Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Penggunaan Metode SIIT (Stateless IP/ICMP Translation) Dalam Migrasi IPv4 ke IPv6 Kukuh Nugroho; Hidni Wafiah; Bongga Arifwidodo
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 1 No 01 (2019): Journal of Telecommunication, Electronics and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v1i01.36

Abstract

Pengguna Internet yang semakin bertambah mengakibatkan meningkatnya kebutuhan penggunaan alamat IP. Saat ini alokasi alamat IPv4 versi public sudah tidak bisa menampung kebutuhan pengguna Internet. IP versi 6 (IPv6) sebagai IP versi terbaru yang memiliki daya tampung yang lebih banyak dibandingkan dengan IP versi 4 (IPv4) dapat dijadikan sebagai solusi terhadap masalah berkurangnya atau menipisnya alokasi alamat IPv4 versi public. Perangkat yang sudah terpasang dalam jaringan dan menggunakan alamat IPv4 tidak secara langsung digantikan dengan alamat IPv6. Pada praktiknya, perangkat yang menggunakan IPv6 akan disandingkan dengan perangkat yang sudah menggunakan IPv4. Konsep penggunaan konsep pengalamatan yang berbeda akan menimbulkan masalah dari sisi konektifitas antar perangkat. Oleh karena itu diperlukan sebuah solusi agar jaringan yang sudah menggunakan IPv4 dapat terhubung dengan perangkat yang menggunakan IPv6. Pada penelitian ini akan digunakan salah satu metode dalam menghubungkan antara jaringan IPv4 dan IPv6 yaitu SIIT (Stateless IP/ICMP Translation). Parameter performansi yang dianalisa adalah throughput, packet loss dan delay. Konsep jaringan yang digunakan adalah client-server, dimana pada sisi server akan diaktifkan dua layanan untuk diuji yaitu transfer file dan video streaming.
Analisis Performansi Jaringan OSPF Menggunakan Metode Translasi NAT-PT Kukuh Nugroho
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 1 No 02 (2019): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v1i02.91

Abstract

Pertumbuhan pengguna Internet semakin lama bertambah banyak. Pengalokasian alamat IP versi 4 (IPv4) sudah tidak mampu lagi menampung pertumbuhan pengguna Internet tersebut. Setiap user yang ingin menggunakan Internet harus terhubung ke jaringan dengan menggunakan alamat IP public. Untuk memenuhi kebutuhan alamat IP tersebut dibutuhkan IPv6 karena IPv6 menggunakan jumlah bit yang lebih banyak yaitu 128-bit. Antar perangkat yang menggunakan IPv4 dan IPv6 tidak dapat langsung dihubungkan. Oleh karena itu dibutuhkan metode translasi. Pada penelitian ini akan diteliti performansi jaringan dimana metode translasi yang digunakan adalah NAT-PT (Network Address Translation – Protocol Translation) menggunakan routing protocol OSPF (Open Short Path Firts). Penelitian ini menggunakan parameter performansi jaringan diantaranya adalah throughput , delay, dan packet loss. Berdasarkan hasil penelitian, rata – rata throughput pada file sharing sebesar 6,243 Mbps dan pada video streaming sebesar 0,279 Mbps. Sedangkan rata – rata delay pada file sharing sebesar 1,033 ms dan pada video streaming sebesar 2,382 ms. Kemudian rata-rata packet loss video streaming sebesar 0,0000225 %.
Analisis Pengaruh Penggunaan VTP Pruning Pada Jaringan VLAN Muhammad Giri Sakti; Kukuh Nugroho; Jafaruddin Gusti Amri Ginting
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 2 No 1 (2020): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v2i1.132

Abstract

VLAN (Virtual Local Area Network) banyak digunakan dalam jaringan komputer untuk mengatur jaringan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Penggunaan VLAN mampu memberikan efisiensi dan efektifitas melalui segmentasi jaringan. Selain itu mampu juga memperbaiki kinerja keamanan suatu jaringan. Komunikasi dalam jaringan VLAN sendiri terdapat 2 jenis yaitu komunikasi antar VLAN yang berbeda disebut inter-VLAN dan komunikasi antar VLAN yang sama disebut Intra-VLAN. Didalam Jaringan VLAN ini terdapat Perangkat Switch yang saling dihubungkan dengan jalur Trunk. Komunikasi yang terjadi antar VLAN-ID yang menggunakan jalur Trunking ini menimbulkan pengaruh kualitas parameter QOS. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggunaan VTP Pruning dalam jaringan VLAN. Dalam Penelitian ini akan meng analisis dari pengaruh penggunaan VTP Pruning pada jaringan VLAN. Parameter QOS yang dijadikan acuan analisis performansi adalah throughput, delay, jitter dan packet loss.Berasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata QOS jaringan VLAN yang menggunakan VTP Pruning lebih baik dibandingkan dengan rata-rata jaringan VLAN yang tidak menggunakan VTP Pruning, sehingga dapat disimpulkan bahwa VTP Pruning memiliki pengaruh yang baik bagi jaringan VLAN.
Penerapan Proses Redistribusi Antar Jaringan IPv6 Menggunakan Protokol Routing OSPF dan IS-IS Kukuh Nugroho; Adlina Adlina
Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE) Vol 2 No 2 (2020): Journal of Telecommunication, Electronics, and Control Engineering (JTECE)
Publisher : LPPM Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/jtece.v2i2.135

Abstract

Jaringan memegang peranan penting agar data dapat dipertukarkan antar perangkat komputer. Proses komunikasi dapat terjadi antar dua atau lebih perangat komputer dalam jaringan. Proses komunikasi antar perangkat komputer tersebut dapat terjadi dalam jaringan yang sama atau berbeda. Selain jaringan, protokol yang digunakan untuk mengalamati perangkat juga memegang peranan penting agar data dapat dikirimkan ke perangkat tujuan. Meningkatnya jumlah perangkat yang terhubung dalam jaringan, khususnya Internet menyebabkan berkurangnya alokasi dari penggunaan protokol pengalamatan yang saat ini digunakan yaitu IP versi 4. Sehingga perlu penggunaan protokol pengalamatan versi terbaru yaitu IP versi 6 (IPv6). Ketika proses komunikasi terjadi antar jaringan yang berbeda, maka diperlukan peran dari perangkat router. Proses routing akan dilakukan oleh perangkat tersebut agar data dapat dikirimkan ke tujuan. Proses routing akan mengalami permasalahan apabila proses tersebut terjadi antar wilayah jaringan yang menggunakan protokol routing yang berbeda. Proses redistribusi informasi rute antar wilayah yang berbeda penggunaan protokol routing diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Pada penelitian ini digunakan jaringan uji yang menggunakan dua protokol routing yang berbeda yaitu OSPF versi 3 dan IS-IS yang mendukung penggunaan protokol pengalamatan IPv6. Proses pengujian menggunakan layanan transfer file dengan menggunakan protokol FTP (File Transfer Protocol) dengan beban trafik data sebesar 50 MByte. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa nilai delay yang dihasilkan ketika data dikirimkan dari jaringan yang menerapkan protokol routing OSPFv3 ke IS-IS sebesar 35,128 ms. Sedangkan ketika data dikirimkan dari arah kebalikan yaitu dari jaringan yang menerapkan protokol routing IS-IS ke OSPFv3 menghasilkan nilai delay yang lebih besar yaitu sebesar 59,841 ms.
Analisis Estimasi Kanal Dengan Menggunakan Metode Invers Matrik Pada Sistem MIMO-OFDM Kukuh Nugroho; Riski Utami
JURNAL INFOTEL Vol 7 No 1 (2015): May 2015
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v7i1.28

Abstract

Kanal merupakan media transmisi antar pengirim dan penerima. Pada sistem komunikasi berbasiskan nirkabel, kanal memegang peranan penting dalam menentukan kualitas dari proses pengiriman sinyal dari pengirim ke penerima. Terdapat beberapa faktor yang menentukan kualitas komunikasi nirkabel akibat pengaruh kanal, diantara komponen yang mempengaruhi kanal antara lain; kanal terdapat banyak noise (derau), atenuasi (redaman), juga dengan banyaknya jalur yang digunakan, sehingga terjadi redaman yang dikenal dengan istilah multipath fading yang dapat merusak sinyal, sehingga sinyal berubah dari bentuk aslinya. Multipath fading merupakan gejala pelemahan sinyal akibat sinyal dari pengirim melewati berbagai macam jalan, bisa sinyal langsung, terpantul, maupun sinyal yang sudah teredam oleh bahan tertentu, misalnya kaca atau kayu. Penggunaan teknik OFDM dapat meminimilasi pengaruh gejala multipath fading. OFDM merupakan teknik pentransmisian data berkecepatan tinggi dengan menggunakan beberapa sinyal pembawa (carrier) secara paralel. Sedangkan MIMO merupakan teknik dalam proses pentransmisian sinyal dengan menggunakan beberapa antena, baik pada sisi pengirim maupun penerima. Tujuan dari penggunakan teknik multi-antena adalah untuk memaksimalkan proses transmisi data (sinyal) ke penerima. Sehingga penggabungan teknik MIMO-OFDM merupakan suatu teknik transmisi yang mampu menyediakan layanan dengan kecepatan transfer data tinggi serta dapat meminimalisasi akibat pengaruh multipath fading. Dalam proses pendeteksian data pada sisi penerima diperlukan peran dari proses estimasi kanal. Perubahan kondisi kanal yang setiap saat berubah mengakibatkan perlunya proses estimasi kanal disisi perangkat penerima. Salah satu metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik invers matrik. Pola penggunaan antena banyak (multi-antena) pada sisi pengirim dan penerima dapat dipolakan dalam bentuk matrik. Sehingga estimasi kanal dengan menggunakan salah satu teknik dalam matrik yaitu invers matrik dapat dimungkinkan. Hasil keluaran dari penelitian adalah membandingkan pengaruh penambahan teknik OFDM dalam proses estimasi kanal menggunakan metode invers matrik pada sistem MIMO. Dari hasil simulasi menunjukkan sistem estimasi kanal menggunakan metode invers matrik MIMO tanpa OFDM, sistem dapat menghasilkan BER 0 (tanpa error) disaat sistem diberikan noise sebesar 12 dB. Artinya sistem MIMO tanpa OFDM hanya tahan sampai adanya noise sebesar 12 dB. Sedangkan untuk sistem MIMO dengan penambahan teknik OFDM menghasilkan nilai BER 0 (tanpa error) disaat diberikan nilai noise sebesar 15 dB.
Analisis konsumsi energi protokol routing reaktif dsr pada mobile ad hoc network Tyas Nurfitriana; Jafaruddin Gusti Amri Ginting; Kukuh Nugroho
JURNAL INFOTEL Vol 15 No 1 (2023): February 2023
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v15i1.817

Abstract

Mobile ad-hoc network is a connection between mobile devices that uses wireless media. Mobile devices on the network hereinafter referred to a nodes. This network does not have an administrative center so each node on the network in addition to functioning as a sender and receiver of data information also functions as a router that will look for route information from the sender to the receiver. The topology of an ad-hoc network is always changing because the nodes move dynamically. The topology changes resulted in the repetition of route information searches. The process of finding route information requires a routing protocol. The routing protocol-enabled nodes must maintain the energy usage in the route-finding mechanism. Choosing the right routing protocol can be a solution to make energy use by nodes more efficient, especially in ad-hoc networks. In this study, a routing protocol in the reactive category is used, namely DSR (Dynamic Source Routing). This study aims to determine the performance of energy consumption, remaining energy, and PDR with scenarios of increasing node movement speed and network area. Based on the research results, it is known that the DSR routing protocol can handle changes in the speed of node movement and network area related to energy consumption and remaining energy. This is evidenced by the results of research showing that with faster node movements and wider areas, less energy is required. Meanwhile, regarding the success of packet delivery, the DSR routing protocol cannot handle changes in the speed of node movement and network area. This is evidenced by the results of the packet delivery ratio measurement which shows that with faster node movements and wider areas, many packets are not successfully received.
Implementasi Program Tahfidzul Qur’an Dalam Membentuk Karakter Religius  Di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta Kukuh Nugroho; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/k167pd46

Abstract

This study aims to determine how the implementation of the Qur'an memorization program in shaping the religious character of students at MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. This study uses a qualitative descriptive method with research subjects consisting of the principal and teachers at MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. This Madrasah is an educational institution with Islamic characteristics based on the Qur'an and As-Sunnah, so the Qur'an memorization program is an important part in supporting the educational vision and mission. Research data were obtained through observation, interviews, documentation, and supported by relevant literature. Data analysis was carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions to produce a comprehensive picture of the program implementation. The results of the study indicate that MA Al-Islam Jamsaren Surakarta has implemented the Qur'an memorization program well, although in practice there are still some limitations. This program has been proven to have a positive impact in shaping the religious character of students. Religious values ​​that have been successfully instilled include honesty, which is reflected in the students' attitudes in maintaining the mandate of memorization; politeness in behaving towards teachers and others; independence in managing study time and murojaah; and responsibility for academic and non-academic tasks. Furthermore, a caring attitude for others also develops through social interactions based on Qur'anic values. Thus, the Qur'an memorization program not only serves as a means of improving the quality of Qur'an memorization but also serves as a strategic instrument in shaping students' noble character. This aligns with the primary goal of Islamic education, namely to produce a generation of Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program tahfidzul Qur’an dalam membentuk karakter religius peserta didik di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah dan guru-guru di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. Madrasah ini merupakan lembaga pendidikan berciri khas Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah, sehingga program tahfidzul Qur’an menjadi bagian penting dalam mendukung visi dan misi pendidikan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta ditunjang dengan literatur yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sehingga menghasilkan gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MA Al-Islam Jamsaren Surakarta telah menerapkan program tahfidzul Qur’an dengan baik, meskipun dalam praktiknya masih terdapat beberapa keterbatasan. Program ini terbukti mampu memberikan dampak positif dalam membentuk karakter religius peserta didik. Nilai-nilai religius yang berhasil ditanamkan di antaranya adalah kejujuran, yang tercermin dari sikap siswa dalam menjaga amanah hafalan; sopan santun dalam bersikap kepada guru maupun sesama; kemandirian dalam mengatur waktu belajar dan murojaah; serta tanggung jawab terhadap tugas-tugas akademik maupun non-akademik. Selain itu, sikap peduli kepada sesama juga tumbuh melalui interaksi sosial yang dilandasi nilai-nilai Qur’ani. Dengan demikian, program tahfidzul Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai sarana meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membentuk akhlak mulia peserta didik. Hal ini sejalan dengan tujuan utama pendidikan Islam, yakni mencetak generasi
Implementasi Load Balancing menggunakan Teknologi EtherChannel pada Jaringan LAN NUGROHO, KUKUH; FALLAH, MUHAMAD SYAMSUL
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 3: Published September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i3.420

Abstract

ABSTRAKJumlah pengguna yang meningkat merupakan salah satu penyebab menurunnya kualitas jaringan jika hanya menggunakan ukuran bandwidth yang sama. Sebagai contoh pada implementasi jaringan kampus, jaringan LAN antar gedung yang berbeda biasanya dihubungkan dengan menggunakan perangkat switch. Penurunan performansi jaringan pada jaringan tersebut akibat pertambahan jumlah pengguna bisa diatasi dengan menggunakan konsep load balancing dengan memanfaatkan teknologi EtherChannel. Implementasi teknologi tersebut dapat menggunakan dua pilihan protokol yaitu PAgP dan LACP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performansi jaringan yang menerapkan konsep load balancing dengan menggunakan protokol PAgP dan LACP. Skenario pengujian menggunakan konsep client-server, dimana aplikasi server yang digunakan adalah FTP untuk implementasi layanan pertukaran data dan penggunaan software VLC untuk implementasi layanan video streaming. Pada penggunaan layanan FTP dengan protokol PAgP dihasilkan nilai delay 42% lebih baik dibandingkan dengan LACP. Begitupula untuk nilai throughput, penggunaan protokol PAgP masih lebih baik 10% dibandingkan dengan LACP.Kata kunci: LAN, Load balancing, Etherchannel, PAgP, LACP ABSTRACTThe increasing number of users is one cause of declining network performance if only use on the same bandwidth value. For example, in the implementation on the campus network, LAN among different building is usually connected using a switch. The decreasing of network performance on that network due to the increasing of the number of users which can be overcome by using a load balancing concept with EtherChannel technology utilization. The implementation of that technology uses two protocols, namely PAgP and LACP. This research intends to test the network performance by applying the load balancing concept using both PAgP and LACP protocols. The experiment scenarios used a client-server concept, where the implemented application server is FTP for exchanging data services and VLC software for implementing video streaming services. In the use of FTP services with using PAgP protocol showed a delay value of 42% better than LACP. The same with throughput value, the use of PAgP protocol still better 10% than LACP.Keywords: LAN, Load balancing, Etherchannel, PAgP, LACP
Uji Performansi Jaringan menggunakan Kabel UTP dan STP NUGROHO, KUKUH; KURNIAWAN, AHMAD YOGI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.48

Abstract

ABSTRAKUnshield Twisted Pair (UTP) dan Shield Twisted Pair (STP) merupakan tipe kabel untuk menghubungkan antar komputer sehingga dapat membentuk sebuah jaringan. Secara teori, maksimal panjang kabel yang diperbolehkan adalah 100 meter. Namun secara praktik, belum pernah diujikan tentang jarak maksimal antar dua komputer yang diperbolehkan ketika pilihan media menggunakan kabel UTP atau STP. Penelitian ini akan menguji performansi jaringan dimana media yang digunakan adalah kabel UTP cat6 dan STP cat5. Proses pengujian dilakukan dengan cara mengirimkan paket ICMP. Pada saat pengujian, ukuran dari paket ICMP yang digunakan adalah sebesar 1000 Byte yang dikirimkan sebanyak 50 kali. Dengan menggunakan informasi paket ICMP Reply tersebut, kemudian diukur kinerja jaringan yang meliputi latency, throughput, dan packet loss. Dari hasil pengujian didapatkan nilai latency jika digunakan kabel STP lebih kecil sekitar 13% dari penggunaan kabel UTP. Namun untuk mencapai packet loss sebesar 0%, maksimal panjang kabel jika digunakan UTP cat6 adalah sebesar 256 meter, sedangkan untuk kabel STP lebih pendek yaitu sebesar 246 meter.Kata kunci: UTP, STP, latency, throughput, packet loss.ABSTRACTUnshield Twisted Pair (UTP) and Shield Twisted Pair (STP) are a cable type that used to connect between computers so that can build the network. Theoretically, the maximum cable length that allowed is 100 meters. However, in practice, it has never been tested about the maximum distance between two computers that allowed when media options used is UTP or STP cable. This research will be tested network performance when the media used is UTP cat6 and STP cat5. The testing process is done by sending ICMP packet. At the time of testing, the size of ICMP packet used is 1000 Bytes that is sent 50 times. By using information of ICMP "Reply" packet received by the sender computer, then it measures the network performance encompass latency, throughput, and packet loss. From the test results it is obtained that latency values if used STP cable is smaller about 13% than the use of UTP cable. However, to achieve packet loss close to the value of 0%, the maximum cable length when UTP Cat6 used is 256 meters, while shorter STP cable is equal to 246 meters.Keywords: UTP, STP, latency, throughput, packet loss.
Pengaruh Native VLAN terhadap Overhead Trafik Data pada Jaringan LAN NUGROHO, KUKUH
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 9, No 2: Published April 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v9i2.404

Abstract

ABSTRAKPenggunaan switch pada jaringan yang sudah menerapkan teknologi VLAN dapat membagi jaringan menjadi beberapa wilayah jaringan yang berbeda dimana proses ini sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh router. Data yang dipertukarkan antar wilayah jaringan yang berbeda akan melewati jalur trunk yang menghubungkan antar perangkat switch. Proses penambahan header ke dalam data dilakukan perangkat switch sebelum diteruskan melewati jalur trunk. Namun proses tersebut akan menambah overhead (beban trafik tambahan) dari setiap data yang dilewatkan pada jalur trunk. Produk switch dari Cisco memiliki fasilitas yang dinamakan sebagai native VLAN. Apabila asal wilayah VLAN dari data yang dilewatkan pada jalur trunk sama dengan informasi native VLAN yang tersimpan pada perangkat switch, maka data tersebut tidak perlu ditambahkan header disaat ingin dilewatkan jalur trunk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan native VLAN dalam mengurangi beban trafik jaringan pada jalur trunk. Hasil pengujian memperlihatkan penggunaan native VLAN dapat mengurangi beban overhead trafik data sebesar 4,77%.Kata kunci: VLAN, Native VLAN, Trunk, Jaringan LAN, Overhead Trafik ABSTRACTThe use of switches in the switch network with implementing VLAN technology can divide a network into several different networks that previously just be done with a router. The data that is exchanged among different networks will pass the trunk link that connects between switches. The process of adding a header within data is done by a switch before entering that data into the trunk link. However, that process will increase overhead traffic (additional traffic load) within each data that passed on the trunk link. Cisco's switches have a facility known as native VLAN. If the origin of the data's VLAN area that will be passed on the trunk link is the same as native VLAN information, then the data will not add with a header when will pass on the trunk link. This research will analyze the effect of using native VLAN in reducing overload data traffic on the trunk link. The test result shows that the use of native VLAN can reduce data traffic overhead by 4.77%.Keywords: VLANs, Native VLANs, Trunk Link, Switch Network, Overhead Traffic