Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

PEMBERDAYAAN ORANG TUA DALAM PEMILIHAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK Sri Sundari; Dwijoko Purbohadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.825 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.582

Abstract

Pangan yang sehat mencakup pangan yang bergizi dan aman dikonsumsi. Pangan yang sehat dapat menunjang pertumbuhan, perkembangan, dan kesehatan seseorang. Anak usia sekolah membutuhkan makanan dengan status gizi yg baik. Karakteristik anak sekolah sering tidak sarapan dengan mengganti makanan yang mengandung kalori atau zat gizi yang rendah. Hal ini mencerminkan kebiasaan makan jajan yang buruk yang berpengaruh terhadap status gizi. Jajanan yang sehat dan aman adalah makanan jajanan yang memiliki komposisi gizi yang baik dan berimbang serta tidak mengandung bahan pangan berbahaya. Penelitian yang dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar makanan jajanan yang dijual belum memenuhi nilai gizi yang diharapkan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu metode pendidikan gizi untuk meningkatkan pengetahuan tentang makanan jajanan yang sehat. Pemberian edukasi kepada anak lebih baik dilakukan mulai dari rumah atau orang terdekat. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui bahwa lebih dari 90% ibu-ibu selalu memberikan jajanan kepada anak dengan dasar kesukaan dan mudah didapat serta murah harganya, bukan atas dasar kesehatan. Hal ini juga terlihat bahwa 75% anak memilih jajanan yang tidak sehat ketika disuruh mengambil jajanan yang disediakan. Dengan adanya penyuluhan yang diberikan terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang jajanan sehat yang aman bagi anak anak. Pemberian pemahamam kepada ibu ini harus dilakukan secara terus menerus.
PENDAMPINGAN USAHA SEBAGAI WUJUD PEMANFAATAN SAWAH UNTUK DAYA TARIK WISATA Laila Ma’rifatul Azizah; Dwijoko Purbohadi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.615 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.758

Abstract

Kopi Plataran Oemah merupakan sebuah usaha yang dikembangakan dengan unsur tema rumahan yang menyuguhkan keindahan alam pegunungan dan sawah yang berdiri pada Oktober 2020. Usaha ini memiliki lokasi yang sangat strategis karena berdekatan dengan lokasi wisata di Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. Namun, dikarenakan usaha masih baru sehingga diperlukan pengembangan usaha serta promosi secara intensif. Oleh karena itu maka pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan melakukan promosi secara online Kopi Plataran Oemah. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan dalam hal desain logo dan pemanfaatan pemasaran online melalui media sosial. Pelatihan ini diikuti oleh pemilik usaha Wedang Uwuh Maremi yaitu Ibu Murjilah yang berlangsung di lokasi Kopi Plataran Omah. Target dari program ini yaitu meningkatkan kapasitas SDM dalam kemampuan mengelola dan promosi agar lebih luas melalui media massa. Adapun luaran dari pengabdian yaitu adanya model logo branding yang lebih menarik serta pemanfaatan media massa sebagai media pemasaran online untuk meningkatkan promosi.
Respon Guru Terhadap Konten E-Learning Interaktif Dwijoko Purbohadi; Apriliya Kurnianti; Lilis Kurniasari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 2. Kreatifitas Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dan Perguruan Tinggi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.52.1032

Abstract

Pandemi Covid-19 memaksa guru mengajar menggunakan fasilitas internet. Guru harus cepat belajar menguasai berbagai aplikasi. Kepala sekolah juga harus bekerja keras agar pembelajaran tetap berjalan selama masa isolasi. SMK Muhammadiyah 3 Wates merupakan salah satu sekolah yang lokasinya dekat dengan Bandara baru Internasional Yogyakarta Airport (YIA). Keberadaan bandara tersebut merubah daerah pedesaan menjadi aerotropolis. Dampaknya, pada masa pascapandemi sekolah ini justru harus menghadapi tantangan baru akibat perubahan sosial dan ekonomi yang sangat cepat. Masalah mendasar bagi sekolah dan guru adalah tuntutan peningkatan kualitas lulusan agar terserap dalam industri di kawasan aerotropolis. Faktor yang mempengaruhi kualitas lulusan adalah model pembelajaran. Guru harus dapat menciptakan inovasi pembelajaran, termasuk membuat konten e-learning interaktif. Dalam kegiatan ini, kami melatih para guru membuat konten e-learning yang interaktif. Saat ini, para guru telah terbiasa membuat konten pasif seperti PPT, PDF, atau Video, tetapi untuk membuat sebuah konten interaktif masih merupakan suatu hal baru bagi mereka. Bagaimana tanggapan guru setelah mengikuti pelatihan? Apakah para guru antusias atau sebaliknya? Bagaimana sikap pejabat sekolah? Variabel ini sangat penting untuk diketahui karena sangat menentukan kegiatan pengembangan e-learning
Pendidikan Karakter Anak Usia Sekolah Dasar (SD) Dengan Permainan Tradisional Sri Sundari; Dwijoko Purbohadi; Shiffa Noor Amalya
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1097

Abstract

Pendidikan karakter terhadap anak di era milenial dimulai dengan tercerminnya lingkungan yang baik dalam keluarga. Apabila karakter atau akhlak semua anggota keluarga baik, niscaya akan baik pula lingkungan masyarakatnya. Pembinaan anak dalam lingkungan masyarakat dengan menumbuhkan kegiatan-kegiatan yang positif, gotong royong, silaturahmi, maupun dialog-dialog interaktif keagamaan. Masyarakat dituntut ikut berperan dalam menciptakan tatanan masyarakat yang nyaman dan peduli terhadap pendidikan. Dalam rangka menciptakan pendidikan karakter anak di era milenial, pertama dimulai dari usia dini karena usia inilah yang dianggap relatif paling mudah dibentuk. Membentuk karakter harus dilakukan secara terus-menerus. Penanaman nilai pendidikan karakter terhadap anak di era milenial sebenarnya dapat dilakukan dengan memperkenalkan kembali permainan tradisional anak. Permainan tradisional anak sebenarnya dapat juga melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional ini. Pada pengabdian ini dikenalkan kembali 15 macam permainan tradisional di Jawa. Dari 15 permainan yang diajarkan 10 macam permainan anak-anak tidak mengenal. Para ibu yang menjadi bagian dari sampel pengabdian masih mengenal sebagian besar permainan tersebut ( 12 permainan) tetapi mayoritas sudah tidak mengajarkan lagi kepada anak anak mereka. Dari hasil pengabdian diketahui bahwa saat ini mayoritas orang tua khususnya ibu lebih banyak memberikan Hp sebagai alat permainan mereka sehingga anak anak tidak mengenal alat permainan tradisional yang dapat membangun karakter mereka sejajak dini. Anak anak tertarik dikenalkan dengan alat permainan tradisional, dan mereka juga tertarik untuk memainkan permainan tersebut tetapi paparan yang kurang membuat mereka tidak mengenal sejak awal permainan tersebut. Peran orangtua khususnya ibu sangat penting dalam pengenalan dan pembiasaaan permainan yang dimainkan ole anak anakk tersebut