Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Kinerja RouteFlow pada Jaringan SDN (Software Defined Network ) menggunakan Topologi Full-Mesh NUGROHO, KUKUH; SETYANUGROHO, DHIMAS PRABOWO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 7, No 3: Published September 2019
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v7i3.585

Abstract

ABSTRAKPerangkat controller dalam jaringan SDN berfungsi untuk memberikan informasi tabel flow ke perangkat switch sebagai acuan dalam menentukan informasi rute. Kecepatan dalam memproses permintaan tabel flow yang dilakukan oleh perangkat switch tergantung dari pemilihan jenis controller yang digunakan. Terdapat beberapa jenis controller yang bisa digunakan untuk mengatur aliran trafik data dalam jaringan SDN. Pada penelitian ini akan digunakan jenis controller RouteFlow dengan menggunakan algoritma routing Djikstra. Jaringan uji menggunakan topologi Full-Mesh yang menyediakan koneksi penuh ke semua switch, dimana terdapat dua protokol layer transport yang digunakan untuk mengirimkan data dalam jaringan SDN yaitu TCP dan UDP. Hasil pengukuran kualitas jaringan menunjukkan bahwa penggunaan protokol UDP menghasilkan nilai delay, jitter, dan throughput yang lebih baik dibandingkan dengan TCP. Waktu konvergensi jaringan yang dihasilkan sebesar 12,18 ms ketika ukuran data yang dipertukarkan sebesar 64 Byte.Kata kunci: Controller, Full-Mesh, RouteFlow, Software Defined Network ABSTRACTThe controller device in the SDN network is applied to provide flow table information for all switches as a reference in determining route information. The speed in processing the flow table requests that are made by the switches depends on the choice of the type of controller used. There are several types of controllers that can be used to manage the data traffic flow in the SDN network. This research utilizes the RouteFlow controller and the Djikstra routing algorithm. The test network applies the Full-Mesh topology that provides fully connections to all switches, wherein two transport protocols are used to transmit data in SDN networks, i.e., TCP and UDP. The results of network performance measurements show that the use of the UDP obtains better values in delay, jitter, and throughput than TCP. The network convergence time is 12.18 ms when the size of data exchanged is set to 64 Bytes.Keywords: Controller, Full-Mesh, RouteFlow, Software Defined Network
Studi Implementasi Komunikasi Data Menggunakan Power Line Communication di Kampus ITTP Wibisono, Gunawan; Sukoco, Muhammad Helmi; Nugroho, Kukuh
Jurnal Teknik Elektro dan Komputer TRIAC Vol 8, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/triac.v8i1.10038

Abstract

Kabel listrik berfungsi untuk menyalurkan energi listrik ke peralatan listrik yang sering digunakan di kehidupan sehari – hari. Selain itu, kabel listrik juga dapat dimanfaatkan sebagai piranti komunikasi data antar perangkat seperti komputer, handphone dan perangkat mobile lainnya. Teknologi ini disebut dengan Power Line Communication (PLC). Dalam penelitian ini dilakukan implementasi sistem PLC dalam membangun sebuah jaringan menggunakan media kabel listrik untuk menghubungkan beberapa perangkat jaringan tanpa memerlukan instalasi baru karena jalur yang digunakan sudah terdistribusi di setiap tempat menggunakan perangkat powerline, serta menggunakan perangkat jaringan yang terhubung secara wireless ke perangkat mobile pada jaringan wireless LAN (WLAN). Sistem PLC diterapkan pada tiga kali Pengujian, diantaranya membandingkan sistem PLC dengan tanpa sistem PLC, diterapkan berdasarkan jarak serta berdasarkan beban listrik yang diterapkan. Tiga Pengujian yang dilakukan dilihat berdasarkan parameter Quality of Service (QoS) seperti throughput, delay, jitter dan packet loss. Pada pengujian antara sistem PLC menghasilkan kinerja QoS lebih baik dibandingkan tanpa PLC, kemudian untuk pengujian bedasarkan jarak menghasilkan QoS yang baik walaupun cenderung konstan serta pengujian berdasarkan beban listrik menghasilkan QoS yang baik meskipun cenderung konstan
Evaluasi Program Tahfidzul Qur’an Dengan Model CIPP di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta Nugroho, Kukuh; Ridho, Achmad Rasyid
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v1i2.121

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiana strategi evaluasi program tahfidzul Qur’an dengan model CIPP (Contect-input-process-product) di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala madrsah dan guru-guru di MA Al- Islam Jamsaren Surakarta. MA Al-Islam Jamsren Surakarta merupakan lembaga pendidikan yang berciri khas Islam serta berlandaskan Al Quran dan As-Sunnah. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi serta hasil literatur yang relevan. Sedangkan analisis data dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Evaluasi yang berorientasi keputusan ini menggunakan model evaluasi CIPP (Contect-Input- Process-Product) yang bersifat konprehensif. Lokasi penelitian ini di MA Al-Islam Jamsaren Surakarta dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Hasil evaluasi context pelaksanaan program Tahfidzul Qur’an dikategorikan sangat baik, karena telah memenuhi kriteria evaluasi context yang ada. Program Tahfidzul Qur’an diadakan berdasarkan kebutuhan dan keinginan siswa, diselenggarakan atas dasar saran atau keinginan dari masyarakat/komite/orang tua dan dibutuhkan oleh masyarakat sekitar, diselenggarakan atas dasar misi Sekolah dan sesuai atau sejalan dengan program pemerintah daerah. Program Tahfidzul Qur'an sesuai dengan visi dan strategi untuk mencapai tujuan sekolah, sesuai dengan rencana sekolah, dan memiliki tujuan yang jelas dan dibukukan dalam kondisi baik; 2) Hasil evaluasi input dari pelaksanaan program Tahfidzul Qur'an secara keseluruhan menujukan kategori sangat baik. Evaluasi masukan terbagi menjadi beberapa indikator yaitu Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan peralatan pendukung, dana atau anggaran, prosedur yang diperlukan, dan strategi; 3) Hasil evaluasi proses dari pelaksanaan program Tahfidzul Qur’an secara kesuluruhan mendapatkan kategori sangat baik. Evaluasi proses terbagi menjadi empat indikator yaitu: a) Kesesuaian pelaksanaan dengan rencana, b) Kesesuaian pengajar dalam proses penyampaian, c) Pemanfaatan sarana dan prasarana, dan d) Melakukan proses penilaian dan pengawasan; dan 4) Evaluasi hasil (Output) dari pelaksanaan program Tahfidzul Qur’an secara keseluruhan menunjukkan kategori sangat baik. Evaluasi hasil terdiri dari tiga indikator yaitu a) output yang dicapai dilihat dari tiga ranah (kognitif, afektif, dan psikomotor), b) outcome program Tahfidzul Qur'an, dan c) manfaat yang telah didapat peserta didik. Kata Kunci: Tahfidzul Qur’an, Evaluasi Model CIPP
Comparative Analysis of Implementation of 6PE and 6VPE Methods on MPLS Network Nugroho, Kukuh; Lanza, Bimo Kusdamarsasi; Wahyudi, Eka
InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Vol 6, No 2 (2022): InfoTekJar Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/infotekjar.v6i2.4925

Abstract

The growth of Internet users and services such as video streaming and big data application make particular problems in the core network such as the depletion of IPv4 allocation, delay, and jitter. MPLS as technology in the core network is used for anticipating delay problems due to data traffic improvement on the Internet. To anticipate the growth of Internet users and the depletion of IPv4 allocation as an address to access the network, it needs the new version of IP that is IPv6 with a bigger amount of address allocation. The incorporation of those addressing mechanisms in the core network needs a particular method to exchange data between devices. This research compares two translation methods between 6PE and 6VPE in the MPLS-VPN network. The result of measurement of throughput shows that the use of the 6VPE method provides better efficiency of network used 15% than 6PE in the data rate of 2000 Kbps. The experiment is done by comparing the two methods in the MPLS-VPN network with only using the IPv4 addressing mechanism where the service used is video streaming.