sangat baik dengan persentase 20,42% merespons sangat setuju, 72,42% mersepons setuju dan 7,14 merespons kurang setuju dari pertanyaan yang diberikan.Kata Kunci : pelaksanaan pembelajaran, menimak, teks cerpen This qualitative research was aimed to describe (1) the implementation of reading subject by using short story text for 7th junior high school students in SMPLB C SLB Negeri Karangasem, (2) the evaluation in implementation of reading by using short story text for 7th junior high school students in SMPLB C SLB Negeri Karangasem, and (3) students’ respond toward the implementation of reading by using short story text for 7th junior high school students in SMPLB C SLB Negeri Karangasem. The subject of this study was the Bahasa Indonesia teachers in 7th class in SMPLB C SLB Negeri Karangasem. The object of this research was reading short story text for 7th junior high school students in SMPLB C SLB Negeri Karangasem. There were three methods which was used in this research namely; method, observation technique, questionnaire, and documentation. The result of this research was shown that (1) the teacher had been implemented reading subject by using short story text as well as main concept of reading theory. (2) The teacher had been implemented evaluation accurately by using essay test as an instrument of collecting score and the students could get good result after learning a reading skill by using short story text. And (3) the students’ respond toward the implementation of reading by using short story text had been done as well as they expected with percentage about 20.42% of students strongly agree, 72.42% agree, and 7,14% disagree based on questionnaire which was given to students.keyword : the implementation of learning ,reading, short story
PENINGKTAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN INSPIRATOR GAMBAR PERISTIWA SISWA KELAS VII A SMP N 1 MELAYA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Ni Putu Karmila; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8686

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) peningkatan kemampuan menulis siswa kelas VII A dalam pembelajaran puisi, (2) langkah-langkah pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII A, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A. Objek penelitian ini dibedakan atas dua macam, yaitu objek yang mencerminkan proses objek yang mencerminkan produk. Objek yang mencerminkan proses adalah aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual dan objek yang mencerminkan produk dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis puisi siswa kelas VII A. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP N 1 Melaya, yaitu di kelas VII A. jumlah siswa di kelas VII A adalah 36 orang, terdiri atas 30 msiswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode kuesioner/angket, dan metode tes. Data mengenai kemampuan menulis puisi siswa dan respons siswa di analisis secara deskriptif kuantitatif. Data mengenai langkah-langkah model pembelajan kontekstual dianalisis secara deskriptif kualitatif. Perolehan skor rata-rata yang dicapai siswa kelas VII A dalam kegiatan menulis puisi pada observasi awal adalah (65,71%), pada siklus I meningkat 83,45, sehingga rata-ratanya menjadi (74,76%), dan pada siklus II meningkat 80,69%, sehingga rata-ratanya menjadi (83,45%). Respons siswa dalam penerapan model pembelajaran kontekstual adalah positif. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor respons pada siklus I adalah 32,42 dengan kategori positif dan siklus II 38,09 dengan kategori positif. Berdasarkan pemerolehan skor siswa dari segi kemampuan menulis puisi dan respons terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Kata Kunci : kontekstual, menulis puisi, gambar peristiwa. This research is a classroom action research (PTK). The purpose of this study was to determine: (1) an increase in students' writing ability of class VII A in learning poetry, (2) measures of contextual learning in enhancing the ability to write poetry class VII A, and (3) determine a student's response to contextual learning model. This study was conducted in two cycles, each cycle was conducted in two sessions. The subjects were students of class VII A. The object of research is divided into two kinds, namely objects that reflect objects that reflect the product. Objects that reflect the process is the activity of students in participating in learning activities to write poetry using contextual learning model and objects that reflect the product of this research is the ability to write poetry class VII A. Class Action Research was conducted in SMP N 1 Melaya, ie in class VII A. the number of students in class VII A was 36 people, consisting of 30 male students and 6 female students.Data collection methods used in this research is the method of observation, questionnaires / questionnaire, and test methods. Data on students' ability to write poetry and a student's response in quantitative descriptive analysis. Data about the steps pembelajan contextual models were analyzed descriptively qualitative. Obtaining the average score achieved class VII A in the activities of writing poems on the initial observation was (65.71%), the first cycle increased 83.45, so that the average becomes (74.76%), and the second cycle increased by 80.69%, so the average into (83.45%). The response of students in the application of contextual learning model is positive. It can be seen from the acquisition score responses in the first cycle was 32.42 with positive categories and cycle II 38.09 with a positive category. Based on the scores of students in terms of acquiring the ability to write poetry and in response to the application of contextual learning model of this study was successful.keyword : contextual, writing poetry, drawing events
PENGGUNAAN TEKNIK MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENENTUKAN FAKTA DAN OPINI PADA TAJUK RENCANA BALI POST DI KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 1 SAWAN ., I Gusti Ngurah Oka Agustawan; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., I Nyoman Yasa, S.Pd., M.A.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.3246

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan teknik mind mapping dalam menentukan fakta dan opini pada tajuk rencana Bali Post, (2) mendeskripsikan aktivitas belajar mengajar dengan menggunakan teknik mind mapping dalam meningkatkan kemampuan siswa menentukan fakta dan opini pada tajuk rencana Bali Post, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan teknik mind mapping dalam meningkatkan kemampuan siswa menentukan fakta dan opini pada tajuk rencana Bali Post. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 1 Sawan yang berjumlah 23 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan hasil, aktivitas belajar mengajar dan respons siswa dalam penggunaan teknik mind mapping. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes, metode observasi, metode kuesioner, dan metode wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) ada peningkatan hasil belajar menentukan fakta dan opini siswa berkat diterapkannya teknik mind mapping, yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 74,43, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 77, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata klasikal siswa menjadi 80,3, (2) siswa dan guru terlihat aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, dan (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap penggunaan teknik mind mapping pada pembelajaran menentukan fakta dan opini. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk menggunakan teknik mind mapping, sebagai salah satu teknik pembelajaran inovatif, dalam pembelajaran menyimak, menulis, dan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya dan pada pelajaran bahasa yang lain pada umumnya.Kata Kunci : mind mapping, kemampuan siswa, menentukan fakta dan opini This Classroom Action Research (CAR) aimed at (1) describing the improvement of the students’ learning outcome in determining fact and opinion of the editorial Bali Post by using mind mapping technique, (2) describing the teaching learning activities in using mind mapping tecnique to improve the students’ ability in determining fact and opinion of the editorial Bali Post, and (3) describing the students’ response toward the use of mind mapping technique in improving their ability in determining fact and opinion of the editorial Bali Post. The subjects of this research were an Indonesian Language teacher and 23 students’ of class IX IPA 2 in SMA Negeri 1 Sawan. While, the objects of this research were the improvement result, teaching learning activities, and the students’ response toward the use of mind mapping technique. The method of data collections used in this research were in the form of test, observation, questionnaire, and interview. The data were analyzed by using descriptive quantitative and descriptive qualitative. The results of this research showed that (1) the improvement of the students’ learning outcome due to the implementation of mind mapping technique, which covered in the pre-action obtained classical mean score is 74,43, in the first cycle obtained classical mean score is 77, while in the second cycle obtained classical mean score is 80,3, (2) the teacher and the students’ were active in doing the learning activity, (3) the students’ showed positive response toward the use of mind mapping technique in determining fact and opinion. Based on the results of this research, other researchers are suggested to use mind mapping technique as one of inovative learning techniques, in the teaching learning, writing and speaking for Bahasa Indonesia subject specifically and for other languages subject generally.keyword : mind mapping, students’ ability, determining fact and opinion
CAMPUR KODE BASA INDONESIA RING PANGAJAHAN BASA BALI KELAS V SD LAB UNDIKSHA ., Ni Kadek Wulan Adnyasari; ., Ida Bagus Made Ludy Paryatna, S.S.; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.5407

Abstract

Tetilik puniki matetujon nlatarang indik (1) rupan campur kode basa Indonesia, lan (2) sane ngawinang penganggen campur kode basa Indonesia ring pangajahan basa Bali kelas V SD Lab Undiksha. Tetilik puniki nganggen palihan tetilik deskriptif kualitatif. Jejering tetilikan puniki inggih punika guru pangajahan basa Bali ring kelas V SD Lab Undiksha. Panandang tetilikan puniki inggih punika penganggen campur kode basa Indonesia ring pangajahan basa Bali ring kelas V SD Lab Undiksha. Pamupulang data nganggen kramaning pratiaksa, kramaning sadu wicara, lan kramaning dokumentasi. Pikolih ring tetilik puniki inggih punika (1) rupan campur kode ring pangajahan basa Bali kakepah dados kalih manut pawiwit basa sane kaambil inggih punika: kapolihang 117 campur kode ka tengah, miwah manut wangun kertha basanyane, minakadi: kapolihang 75 campur kode sajeroning wangun kruna wenten; kapolihang 36 campur kode sajeroning wangun frasa; miwah kapolihang 6 campur kode sajeroning wangun klausa. (2) sane ngawinang penganggen campur kode basa Indonesia ring pangajahan Basa Bali inggih punika: pariindikan saking pamaos, miwah pariindikan basa.Kata Kunci : campur kode, basa Indonesia, pangajahan This reseach aimed to describe (1) The form of code-mixing Indonesian, and (2) the causes of the usege code-mixing Indonesian in the teaching learning process of Balinese subject for grade V at Undiksha Lab Elementary School. This reseach used descriptive qualitative research design. The subjects of the reseach were grade V Balinese teachers at Undiksha Lab Elementary School. The object of research the using of the code-mixing Indonesian in the grade V Balinese class at Undiksha Lab Elementary School. The data collected through observation, interview and documentation methods. The results of the research are (1) the form of the code-mixing in the grade V Balinese class at grade V at Undiksha Lab Elementary School are divided into two language elements, that are 117 inside mixed codes, and grammatically based that are 75 word based code-mixing in the form of words, 36 code-mixing in shape phrases, and 6 code-mixing in the form of a clause. (2) The cause of the use of code-mixing in the Indonesian Bali language learning processes are: it comes from the speaker, and it comes from language.keyword : code-mixing, Indonesia language, the learning process
MUSTIKA AJAH-AJAHAN PAWATEKAN SESURATAN DRAMA RING KEMBANG RAMPE KASUSASTRAAN BALI ANYAR WEWIDANGAN 2 ., LUH TIRTA; ., Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M.; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbb.v2i1.4952

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) struktur naskah drama buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2. (2) nilai pendidikan karakter yang ada di buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2. Subjek penelitian ini adalah naskah drama buku kembang rampe kesusastraan Bali anyar wewidangan 2. Objek penelitian ini adalah struktur dan nilai pendidikan karakter naskah drama di buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2. Penelitian ini menggunakan deskritif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan penelitian ini adalah metode dokumentasi. Metode analisis data yang di gunakan adalah (1) identifikasi data, (2) reduksi data, (3) klasifikasi data, (4) deskripsi data, (5) interprestasi, (6) penyimpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) struktur naskah drama buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2 ada lima terdiri atas: tema, judul, tokoh dan karakternya, peristiwa, setting, alur dan piteket. (2) nilai pendidikan karakter naskah drama buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2 ada 17 di antaranya : jujur, toleransi, disiplin, religious, kerja keras, kreatif, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab. karena saya jurusan bahasa Bali maka dari itu saya lampirkan abstrak berbahasa Bali KUUB Tetilik puniki matetujon nlatarang indik (1) wangun ring sesuratan drama sane wenten ring buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2 (2) mustika ajah-ajahan pawatekan sane wenten ring sesuratan drama buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2. Jejering tetilik puniki inggih punika sesuratan sesuratan drama buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2.Panandang tetilikanyane inggih punika wangun lan mustika ajh-ajahan pawatekan ring sesuratan drama ring buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2. Tetilik puniki nganggen palihan tetilik deskriptif kualitatif. Ring tetilik puniki nganggen siki kramaning mupulang data inggih punika 1) kramaning dokumentasi. Data tureksa sane kaanggen minakadi: (1) identifikasi data, (2) reduksi data, (3) klasifikasi data, (4) deskripsi data, (5) interpretasi, (6) penyimpulan. Pikolih ring tetilik puniki inggih punika (1) Wangun sesuratan drama ring buku kembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan 2 wenten lelima, minakadi: unteng; murda; pragina miwah pangabah-abahnyane; wicara, lelintihan, miwah rerawatan; lan piteket. (2) Mustika ajah-ajahan pawatekan ring sesuratan drama bukukembang rampe kasusastraan Bali anyar wewidangan wenten pitulas minakadi: arjwa (jujur), ngajinin pabinan (toleransi), pageh ring padewekan (disiplin), srada bhakti (religious), jemet (kerja keras), limbak ring papineh (kreatif), demokratis, jujut (rasa ingin tahu), bela Negara (semangat kebangsaan), tresna ring Negara (cinta tanah air), ngajinin kabisan sawitra (menghargai prestasi), asih kumasih ring sawitra (bersahabat), santi rasa (cinta damai), seneng ngwacen (gemar membaca), urati ngwerdiang palemahan (peduli lingkungan), asih ring krama (peduli sosial), sutindih ring swadharma (bertanggung jawab). Kruna jejaton : wangun, mustika ajah-ajahan pawatekan, drama.Kata Kunci : struktur, nilai pendidikan karakter, drama. ABSTRACT This study aimed to describe (1) the structure of drama in the book Kembang Rampe Kasusastraan Bali Anyar Wewidangan 2, (2) the value of character education in the book Kembang Rampe Kasusastraan Bali Anyar Wewidangan 2. The object in this study are structure and the value of character education of drama. The data obtained were analyzed using deskriptive qualitative method. Documentation method was used in collecting the data. Analysis data method was use were (1) identification data, (2) reduction data, (3) classification data, (4) description data, (5) inter achievement, (6) inference. The value of character education were (1) structure drama in Kembang Rampe Kasusastraan Bali Anyar Wewidangan 2 were theme, title, characters and characterization, event, setting, plot and mandate, (2) the value of character education drama in the book Kembang Rampe Kasusastraan Bali Anyar Wewidangan 2 were 17 consisted of the value of self-aware character education, there were be honest, tolerance, discipline, religious, hard work, democracy, fell want to know, nationality spirits, love homeland, appreciate achievement, friendly, love reading, the environment care, social care, responsible. keyword : structure, value character education, drama.
Co-Authors ., Elisabeth Pinis ., I Komang Dodik Muliarta ., I Nyoman Trayanjana Putra ., I Wayan Agus Wiratama ., Muh Hisni ., NI KADEK TRISNA W ., Ni Luh Rai Asri Arsini ., Ni Nyoman Tresna Dara Laksmi ., Ni Putu Karmila ., Ni Wayan Widya Kumalayanti ., Putu Agus Artayasa ., Riska Arisma ., Solehatul Kamilah ., Titin Rahmaniah Arisma, Riska Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd . Elisabeth Pinis . Gde Artawan Gede Gunatama I Gusti Ayu Adhi Pusparini . I Gusti Ayu Adhi Pusparini ., I Gusti Ayu Adhi Pusparini I Gusti Ayu Putu Budi Saraswati Pratiwi . I Gusti Ayu Putu Budi Saraswati Pratiwi ., I Gusti Ayu Putu Budi Saraswati Pratiwi I Gusti Ngurah Oka Agustawan . I Komang Dodik Muliarta . I Made Astika I Nyoman Trananjaya Putra I Nyoman Trayanjana Putra . I Nyoman Yasa I Putu Mas Dewantara I Wayan Agus Wiratama . I Wayan Esa Bhaskara . I Wayan Wendra I Wayan Yogi Mellastyawan . I Wayan Yogi Mellastyawan ., I Wayan Yogi Mellastyawan Ida Bagus Made Ludy Paryatna Ida Bagus Putra Manik Aryana Ida Bagus Putrayasa L. Eka Trislijayanti . L. Eka Trislijayanti ., L. Eka Trislijayanti LUH TIRTA . M. Husain . M. Husain ., M. Husain M.Pd Drs. I Nyoman Seloka Sudiara . M.Pd Prof. Dr. I Nyoman Sudiana . Made Sri Indriani Muh Hisni . Ni Kadek Parmini . NI KADEK TRISNA W . Ni Kadek Wulan Adnyasari . Ni Kadek Wulan Adnyasari ., Ni Kadek Wulan Adnyasari Ni Kd. Trisna Widiastuti Ni Ketut Cahya Mahayuni . Ni Ketut Cahya Mahayuni ., Ni Ketut Cahya Mahayuni Ni Ketut Sri Utami . Ni Ketut Sri Utami ., Ni Ketut Sri Utami Ni Komang Rai Nuratni . Ni Luh Rai Asri Arsini . Ni Made Rai Wisudariani Ni Made Rusni Bunadi . Ni Nyoman Tresna Dara Laksmi . Ni Putu Esti Juniastuti . Ni Putu Karmila . Ni Wayan Widya Kumalayanti . Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd . Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum . Putra, I Nyoman Trananjaya Putu Agus Artayasa . Putu Kartika Sari . Putu Kartika Sari ., Putu Kartika Sari PUTU YUSTINA INDRIANA DEWI . Riska Arisma Riska Arisma . Sang Ayu Putu Sriasih Solehatul Kamilah . Tantri, Ade Asih Susiari Titin Rahmaniah . Wayan Somodana . Widiastuti, Ni Kd. Trisna