Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penggunaan Limbah Kotoran Sapi Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pupuk Organik Cair Sri Hartatik; Slameto Slameto; Mohammad Ubaidillah; Parawita Dewanti; Abdul Jalil
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jpmi.v9i1.655

Abstract

Desa Purwoasri kecamatan Gumukmas kabupaten Jember memiliki luas wilayah sebesar 3092,34 km2. Sebagian besar penduduk memiliki mata pencaharian sebagai petani dan peternak. Pemenuhan kebutuhan pupuk bagi petani desa Purwoasri Gumukmas sering terkendala oleh langkanya ketersediaan pupuk pada waktu diperlukan. Di sisi lain, limbah kotoran sapi menumpuk karena tidak termanfaatkan dan dapat menjadi penyebab utama polusi lingkungan. Dengan demikian upaya pemahaman dan peningkatan kemampuan petani dalam memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik melalui penyuluhan dan pelatihan merupakan satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di desa Purwoasri. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan melalui kerja sama antara peneliti, mahasiswa KKN dan PPL kecamatan Gumukmas. Pembuatan pupuk organic cair (POC) dilakukan dengan bahan dasar kotoran sapi yang dicampur dengan bahan lainnya. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa petani desa Wonoasri sangat antusias untuk membuat POC dari limbah kotoran sapi yang selama menumpuk di halaman. Warga selanjutnya juga menginginkan desa Purwoasri sebagai desa binaan Universitas Jember
Pemberdayaan Masyarakat Tani Desa Suling Wetan Kabupaten Bondowoso Dalam Upaya Penyediaan Bibit Nilam Secara Mandiri Mohammad Ubaidillah; Setiyono Setiyono; Slameto Slameto; Kacung Hariyono; Sri Hartatik; Sholeh Avivi; Parawita Dewanti; Agung Nugroho Puspito; Abdul Jalil
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1447

Abstract

The majority of residents in Suling Wetan Village work as farmers and rely heavily on self-produced seeds due to the village’s remote location. One high-potential crop for marginal lands in the area is patchouli (Pogostemon cablin), a plant valued for its essential oil. However, the propagation of patchouli remains a significant challenge for local farmers due to limited knowledge and skills. This community engagement program aimed to enhance farmers’ capacities in patchouli propagation through a combination of awareness campaigns, technical workshops, hands-on training, direct field mentoring, and participatory monitoring and evaluation. Evaluation was conducted through direct observation and participant surveys. The results showed that 96% of participants gained a clear understanding of patchouli propagation techniques, and all participants acknowledged the importance of the program and expressed hope for its continuation. The activity successfully contributed to increasing farmers’ independence in sustainable patchouli seedling production.