Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KLASIFIKASI SUBSTRAT DASAR HABITAT BENTIK MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL-2 DI PULAU DENAWAN KABUPATEN KOTABARU Risman, Risman; Syahdan, Muhammad; Tony, Frans
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11811

Abstract

Habitat bentik pada perairan dangkal di daerah tropis didominasi oleh substrat lumpur, pasir, pecahan karang, batu, alga, karang mati, karang lunak, karang keras dan lamun. Beberapa fungsi habitat bentik diantaranya sebagai tempat mencari makan, bertelur dan berpijah biota laut, pelindung pantai dari gelombang, menyerap karbon, serta sebagai tempat pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan klasifikasi substrat dasar habitat bentik di Pulau Denawan mengguanakan data citra Sentinel-2B dengan metode Object Based Image Analysis dan data lapangan berupa persentase tutupan substrat dasar menggunakan metode Rapid Reef Inventory yang diklasifikasikan dengan metode Agglomerative Hierarchical Clustering. Hasil penelitian menunjukan terdapat 4 kelas dominan penyususn habitat bentik di Pulau Denawan yaitu kelas campuran (rubble, sand dan dead coral alga) dengan luasan 20,49 Ha; makro alga 7,53 Ha; dead coral 7,23 Ha; hard coral 23,53 Ha. Nilai total akurasi yang dihasilkan yaitu 90,48%.
ESTIMASI SERAPAN GAS CO2 TERHADAP TUTUPAN LAHAN MANGROVE MENGGUNAKAN DATA PENGINDERAAN JAUH DI WILAYAH PT ARUTMIN TAMBANG KINTAP DESA MEKARSARI KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Khadafi, Faraluna Putri; Syahdan, Muhammad; Tony, Frans
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i1.11807

Abstract

Keberadaan ekosistem mangrove di wilayah penelitian berkontribusi sebagai penyerap dan penyimpan karbon (C) terutama dalam menyerap CO2 dalam upaya mitigasi perubahan iklim (global climate change). Untuk mengetahui tutupan luas lahan mangrove pada suatu wilayah dapat dilakukan dengan mengidentifikasi tutupan lahan mangrove menggunakan teknologi penginderaan jauh, sehingga memberikan kemudahan dalam pemantauan tutupan lahan dan perhitungan kemampuan penyerapan gas CO2 di atmosfer. Perhitungan serapan gas CO2 di wilayah penelitian memiliki hasil rata-rata sebesar 2,1913 ton CO2/ha dengan kisaran nilai antara 0,35 ton/ha – 7,59 ton/ha, nilai tersebut di kalikan dengan luas tutupan lahan mangrove yang sebelumnya telah dihitung menggunakan citra SPOT 7 PMS ORT, sehingga dapat diketahui kemampuan luas tutupan mangrove terhadap penyerapan CO2 di wilayah penelitian yaitu sebesar 28,9254 ton CO2/ha dengan luas tutupan lahan ekosistem mangrove yaitu 13,2 ha, hasil estimasi serapan gas CO2 di wilayah penelitian tersebut dikategorikan tergolong baik, sehingga pada ekosistem mangrove di lokasi penelitian mampu berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim global (global climate change).
KELIMPAHAN JENIS FITOPLANKTON PADA SAAT SURUT DI PERAIRAN ESTUARI KUSAN KABUPATEN TANAH BUMBU Normalasari, Normalasari; Hamdani, Hamdani; Tony, Frans
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v5i2.11797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui jenis dan kelimpahan fitoplankton pada saat surut di perairan estuari Kusan, Menganalisis simiralitas jenis dan kelimpahan fitoplankton antar kelompok stasiun berdasarkan posisi geografis di lingkungan Perairan estuari Kusan, Mengetahui nilai parameter kualitas air, suhu, kecerahan, salinitas, DO, pH, nitrat dan fosfat di Perairan estuari Kusan, Menganalisis hubungan kelimpahan jenis fitoplankton dan kualitas air. Penelitian dilakukan di daerah Perairan Estuari Kusan Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Pengambilan sampel fitoplankton dengan cara mengambil sampel air pada fase awal dan fase akhir menggunakan ember berukuran 10liter sebanyak 10 kali pengulangan, kemudian di tuangkan ke dalam plankton net yang berukuran 25 mikrometer dengan tujuan menyaring fitoplankton. Air yang sudah disaring menggunakan plankton net, dimasukkan ke dalam botol sampel fitoplankton (50 ml) kemudian tetesi dengan lugol sebanyak 1 tetes ke dalam dengan tujuan untuk mengawetkan sampel fitoplankton. Dari hasil penelitian ini ditemukan 43 jenis fitoplankton dengan kelimpahan fitoplankton di perairan Estuari Kusan pada fase awal berkisar antara 300 sel/l – 1160 sel/l. dan pada fase akhir surut berkisar antara 1580 sel/l – 3090 sel/l, Kesamaan jenis antar zona pada fase awal surut dan fase akhir surut terbagi menjadi 2 kelompok, Kondisi parameter di perairan estuari Kusan berada dalam kisaran normal untuk pertumbuhan fitoplankton, Berdasarkan korelasi antara kelimpahan fitoplankton dengan Kualitas air pada fase awal surut dan fase akhir surut menghasilkan nilai positif dan nilai negatif.
ANALISIS INDEKS KESESUAIAN WISATA DAN DAYA DUKUNG KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DI DESA PAGATAN BESAR KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Syafira, Az Zahra Khusnul; Tony, Frans; Lestarina, Putri Mudhlika
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v6i2.11812

Abstract

Desa Pagatan Besar adalah Desa yang terletak di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Pagatan Besar memiliki kawasan ekosistem mangrove yang tersebar sepanjang pesisir dan telah dikembangkan menjadi sebuah kawasan Ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan Daya Dukung Kawasan (DDK) Ekowisata Mangrove Desa Pagatan Besar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2022 hingga Mei 2022. Penentuan lokasi sampling yaitu menggunakan metode purposive sampling dengan 3 stasiun pengamatan dan 3 sub-stasiun. Pengambilan data berupa data vegetasi mangrove (meliputi jenis mangrove, ketebalan mangrove dan kerapatan mangrove), data kualitas air (meliputi Suhu, pH dan Salinitas), data pasang surut dan data aksesbilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ekowisata Mangrove Desa Pagatan Besar memiliki nilai Indeks Kesesuaian Wisata sebesar 79.31% pada stasiun 1, 83.91% pada stasiun 2 dan 74.71% pada stasiun 3. Rata-rata dari total nilai Indeks Kesesuaian Wisata pada ketiga stasiun tersebut adalah 79.31% dan termasuk kedalam kategori Sangat Sesuai (S1). Sedangkan Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove di Desa Pagatan Besar memiliki nilai total 339 Orang dengan luas area yang bisa dimanfaatkan sebesar 1.293m2 sehingga Ekowisata Mangrove Desa Pagatan Besar masih dapat menampung pengunjung lebih banyak lagi dengan tetap menjaga kelestarian alam
ANALISIS KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN BIVALVIA SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP KERAPATAN MANGROVE DI PESISIR DESA TABANIO KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ambarwati, Indah Widya; Tony, Frans; Yuliyanto, Yuliyanto
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v7i2.11832

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Pesisir Desa Tabanio Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji kelimpahan dan keanekaragaman bivalvia serta hubungannya dengan kerapatan mangrove di lokasi penelitian tersebut. Kelimpahan bivalvia berbeda di tiga stasiun dengan indeks keanekaragaman sedang. Jenis bivalvia termasuk Glauconome virens, Anadara granosa, Pharella acutidens, Placamen chloroticum, Anadara ehrenbergi, dan Paphia amabilis. Kerapatan mangrove juga berbeda di tiga stasiun, dengan tingkat kerapatan sangat padat, sedang, dan jarang. Jenis mangrove mencakup Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Nypa fruiticans, Sonneratia alba, dan Sonneratia caseolaris. Hubungan antara kelimpahan bivalvia dan kerapatan mangrove memiliki koefisien korelasi rendah (r = 0,3648).
Optimizing The Community Role In The PBPH ULM Mangrove Area by Creating A Demonstration Plot For Soft Shell Crab Cultivation Using Recirculating Aquaculture System Method: Optimalisasi Peran Masyarakat Di Kawasan Mangrove PBPH ULM Melalui Pembuatan Demplot Usaha Budidaya Kepiting Soka Dengan Metode Recirculating Aquaculture System Frans Tony; Indira Fitriliyani; Yuliyanto; Bahruddin Yusuf
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 1 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The program to create environmentally friendly and sustainable soka crab cultivation demonstration plots is a strategic step to increase the capacity of coastal communities in Kotabaru Regency. The application of the RAS (Recirculating Aquaculture System) method using a vertical crab house allows for efficient use of resources and better waste management. This community service activity is directed towards these interests through the Forest Utilization Business Permit Commitment Approval Letter (PBPH) for Lambung Mangkurat University (ULM). The implementation method is divided into five main stages which are carried out systematically and sequentially, namely preparation, implementation, and reporting. The results of the activity have a positive impact on the people of Teluk Tamiang Village and fishermen in Kotabaru Regency in improving their standard of living and economic welfare. Based on the results of the evaluation that has been carried out, it is recommended to continue coaching and mentoring, as well as expanding the scope of the demonstration plot to other groups or villages that have the same potential. In addition, further studies are needed regarding the optimization of the use of the RAS method using a vertical crab house as a medium for soka crab cultivation.
Budidaya Kepiting Soka Sistem RAS (Recirculating Aquaculture System) di Desa Tanjung Seloka Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru: Indonesia Iskandar, Rina; Tony, Frans; Aminah, Aminah; Kisworo, Yulius
Jurnal Abdimas Madani dan Lestari (JAMALI) Volume 08, Issue 1, Maret 2026
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jamali.vol8.iss1.art12

Abstract

Tanjung Seloka Village in Kotabaru Regency has significant coastal resource potential, particularly in the aquaculture sector, with its superior commodity, soft-shelled crab, which has high economic value and stable market demand both domestically and internationally. This Community Service activity aims to improve the community's knowledge and skills in applying Recirculating Aquaculture System (RAS) technology to soft-shelled crab cultivation. The results of the activity indicate an increase in community understanding of the RAS system concept, the function of tools and materials, the benefits of implementing the technology, and the importance of water quality management in the cultivation process. In addition, the community's technical skills have also developed, particularly in preparing cultivation facilities, operating the RAS system, and carrying out maintenance during the soft-shelled crab cultivation process. This capacity increase indicates that RAS technology can be understood and implemented by the community as an alternative, more efficient and environmentally friendly cultivation innovation. The implication of this activity is the opening of opportunities for developing a sustainable technology-based soft-shelled crab cultivation business, which has the potential to increase productivity, expand business opportunities, and support the improvement of the welfare of the coastal community of Tanjung Seloka Village.