Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Self-esteem in Fatherless Adolescent is reviewed by Parental Attachment and Peer Relationship Dwianti, Silvi; Riza, Wina Lova; Aisha, Dinda
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 12, No 3 (2024): Volume 12, Issue 3, September 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikoborneo.v12i3.15505

Abstract

The family is the smallest social unit in society that includes a father, mother, and children who are characterized by living together. However, not all families live with fathers due to the loss of fathers (death), divorced parents, this is called fatherless. This study was conducted to determine the effect of parental attachment and peer relationships on self-esteem in fatherless adolescents in Karawang Regency. The population studied was fatherless adolescents aged 12-21 years who live in Karawang Regency. Therefore, the sampling technique used was non-probability sampling through snowball sampling technique, the number of respondents in this study were 193 respondents. The measuring instruments used were the IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment) scale, CA-PRS (Children Adolescent Peer Relationship Scale) and RSES (Rosenberg Self-esteem Scale). The methods applied are normality test, linearity test, and multiple regression analysis. The results showed a significance value of 0.001 <0.05, which means that there is an influence of parental attachment and peer relationships on self-esteem in fatherless adolescents in Karawang Regency. The test results of the coefficient of determination with R Square 0.075. Therefore, the amount of influence of parental attachment and peer relationship together on self-esteem is 7,5%.Keluarga dianggap sebagai unit sosial terkecil dalam lingkungan masyarakat yang mencakup ayah, ibu, serta anak yang memiliki ciri khas seperti tinggal bersama. Namun, tidak semua keluarga tinggal bersama ayah yang disebabkan kehilangan ayah (meninggal), orang tua bercerai hal ini disebut dengan fatherless. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship terhadap self-esteem pada remaja fatherless di Kabupaten Karawang. Populasi yang diteliti yaitu remaja fatherless yang berumur 12-21 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang. Oleh karena itu, teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non-probability sampling melalui teknik sampel snowball sampling, jumlah responden dalam penelitian ini adalah 193 responden. Alat ukur yang digunakan skala IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment), CA-PRS (Children Adolescent Peer Relationship Scale) dan RSES (Rosenberg Self-esteem Scale). Metode yang diterapkan yaitu uji normalitas, uji linearitas, serta analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi yaitu 0,001 < 0,05 yang berarti ada pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship terhadap self-esteem pada remaja fatherless di Kabupaten Karawang. Hasil uji koefisien determinasi dengan R Square 0,075. Oleh karena itu, besaran pengaruh kelekatan orang tua dan peer relationship secara bersama-sama terhadap self-esteem yaitu sebesar 7,5%.
Apakah Konformitas Dapat Memicu Agresivitas Suporter Sepak Bola di Karawang? Gustina, Ramadika; Mubina, Nuram; Aisha, Dinda
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1532

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konformitas terhadap agresivitas pada suporter sepak bola Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif kausalitas. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability dengan jenis convinience sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data ini mengadopsi The Conformity Scale (CS) untuk mengukur variabel konformitas dan The Buss-Perry Aggression Questionnaire - Short Form (BPAQ-SF) untuk mengukur agresivitas. Jumlah responden yang terlibat adalah 121 orang suporter sepak bola yang berdomisili di Karawang. Analisis data penelitian ini menggunakan uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikan p=0,000 (p<0,05), yang membuktikan ada pengaruh konformitas terhadap agresivitas pada suporter sepak bola Karawang. Koefisien regresi menujukkan pengaruh yang positif, apabila konformitas meningkat maka tingkat agresivitas suporter sepak bola juga meningkat. Kontribusi konformitas terhadap agresivitas suporter sepak bola sebesar 57,9%, sedangkan 42,1% dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.
Perilaku Agresif Suporter Sepak Bola di Karawang: Menguji Peranan Kontrol Diri dan Kelekatan Orang Tua Putra Yusuf Sumarya, Agung Adhi Pratama; Sumarya, Agung Adhi Pratama Putra Yusuf; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1542

Abstract

Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kontrol diri dan kelekatan orang tua terhadap perilaku agresif pada suporter sepak bola di Karawang. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah suporter sepak bola yaitu seseorang yang pernah menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung, berusia 12-21 tahun, dan berdomisili di Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain penelitian kausal komparatif. Teknik sampel yang digunakan convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 204 orang. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi diantaranya, The Buss-Perry Agression Questionare, BSCS (brief selfcontrol scale) dan skala Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA). Analisis data menggunakan uji regresi berganda (uji T dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan nilai sig. 0,000 (p<0.05) artinya Ha diterima dan H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa kontrol diri dan kelekatan orang tua memiliki pengaruh terhadap perilaku agresif. Sumbangan pengaruh kontrol diri dan kelekatan orang tua terhadap perilaku agresif sebesar 45,7%. Secara parsial, pengaruh kontrol diri terhadap perilaku agresif sebesar 42,1% dan pengaruh kelekatan orang tua terhadap perilaku agresif sebesar 3,57%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kontrol diri lebih dominan dibandingkan dengan kelekatan orang tua terhadap perilaku agresif pada suporter sepak bola di Karawang.
Sebuah Pemikiran Bunuh Diri pada Mahasiswa: Dapatkah Harga Diri dan Dukungan Sosial Memprediksi? Sutarya, Karyum; Riza, Wina Lova; Aisha, Dinda
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga diri dan dukungan sosial terhadap ide bunuh diri mahasiswa di Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif, dengan desain penelitian kausalitas. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa yang berdomisili di Karawang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling dan jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 395 responden. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan skala psikologi yaitu skala harga diri menggunakan skala Rosenberg Self Esteem Scale (RSES), skala dukungan sosial menggunakan skala Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), skala ide bunuh diri menggunakan skala Revised-Suicide Ideation Scale (R-SIS). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji linearitas, uji hipotesis regresi linear berganda serta uji tambahan yaitu uji koefisien determinasi dan uji kategorisasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat pengaruh antara harga diri dan dukungan sosial terhadap ide bunuh diri, dengan nilai signifikansi sebesar 0.00. Diketahui harga diri berpengaruh terhadap ide bunuh diri dengan nilai signifikansi 0.00, dan pada variabel dukungan sosial diperoleh nilai signifikansi 0.00, yang menunjukan bahwa ada pengaruh dukungan sosial terhadap ide bunuh diri. Hasil uji koefisien determinasi menunjukan bahwa harga diri dan dukungan sosial terhadap ide bunuh diri memiliki pengaruh sebesar 70%.
Perilaku Agresif pada Remaja Anggota Geng Motor X di Karawang: Menguji Peranan Regulasi Emosi Priyadi, Heri; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku agresif pada remaja anggota geng motor X di Karawang. Menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 106 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota geng motor, berusia 12-21 tahun, dan berdomisili di Kabupaten Karawang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria responden adalah anggota geng motor yang aktif mengikuti kegiatan minimal 6 bulan terakhir. Penentuan besar sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lameshow. Skala regulasi emosi dalam penelitian ini menggunakan skala DERS-18. Skala perilaku agresif menggunakan skala The Buss-Perry Agression Questionare. Dapat disimpulkan dari uji statistik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini bahwa terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku agresif yang positif dan signifikan pada remaja anggota geng motor X di Karawang. Hal ini terbukti dari temuan uji regresi linier sederhana yang menghasilkan taraf signifikan sebesar 0,011 artinya (p < 0,05).
The Influence of Alexithymia on the Tendency of Social Media Addiction in Early Adults in Karawang Suciaty, Alifiany Indah; Riza, Wina Lova; Aisha, Dinda
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 9 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i9.1779

Abstract

The internet offers numerous features that simplify activities like communication, information retrieval, and transactions, making social media increasingly accessible. In Indonesia, individuals in their productive years, particularly early adulthood, dominate internet usage. This phase is characterized by repetitive behaviors, which can escalate the intensity of social media use and potentially lead to addiction. One factor influencing this tendency is alexithymia. This study aims to explore the impact of alexithymia on social media addiction tendencies among early adults in Karawang. Employing a quantitative causality design, the research utilized non-probability sampling, specifically snowball sampling, to gather data from 385 respondents aged 20-30 years residing in Karawang. The Toronto Alexithymia Scale (TAS) was used to measure alexithymia, while the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) assessed social media addiction tendencies. Reliability was tested using Cronbach's Alpha, with a threshold of > 0.08, while normality was evaluated through the Kolmogorov-Smirnov test at a 5% significance level. Linearity was assessed using an ANOVA test, yielding a significance of 0.468 > 0.05. The results of the simple linear regression test showed a significance value of 0.000 < 0.05, confirming the hypothesis that alexithymia significantly influences social media addiction tendencies in early adulthood in Karawang. The determination test results indicated that alexithymia accounts for 54.2% of the variance in social media addiction tendencies (R-Square = 0.542), with the remaining 45.8% attributed to other variables not examined in this study.
Adult Attachment in Early Adulthood with Divorced Parents Nezia, Amara; Dimala, Cempaka Putrie; Aisha, Dinda
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i1.14828

Abstract

Individuals from divorced families have a higher risk compared to those from intact families when entering adulthood. These individuals tend to feel less secure in forming attachments with others during early adulthood. This study aims to examine the adult attachment patterns of early adults with divorced parents in Karawang Regency. This descriptive quantitative research involves 100 early adults in Karawang, using non-probability sampling. Data collection was conducted through an online questionnaire distribution. Adult attachment was measured using the Revised Adult Attachment Scale (RAAS) with a Likert scale from 1 to 5. The results show that the dominant attachment type is anxiety attachment, held by 51% of early adults with divorced parents, followed by depend on attachment (26%) and close attachment (23%). Hypothesis testing reveals no significant differences between gender and attachment patterns, but there are significant differences between the age groups of 20-25 years (transition from adolescence to adulthood) and 26-40 years (early adulthood), as well as between the age at which parents divorced, specifically early childhood (2-6 years) and late childhood (7-12 years). No significant differences were found based on relationship status (dating, engaged, or married). These findings suggest that anxiety attachment patterns are more prevalent in individuals who experienced parental divorce at a younger age, and both age and parental divorce experiences influence early adulthood attachment patterns. Individu yang berasal dari keluarga yang bercerai memiliki resiko yang lebih besar dibanding individu dengan keluarga yang utuh ketika memasuki usia dewasa. Individu tersebut memiliki kecenderungan untuk merasa kurang aman dalam menjalin kelekatan dengan orang lain di saat dewasa awal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran adult attachment pada dewasa awal dengan orang tua yang bercerai di Kabupaten Karawang. Penelitian kuantitatif deskriptif ini melibatkan 100 dewasa awal di Karawang dengan menggunakan non-probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan penyebaran kuesioner secara daring. Pengukuran adult attachment menggunakan Revised Adult Attachment Scale (RAAS) dengan skala Likert 1 hingga 5. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tipe anxiety attachment dominan dimiliki oleh dewasa awal dengan orang tua yang bercerai, dengan persentase sebesar 51%, diikuti dengan depend on attachment (26%) dan close attachment (23%). Uji hipotesis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara jenis kelamin terhadap pola kelekatan, namun terdapat perbedaan signifikan antara kelompok usia 20-25 tahun (masa transisi remaja menuju dewasa) dan 26-40 tahun (dewasa awal), serta antara usia ketika orang tua bercerai, yakni masa kanak-kanak awal (2-6 tahun) dan masa kanak-kanak akhir (7-12 tahun). Tidak ditemukan perbedaan signifikan berdasarkan status hubungan (berpacaran, tunangan, atau menikah). Temuan ini menunjukkan bahwa pola anxiety attachment lebih tinggi pada individu yang mengalami perceraian orang tua pada usia lebih muda, dan usia serta pengalaman perceraian orang tua mempengaruhi pola kelekatan dewasa awal.
Pengaruh Optimism Terhadap Body Image Remaja Putri Pengguna Produk Kecantikan Di Karawang Aisyah, Edytia Prameswari; Simatupang, Marhisar; Aisha, Dinda
Psikologi Prima Vol. 6 No. 2 (2023): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v6i2.3894

Abstract

In adolescence there are physical changes, such as rapid growth and increase in height, weight, hormonal changes, sexual maturity and increased function of the brain structure. This is a problem that is still felt especially by young women because these teenagers are starting to pay attention to and take an attitude towards their body and appearance. This can be seen from the beauty and body care products from the latest brands and the emergence of beauty and body care products specifically aimed at "teens" or young women, meaning that young women make an effort to take care of their bodies. Efforts to take care of this body certainly affect how teenagers judge or perceive their bodies, this is called body image. One of the factors forming body image is optimism. Optimism is a comprehensive view, in seeing good things, being able to think positively, and easily giving meaning to oneself. This research was conducted to find out whether there is an effect of optimism on body image in young women in Karawang Regency. The hypothesis put forward is that there is an effect of optimism on body image with the assumption that the higher the optimism, the more positive the body image the individual has. The research method used by researchers is a quantitative research method with a sample of 100 young women living in Karawang, data analysis techniques used by researchers are normality test, linearity test, hypothesis test (simple linear regression test), coefficient of determination test and categorization test with the help of SPSS 25.0 software for Windows. The results of this study's data analysis show that there is an influence of optimism on body image in young women in Karawang with a Sig value of 0.003 (p <0.05).