Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penanganan Gingivitis dengan Metode Scaling Pada Kucing Domestik di Klinik Boulevard Laras Satwa Tangerang: Management of Gingivitis Using the Scaling Method in Domestic Cats at Boulevard Laras Satwa Clinic, Tangerang Amri, Fisma; Gelagar, Ario Ridho
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 2 (2025): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i2.98

Abstract

Penyakit periodontal adalah penyakit umum yang sering terjadi pada kucing seperti gingivitis dan periodontitis yang disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi. Plak gigi yang terus bertumpuk akan menyebabkan gusi merah, bengkak, dan berdarah, serta bau mulut hewan kesayangan, sehingga dapat mengganggu kesehatan gigi pada kucing. Salah satu penanganan yang dilakukan pada anjing dan kucing adalah pembuangan atau pembersihan plak dari permukaan gigi baik supragingival maupun subgingiva, yang dapat dilakukan dengan scaling dan polishing periodontal pocket. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui cara penanganan gingivitis dengan menggunakan instrument dental scaling dalam membersihkan plak pada gigi kucing. Hasil studi kasus dari sinyalemen dan anamnesa yakni mengalami hipersalivasi, nafsu makan menurun, bau mulut (halitosis) serta terdapat karang gigi (kalkulus). Hasil pemeiksaan fisik suhu tubuh 39,4 derajat celcius dan terdapat peradangan pada gusi. Diagnosa penunjang dengan hasil heamtologi WBC, NEU, MO% meningkat. Akumulasi ini mengarahkan diagnosis gingivitis dengan prognosa fausta kemudian dilakukan treatment dental scaling dan Terapi obat yang diberikan yaitu depo Medrol dan clavamox yang menunjukkan perubahan pada gigi yang sudah bersih dari plak dan kalkulus, serta peradangan pada gusi mulai berkurang.
Kualitas Telur Ayam yang Diberi Imbuhan Infusa Daun Tapak Liman dan Daun Sirsak dalam Air Minumnya Amir, Yurni Sari; Zelpina, Engki; Sujatmiko, Sujatmiko; Lefiana, Delli; Noor, Prima Silvia; Siregar, Ramond; Lutvi, Ulva Mohtar; Gelagar, Ario Ridho; Yuska, Dian Aulia Tri
Jurnal Veteriner Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/

Abstract

Telur merupakan salah satu pangan sumber protein hewani yang disukai masyarakat pada semua kalangan usia. Produksi telur ini akan selalu meningkat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pemberian pakan tambahan (feed supplement) dan pakan imbuhan (feed additive) pada pakan ayam dilakukan untuk meningkatkan produksi telur. Hal yang perlu diperhatikan pada produksi telur adalah kualitas telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam dengan suplementasi infusa daun tapak (Elepanthopus scaber L) dan daun sirsak (Annona muricata L) dalam air minum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan dan Penyakit Hewan, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, dengan telur ayam yang digunakan sebanyak 36 butir, diproduksi dari ayam petelur berumur 80 minggu.Umur telur yang digunakan adalah berkisar antara ayam 1-7 hari. Perlakuan pada ayam petelur adalah penambahan infusa daun tapak liman, infusa daun sirsak dan keduanya ke dalam air minum. Ransum yang diberikan terdiri atas dedak padi, jagung giling, bungkil kedelai, kosentrat untuk ayam petelur (layer) dan mineral. Rancangan yang digunakan adalah RAL dengan enam perlakuan dan enam ulangan. Perlakuannya antara lain: A = infusa tapak liman 2% dalam air minum, B = infusa daun sirsak 2% dalam air minum, C = infusa daun sirsak 1% dan tapak liman 1% dalam air minum, D = infusa daun sirsak 1% dalam air minum, E = infusa tapak liman 1% dalam air minum dan F = kontrol (tanpa pemberian infusa pada air minum. Hasil penelitian didapatkan suplementasi infusa daun tapak liman (E. scaber L) dan daun sirsak (A. muricata L) dalam air minum sampai dengan kadar 2% tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P>0,05) terhadap indeks putih telur, indeks kuning telur, haugh unit dan warna kuning telur, dan suplementasi ini kurang memengaruhi kualitas telur ayam.