Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENANAMAN DAUN SEMBUNG RAMBAT (MAKANIA MICRANTHA) SEBAGAI TERAPI AWAL ANTI DIARE DI DESA JAPAN, MAGELANG, JAWATENGAH Aslam, Muhammad Muzhil; Ayuningrum, Lia Dian; Fitroh, Astri Nur; Aryanti, Atiqah Fitri
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL BERDAYA MANDIRI (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbm.v5i2.4306

Abstract

Diarrhea is a disease caused by environmental factors, knowledge factors and behavioral factors that cause changes in the volume, density and frequency of excretion of feces. The prevalence of diarrhea in Indonesia is very high, especially in children. Sembung vines (mikania micrantha) is a plant that contains secondary metabolites, one of which is a flavonoid which can be used as a medicine for diarrhea. This activity is carried out by lecture and practice methods. The purpose of community service activities is to increase knowledge about vines, their use as a medicine for diarrhea and skills in planting vines. The activity was carried out in Jetis and Prambanan Hamlets, Japan Village, Magelang, Central Java. The activity was attended by 20 Kelompok Wanita Tani . From the results of the evaluation, there was an increase in knowledge and interest in cultivating vines Keywords: Sembung Rambat leaves, therapy, anti-diarrhea
Pelatihan Menu Sehat Ibu Hamil dan Balita dengan Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Korowelanganyar Kendal Ayuningrum, Lia Dian; Muslihah, Tika; Kholifatun, Nur; Noviantoro, Alfajari
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16486

Abstract

Background: Pemanfaatan pangan lokal yang kaya nutrisi serta intervensi edukatif merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan asupan gizi dan mencegah stunting. Mengonsumsi ikan ini secara teratur mendukung perkembangan otak anak, pembentukan tulang, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bayam hijau memiliki kandungan zat besi tinggi yang dimana dapat meningkatkan kadar hemoglobin khususnya pada ibu Hamill. Ikan barakuda berperan penting dalam pencegahan stunting anak dengan membuat inovasi menu untuk pemberian MPASI. Tujuan kegiatan ini adalah menambah pengetahuan ibu yang memiliki balita dan ibu hamil dalam modifikasi dan variasi bahan pangan lokal serta pemenuhan nutrisi bagi balita maupun ibu hamil. Metode: Metode pelatihan ini melalui beberapa tahap yaitu Persiapan kegiatan, Penjelasan maksud dan tujuan, Pre-test, Edukasi, Praktik pengolahan, feedback dan Evaluasi akhir. Hasil: Pelatihan ini memperkenalkan inovasi menu seperti rolade dan nuget tempe ikan barakuda dan bolu bayam.  Pada pemanfaatan bahan pangan lokal dalam menu ibu hamil dan ibu balita sebagai upaya pencegahan stunting dinilai memiliki keanekaragaman yang tinggi, sehingga dapat memperkaya pilihan makanan pendamping ASI dan menu hamil serta dapat memastikan makanan yang dihasilkan lebih sehat dan nutrisi lebih terjaga untuk anak. Kesimpulan: Program ini berperan penting dalam mempromosikan pemanfaatan bahan pangan lokal yang terjangkau, sehingga diharapkan dapat berkontribusi menurunkan angka stunting di masyarakat.
REBANA (REMAJA BEBAS STUNTING DAN ANEMIA; PENYULUHAN KESEHATAN REMAJA DAN PERSIAPAN BEREPRODUKSI DI DUSUN BLABAK, KALURAHAN TRIWIDADI Mulyana, Yunia Putri; Syafeti, Fina; Indrianasari, Silvia; Nurfajrillah, Trisna; Ariyani, Antika Indah; Pramesti, Niken Dwi; Wijayanti, Indah; Ayuningrum, Lia Dian
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 04 (2025): JULI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa remaja akan ditandai dengan pertumbuhan serta perkembangan yang berupa perubahan fisik dan pisikis maupun sosial. Pada masa remaja kebutuhan nutrisi akan meningkat, sehingga status gizi pada remaja sangat menentukan kualitas kesehatan dan produktivitas untuk masa depan Anemia yang tidak ditangani dapat mengakibatkan penuruanan prestasi sekolah melalui keterlambatan perkembangan serta gangguan perilaku (penurunan aktivitas motorik, interaksi sosial, dan perhatian terhadap tugas), mengganggu produktivitas dalam kehidupan dewasa, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai Kesehatan dan mempersiapkan remaja bereproduksi. Kegiatan penyuluhan berjalan lancar dengan dihadiri 15 remaja dusun Blabak. Acara dimulai dengan pemeriksaan hemoglobin, pemaparan materi posyandu remaja, penayangan video edukasi, diskusi dan pengisian pre-post test. Peserta terlihat sangat antusias dibuktikan dengan banyaknya peserta bertanya. Hasil pre test dari 15 orang remaja mendapatkan rata-rata nilai 6,33 dan hasil post test mendapatkan rata-rata nilai 9,26, artinya terdapat kenaikan pengetahuan sebesar 29,3%.
Penyuluhan Bahaya Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Di Pondok Pesantren Al-Imdad Kab. Bantul Izhara, Fatimah; Purwanti, Eka; Marera, Gantari Inggit; Latar, Nurfika; Putri , Silvia Rizki Syah; Fatimatasari; Ayuningrum, Lia Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i2.540

Abstract

Sexual behavior can be defined as a form of behavior driven by sexual desire either with the opposite sex or the same sex. Premarital sex is basically a sexual activity carried out by individuals with other people before marriage. Lack of adolescent knowledge of reproductive knowledge also occurs due to the influence of social media which provides inaccurate and incorrect information is one of the causes. The impact of problems arising from lack of knowledge of reproductive health is Unwanted Pregnancy (KTD), abortion, and early marriage, STIs or STDs and HIV / AIDS. This community service activity aims to increase adolescent knowledge about premarital sex and its impacts and prevention efforts for adolescent girls at the Al-Imdad Islamic Boarding School, Pajangan District, Bantul Regency. The method of this activity includes planning, programming, implementation, socialization and evaluation. The results of this activity show that there is an increase in adolescent knowledge about the dangers of premarital sexual behavior by giving quizzes before and after being given material to measure their level of knowledge.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN PENANAMAN DAUN SEMBUNG RAMBAT (MAKANIA MICRANTHA) SEBAGAI TERAPI AWAL ANTI DIARE DI DESA JAPAN, MAGELANG, JAWATENGAH Aslam, Muhammad Muzhil; Ayuningrum, Lia Dian; Fitroh, Astri Nur; Aryanti, Atiqah Fitri
Jurnal Berdaya Mandiri Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL BERDAYA MANDIRI (JBM)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jbm.v5i2.4306

Abstract

Diarrhea is a disease caused by environmental factors, knowledge factors and behavioral factors that cause changes in the volume, density and frequency of excretion of feces. The prevalence of diarrhea in Indonesia is very high, especially in children. Sembung vines (mikania micrantha) is a plant that contains secondary metabolites, one of which is a flavonoid which can be used as a medicine for diarrhea. This activity is carried out by lecture and practice methods. The purpose of community service activities is to increase knowledge about vines, their use as a medicine for diarrhea and skills in planting vines. The activity was carried out in Jetis and Prambanan Hamlets, Japan Village, Magelang, Central Java. The activity was attended by 20 Kelompok Wanita Tani . From the results of the evaluation, there was an increase in knowledge and interest in cultivating vines Keywords: Sembung Rambat leaves, therapy, anti-diarrhea
Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Berhubungan dengan Perkembangan Balita Usia 3-5 Tahun Rahayu, Mirna; Pratiwi, Arantika Meidya; Subarto, Claudia Banowati; Ayuningrum, Lia Dian; Lestari, Prasetya; Nurhayati, Eka
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i2.15775

Abstract

Perkembangan anak di Indonesia masih menjadi perhatian yang cukup serius. Berdasarkan data UNICEF, Indonesia menempati urutan ketiga dengan jumlah anak yang mengalami gangguan perkembangan terbanyak, setelah Thailand dan Argentina. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2019 melaporkan angka keterlambatan anak di Indonesia sebesar 5-10%.  Data Riskesdas 2018 didapatkan hasil bahwa 39,9% anak usia 36-59 bulan mengalami perkembangan yang meragukan. Salah satu hal yang menyebabkan gangguan perkembangan anak adalah stimulasi. Ibu sebagai individu terdekat anak, menjadi penentu keberhasilan pemberian stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan balita usia 3-5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita usia 3-5 tahun dan balita yang berusia 3-5 tahun di wilayah kerja puskesmas Gamping I Yogyakarta.  Jumlah sampel sebanyak 103 responden diambil dengan cluster random sampling. Instrument yang digunakan kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan KPSP. Hubungan kedua variabel dianalisis menggunakan uji kendall’s tau dengan hasil nilai p-value (0,000)<0,05 dengan nilai keeratan hubungan 0,460 yang artinya cukup. Hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang stimulasi dengan perkembangan balita usia 3-5 tahun
Does nutritional status influence early child development? Evidance from infants in Bantul, Yogyakarta, Indonesia Putri, Adelia Kholila; Ayuningrum, Lia Dian; Aryani, Farida; Arifin, Siti Roshaidai Mohd
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 6, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(6).483-492

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Perkembangan anak usia 1-24 bulan sangat dipengaruhi oleh status gizi. Kekurangan gizi dapat menghambat pertumbuhan fisik, kognitif, serta meningkatkan risiko stunting. Data WHO pada tahun 2024 mencatat 23,2% anak di bawah 5 tahun mengalami stunting. Sementara itu, laporan Survei Status Gizi Indonesia menunjukkan prevalensi 19,8% pada tahun 2024. Dinas Kesehatan Bantul mencatat 7,01% balita mengalami stunting pada Juni 2024, Puskesmas Srandakan tercatat prevalensi tertinggi yaitu 13,94%.Tujuan: Mengetahui hubungan status gizi terhadap perkembangan anak usia 1-24 bulan.Metode: Penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan di posyandu wilayah kerja Puskesmas Srandakan pada 14 Mei–11 Juni 2025. Sebanyak 104 anak usia 1–24 bulan dipilih melalui cluster random sampling. Status gizi diukur dengan antropometri dan perkembangan anak menggunakan KPSP. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank.Hasil: Mayoritas anak memiliki status gizi baik (83,7%) dan perkembangan yang sesuai (68,3%). Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan anak dengan nilai p = 0,976.Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dan perkembangan anak usia 1–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Srandakan, Bantul. Meskipun sebagian besar anak bergizi normal, variasi perkembangan tetap ditemukan pada semua kelompok gizi. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain—seperti stimulasi, praktik pengasuhan, dan lingkungan psikososial—juga berperan penting. Oleh karena itu, peningkatan perkembangan anak perlu mengintegrasikan intervensi gizi dengan edukasi pengasuhan dan stimulasi yang lebih terarah. KATA KUNCI: baduta; perkembangan anak; status gizi; stunting                                                                                                                                                                                    ABSTRACTBackground: The development of children aged 1-24 months is significantly influenced by nutritional status. Malnutrition can inhibit physical and cognitive growth, and increase the risk of stunting. WHO data in 2024 recorded 23.2% of children under 5 years old experiencing stunting. Meanwhile, the Indonesian Nutritional Status Survey report showed a prevalence of 19.8% in 2024. The Bantul Health Office recorded 7.01% of toddlers experiencing stunting in June 2024, while the Srandakan Community Health Center recorded the highest prevalence at 13.94%.Objective: To determine the relationship between nutritional status and the development of children aged 1-24 months.Method: This analytical survey with a cross-sectional design was conducted at the integrated health service post (posyandu) in the working area of the Srandakan Community Health Center. Total of 104 children aged 1-24 months were selected through cluster random sampling. Nutritional status was measured using anthropometry and child development using the KPSP. Data analysis used the Spearman Rank correlation test.Results: The majority of children had good nutritional status (83.7%) and appropriate development (68.3%). Statistical analysis using the Spearman Rank test showed no significant relationship between nutritional status and child development with a p-value of 0.976.Conclusion: This study shows no significant relationship between nutritional status and development in children aged 1–24 months in the Srandakan Community Health Center (Puskesmas) area, Bantul. Although most children had normal nutrition, developmental variations were found across all nutrition groups. These findings indicate that other factors—such as stimulation, parenting practices, and the psychosocial environment—also play a significant role. Therefore, improving child development requires integrating nutritional interventions with more targeted parenting education and stimulation. KEYWORD: child development; infant; nutritional status; stunting  Article submitted on August 05, 2025; Articles revised on September 11, 2025; Articles received on November 20, 2025; Articles available online on November 28, 2025
EDUKASI PARENTING DALAM MENANGANI STRES PADA ANAK USIA DINI: PENGUATAN PERAN ORANG TUA DI LINGKUNGAN KELUARGA Ayuningrum, Lia Dian; Putri, Silvia Rizki Syah; Fadilasa, Alifa Risda; Yendena, Nelli; Izzaha, Dewi Humairo Nailatul; Fajriyani, Ramadini Agusti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33243

Abstract

Abstrak: Masa usia dini merupakan periode krusial dalam perkembangan anak, khususnya dalam aspek mental dan emosional. Salah satu faktor yang dapat menghambat perkembangan tersebut adalah stres yang tidak tertangani dengan baik. Pola asuh yang kurang tepat, konflik keluarga, serta kurangnya pemenuhan kebutuhan emosional anak menjadi pemicu utama gangguan stres. Oleh karena itu, peran keluarga, khususnya orang tua, sangat penting dalam mengenali dan menangani stres pada anak usia dini. Edukasi parenting menjadi sangat penting sebagai upaya preventif bagi orangtua sebagai penguatan peran keluarga dalam menangani stres pada anak usia dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mengenali, merespons, dan mengelola stres anak secara tepat melalui pendekatan edukatif-partisipatif. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2025 di TK Dharma Bakti IV, Kasihan, Bantul, dengan melibatkan 37 ibu dari siswa TK. Edukasi diberikan dalam bentuk penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi studi kasus. Hasil pre-test menunjukkan 27% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang stres pada anak usia dini, yang kemudian meningkat menjadi 95% pada post-test. Hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman orang tua. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa edukasi parenting mampu memperkuat peran keluarga dalam mendukung kesehatan mental anak usia dini melalui pengasuhan yang lebih responsif dan suportif.Abstract: Early childhood is a crucial period in a child's development, particularly in terms of mental and emotional aspects. One factor that can hinder this development is stress that is not properly managed. Inappropriate parenting styles, family conflicts, and the failure to meet a child's emotional needs are the primary triggers of stress-related disorders. Therefore, the role of the family, particularly parents, is crucial in recognizing and addressing stress in young children. Parenting education is vital as a preventive measure for parents to strengthen the family's role in managing stress in young children. The aim of this activity is to enhance parents' knowledge and skills in recognizing, responding to, and managing children's stress appropriately through an educational-participatory approach. The activity was conducted on February 28, 2025, at Dharma Bakti IV Kindergarten, Kasihan, Bantul, involving 37 mothers of kindergarten students. Education was provided in the form of lectures, interactive discussions, and case study simulations. Pre-test results showed that 27% of participants had good knowledge about stress in young children, which increased to 95% in the post-test. These results indicate a significant improvement in parents' understanding. This community service activity demonstrates that parenting education can strengthen the family's role in supporting the mental health of young children through more responsive and supportive care.
PENGUATAN LITERASI GIZI LANSIA MELALUI INOVASI PANGAN FUNGSIONAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS Ayuningrum, Lia Dian; Anggraeni, Dewi; Nisa, Choirul; Nisa, Khoirun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34864

Abstract

Abstrak: Hipertensi dan Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit degenerative dengan prevalensi yang terus meningkat dan menjadi tantangan dalam kesehatan masyarakat terutama pada lansia. Beberapa faktor resiko yang berkontribusi terhadap kondisi ini meliputi keterbatasan pemahaman gizi, kebiasaan konsumsi pangan cenderung tinggi gula, garam, dan lemak, serta keterbatasan inovasi pangan fungsional di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia terkait pencegahan serta pengendalian hipertensi dan diabetes mellitus melalui integrasi edukasi literasi gizi dengan inovasi pangan fungsional alternative camilan sehat Puding Sedot JoJa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8 September 2025 di Boja, Kendal dengan melibatkan 33 peserta dari kelompok lansia di dusun tersebut serta kader kesehatan. Edukasi diberikan dalam bentuk penyuluhan, diskusi interaktif, serta demo masak pembuatan produk puding sedot. Hasil pre-test menunjukkan hanya 30% peserta memiliki pengetahuan yang baik mengenai pencegahan hipertensi dan diabetes, sedangkan hasil post-test meningkat signifikan menjadi 90%. Hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman lansia. Selain itu, respon peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menerima Puding Sedot JoJa sebagai pangan fungsional alternative camilan sehat yang praktis, bergizi tinggi, dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini membuktikan bahwa integerasi literasi gizi dengan inovasi pangan fungsional mampu memperkuat kesadaran dan perilaku masyarakat dalam mencegah hipertensi dan diabetes mellitus. Abstract: Hypertension and diabetes mellitus are degenerative diseases with an increasing prevalence, posing a challenge to public health, especially among the elderly. Several risk factors contribute to these conditions, including limited understanding of nutrition, dietary habits that tend to be high in sugar, salt, and fat, and limited innovation in functional foods in the community. This community service activity aims to improve the elderly's understanding of the prevention and control of hypertension and diabetes mellitus through the integration of nutrition literacy education with functional food innovation in the form of a healthy snack alternative, JoJa Pudding. The activity was held on September 8, 2025, at the Nglarangan Hamlet Health Center, Blimbing, Boja, Kendal, involving 33 participants from the elderly group in the hamlet and health cadres. Education was provided in the form of counseling, interactive discussions, and cooking demonstrations on how to make pudding. Pre-test results showed that only 30% of participants had good knowledge about hypertension and diabetes prevention, while post-test results increased significantly to 90%. These results indicate a significant improvement in the elderly's understanding. In addition, participants' responses showed high enthusiasm in accepting JoJa Suckable Pudding as a functional food alternative to healthy snacks that are practical, highly nutritious, and easy to apply in everyday life. This community service activity proves that the integration of nutrition literacy with functional food innovation can strengthen public awareness and behavior in preventing hypertension and diabetes mellitus.