Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Digital Ethics: The Use of Social Media in Gen Z Glasses Abdillah, Fauzan; Handoko Putro, Guruh Marhaenis
Jurnal Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v14i1.13525

Abstract

This study is about digital ethics among Generation Z in the city of Surabaya, facing the era of digitalization and society 5.0 with various challenges on various social media platforms, so that it is expected to be more ethical, optimal and safe. One of the objectives of this study is to determine the response of Generation Z toward hoax information by using generation z digital literacy skills and digital ethics owned by generation z in the city of Surabaya. The problem being faced in this study is the amount of hoax news on social media that can affect the mindset and digital ethics of Generation Z. The method used is quantitative with data collection techniques by distributing data through a Google Form questionnaire and using information from previous literature, journals, online media and books. The results of the study reveal that the use of social media by Generation Z is in accordance with good digital ethics such as using social media to upload photos, send messages and for school and lecture activities. Generation Z also uses social media to see the latest information. However, if there is hoax news, Generation Z tends to check the truth. As a theoretical perspective a theory of uses and gratifications on digital media use to reveal this phenomenon.
Promosi Kesehatan Untuk Meningkatkan Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Ginjal Sebagai Upaya Pencegahan Batu Ginjal Hadibrata, Exsa; Suharmanto, Suharmanto; Wardhana, Muhammad Fitra; Ulya, M. Ridho; Abdillah, Fauzan; Fredison, Fredison
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2957

Abstract

Prevalensi batu ginjal adalah sebanyak 6 per 1000 penduduk atau 1.499.400 penduduk Indonesia menderita batu ginjal. Sebagian besar kasus penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Faktor risiko yang menyebabkan batu ginjal antara lain adalah faktor keturunan, konsumsi makanan tinggi oksalat, konsumsi makanan tinggi kalsium, konsumsi makanan tinggi protein, konsumsi air putih dan kebiasaan menahan buang air kecil. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang pemeliharaan kesehatan ginjal sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit batu ginjal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 30 orang di Desa Margakaya Lampung Selatan. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penyakit ginjal. Kata kunci: promosi kesehatan, kesehatan ginjal, pencegahan batu ginjal
SINDROM RUBELLA KONGENITAL PADA ERA VAKSIN DAN PASCA-VAKSIN: TINJAUAN PUSTAKA Abdillah, Fauzan; Nugroho, Dwi Agustawan; Mashabi, Yasmine; Fadillah, Ibnu Harris
VARIABLE RESEARCH JOURNAL Vol. 2 No. 03 (2025): JULI 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sindrom Rubella Kongenital (Congenital Rubella Syndrome/CRS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya di negara-negara dengan cakupan imunisasi yang belum optimal. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan CRS pada era vaksin dan pasca-vaksin dengan menganalisis 20 studi empiris dari berbagai wilayah dunia. Hasilnya mengungkap lima tema utama: manifestasi klinis CRS yang konsisten (terutama trias gangguan pendengaran sensorineural, kelainan jantung, dan gangguan okular), kekebalan jangka panjang pasca vaksinasi, efektivitas sistem surveilans yang bervariasi, kemajuan dalam genotipisasi virus rubella, serta tantangan kebijakan dan diagnosis di bidang kesehatan masyarakat. Meskipun angka kejadian CRS telah menurun secara global, beberapa negara—terutama di Asia Tenggara dan Afrika—masih melaporkan kasus CRS akibat keterlambatan program vaksinasi, skrining maternal yang kurang memadai, dan lemahnya surveilans. Kajian ini menekankan pentingnya penguatan skrining antenatal, peningkatan diagnostik laboratorium, serta integrasi pengendalian rubella dalam kebijakan imunisasi nasional dan program kesehatan ibu. Langkah-langkah ini sangat penting untuk mencapai eliminasi CRS secara global dan mencegah kecacatan seumur hidup pada anak yang terkena.
PREOPERATIVE EMBOLIZATION FOR NASOPHARYNGEAL ANGIOFIBROMA Abdillah, Fauzan; Nugroho, Dwi Agustawan; Fadillah, Ibnu Harris; Mashabi, Yasmine; Yousif, Emad
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Juvenile nasopharyngeal angiofibroma (JNA) is a rare benign vascular tumor that almost exclusively affects adolescent males. Despite its benign nature, JNA demonstrates locally aggressive behavior and is associated with significant intraoperative bleeding. Preoperative embolization has become an important modality to reduce tumor vascularization and minimize intraoperative blood loss. The Objective of this case report is to discuss the role of preoperative embolization in the management of JNA, including relevant vascular anatomy, embolic materials, benefits and limitations, as well as local case experiences in Indonesia. Methods: A literature review was conducted on the external carotid artery anatomy, etiology, epidemiology, histopathology, tumor spread and staging, and preoperative embolization techniques using various materials such as gelfoam, polyvinyl alcohol, ethanol, and microspheres. Additionally, two cases of JNA at Cipto Mangunkusumo Hospital were reported, both treated with preoperative embolization using gelfoam prior to transpalatal tumor resection. Results: In both cases, embolization successfully reduced tumor vascularity. However, due to surgical delay beyond 48 hours after embolization, intraoperative bleeding remained significant (800–1000 mL). Both patients recovered uneventfully without postoperative complications, and histopathological findings confirmed JNA. Conclusion: Preoperative embolization is effective in reducing intraoperative blood loss during JNA surgery and should ideally be performed within 24–48 hours before resection. This approach facilitates safer tumor removal, although its optimal success depends on timing, embolization technique, and operator expertise.