Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

LITERASI DIGITAL LANSIA TERHADAP ISU KESEHATAN DI KARAWACI KOTA TANGERANG Muljati, Raden; Suwatno, Suwatno; Witarti, Denik Iswardani
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 21 No. 2 (2024): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Yogyakarta State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v21i2.77963

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap isu-isu kesehatan. Sebagai populasi yang semakin beradaptasi dengan teknologi digital, memiliki kebutuhan kesehatan lebih dan mungkin menghadapi tantangan dalam mengakses informasi kesehatan secara digital. Penelitian ini menganalisis literasi digital lansia di Karawaci, Kota Tangerang terkait isu kesehatan. Metode penelitian deskriptif kualitatif, melalui survei menggunakan 17 kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas lansia aktif menggunakan perangkat digital dalam kesehariannya dan cukup percaya dengan informasi kesehatan di internet. Namun, ada sejumlah lansia jarang menggunakan aplikasi kesehatan digital dan merasa netral terhadap kemampuan mengevaluasi keaslian informasi kesehatan di internet. Hasil ini dapat memberikan wawasan penting untuk mengembangkan program literasi digital yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan lansia terkait isu kesehatan.
Peran Humas Kemendikbudristek dalam Upaya Transparansi Informasi Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Salpiati, Emi; Toni, Ahmad; Witarti, Denik Iswardani
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jimik.v6i1.1327

Abstract

School Operational Assistance Fund (BOS) is a government program aimed at improving the quality of primary and secondary education. Transparency in the management of the BOS funds has become crucial to the accountability and effectiveness of the program. The aim of this study is to explain the transparency efforts of the Humas Kemendikbudristek in managing information related to the use of the BOS funds. The purpose of this research is to know and explain the efforts of Kemendikkbudrsitek in transparency of information concerning the management of the Bos fund. This research uses qualitative methods with a descriptive approach. Data collection techniques are done through literature studies. Data is analyzed using Miles and Huberman model. The results of the research showed that Kemendikbudristek has made various efforts to improve the transparency of information related to the use of BOS funds. These efforts include: publication of information on the official website bos.kemdikbud.go.id, creation of infographics and video education, implementation of socialization and workshops, use of social media, public information request service by information and documentation managers and provision of complaints channels through the integrated service unit Kemendikbudristek. Nevertheless, there are still some weaknesses in the transparency of information, such as the lack of detailed information on how the BOSS funds are used by each BOS fund recipient school as well as lack of public participation in monitoring the use of BOSS. The findings also highlighted the need for improved training of school managers to avoid continuous misuse of BOSS funds, simplification of information systems, and more effective strategies to involve the public in monitoring the use of BOS funds. The study provides recommendations for improvement of information transparency policies and practices to improve accountability and efficiency of public fund management in the education sector.
Banyuwangi TV Media Convergence In Broadcasting Local Cultural Content In The Digital Media Era Triyono, Wahyu Agus; Witarti, Denik Iswardani
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v3i3.562

Abstract

The development of information and communication technology causes electronic media to start following technological developments related to a shift in media consumption patterns to online media such as the internet, television streaming and information that can be accessed via the internet. The number of internet users that is growing so rapidly is increasing along with the development of variations in internet-based communication media. Its use that is so easy and can be accessed anywhere is an option for most people. This study aims to determine the convergence of Banyuwangi TV media in broadcasting local cultural content in the digital media era. This qualitative descriptive research uses a case study approach, where the researcher identifies and analyzes a specific issue. Data were obtained from interviews with sources, books, articles, and other related literature. Using the concept of media convergence from Henry Jenkins, the results of this study indicate that Banyuwangi TV adopts three types of media convergence that are related to each other: a) technological convergence by managing online media in the form of websites (www.banyuwangi.tv) and youtube and being present in the media.
Analisis Design Thinking Iklan KPU di YouTube Menjaring Pemilih Pemula Pemilu 2024 Binasri, Binasri; Witarti, Denik Iswardani
Jurnal Pustaka Komunikasi Vol 7, No 1 (2024): Accredited by Kemendikbud Dikti SK No. 79/E/KPT/2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/pustakom.v7i1.3788

Abstract

The government, through the official institution responsible for elections, the General Election Commission (KPU), seeks to ensure the success of elections to be participated by all eligible citizens. The KPU has conducted socialization, one of which is to attract beginner voters, who are young, inexperienced and have limited knowledge about politics, especially elections. Through public service advertisement videos on YouTube. This study aims to examine whether this advertisement effectively reach out to beginner voters by analyzing the themes and content of the messages. The approach used is descriptive-qualitative analysis using the design thinking concept by Tim Brown. The research findings on the rationale behind this advertisement. The concept of this advertisement version " Gunakan Hak Pilihmu di TPS," with a romantic setting, demonstrates the ad creator's cleverness in linking the election date, February 14, known worldwide as Valentine's Day. This serves as an entry point in developing the advertisement idea. Election messages are conveyed through the teenage couple’s conflicts, leading to a happy ending and urging them to exercise their voting rights in 2024 election. The conclusion from this research is the theme and message content of this advertisement are appropriate and capable to attracting and capturing beginner voters.
Pesan Perdamaian Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Witarti, Denik Iswardani; Reza, Yuliana Choerul
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i1.7005

Abstract

PON XX di Papua menyita perhatian masyarakat karena diselenggarakan ketika masih dalam situasi pandemi COVID-19. PON juga diselenggarakan di tengah isu ancaman keamanan di sana. Penelitian ini bertujuan melihat pesan damai dengan menganalisa logo, simbol dan perbincangan tersirat yang ditonjolkan dalam PON XX. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Data diperoleh dari sumber media online dan media sosial youtube, twitter dan instagram @jokowi youtube. Hasil penelitian menemukan beberapa pesan yang terlihat ingin ditonjolkan oleh pemerintah dengan terselenggaranya PON XX di Papua terkait dengan keberadaan Papua yang tidak terpisahkan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Indonesia (NKRI). Pesan bahwa Papua tidak dianaktirikan dalam pembangunan terlihat menonjol dalam postingan akun resmi pemerintah. Kemudian hasil penelitian yang lain terkait dengan keamanan di Papua dalam keadaan terkendali. Kehadiran Presiden Joko Widodo dan masyarakat dalam upacara pembukaan menunjukkan semua antusias menyambut ajang olahraga tingkat nasional ini. Kontribusi penelitian terkait dengan konsep soft power diplomacy untuk berkomunikasi dengan masyarakat global mengenai isu Papua. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pesan damai yang ingin ditonjolkan oleh pemerintah dalam ajang PON XX mendapat sambutan positif dari publik.
Literasi dan Pelatihan Kecakapan Digital untuk Meningkatkan Materi Pembelajaran Online bagi Guru di Kecamatan Seram Utara Timur Seti Kabupaten Maluku Tengah Windarto; Witarti, Denik Iswardani
Poltanesa Vol 23 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i1.1067

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menjadi satu kewajiban bagi tenaga pengajar dan merupakan satu pilar dari tiga pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. PKM adalah juga pengejawantahan dari keilmuan sivitas akademika. Universitas Budi Luhur Jakarta secara rutin menyelenggarakan kegiatan PKM dengan melibatkan dosen, mahasiswa, tenaga pendidik maupun para alumni. Kegiatan dilaksanakan sebagai sumbangan dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa. Pada peluncuran program Program Literasi Digital Nasional oleh Presiden Joko Widodo tahun 2021 kegiatan literasi digital diharapkan dapat menggelinding dan terus membesar di berbagai penjuru Indonesia sebagai aksi nyata menyiapkan masyarakat yang cakap digital. Sejalan dengan hal tersebut serta dilatarbelakangi oleh ketidaksiapan para guru di pedalaman dalam menghadapi sistem pengajaran online, kegiatan PKM ini mengambil tema literasi digital. Kecamatan Seram Utara Timur Seti berada di dalam wilayah Kodim 1502 Masohi, Maluku tengah. Kodim 1502 Masohi, Maluku Tengah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-112, meminta kepada Universitas Budi Luhur untuk terlibat dalam kegiatan tersebut selama 2 hari sebagai bagian dari kegiatan non-fisik. Kegiatan kolaborasi TNI dengan perguruan tinggi ini dilaksanakan secara hybrid dengan memanfaatkan teknologi informasi, yaitu webinar yang diikuti oleh peserta dari Jakarta Selatan dan dihadiri oleh para guru yang hadir langsung dari lokasi. Hari kedua, peserta mendapatkan pelatihan untuk menyiapkan materi pengajaran online. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu permasalahan para guru di daerah terpencil dan meningkatkan kecakapan digital mereka ketika sistem pembelajaran online diberlakukan. Tindak lanjut kegiatan di masa mendatang, diharapkan memberikan materi literasi digital dan kecakapan digital pada tahapan tingkat lanjut guna sehingga mitra kegiatan dapat merasakan manfaat yang signifikan dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Peningkatan Kecakapan Digital Pondok Pesantren Nurul Hidayah Melalui Mobile Learning Witarti, Denik Iswardani; Ariyani, Pipin Farida; Ariesta, Atik
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Januari 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v6i1.959

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Bogor, dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan mobile learning. Permasalahan utama yang dihadapi pesantren adalah keterbatasan akses belajar santri non-mukim, minimnya tenaga pengajar, dan rendahnya pemanfaatan teknologi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan pengguna (user-centered design) yang melibatkan ustadz, ustadzah, dan santri dalam perencanaan, pelatihan, penerapan, serta evaluasi. Hasil evaluasi menggunakan USE Questionnaire menunjukkan tingkat kelayakan usefulness 79%, ease of use 72%, ease of learning 89%, dan satisfaction 84%, yang menandakan mobile learning layak digunakan dan berdampak positif pada kegiatan belajar mengajar di pesantren. Selain itu, hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 24,3%, yaitu dari rata-rata skor 62,4% menjadi 86,7% setelah pelatihan, yang mengindikasikan peningkatan signifikan dalam kemampuan penggunaan teknologi pembelajaran digital. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya penerapan inovasi teknologi pembelajaran di pesantren sebagai langkah strategis untuk mendukung pencapaian SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas. 
Aktivitas Nasionalisme Digital: Studi Netnografi Fandom K-Pop di Indonesia Witarti, Denik Iswardani; Putri, Safitri Resita; Ariyani, Pipin Farida
Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 18 No. 1 (2026): Komuniti : Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/komuniti.v18i1.13303

Abstract

Di Indonesia, fandom K-pop telah menunjukkan keterlibatan nyata dalam berbagai isu publik seperti dalam penolakan RUU Cipta Kerja, kampanye #TolakPPN12Persen, gerakan #IndonesiaGelap dan #PeringatanDarurat. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana aktivitas digital fandom K-pop berkontribusi dalam membentuk narasi nasionalisme digital di media sosial. Aktivitas digital fandom K-pop dikaji dalam kerangka budaya partisipatif (participatory culture). Fandom K-Pop dipandang bukan hanya sekadar komunitas hiburan melainkan sebagai sebagai aktor sosial  yang aktif berpartisipasi dalam membincangkan demokrasi di ruang digital. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana aktivitas digital fandom K-pop berkontribusi dalam membentuk narasi nasionalisme digital di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan mix methods dengan paradigma pragmatis. Netnografi dilakukan melalui observasi komunitas daring, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terfokus (FGD) dengan anggota fandom yang aktif pada kampanye digital bertema kebangsaan. Data kuantitatif diperoleh dari kuesioner daring yang diolah menggunakan teknik text mining dan model klasterisasi teks.  Hasil analisis data ditemukan tiga klaster utama dengan kata-kata dominan seperti retweet, suara, bangga, budaya, donasi, dan konser. Kata-kata tersebut merefleksikan dimensi afiliasi, ekspresi, pemecahan masalah kolektif, dan sirkulasi yang muncul dalam partisipasi digital fandom. Temuan penelitian menegaskan bahwa fandom K-pop di Indonesia berperan sebagai agen partisipatif yang memanfaatkan ruang digital untuk menyuarakan kepedulian sosial, solidaritas nasional, serta kebanggaan budaya Indonesia, sehingga membentuk narasi nasionalisme digital yang inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan konteks masyarakat masa kini. In Indonesia, the K-pop fandom has demonstrated tangible involvement in various public issues, ranging from the rejection of the RUU Omnibus Law Cipta Kerja and the #TolakPPN12Persen campaign, to the #IndonesiaGelap (Indonesia is Dark) and #PeringatanDarurat movements. This digital activism illustrates that the K-pop fandom is no longer merely an entertainment community, but a new social actor that also influences democracy in the digital space. This research aims to explain how the digital activity of the K-pop fandom contributes to shaping the narrative of digital nationalism on social media. The research method uses a mixed-methods approach with a pragmatic paradigm. Qualitatively, the study utilizes netnography through online community observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD) with fandom members who are active in digital campaigns with national themes. Quantitatively, data from online questionnaires are analyzed using text mining techniques and a text clustering model. The initial analysis found three main clusters with dominant words such as retweet, suara, bangga, budaya, donasi, and konser. These words reflect the dimensions of affiliation, expression, collective problem-solving, and circulation that emerge in the fandom's digital participation. The study shows that K-pop fandoms in Indonesia function as participatory agents who utilize digital spaces to express social concern, foster national solidarity, and showcase pride in Indonesian culture, thereby shaping a digital nationalism narrative that is inclusive, collaborative, and relevant to contemporary society.