Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

AIS Algorithm for Smart Antenna Application in WLAN Evizal Abdul Kadir; Siti Mariyam Shamsuddin; Tharek Abdul Rahman; Sharul Kamal Abdul Rahim; Eko Supriyanto; Sri Listia Rosa
Journal of ICT Research and Applications Vol. 8 No. 3 (2015)
Publisher : LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/itbj.ict.res.appl.2015.8.3.1

Abstract

Increasing numbers of wireless local area networks (WLAN) replacing wired networks have an impact on wireless network systems, causing issues such as interference. The smart antenna system is a method to overcome interference issues in WLANs. This paper proposes an artificial immune system (AIS) for a switch beam smart antenna system. A directional antenna is introduced to aim the beam at the desired user. The antenna consists of 8 directional antennas, each of which covers 45 degrees, thus creating an omnidirectional configuration of which the beams cover 360 degrees. To control the beam switching, an inexpensive PIC 16F877 microchip was used. An AIS algorithm was implemented in the microcontroller, which uses the received radio signal strength of the mobile device as reference. This is compared for each of the eight beams, after which the AIS algorithm selects the strongest signal received by the system and the microcontroller will then lock to the desired beam. In the experiment a frequency of 2.4 GHz (ISM band) was used for transmitting and receiving. A test of the system was conducted in an outdoor environment. The results show that the switch beam smart antenna worked fine based on locating the mobile device.
Desain Model Sistem Ketertelusuran Buah-Buahan di Tingkat Petani Menggunakan Teknologi RFID Yusuf Priyandari; Yuniaristanto -; Evizal -
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 14, No 2 (2015): PERFORMA Vol. 14 No. 2, September 2015
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.663 KB) | DOI: 10.20961/performa.14.2.11500

Abstract

Penelitian menghasilkan sebuah model sistem ketertelurusan (traceability) produk pertanian khususnya buah-buahan di tingkat petani menggunakan teknologi Radio-Frequency Identification (RFID). Model sistem ketertelususan disusun untuk menjamin diterimanya buah-buahan yang aman dan berkualitas oleh konsumen karena konsumen dapat menelusur informasi mengenai buah-buahan secara lengkap mulai dari proses budidaya, panen dan paskapanen yang termasuk di dalamnya rantai dsitribusi.Teknologi RFID dipilih karena banyak digunakan sebagai perangkat penelusuran produk dan telah menjadi salah satu bagian teknologi Near Field Contact (NFC) pada beberapa teknologi smart phone untuk proses pertukaran data.Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan. Tahap pertama adalah melakukan identifikasi rantai pasok buah-buahan yang dikhususkan pada salah satu jenis buah yakni pisang. Kedua, identifikasi bentuk data yang dibutuhkan dan digunakan dalam ketertelusuran buah di tingkat petani. Ketiga, penyusunan model atau desain arsitektur dan infrastruktur ketertelusuran buah-buahan pada tingkat petani. Hasil penelitian ini menggambarkan lebih detail bagaimana ketertelusuran buah-buahan dilakukan menggunakan teknologi RFID dibanding sejumlah artikel yang ada dalam mengkaji umum model ketertelusuran produk pertanian menggunakan teknologi RFID.
Analisa Dan Perancangan Jaringan Wireless Local Area Network Pada SMK Negeri 1 Rengat Barat Apri Siswanto; Evizal Evizal; Kusmeli Kusmeli
IT Journal Research and Development Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.839 KB) | DOI: 10.25299/itjrd.2019.vol3(2).2096

Abstract

Jaringan komputer adalah jaringan yang memungkinkan komputer berkomunikasi satu sama lain dengan bertukar data. Dalam hal ini jaringan komputer telah banyak digunakan untuk membantu dunia dalam membantu transmisi data antar komputer satu sama lain untuk bekerja. SMKN 1 Rengat Barat adalah sekolah yang akan mengembangkan jaringan komputer untuk mengakses data dari setiap komputer di SMK N 1 Rengat Barat dengan menggunakan jaringan WLAN dimana penghubung antara komputer dengan satu komputer di SMKN 1 Rengat menggunakan data transmisi udara menggunakan frekuensi radio pengembangan teknologi WLAN SMKN 1 Rengat Barat tidak lagi menggunakan kabel dalam menghubungkan satu komputer ke komputer lainnya. Dalam perkembangan teknologi WLAN dapat memudahkan dalam kegiatan berbagi data antar komputer di SMKN 1 Rengat Barat dan juga aksesibilitas siswa SMKN 1 Rengat Barat dalam proses pembelajaran.
Absensi Online Untuk Ruang Kelas Berbasis Cloud Computing Sri Listia Rosa; Evizal Abdul Kadir
IT Journal Research and Development Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.771 KB) | DOI: 10.25299/itjrd.2019.vol4(1).3363

Abstract

Kehadiran mahasiswa di dalam kelas adalah salah satu representasi penilaian diakhir kelas atau perkuliahan, beberapa mahasiswa menitipkan absen atau kehadirannya karena masih menggunakan sistem manual dengan tanda tangan di absen kehadiran. Selain itu, penggunaan sistem kehadiran secara manual kurang efektif karena sangat mudah di palsukan dan banyak adminsitrasi yang harus dilakukan, ditambah lagi penggunaan kertas yang lebih banyak. Penelitian ini membahas tentang sistem absensi otomatis secara online untuk mahamahasiswa dan dosen, di mana setiap mahamahasiswa sebelum masuk ke ruang kelas harus menempelkan kartu tanda mahamahasiswa mereka pada pembaca RFID dan sebelum keluar perlu menempelkan juga untuk bukti keluar. Toleransi waktu masuk dan keluar ditetapkan berdasarkan jadwal yang sudah diatur oleh Universitas, begitu juga untuk karyawan dan dosen, mirip dengan sistem untuk mahamahasiswa sebelum masuk kuliah setiap dosen harus menempelkan kartunya sebagai bukti masuk ke kelas dan juga untuk absen keluar. Data kehadiran mahamahasiswa dan dosen dengan nomor ruang kelas yang sudah diatur dikirim ke database untuk rekaman kehadiran mahamahasiswa dan juga pembayaran honorarium untuk dosen yang masuk. Rancangan sistem diuji di ruang kelas pada Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau dengan jumlah mahasiswa sekitar 40 orang per kelas. Data yang dikumpulkan oleh pembaca RFID diteruskan ke server yang dikendalikan oleh teknologi informasi Universitas dan terhubung ke sistem penggajian di bagian keuangan. Sistem ini memberikan efektivitas dan efisiensi dalam administrasi, hasil dari pelaksanaan sistem ini maka tidak ada lagi pelaporan secara manual oleh petugas, sehingga dapat meringankan pekerjaaan karyawan untuk pencatatan kehadiran dosen di akhir bulan untuk pembayaran honorarium. Kelebihan lain dari sistem ini, dan juga mahamahasiswa dan dosen tidak dapat lagi meitipkan absensi kehadiran mereka dalam proses pembelajaran di kelas.
Food Traceability in Supply Chain Based on EPCIS Standard and RFID Technology Evizal Abdul Kadir; Siti Mariyam Shamsuddin; Eko Supriyanto; Wahyudi Sutopo; Sri Listia Rosa
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 13, No 1: January 2015
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth of retailer lately very significant especially in food product, selling of food product is not only in conventional market but moreover now is in such mini market, mall, shopping complex, etc. Food traceability is required in supply of food product to make sure items are safe to consume and not in expired date. This paper present on food traceability in supply chain based on Electronic Product Code Information Services (EPCIS), the use of EPCIS standard is refer to Global Standard-1 (GS1) for logistic and supply chain based on Radio Frequency Identification (RFID) Technology. RFID is used for items tagging on food product instead of barcode that currently widely used the advantages of RFID tag compare than barcode make the system is more applicable to used in food traceability. In this case one of food product take into example in supplying which is banana that the process started from farmer until reach to retail house are monitored and recorded by the system. End process of this system is to give services to the consumer of customer based on EPCIS database collected in all the way of process. DOI: http://dx.doi.org/10.11591/telkomnika.v13i1.6919
Leveraging Social Media Data for Forest Fires Sentiment Classification: A Data-Driven Method Maharani, Warih; Daud, Hanita; Muhammad, Noryanti; Kadir, Evizal Abdul
Journal of Information Systems Engineering and Business Intelligence Vol. 10 No. 3 (2024): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jisebi.10.3.392-407

Abstract

Background: The rise in forest fires over the last two years, which is due to rise in dry weather conditions and human activities, have greatly impacted an area of 1.6 million hectares, leading to significant ecological, economic, and health issues, hence the need to improve disaster response strategies. Previous research determined the lack of coverage regarding public response during forest fires with conventional methods such as satellite images and sensor data. However, social media platforms provide real-time information generated by users, along with location information of disaster events. Sentiment analysis helps in understanding the public reactions and responses to natural disasters, thereby increasing awareness about forest fires. Objective: The purpose of this research is to assess the efficiency of Long Short-Term Memory (LSTM) method in classifying sentiment for social networks in regard to forest fires. This research aims to examine the effect of TF-IDF, unigram, and the FastText features on the effectiveness of the classification of sentiment. Methods: The precision, recall, and F1 score of 2, 3, and 4 determined in the LSTM models with commonly available sentiment analysis tools, such as the Vader Sentiment Analysis and SentiWordNet was used to evaluate the performance of the model. Results: With an improvement of roughly 10%, the four layers of the LSTM model generated the best performance for the evaluation of sentiments about forest fires. The LSTM model with FastText achieved F1, recall and precision scores of 0.649, 0.641, and 0.659, which exceeds lexicon-based method including SentiWordNet and Vader. Conclusion: The experimental results showed that the LSTM model outperformed lexicon-based methods when used to analyse the tweets related to forest fire. Additional research is required to integrate rule-based models and LSTM models to develop a more robust model for dynamic data.   Keywords: Forest Fire, Disaster, Long Short-Term Memory, LSTM, Vader, SentiWordnet
Penerapan Peningkatan Kapasitas Produksi Pengupasan Sabut Kelapa Menggunakan Mesin Pengupas Semi-Otomatis pada Kelompok Tani Perak Jaya di Provinsi Riau Kadir, Evizal Abdul; Angraini, Lilis Marina; Rosa, Sri Listia; Arsad, Agus; Fikri, Tu Bagus Dwi
Bahasa Indonesia Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.221.7

Abstract

Coconut fiber is an agricultural waste that has high economic value if processed properly. The manual process of peeling coconut fiber takes a long time and a lot of energy, so it is not efficient in high production scale. This study aims to increase the production capacity of coconut fiber peeling through the development and implementation of a semi-automatic coconut fiber peeling machine. This machine is designed to combine the cutting and releasing mechanism of the fiber efficiently by utilizing an electric motor and a simple mechanical control system. Testing was carried out by comparing the production capacity between the manual method and the use of a semi-automatic peeling machine. The results showed that the use of a semi-automatic machine was able to increase production capacity up to 3 times compared to the manual method, with faster processing time and reduced operator fatigue levels. These findings provide a practical solution for the coconut processing industry to improve production efficiency and market competitiveness.   Abstrak Sabut kelapa merupakan limbah pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi jika diolah dengan baik. Proses pengupasan sabut kelapa secara manual memerlukan waktu yang lama dan tenaga yang besar, sehingga tidak efisien dalam skala produksi yang tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi pengupasan sabut kelapa melalui pengembangan dan implementasi mesin pengupas sabut kelapa semi-otomatis. Mesin ini dirancang untuk memadukan mekanisme pemotongan dan pelepasan sabut secara efisien dengan memanfaatkan motor listrik dan sistem kendali mekanis yang sederhana. Pengujian dilakukan dengan membandingkan kapasitas produksi antara metode manual dan penggunaan mesin pengupas semi-otomatis. Hasil Pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan mesin semi-otomatis mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 3 kali lipat dibandingkan metode manual, dengan waktu proses yang lebih cepat dan tingkat kelelahan operator yang berkurang. Temuan ini memberikan solusi praktis bagi industri pengolahan kelapa untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing pasar.
Enhancing Student Performance Prediction with Limited Data in Distance Learning Environments Mulyanto, Mulyanto; Kadir, Evizal Abdul
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 22, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v22i2.37515

Abstract

Providing early predictions of student performance assessments is an essential task in the educational system. Previous studies on predicting student performance assessments have traditionally relied on academic scores and test indicators. The utilization of assignments, grades, and exams has been an extensive and successful method for evaluating student performance. However, with the increasing popularity of distance learning, a new perspective has emerged. The Online Learning Management System (OLMS) provides a wide array of features that can be leveraged in various ways to predict student performance. This study aims to propose an alternative approach to predicting student performance assessments by utilizing student engagement in an online learning management system. The study strives to investigate and analyze prospective features based on student activity. Bagging ensemble learning methods are proposed to predict student performance assessments through oversampling datasets. The effectiveness of these prediction models is then compared with various machine-learning models, with the results indicating that the proposed model outperforms others at all comparison levels. Furthermore, the proposed model demonstrates the ability to discriminate and predict student performance assessments based on OLMS-related features. Keywords: Student Performance Assessment, Ensemble Learning, Machine Learning, Student Performance Prediction
Penerapan Sistem Pemantauan Kualitas Air Sungai Siak Dan Penyulingan Air Bersih Pada Kelompok Masyarakat Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Riau Kadir, Evizal Abdul; Karya, Detri; Rosa, Sri Listia; Rohman, Fadhlur
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat TEKNO (JAM-TEKNO) Vol 6 No 2 (2025): Desember 2025 In Progress
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih dan kesadaran lingkungan melalui penerapan sistem pemantauan kualitas air Sungai Siak serta instalasi penyulingan air bersih bagi kelompok masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemangku kepentingan lokal, dilanjutkan survei lokasi untuk menentukan titik pemantauan dan area instalasi unit penyulingan. Perangkat sensor berbasis Internet of Things (IoT) digunakan untuk memantau parameter utama seperti suhu, pH, dan tingkat kekeruhan air secara real-time, sedangkan sistem penyulingan multi-tahap menggabungkan filtrasi karbon aktif, reverse osmosis, dan sterilisasi ultraviolet diterapkan untuk menghasilkan air yang layak konsumsi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sistem pemantauan dapat mengirimkan data kualitas air secara daring dan membantu masyarakat mengenali perubahan kondisi sungai secara cepat, khususnya pada musim hujan ketika kekeruhan meningkat. Unit penyulingan yang dipasang di balai warga menghasilkan air dengan kualitas yang memenuhi standar air minum rumah tangga, memberikan alternatif sumber air bersih yang mudah diakses. Keterlibatan aktif masyarakat dalam pelatihan pengoperasian dan perawatan perangkat memastikan keberlanjutan program serta menumbuhkan rasa kepemilikan bersama. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi pemantauan kualitas air berbasis sensor IoT dan teknologi penyulingan dapat menjadi solusi praktis dan berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan air bersih di wilayah bantaran Sungai Siak, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesehatan masyarakat setempat.