Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Stabilisasi Tanah Gambut Dengan Menggunakan Campuran Semen Terhadap Nilai CBR Roza, Naina; Sarifah, Jupriah; Tanjung, Darlina
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol 2, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v2i1.5477

Abstract

Tanah gambut merupakan material organik yang berasal dari tumbuhan dan terbentuk dalam tanah basah yang berubah secara kimia akibat pengaruh cuaca dan kondisi topografi. Material organik yang terkandung didalam tanah gambut mempunyai daya dukung yang relatif rendah dan memiliki kompresibiltas yang sangat besar, sehingga jika menerima atau memikul beban yang besar diatasanya akan terjadi penurunan yang besar dalam waktu yang relatif pendek, maka masalah penurunan yang besar menjadi masalah utama bagi struktur kontruksi jalan yang akan dibangun diatasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan daya dukung tanah dari segi nilai California Bearing Ratio (CBR). Penelitian ini dilakukan di laboraturium, dengan melakukan pengujian sifat - sifat fisis tanah dan sifat - sifat mekanis tanah. Dalam hal ini untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan metode stabilisasi tanah dengan semen terhadap nilai California Bearing Ratio sebagai nilai yang menyatakan kualitas tanah dan juga salah satu parameter dalam menentukan kemampuan tanah dalam memikul beban struktur kontruksi jalan. Dari hasil penelitian didapat nilai California Bearing Ratio (CBR) untuk tanah asli sebesar 0,4%. Untuk tanah asli + 2% semen sebesar 1%. Untuk tanah asli + 4% semen sebesar 3%. Untuk tanah asli + 6% semen sebesar 3,4%. Untuk tanah asli + 8% semen sebesar 8%. Dan dapat disimpulkan bahwa kenaikan nilai CBR unsoaked tertinggi terjadi pada penambahan variasi campuran 8% semen.
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU TULANGAN WIREMESH (RIGID PAVEMENT) JALAN PERUMAHAN PROPERTI CIKARANG BEKASI JAWA BARAT Tanjung, Darlina; Sarifah, Jupriah; Lubis, Marwan; Hidayat, Heri
Buletin Utama Teknik Vol 20, No 3 (2025): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/but.v20i3.11470

Abstract

Perencanaan Perkerasan Kaku Tulangan Wiremesh (rigid Beton Cor Pavement) jalan permahan Properti Cikarang Bekasi Jawa Barat”.Jalan beton (rigid pavemet) masih menjadi pilihan utama sebagai elemen struktur rigid jalan perumahan diindonesia, tidak heran karena memiliki banyak kelebihan antara lain memiliki masa layak hingga puluhan tahun dan cenderung tidak memerlukan biaya besar dalam masa perawatanya, tetapi dikarenakan jalan beton bertulang menggunakan tulangan wiremesh untukmeminimalisir pada perkerasan struktur jalan rigid, tidak untuk diaplikasikan dalam beton tanpa tulangan. Oleh sebab itu pada proyekjalan perumahan pada perencanaan perkerasan kaku tulangan wiremesh (rigid pavment) jalan perumahan properti cikarang bekasi jawa barat dengan pertimbangan tidak menggangu kapasitas jalan (lalu lintas) pada saat proses pelaksanaan pekerjaan. Dalam penelitian perencanaan ini bertujuan ingin mengetahui tingkat kelelahan beton jalan menggunakan tulangan wiremes untuk meminimalisir dari segi praktis efesien, efek terhadap waktu pekerjaan dan penyelesaian metode kerja dengan beberapa alternatif sistem metode bekisiting bahu jalan betonyaitu: 1. Plastik cor , 2. Selimut tulangan, 3. Perletakan Wiremesh . Dengan hasil ketiga metode  ini, seharusnya pada beton sambungan dan untuk mencapai umur beton lebih baik lagi, memerlukan pada setiap sambungan tulangan wiremesh diperlukan besi dowel pengekang penuh lebih aman untuk dikerjakan dan juga memiliki resiko kegagalan struktur yang rendah dengan persyaratan umum).
Studi Perbandingan Kuat Tekan Beton Normal dengan Beton Berserabut Kelapa terhadap Pengaruh Air Garam Ibrahim, Riyan Andika; Tanjung, Darlina; Hasibuan, M. Husni Malik
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 3 No. 4 (2025): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v3i4.752

Abstract

Bersamaan dengan meningkatnya skala pembangunan, maka kebutuhan akan beton dimasa yang akan datang juga akan semakin meningkat, sehingga kebutuhan bahan baku dan bahan campuran lainnya seperti agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambahan lainnya juga akan semakin meningkat. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa yang tidak dapat didaur ulang dan mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan beton berserat terhadap perendaman NaCl. Campuran yang digunakan dalam hal ini adalah sabut kelapa variasi 0,1%. Berdasarkan pengujian kuat tekan beton, hasil tertinggi diperoleh pada beton dengan campuran serabut kelapa 0,1% yang direndam selama 28 hari pada sampel4 dengan nilai kuat tekan sebesar 21,65 MPa. Nilai kuat tekan beton yang mengalami penurunan paling besar terdapat pada beton normal setelah perendaman 14 hari yaitu sebesar 5,55 MPa. Perhitungan perbandingan beton sabut kelapa dengan beton normal menunjukkan bahwa beton dengan campuran SK 0,1% pada perendaman 14 hari mengalami peningkatan sebesar 73,62%, begitu pula pada perendaman 30 hari terjadi peningkatan sebesar 144,14%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan penggunaan campuran sebesar 0,1 % sabut kelapa dapat mempengaruhi ketahanan beton terhadap serangan NaCl.
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN SNI 2847:2013 DENGAN SNI 2847:2019 PADA BALOK Tanjung, Darlina; Hasibuan, M. Husni Malik; Ramadan, Chandra
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i1.11554

Abstract

Perubahan standar dalam konstruksi beton bertulang, khususnya pada balok beton, telah mengalami evolusi signifikan antara SNI 2847:2013 dan SNI 2847:2019. Dalam konteks ini, gaya dalam yang bekerja pada balok beton, termasuk tulangan lentur dan tulangan geser, menjadi fokus utama. SNI 2847:2019 memperkenalkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam perhitungan gaya dalam, dengan penekanan pada ketahanan dan keamanan struktur. Tulangan lentur yang digunakan dalam balok beton kini harus memenuhi kriteria yang lebih ketat, memastikan distribusi beban yang lebih efisien. Selain itu, perubahan pada ketentuan tulangan geser memberikan panduan yang lebih jelas dalam mencegah keruntuhan akibat gaya geser. Dengan demikian, pemahaman yang mendalam tentang perubahan ini sangat penting bagi para insinyur dan profesional di bidang konstruksi untuk memastikan bahwa desain dan pelaksanaan proyek memenuhi standar keselamatan dan kinerja yang ditetapkan.Setelah dilakukan analisa perbandingan menggunakan SNI 2847:2013 dengan SNI 2847:2019 pada balok, maka diperoleh hasil untuk luas tulangan lentur dimana berdasarkan kombinasi pembebanan gempa SNI 1726-2012 tidak mengalami selisih di daerah lapangan, namun terjadi selisih sebesar 67% di daerah tumpuan yang menimbulkan gaya tarik pada penampang balok lebih besar guna mendapatkan kekuatan beton dan baja yang sebaik baiknya dengan menambah jumlah tulangan. Sedangkan berdasarkan kombinasi pembebanan gempa SNI 1726-2019 tidak mengalami selisih di daerah lapangan, namun terjadi selisih sebesar 100% di daerah tumpuan yang menimbulkan gaya tarik pada penampang balok lebih besar guna mendapatkan kekuatan beton dan baja yang sebaik baiknya dengan menambah jumlah tulangan. Untuk tulangan geser tidak mengalami selisih pada luas tulangan, namun terjadi selisih pada spasi tulangan sebesar 41% untuk menahan retakan beton pada struktur balok yang terjadi di daerah ujung balok yang dekat dengan tumpuan.
KAJIAN PERILAKU GEDUNG AKIBAT PENGARUH KOMBINASI PEMBEBANAN GEMPA DARI SNI 1726-2012 KE SNI 1726-2019 Tanjung, Darlina; Hasibuan, M. Husni Malik; Lubis, Marwan; Ratih, Cindy Ayu Ning
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i1.11558

Abstract

Perilaku gedung adalah suatusifat yang dimiliki oleh sebuahstruktur bangunan akibat dilakukan pembebanan serta analisis terhadap gaya yang direncanakan sesuai keinginan pengguna bangunan tersebut. Perubahan Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726 dari edisi 2012 ke 2019 membawa dampak signifikan terhadap perhitungan beban gempa dalam desain struktur. Dalam konteks ini, metode static ekivalen menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk menentukan gaya geser dasar (base shear) dan pergeseran antar lantai (story drift) pada bangunan SNI 1726-2019 memperkenalkan parameter baru dan revisi terhadap nilai-nilai yang ada, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan bangunan terhadap gempa. Penelitian ini membahas perbandingan antara kedua edisi SNI, dengan fokus pada perubahan dalam perhitungan beban gempa, serta implikasinya terhadap desain struktural. Setelah dilakukan kajian perilaku gedung dengan tujuan utamapenelitian, makad iperoleh nilai selisih persentase akibat pengaruh penggunaan kombinasi pembebanan gempa berdasarkan SNI 1726-2019 lebih besar yaitu sebesar 30,235% dibandingkan dengan pengaruh penggunaan kombinasi pembebanan gempa berdasarkan SNI 1726-2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan SNI 1726-2019 dapat menghasilkan nilai gaya gese rdasar yang lebih baik dan memperkecil risiko kerusakan pada bangunan saat terjadi gempa.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI SPUN PILE BERDASARKAN DATA N-SPT PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL INDRAPURA – KISARAN Sarifah, Jupriah; Tanjung, Darlina; Marpaung, Tumpak R
Jurnal Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v4i1.11547

Abstract

Pondasi sebagai dasar konstruksi harus mampu memikul seluruh beban konstruksi dan beban lain yang ada diatasnya, untuk diteruskan sampai kelapisan tanah atau batuan dibawahnya. Pembangunan Jalan Tol Indrapura – Kisaran (IN-KIS) menggunakan pondasi utama yaitu pondasi spun pile. Jenis pondasi yang digunakan ini dipilih berdasarkan kondisi lapisan tanah yang ada di daerah tersebut. Pondasi spun pile  yang digunakan untuk memikul beban struktur jalan tol perlu dilakukan Analisa kapasitasnya supaya dapat diketahui apakah pondasi tersebut aman untuk digunakan. Data penyelidikan tanah yaitu Standard Penetration Test (SPT) yang diperoleh dari lapangan dan data DED (Detail Engineering Design) / data perencanaan digunakan sebagai acuan untuk menghitung beban yang ada di atas pondasi spun pile yaitu Analisa daya dukung pondasi Spun Pile dengan menggunakan tiga (3) metode. Tujuan dari ke tiga metode tersebut untuk mendapatkan hasil kapasitas spun pile. Analisa kapasitas daya dukung pondasi spun pile yang diperoleh menggunakan metode Luciano Decourt adalah sebesar 268,20 ton (borelog-111) dan 144,95 ton (borelog-113). Maka, dari ketiga hasil perhitungan yang diperoleh makan nilai daya dukung dari perhitungan dengan menggunakan metode Luciano Decourt lebih kecil  dari pada metode Thomlinson dana metode US Army Corps,serta lebih sering degunakan didalam dunia proyek.
Analisis Nilai Kapasitas Daya Dukung Tiang Pondasi Bored Pile pada Proyek Pembangunan Jembatan Gantung Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Deli Serdang Ilham, Muhammad; Tanjung, Darlina; Sarifah, Jupriah
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6762

Abstract

Bagian terpenting dalam struktur jembatan adalah pondasi sebagai pendukung struktur atas, maka pemilihan jenis pondasi dan analisis daya dukungnya harus dilakukan dengan teliti. Dalam menghitung  daya dukung tiang pancang dari hasil Cone Penetration Test ( CPT ), Standar Penetrasi Test (SPT). Pada perhitungan daya dukung tiang tunggal dilakukan dengan menggunakan metode Meyerhoff variasi dimensi 20cm dan 25cm bedasarkan data CPT dan dimensi 25 cm berdasarkan data SPT, dan menghitung daya dukung izin tiang pancang kelompok dimensi 20cm berdasarkan data CPT dan 25cm berdasarkan data SPT menggunakan metode Converse-Labarre. Hasil dan pembahasan analisis perhitungan diperoleh kesimpulan yaitu untuk daya dukung izin (Qi) pada pondasi tiang pancang tunggal dari data CPT S-1 dengan kedalaman 17,60 meter menggunakan  metode Meyerhoff diperoleh untuk dimensi 20cm = 36,39 Ton, 25cm = 53,82 Ton dan dari data SPT BH-1 kedalam 75,45 meter untuk dimensi 25cm = 158,632 Ton, hasil analisis perhitungan daya dukung izin (Qi) untuk pondasi tiang pancang kelompok dimensi 20cm dari data CPT menggunakan metode Converse – Labarre = 145,414 Ton dengan jumlah tiang sebanyak = 4 tiang dan hasil analisis daya dukung izin (Qi) pondasi tiang pancang kelompok dimensi 25cm dari data SPT = 505,084 Ton dengan jumlah tiang sebanyak = 4 tiang.
Pengaruh Ampas Kopi Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton Sebagai Bahan Pengganti Sebahagian Semen pada Campuran Beton Nasution, Ilham Sadewo; Tanjung, Darlina; Hasibuan, M Husni Malik
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terhadap pengaruh ampas kopi sebagai bahan pengganti sebahagian semen pada campuran beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu eksperimen yang bertujuan untuk menyelediki hubungan antara kuat tekan beton dengan menggunakan campuran abu ampas kopi sebagai pengurangan jumlah semen. Penggunaan abu ampas kopi sebagai bahan pengganti sebahagian semen pada campuran beton sangat berpengaruh terhadap nilai kuat tekan beton yang dihasilkan. Beberapa unsur yg terdapat pada limbah ampas kopi juga sama seperti unsur yg terkandung didalam semen yaitu kalsium dan kalium, sehingga memungkinkan adanya reaksi antara limbah ampas kopi pada campuran beton. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini berupa selinder beton dengan ukuran 15x30 cm, dengan 3 variasi benda uji campuran abu ampas kopi terhadap sebahagian semen berbeda. Yaitu campuran beton normal, 3%, 5%, dan 7%. Pada beton normal menggunakan campuran semen sebanyak 1.854 kg/sampel, 3% menggunakan campuran semen sebanyak 1.557 kg/sampel dan abu ampas kopi sebanyak 0.56 kg/sampel, 5% menggunakan campuran semen sebanyak 1.361 kg/sampel dan abu ampas kopi sebanyak 0.93 kg/sampel, dan 7% menggunakan campuran semen sebanyak 1.165 kg/sampel dan abu ampas kopi sebanyak 0.130 kg/sampel. setelah melalui proses pengadukan dan di cetak menggunakan selinder beton berukuran 15x30 cm, beton dikeluarkan 1x24 jam lalu dilakukan perendaman selama 6 hari dan pada hari ke 7 dilakukan uji kuat tekan beton. uji kuat tekan beton umur 7 hari mendapatkan hasil sebesar 4,8 Mpa, 7,76 Mpa, 5,54 Mpa dan 2,67 Mpa. kemudian dikonversi ke umur 14 hari mendapatkan hasil sebesar 5,05 mpa, 8,81 Mpa, 6,29 mpa dan 3,03 Mpa. pada konversi umur 21 mendapatkan hasil sebesar 5,05 Mpa, 8,16 mpa, 5,83 Mpa dan 2,81. dan pada konversi umur 28 hari mendapatkan hasil sebesar 7,38 Mpa, 11,93 Mpa, 8,52 Mpa dan 4,1 Mpa.
Analisis Nilai Kapasitas Daya Dukung Tiang Pondasi Bored Pile pada Proyek Pembangunan Jembatan Gantung Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Deli Serdang Ilham, Muhammad; Tanjung, Darlina; Sarifah, Jupriah
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6762

Abstract

Bagian terpenting dalam struktur jembatan adalah pondasi sebagai pendukung struktur atas, maka pemilihan jenis pondasi dan analisis daya dukungnya harus dilakukan dengan teliti. Dalam menghitung  daya dukung tiang pancang dari hasil Cone Penetration Test ( CPT ), Standar Penetrasi Test (SPT). Pada perhitungan daya dukung tiang tunggal dilakukan dengan menggunakan metode Meyerhoff variasi dimensi 20cm dan 25cm bedasarkan data CPT dan dimensi 25 cm berdasarkan data SPT, dan menghitung daya dukung izin tiang pancang kelompok dimensi 20cm berdasarkan data CPT dan 25cm berdasarkan data SPT menggunakan metode Converse-Labarre. Hasil dan pembahasan analisis perhitungan diperoleh kesimpulan yaitu untuk daya dukung izin (Qi) pada pondasi tiang pancang tunggal dari data CPT S-1 dengan kedalaman 17,60 meter menggunakan  metode Meyerhoff diperoleh untuk dimensi 20cm = 36,39 Ton, 25cm = 53,82 Ton dan dari data SPT BH-1 kedalam 75,45 meter untuk dimensi 25cm = 158,632 Ton, hasil analisis perhitungan daya dukung izin (Qi) untuk pondasi tiang pancang kelompok dimensi 20cm dari data CPT menggunakan metode Converse – Labarre = 145,414 Ton dengan jumlah tiang sebanyak = 4 tiang dan hasil analisis daya dukung izin (Qi) pondasi tiang pancang kelompok dimensi 25cm dari data SPT = 505,084 Ton dengan jumlah tiang sebanyak = 4 tiang.
Pengaruh Ampas Kopi Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton Sebagai Bahan Pengganti Sebahagian Semen pada Campuran Beton Nasution, Ilham Sadewo; Tanjung, Darlina; Hasibuan, M Husni Malik
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terhadap pengaruh ampas kopi sebagai bahan pengganti sebahagian semen pada campuran beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu eksperimen yang bertujuan untuk menyelediki hubungan antara kuat tekan beton dengan menggunakan campuran abu ampas kopi sebagai pengurangan jumlah semen. Penggunaan abu ampas kopi sebagai bahan pengganti sebahagian semen pada campuran beton sangat berpengaruh terhadap nilai kuat tekan beton yang dihasilkan. Beberapa unsur yg terdapat pada limbah ampas kopi juga sama seperti unsur yg terkandung didalam semen yaitu kalsium dan kalium, sehingga memungkinkan adanya reaksi antara limbah ampas kopi pada campuran beton. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini berupa selinder beton dengan ukuran 15x30 cm, dengan 3 variasi benda uji campuran abu ampas kopi terhadap sebahagian semen berbeda. Yaitu campuran beton normal, 3%, 5%, dan 7%. Pada beton normal menggunakan campuran semen sebanyak 1.854 kg/sampel, 3% menggunakan campuran semen sebanyak 1.557 kg/sampel dan abu ampas kopi sebanyak 0.56 kg/sampel, 5% menggunakan campuran semen sebanyak 1.361 kg/sampel dan abu ampas kopi sebanyak 0.93 kg/sampel, dan 7% menggunakan campuran semen sebanyak 1.165 kg/sampel dan abu ampas kopi sebanyak 0.130 kg/sampel. setelah melalui proses pengadukan dan di cetak menggunakan selinder beton berukuran 15x30 cm, beton dikeluarkan 1x24 jam lalu dilakukan perendaman selama 6 hari dan pada hari ke 7 dilakukan uji kuat tekan beton. uji kuat tekan beton umur 7 hari mendapatkan hasil sebesar 4,8 Mpa, 7,76 Mpa, 5,54 Mpa dan 2,67 Mpa. kemudian dikonversi ke umur 14 hari mendapatkan hasil sebesar 5,05 mpa, 8,81 Mpa, 6,29 mpa dan 3,03 Mpa. pada konversi umur 21 mendapatkan hasil sebesar 5,05 Mpa, 8,16 mpa, 5,83 Mpa dan 2,81. dan pada konversi umur 28 hari mendapatkan hasil sebesar 7,38 Mpa, 11,93 Mpa, 8,52 Mpa dan 4,1 Mpa.