Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

LITERASI DIGITAL LANSIA TERHADAP ISU KESEHATAN DI KARAWACI KOTA TANGERANG Muljati, Raden; Suwatno, Suwatno; Witarti, Denik Iswardani
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 21 No. 2 (2024): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v21i2.77963

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap isu-isu kesehatan. Sebagai populasi yang semakin beradaptasi dengan teknologi digital, memiliki kebutuhan kesehatan lebih dan mungkin menghadapi tantangan dalam mengakses informasi kesehatan secara digital. Penelitian ini menganalisis literasi digital lansia di Karawaci, Kota Tangerang terkait isu kesehatan. Metode penelitian deskriptif kualitatif, melalui survei menggunakan 17 kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lansia aktif menggunakan perangkat digital dalam kesehariannya dan cukup percaya dengan informasi kesehatan di internet. Namun, ada sejumlah lansia jarang menggunakan aplikasi kesehatan digital dan merasa netral terhadap kemampuan mengevaluasi keaslian informasi kesehatan di internet. Hasil ini dapat memberikan wawasan penting untuk mengembangkan program literasi digital yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan lansia terkait isu kesehatan.
Peran Humas Kemendikbudristek dalam Upaya Transparansi Informasi Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Salpiati, Emi; Toni, Ahmad; Witarti, Denik Iswardani
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v6i1.1327

Abstract

School Operational Assistance Fund (BOS) is a government program aimed at improving the quality of primary and secondary education. Transparency in the management of the BOS funds has become crucial to the accountability and effectiveness of the program. The aim of this study is to explain the transparency efforts of the Humas Kemendikbudristek in managing information related to the use of the BOS funds. The purpose of this research is to know and explain the efforts of Kemendikkbudrsitek in transparency of information concerning the management of the Bos fund. This research uses qualitative methods with a descriptive approach. Data collection techniques are done through literature studies. Data is analyzed using Miles and Huberman model. The results of the research showed that Kemendikbudristek has made various efforts to improve the transparency of information related to the use of BOS funds. These efforts include: publication of information on the official website bos.kemdikbud.go.id, creation of infographics and video education, implementation of socialization and workshops, use of social media, public information request service by information and documentation managers and provision of complaints channels through the integrated service unit Kemendikbudristek. Nevertheless, there are still some weaknesses in the transparency of information, such as the lack of detailed information on how the BOSS funds are used by each BOS fund recipient school as well as lack of public participation in monitoring the use of BOSS. The findings also highlighted the need for improved training of school managers to avoid continuous misuse of BOSS funds, simplification of information systems, and more effective strategies to involve the public in monitoring the use of BOS funds. The study provides recommendations for improvement of information transparency policies and practices to improve accountability and efficiency of public fund management in the education sector.
Banyuwangi TV Media Convergence In Broadcasting Local Cultural Content In The Digital Media Era Triyono, Wahyu Agus; Witarti, Denik Iswardani
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v3i3.562

Abstract

The development of information and communication technology causes electronic media to start following technological developments related to a shift in media consumption patterns to online media such as the internet, television streaming and information that can be accessed via the internet. The number of internet users that is growing so rapidly is increasing along with the development of variations in internet-based communication media. Its use that is so easy and can be accessed anywhere is an option for most people. This study aims to determine the convergence of Banyuwangi TV media in broadcasting local cultural content in the digital media era. This qualitative descriptive research uses a case study approach, where the researcher identifies and analyzes a specific issue. Data were obtained from interviews with sources, books, articles, and other related literature. Using the concept of media convergence from Henry Jenkins, the results of this study indicate that Banyuwangi TV adopts three types of media convergence that are related to each other: a) technological convergence by managing online media in the form of websites (www.banyuwangi.tv) and youtube and being present in the media.
Analisis Design Thinking Iklan KPU di YouTube Menjaring Pemilih Pemula Pemilu 2024 Binasri, Binasri; Witarti, Denik Iswardani
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v7i1.3788

Abstract

The government, through the official institution responsible for elections, the General Election Commission (KPU), seeks to ensure the success of elections to be participated by all eligible citizens. The KPU has conducted socialization, one of which is to attract beginner voters, who are young, inexperienced and have limited knowledge about politics, especially elections. Through public service advertisement videos on YouTube. This study aims to examine whether this advertisement effectively reach out to beginner voters by analyzing the themes and content of the messages. The approach used is descriptive-qualitative analysis using the design thinking concept by Tim Brown. The research findings on the rationale behind this advertisement. The concept of this advertisement version " Gunakan Hak Pilihmu di TPS," with a romantic setting, demonstrates the ad creator's cleverness in linking the election date, February 14, known worldwide as Valentine's Day. This serves as an entry point in developing the advertisement idea. Election messages are conveyed through the teenage couple’s conflicts, leading to a happy ending and urging them to exercise their voting rights in 2024 election. The conclusion from this research is the theme and message content of this advertisement are appropriate and capable to attracting and capturing beginner voters.
Pesan Perdamaian Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Witarti, Denik Iswardani; Reza, Yuliana Choerul
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i1.7005

Abstract

PON XX di Papua menyita perhatian masyarakat karena diselenggarakan ketika masih dalam situasi pandemi COVID-19. PON juga diselenggarakan di tengah isu ancaman keamanan di sana. Penelitian ini bertujuan melihat pesan damai dengan menganalisa logo, simbol dan perbincangan tersirat yang ditonjolkan dalam PON XX. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Data diperoleh dari sumber media online dan media sosial youtube, twitter dan instagram @jokowi youtube. Hasil penelitian menemukan beberapa pesan yang terlihat ingin ditonjolkan oleh pemerintah dengan terselenggaranya PON XX di Papua terkait dengan keberadaan Papua yang tidak terpisahkan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Indonesia (NKRI). Pesan bahwa Papua tidak dianaktirikan dalam pembangunan terlihat menonjol dalam postingan akun resmi pemerintah. Kemudian hasil penelitian yang lain terkait dengan keamanan di Papua dalam keadaan terkendali. Kehadiran Presiden Joko Widodo dan masyarakat dalam upacara pembukaan menunjukkan semua antusias menyambut ajang olahraga tingkat nasional ini. Kontribusi penelitian terkait dengan konsep soft power diplomacy untuk berkomunikasi dengan masyarakat global mengenai isu Papua. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pesan damai yang ingin ditonjolkan oleh pemerintah dalam ajang PON XX mendapat sambutan positif dari publik.
Literasi dan Pelatihan Kecakapan Digital untuk Meningkatkan Materi Pembelajaran Online bagi Guru di Kecamatan Seram Utara Timur Seti Kabupaten Maluku Tengah Windarto; Witarti, Denik Iswardani
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1067

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menjadi satu kewajiban bagi tenaga pengajar dan merupakan satu pilar dari tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. PKM adalah juga pengejawantahan dari keilmuan sivitas akademika. Universitas Budi Luhur Jakarta secara rutin menyelenggarakan kegiatan PKM dengan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga pendidik maupun para alumni. Kegiatan dilaksanakan sebagai sumbangan dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa. Pada peluncuran program Program Literasi Digital Nasional oleh Presiden Joko Widodo tahun 2021 kegiatan literasi digital diharapkan dapat menggelinding dan terus membesar di berbagai penjuru Indonesia sebagai aksi nyata menyiapkan masyarakat yang cakap digital. Sejalan dengan hal tersebut serta dilatarbelakangi oleh ketidaksiapan para guru di pedalaman dalam menghadapi sistem pengajaran online, kegiatan PKM ini mengambil tema literasi digital. Kecamatan Seram Utara Timur Seti berada di dalam wilayah Kodim 1502 Masohi, Maluku tengah. Kodim 1502 Masohi, Maluku Tengah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112, meminta kepada Universitas Budi Luhur untuk terlibat dalam kegiatan tersebut selama 2 hari sebagai bagian dari kegiatan non-fisik. Kegiatan kolaborasi TNI dengan perguruan tinggi ini dilaksanakan secara hybrid dengan memanfaatkan teknologi informasi, yaitu webinar yang diikuti oleh peserta dari Jakarta Selatan dan dihadiri oleh para guru yang hadir langsung dari lokasi. Hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan untuk menyiapkan materi pengajaran online. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu permasalahan para guru di daerah terpencil dan meningkatkan kecakapan digital mereka ketika sistem pembelajaran online diberlakukan. Tindak lanjut kegiatan di masa mendatang, diharapkan memberikan materi literasi digital dan kecakapan digital pada tahapan tingkat lanjut guna sehingga mitra kegiatan dapat merasakan manfaat yang signifikan dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Aktivitas Nasionalisme Digital: Studi Netnografi Fandom K-Pop di Indonesia Denik Iswardani Witarti; Safitri Resita Putri; Pipin Farida Ariyani
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 18 No. 1 (2026): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v18i1.13303

Abstract

Di Indonesia, fandom K-pop telah menunjukkan keterlibatan nyata dalam berbagai isu publik seperti dalam penolakan RUU Cipta Kerja, kampanye #TolakPPN12Persen, gerakan #IndonesiaGelap dan #PeringatanDarurat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana aktivitas digital fandom K-pop berkontribusi dalam membentuk narasi nasionalisme digital di media sosial. Aktivitas digital fandom K-pop dikaji dalam kerangka budaya partisipatif (participatory culture). Fandom K-Pop dipandang bukan hanya sekadar komunitas hiburan melainkan sebagai sebagai aktor sosial  yang aktif berpartisipasi dalam membincangkan demokrasi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana aktivitas digital fandom K-pop berkontribusi dalam membentuk narasi nasionalisme digital di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan mix methods dengan paradigma pragmatis. Netnografi dilakukan melalui observasi komunitas daring, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan anggota fandom yang aktif pada kampanye digital bertema kebangsaan. Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner daring yang diolah menggunakan teknik text mining dan model klasterisasi teks.  Hasil analisis data ditemukan tiga klaster utama dengan kata-kata dominan seperti retweet, suara, bangga, budaya, donasi, dan konser. Kata-kata tersebut merefleksikan dimensi afiliasi, ekspresi, pemecahan masalah kolektif, dan sirkulasi yang muncul dalam partisipasi digital fandom. Temuan penelitian menegaskan bahwa fandom K-pop di Indonesia berperan sebagai agen partisipatif yang memanfaatkan ruang digital untuk menyuarakan kepedulian sosial, solidaritas nasional, serta kebanggaan budaya Indonesia, sehingga membentuk narasi nasionalisme digital yang inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan konteks masyarakat masa kini. In Indonesia, the K-pop fandom has demonstrated tangible involvement in various public issues, ranging from the rejection of the RUU Omnibus Law Cipta Kerja and the #TolakPPN12Persen campaign, to the #IndonesiaGelap (Indonesia is Dark) and #PeringatanDarurat movements. This digital activism illustrates that the K-pop fandom is no longer merely an entertainment community, but a new social actor that also influences democracy in the digital space. This research aims to explain how the digital activity of the K-pop fandom contributes to shaping the narrative of digital nationalism on social media. The research method uses a mixed-methods approach with a pragmatic paradigm. Qualitatively, the study utilizes netnography through online community observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD) with fandom members who are active in digital campaigns with national themes. Quantitatively, data from online questionnaires are analyzed using text mining techniques and a text clustering model. The initial analysis found three main clusters with dominant words such as retweet, suara, bangga, budaya, donasi, and konser. These words reflect the dimensions of affiliation, expression, collective problem-solving, and circulation that emerge in the fandom's digital participation. The study shows that K-pop fandoms in Indonesia function as participatory agents who utilize digital spaces to express social concern, foster national solidarity, and showcase pride in Indonesian culture, thereby shaping a digital nationalism narrative that is inclusive, collaborative, and relevant to contemporary society.
CSR COMMUNICATION STRATEGIES FOR THE ECONOMIC RESILIENCE OF COASTAL COMMUNITIES Priyo Bayu Utomo; Denik Iswardani Witarti
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 14 No 2 (2026): Jurnal Spektrum Komunikasi : June 2026
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v14i2.1205

Abstract

This study aims to analyze communication strategies Corporate Social Responsibility (CSR) in supporting the economic resilience of coastal communities in Tarumajaya District. Tarumajaya District was chosen as the research location because it is a coastal area with a high level of economic dependence on marine resourcebased micro-enterprises and is vulnerable to income fluctuations and coastal environmental pressures. This study used a qualitative approach with a case study design. Researchers collected data through field observations, in-depth interviews with micro-enterprises, village officials, and CSR program facilitators, as well as analysis of activity report documents and related publications. The research results show that a participatory, dialogic, and contextual CSR communication strategy can improve community financial literacy, encourage the emergence of new businesses based on local potential, and strengthen digital marketing capabilities through the use of social media. A communication strategy that emphasizes two-way interaction, hands-on practice, and ongoing mentoring has proven effective in driving changes in the economic behavior of coastal communities. This research provides practical contributions for governments, companies, and universities in designing more effective and sustainable CSR communication strategies for the economic empowerment of coastal communities
Peningkatan Kecakapan Digital Pondok Pesantren Nurul Hidayah Melalui Mobile Learning Denik Iswardani Witarti; Pipin Farida Ariyani; Atik Ariesta
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.959

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Bogor, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan mobile learning. Permasalahan utama yang dihadapi pesantren adalah keterbatasan akses belajar santri non-mukim, minimnya tenaga pengajar, dan rendahnya pemanfaatan teknologi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan pengguna (user-centered design) yang melibatkan ustadz, ustadzah, dan santri dalam perencanaan, pelatihan, penerapan, serta evaluasi. Hasil evaluasi menggunakan USE Questionnaire menunjukkan tingkat kelayakan usefulness 79%, ease of use 72%, ease of learning 89%, dan satisfaction 84%, yang menandakan mobile learning layak digunakan dan berdampak positif pada kegiatan belajar mengajar di pesantren. Selain itu, hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 24,3%, yaitu dari rata-rata skor 62,4% menjadi 86,7% setelah pelatihan, yang mengindikasikan peningkatan signifikan dalam kemampuan penggunaan teknologi pembelajaran digital. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya penerapan inovasi teknologi pembelajaran di pesantren sebagai langkah strategis untuk mendukung pencapaian SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas. 
Thick Description Analysis of Solo Keroncong Music as Indonesia’s Cultural Diplomacy Danis Sugiyanto; Denik Iswardani Witarti; Komarudin Subekti; Christophe Moure
Nyimak: Journal of Communication Vol. 10 No. 1 (2026): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v10i1.14831

Abstract

This research examines keroncong music as a representation of Javanese culture. The aim of the research was to interpret the lyrics of keroncong in a cultural context using thick description, Clifford Geertz. Keroncong music is also seen from a cultural diplomacy perspective. Research data was obtained from interviews and direct observation and supported by relevant literature. This research explicitly analyzes canonical songs such as Bengawan Solo, Tirtonadi, Taman Jurug, and Kota Solo to understand how cultural symbols are produced and consumed. Research data were obtained through participant observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD) with a community of practitioners. Lyric analysis is integrated with High-Context Communication (HCC) theory to demonstrate how the indirect communication patterns of Javanese society are represented in keroncong musicality. The research found Javanese cultural symbols in the lyrics of keroncong songs. It highlights the city of Solo as the center of cultural civilization on the island of Java. Solo is known as “the spirit of Java.” The keroncong lyrics, which tell stories about people's lives, are able to attract and inspire love for Indonesia. Indonesian cultural diplomacy is supported by a community of keroncong music lovers abroad who act as diplomatic agents. The beauty of keroncong's musicality and poetic lyrics becomes a cultural signpost that is considered a soft power in cultural diplomacy. The conclusion of this research confirms that the rich culture of the Indonesian nation can be developed as an important instrument of cultural diplomacy. The success of cultural diplomacy requires direct contact with communities of Indonesian arts and culture lovers, at home and abroad.Keywords: Cultural diplomacy, keroncong, keroncong, soft power, thick description ABSTRAKPenelitian ini mengkaji musik keroncong sebagai representasi budaya Jawa. Tujuan penelitian dilakukan untuk menerjemahkan lagu-lagu keroncong dalam konteks budaya dengan menggunakan thick description, Clifford Geertz. Musik keroncong juga dilihat dari perspektif diplomasi budaya. Penelitian ini secara eksplisit menganalisis lagu-lagu kanonik seperti Bengawan Solo, Tirtonadi, Taman Jurug, dan Kota Solo untuk memahami bagaimana simbol-simbol budaya diproduksi dan dikonsumsi. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan komunitas praktisi. Analisis lirik diintegrasikan dengan teori High-Context Communication (HCC) untuk menunjukkan bagaimana pola komunikasi tidak langsung masyarakat Jawa direpresentasikan dalam musikalitas keroncong. Data penelitian diperoleh dari hasil wawancara, observasi langsung, dan didukung pustaka yang relevan. Penelitian menemukan simbol-simbol budaya Jawa dalam lirik lagu keroncong. Hasil analisis terhadap lagu-lagu keroncong dalam penelitian ini menonjolkan kota Solo sebagai pusat peradaban budaya di pulau Jawa, dikenal dengan istilah “the spirit of Java.” Lirik lagu keroncong yang bercerita tentang kehidupan masyarakat mampu menarik dan menimbulkan kecintaan terhadap Indonesia. Diplomasi budaya Indonesia didukung oleh adanya komunitas pecinta musik keroncong di luar negeri yang berperan sebagai agen diplomasi. Keindahan musikalitas keroncong dan lirik yang puitis menjadi soft power dalam diplomasi budaya. Kesimpulan penelitian ini menguatkan bahwa kekayaan budaya bangsa Indonesia dapat dikembangkan sebagai instrumen penting diplomasi budaya. Kesuksesan pelaksanaan diplomasi budaya memerlukan jalinan langsung dengan para komunitas pecinta seni dan budaya Indonesia, di dalam dan luar negeri.Kata Kunci: Diplomasi budaya, keroncong, soft power, thick description