Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISA PERHITUNGAN REHAB JALAN M.SOHOR MENGGUNAKAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) Simamora, Herberto Yeremia; Widodo, Slamet; ., Said
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.16158

Abstract

Perkembangan lalu lintas dan pertumbuhan penduduk di Kota Pontianak sangatlah pesat . Dari data Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Barat laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Kota Pontianak sebesar 16,93 % per tahun.  Hal itu pun berpengaruh terhadap Kua litas  dan Kuantitas jalan di Kota Pontianak, sehingga perlu diadakan peningkatan kualitas jalan salah satunya menggunakan Perkerasan Kaku atau dikenal dengan Rigid Pavement. Landasan teori dalam penelitian ini menggunakan metoda Bina Marga 2003. Adapun cara pengumpulan data primer yaitu pengambilan data CBR menggunakan metoda DCP, sedangkan pengumpulan data sekunder diambil dari Dinas Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga Kota Pontianak dalam hal ini proyek perehaban jalan M.Sohor dan Direktorat Samsat Polda Kalbar dalam hal ini Data pertumbuhan kendaraan bermotor. Dalam penelitian ini untuk perkerasan kaku umur rencana 20 tahun dengan laju pertumbuhan lalu lintas di Kota Pontianak sebesar 16,93 % terdapat 74.433 truk 2 as/tahun dengan berat 13 ton yang akan melewati Jalan M.Sohor,dan didapat   ketebalan pelat 16 cm dengan mutu beton K-350. Untuk perkerasan kaku umur rencana 30 tahun dengan laju pertumbuhan lalu lintas di Kota Pontianak sebesar 16,93 % terdapat 368.126 truk 2 as/tahun dengan berat total 13 ton yang akan melewati Jalan M.Sohor,dan  didapat ketebalan pelat sebesar 17 cm dengan mutu beton K-350. Untuk perkerasan kaku umur rencana 40 tahun dengan laju pertumbuhan lalu lintas di Kota Pontianak sebesar 16,93% terdapat 1.773.121 truk 2as/tahun dengan berat total 13 ton yang akan melewati Jalan M.Sohor,dan  didapat ketebalan pelat sebesar 18 cm dengan mutu beton K-350. Untuk perencanaan sambungan melintang umur rencana 20,30,dan 40 tahun digunakan dowel dengan diameter 20 mm, panjang 450 mm dan jarak 450 mm.Peneltian ini diharapkan dapat memberikan gambaran untuk perencanaan perkerasan kaku untuk dilaksanakan pada daerah Kota Pontianak.
ANALISA DAMPAK ANGKUTAN PETI KEMAS TERHADAP ARUS LALU LINTAS DI KOTA PONTIANAK ., Kurniawati; Erwan, Komala; ., Said
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan ketetapan Peraturan Walikota Pontianak Nomor 36 Tahun 2013 Tentang Ketentuan pengoperasian kendaraan Bermotor dalam wilayah Kota Pontianak menetapkan Lintasan dapat diketahui daftar jalan yang diperbolehkan /diizinkan dilewati jenis kendaraan angkutan barang truk head dengan kereta gandengan panjang 40 feet, yang memiliki muatan sumbu terberat (MST) maksimal 8 ( Delapan) Ton . Penelitian ini menyajikan pengaruh angkutan peti kemas terhadap arus lalu lintas pada ruas jalan Pak Kasih – Tanjungpura – Imam Bonjol – Adisucipto dan dilakukan selama empat hari  dari jam 06.00 – 18.00 WIB. Parameter yang dianalisa berupa data volume lalu lintas, hambatan samping serta geometrik jalan pada ruas jalan yang diteliti. Kemudian dari data tersebut dilakukan analisa pengaruh angkutan peti kemas terhadap derajat kejenuhannya dalam dua periode yaitu periode 1 jam dan 15 menit. Hasil penelitian tersebut yaitu 1) Tingkat pelayanan kinerja jalan sebagai akibat  pengaruh angkutan peti kemas yang melintas tidak mengalami penurunan secara signifikan terhadap tingkat pelayanan jalan tersebut dimana jalan Pak Kasih yaitu Tingkat A, jalan Tanjungpura yaitu Tingkatan B, jalan Imam Bonjol yaitu Tingkat A dan jalan Adisucipto yaitu tingkat A. 2) Berdasarkan analisa data tentang pengaruh volume angkutan peti kemas terhadap arus lalu lintas untuk periode 1 jam di Kota Pontianak tidak terlalu besar,hal ini dapat terlihat yaitu Derajat kejenuhan pada jalan Pak kasih dari adanya angkutan peti kemas sebesar 0,319 dan tidak adanya angkutan peti kemas menjadi 0.316, Derajat kejenuhan pada jalan Tanjungpura dari adanya angkutan peti kemas sebesar 0,564 dan tidak adanya angkutan peti kemas menjadi 0,559, Derajat kejenuhan pada jalan Imam Bonjol dari adanya angkutan peti kemas sebesar 0,370 dan tidak adanya angkutan peti kemas menjadi 0,366, Derajat kejenuhan pada jalan Adisucipto dari adanya angkutan peti kemas sebesar 0,350 dan tidak adanya angkutan peti kemas menjadi 0,347 sedangkan dari hasil perhitungan analisa derajat kejenuhan jalan dalam periode 15 menit di kota Pontianak maka dapat diketahui pengaruh angkutan peti kemas yaitu derajat kejenuhan  pada jalan Pak kasih dari kondisi tanpa 0,24078 serta kondisi maksimal angkutan peti kemas sebesar 0,24972, derajat kejenuhan  pada jalan Pak Tanjungpura dari kondisi tanpa angkutan peti kemas 0,52990 serta kondisi maksimal angkutan peti kemas sebesar 0,37992. Derajat kejenuhan  pada jalan Imam Bonjol dari kondisi tanpa angkutan peti kemas sebesar 0,33432 serta kondisi maksimal angkutan peti kemas sebesar 447 smp/15menit dan 0,30302. Penyebab DS yang tidak signifikan menunjukkan pengaruh truk peti kemas terhadap arus lalu lintas yang tidak berpengaruh besar tehadap kinerja jalan yang ditinjau.   Kata Kunci : Angkutan Peti kemas, Pengaruh, Derajat kejenuhan, Tingkat Pelayanan
KINERJA BUNDARAN BERSINYAL DIGULIS KOTA PONTIANAK Said .; Siti Mayuni; Eti Sulandari
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.313 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i1.2151.%p

Abstract

Abstract Fully signalized roundabout must meet design criteria which are very different compared to the recommended design for unsignalized roundabout. When traffic flow increases, there is greater probability that traffic queue to occure, that will decrease the operation level of the roundabout and reduce the intersection capacity. In the case of the Digulis Signalized Roundabout, in Pontianak City, the high traffic volume causes problems, at the roundabout and particularly at the signalized intersection. At the roundabout, in C-D weaving direction, the degree of saturation reaches 0,933, while at signalized intersection, at leg A, major traffic direction, Ahmad Yani street, the degree saturation reaches 0,841, which causes long queues, with the length of 148 meters for leg A and 128 meters for leg B. The delay occured is 13.73 pcu.sec 10,64 pcu.sec, at directions A and B, respectively. Keywords: signalized roundabout, degree of saturation, delay, queue  Abstrak Bundaran dengan pengaturan sinyal penuh harus memenuhi desain yang akan sangat berbeda dibandingkan dengan desain yang direkomendasikan untuk bundaran tanpa sinyal. Ketika arus lalulintas meningkat, semakin besar kemungkinan terjadinya antrean kendaraan yang akan menurunkan tingkat operasi bundaran dan akan menurunkan kapasitas persimpangan. Pada kasus Bundaran Bersinyal Digulis, tingginya volume lalulintas menyebabkan terjadinya permasalahan, baik pada bundaran dan pada simpang bersinyalnya. Pada bundaran, pada arah weaving C-D, derajat kejenuhan mencapai 0,933, sedangkan pada simpang bersinyal, pada lengan A, lengan mayor, Jalan Ahmad Yani, derajat kejenuhan mencapai 0,841, yang mengakibatkan antrean sepanjang 148 meter untuk lengan A dan 128 meter untuk lengan B. Tundaan yang terjadi sebesar 13,73 smp.detik pada arah A dan 10,64 smp.detik pada arah B. Kata-kata kunci: bundaran bersinyal, derajat kejenuhan, tundaan, antrean
Improving Network Competence and Personal Branding to Enhance Competitiveness and Work Readiness of TKJ Students at Bina Putra Mandiri Vocational School Permana, Iman; Rifa'I, Anwar; ., Said
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2025): Collaboration for Accelerated Community Achievement
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v8i2.597

Abstract

This community service program aims to enhance the competencies of students majoring in Computer and Network Engineering (TKJ) at SMK Bina Putra Mandiri, Bogor, by strengthening both technical skills and soft skills. The two main challenges faced by students are the limited availability of network practice facilities and their low ability to build personal branding. The lack of essential equipment such as MikroTik routers and unmanaged switches restricts students’ access to hands-on practice, which is crucial for job readiness. In addition, the lack of awareness and ability to build a professional self-image also becomes a barrier to graduate competitiveness. This program offers an integrated solution by providing project-based training on network configuration and cybersecurity simulation, as well as training on CV writing, digital portfolio creation, and LinkedIn utilization. The training is conducted in a participatory manner by involving teachers as co-trainers to ensure sustainability. The results of the program, which involved 30 students, show a significant improvement in students’ understanding and technical skills in network configuration. The activity successfully achieved its main objectives, with the average network test score increasing from 55 to 82 after the training. Additionally, 90% of students successfully created professional and verified LinkedIn accounts, while more than 70% demonstrated a significant improvement in oral communication skills as an initial step toward building personal branding.