Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The EFFECTIVENESS OF ZIKIR THERAPY TO REDUCE ANXIETY IN STROKE PATIENTS: EFFECTIVENESS OF ZIKIR THERAPY TO REDUCE ANXIETY IN STROKE PATIENTS Rachmadhania, Neyla Nur; Wulandari, Tri Suraning; Kurniawati, Ratna
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2025): Healthy Behaviour Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v3i2.1633

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis permanen yang terjadi akibat gangguan sirkulasi darah ke otak. Dampak yang ditimbulkan berupa keterbatasan fisik, kelumpuhan, serta perubahan kualitas hidup memicu perasaan rendah diri dan cemas. Sekitar 70% pasien stroke mengalami gejala cemas, terapi zikir merupakan salah satu bentuk teknik relaksasi spiritual yang bersifat menenangkan secara psikologis dan fisiologis serta membantu mengalihkan dari stres dan kecemasan. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi zikir dalam mengatasi kecemasan pada pasien stroke. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan jumlah pasien 66 tahun dan 73 tahun sebanyak 2 orang. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi selama tiga hari dengan pemberian waktu pagi, siang, sore, dan malam, tingkat kecemasan pada pasien stroke mengalami penurunan. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya verbalisasi kekhawatiran, menurunnya perilaku gelisah dan tegang, perbaikan pola tidur, serta perbaikan tekanan darah. Kesimpulan: Pemberian terapi zikir efektif dalam mengatasi masalah kecemasan pada pasien stroke.
Efektifitas Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Nyeri Akut Pada Pasien Pasca Operasi Apendiktomi Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Temanggung Ramadhan, Sutri Ardy; Wulandari, Tri Suraning; Kurniawati, Ratna
HEALTHY BEHAVIOR JOURNAL Vol. 3 No. 2 (2025): Healthy Behaviour Journal
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/hbj.v3i2.1638

Abstract

Background: Appendectomy is a surgical procedure to treat appendicitis, but postoperative pain is a common complication. If left unmanaged, pain can affect sleep, delay healing, increase sympathetic activity, and cause emotional distress. Non-pharmacological methods such as deep breathing relaxation are safe and effective options to manage this pain. Deep breath relaxation techniques have been shown to effectively reduce pain intensity by relaxing muscle spasm, which is caused by an increase in prostaglandins, leading to vasodilation and increased blood flow to areas of spasm and ischemia. In addition, this technique can stimulate the release of endogenous opioids, such as enkephalins and endorphins. Enkephalins function as neurotransmitters that regulate pain, emotions and stress, while endorphins provide a sense of relaxation, comfort and calmness to the body. According to WHO (World Health Organization) in 2022, the number of deaths due to appendicitis reached 21,000 clients with the number of male sufferers being higher than female. Purpose: This study aimed to determine the effectiveness of deep breathing relaxation techniques in reducing acute pain in post-appendectomy patients. Methods: This was a qualitative case study involving two postoperative patients. Data were collected through observation, interviews, and pain scale assessments using the Numeric Rating Scale (NRS), before and after applying deep breathing techniques for 3 days (twice daily for 10–15 minutes). Results: Both patients showed a decrease in pain levels, with improved indicators such as reduced grimacing, restlessness, and normalized vital signs. Conclusion: Deep breathing relaxation techniques are effective in lowering acute pain levels in appendectomy patients and can be used as supportive nursing care alongside pharmacological treatment.
EDUKASI PERAWATAN HIPERTENSI DENGAN “PATUH DAN CERDIK” DI KELURAHAN PARE TEMANGGUNG Wulandari, Tri Suraning; Kurniawati, Ratna; Asriyanto, Luthfi Fauzy
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.577

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Angka kejadian hipertensi terus meningkat setiap tahunnya didunia, sehingga menjadi masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian dalam mengatasinya, karena menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial, gangguan sirkulasi serebral dan sel-sel otak mengalami kematian. Tindakan yang bersifat promotif dan preventif yaitu melalui edukasi kesehatan tentang perawatan hipertensi menjadi solusi untuk meningkatkan pengetahuan, sehingga akan mempengaruhi sikap dan perilaku penderita hipertensi dalam mengatasi hipertensi yang dialami. Perawatan hipertensi ini dengan cara mengendalikan dengan PATUH (P: periksa kesehatan secara rutin, A: atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, T: tetap diet dengan gizi seimbang, U: Upayakan aktifitas fisik dengan aman, H: Hindari asap rokok. alcohol dan zat karsinogenik lainnya) dan mengontrolnya dengan CERDIK (C: cek kesehatan secara rutin, E: Enyahkan asap rokok, R: Rajin aktivitas fisik, D: Diet seimbang, I: Istirahat cukup, K: Kelola stress). Tujuan pengabdian kepada Masyarakat membantu penderita hipertensi atau yang beresiko hipertensi agar mampu berperilaku hidup sehat dan terhindar dari komplikasi. Metode kegiatan adalah melakukan pengkajian/tes awal tingkat pengetahuan, pengukuran tekanan darah dan memberikan edukasi kesehatan dengan membentuk kelompok kecil secara langsung dengan menggunakan media leaflet kepada 45 orang yang menderita hipertensi dan beresiko hipertensi dan melakukan tes akhir untuk mengetahui tingkat pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Hasil edukasi terjadi peningkatan pengetahuan tentang perawatan hipertensi, dimana 41 peserta (91%) berpengetahuan baik dan 4 orang (9%) berpengetahuan sangat baik. Kesimpulan pengabdian kepada Masyarakat ini sangat efektif meningkatkan pengetahuan Masyarakat di Perumahan Pare terhadap penyakit hipertensi terutama perawatannya.