Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Cincau Hijau Perdu (Premna oblingofolia) Terhadap Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeroginosa Yanuarty, Rezky
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 1 No. 5 (2022): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v1i5.46

Abstract

Tanaman yakni salah satu sumber daya yang sangat penting dalam upaya pengobatan serta upaya mempertahankan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bakteri Staphylococcus aureus serta Pseudomonas aeroginosa memiliki aktivitas yang bisa mengurangi radang di lambung dan konsentrasi daya hambat minimum dari bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeroginosa. Penelitian ini memakai penelitian eksperimental yang dilaksanakan uji daya hambat dengan memakai metode difusi agar cara Kirby Bauer. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di bakteri staphylococcus aureus bisa diamati bahwa konsentrasi 5 % serta 10 % berdaya hambat terbesar karena tidak terdapat pertumbuhan bakteri di medium. Sedangkan di bakteri Pseudomonas aeruginosa dapat dilihat di konsentrasi 5 % juga memiliki daya hambat terbesar karena tidak terdapat pertumbuhan bakteri di medium. Hal ini dikarenakan senyawa bioaktif yang terdapat dalam cincau hijau yakni klorofil, beta-karoten, alkaloid, saponin, tanin, stroid dan glikosida. Senyawa fitokimia tersebut berpotensi sebagai antibakteri alami di bakteri patogen
Edukasi Pemanfaatan Jahe Untuk Meningkatkan Sistem Imun Tubuh di Desa Powelua, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah Yanuarty, Rezky; A. Toding, Ficanata; Nurhaliza, Siti
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v5i2.406

Abstract

Sistem imun atau daya tahan tubuh merupakan suatu pertahanan tubuh untuk melindungi diri dari bahaya lingkungan sekitar yang dianggap sebagai benda asing bagi tubuh seperti bakteri, virus, jamur, parasit, protozoa, yang dapat menyebabkan infeksi bagi tubuh. Sistem imun dapat dijaga dan ditingkatkan dengan mengkonsumsi vitamin maupun herbal alam atau tanaman tradisional yang berkhasiat sebagai imunomodulator. Salah satu tanaman tradisional yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah jahe (Zingiber officinale). Rimpang jahe mengandung salah satu senayawa yaitu gingerol. Gingerol dalam tubuh berkhasiat sebagai antiinflamasi yang sangat baik bagi tubuh. Selain itu memiliki kandungan fenolik yang berkhasiat untuk mengatur imunitas dengan cara sintesis sitokin pro inflamasi serta mempengaruhi regulasi sel imun. Kegiatan PKM bertujuan untuk memberikan edukasi pemanfaatan jahe serta cara penggunaannya. Dilakukan dengan cara sosialisasi penyampaian materi secara ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanaya jawab. Melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian sembako. Hasil yang diperoleh setelah melakukan sosialisasi, diadakan post test diperoleh 86.50% dengan hasil sangat baik, dengan hasil tersebut masyarakat memahami pemanfaatan jahe serta mengetahui pengolahannya, sehingga dapat membuat minuman dari jahe untuk menjaga daya tahan tubuh. Untuk menjalin kerjasama maka akan dibuatkan kebun TOGA yang akan digunakan masyarakat di Desa Powelua. Kata Kunci: Jahe, Daya Tahan Tubuh, Edukasi
EDUKASI PEMANFAATAN DAN MEMBUDIDAYAKAN TANAMAN PEPAYA UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN KELURAHAN LAMBARA, TAWAELI - SULAWESI TENGAH Yanuarty, Rezky; Yunlis; Awilia, Nurchaliza; Anastasia, Syakilah
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 5 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i5.2431

Abstract

Upaya dalam meningkatkan kesehatan merupakan wujud nyata peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan dengan cara pemanfaatan dalam membudidayakan tanaman obat. Hal ini dimaksudkan untuk pengobatan pertama ketika terserang penyakit. Salah satunya yaitu tanaman pepaya. Tanaman pepaya banyak dibudidayakan di sekitar pekarangan rumah. Mulai dari daun hingga bijinya dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Salah satunya yaitu terletak pada daunnya. Daun pepaya memiliki enzim papain, pseudokarpain, glikosid, karposid yang memiliki efek antiinflamasi, intimikroba dan antioksidan. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat untuk memberikan edukasi serta cara membudidayakan dan manfaat serta cara penggunaannya untuk pengobatan obat tradisional. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah dan membagikan leaflet. Dalam membudidayakan tanaman pepaya tidak banyak mengalami kesulitan. Perlu diperhatikan ketika tanamannya terkena hama atau berpenyakit harus segera dicabut dan digantikan dengan tanaman yang baru. Pada saat pemanenan buah pepaya harus memiliki ciri-ciri terdapat garis-garis menguning pada kulit buahnya. Melanjutkan materi terkait kandungan serta cara pengolahannya untuk pengobatan tradisional, kemudian sesi diskusi dan tanya jawab, setelah itu membagikan kuesioner dimaksudkan agar, penyuluh mendapat informasi terkait PkM yang dilaksanakan, apakah masyarakat merasa senang dan mendapat masukkan dari masyarakat untuk kegiatan PkM selanjutnya. Hasil yang diperoleh setelah melakukan penyuluhan, diperoleh 86.17% dengan hasil sangat baik. Menunjukkan bahwa masyarakat merasa puas dengan kegiatan PkM dan bersedia apabila kegiatan ini dilaksanakan kembali. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan manfaat dalam membudidayakan tanaman pepaya dan pengetahuan baru terkait manfaat serta pengolahannya menjadi pengobatan tradisional, yang dapat dipraktikkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya RT 09 Kelurahan Lambara.
EDUKASI PEMANFAATAN TANAMAN JAMBU BIJI UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN DIRANGKAIKAN PEMERIKSAAN KESEHATAN MASYARAKAT KELURAHAN TATURA UTARA Yanuarty, Rezky; Rezky, Fajria; Halik, Nur
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2903

Abstract

The biodiversity that grows on this earth is not only used as food or just to enjoy its beauty. Some biodiversity can be used as ingredients in treating several types of diseases. The State of Indonesia is a country that has abundant natural resources. Some of Indonesia's natural resources are used for medicinal materials. One of them is the guava plant which has been widely used for traditional medicine. The guava plant has been widely used in the community both from the leaves to the fruit. Guava leaves contain alkaloid compounds, saponins, tannins, flavonoids, polyphenols, quinones, essential oils. The fruit is high in vitamin C and iron. The purpose of community service is to provide education on its use and how to use it for traditional medicine treatment. Counseling is carried out by lecture method and distributing leaflets. Continuing with material related to the contents and how to treat various diseases, then discussion and question and answer sessions, then continued with free health checks to check blood sugar, cholesterol and uric acid levels. After that, distributing questionnaires is intended so that the extension workers get information related to the PkM that is carried out, whether the community feels happy and gets input from the community for the next PkM activities. The results obtained after conducting counseling, were obtained 86.33% with very good results. It shows that the community is satisfied with the PkM activities and is willing if this activity is carried out again. Conclusion community service activities provide benefits in guava plants and new knowledge related to the benefits and processing them into traditional medicine, which can be practiced to improve public health, especially RT 01 North Tatura Village.
Efek Ekstrak Etanol Daun Pepaya Terhadap Histopatologi Ginjal Tikus Putih Yang Diinduksi Streptozotocin Yanuarty, Rezky; Tamunu, Jeine Sweet Natasya; Tandi, Joni; Dewi, Niluh Puspita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Special Issue for 18th Mulawarman Pharmaceu
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i1.469

Abstract

Ginjal merupakan organ yang mempunyai kemampuan menyaring darah dengan membuang limbah alami seperti urea. Limbah alami yang diperluas bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kandungan metabolits pilihan alkaloids, flavonoids, saponins, dan tanins dalam konsentrat etanol daun pepaya, dan untuk menentukan dampak dan porsi konsentrat yang layak pada melawan sel silinder ginjal pada tikus yang digerakkan oleh streptozotocin. Hewan pengerat diisolasi ke dalam 6 kelompok yang terdiri dari control tipikal, control negatif, control positif, perlakuan lepas tandan dengan dosis 100, 200, 300mg/kg BB. Penelitian selama 28 hari. Studi ini mencatat perkembangan yang terjadi pada sel tubullus ginjal tikus putih jantan yang dipicu oleh streptozotocin sebagai tingkat kerusakans dengan nilai yangs ditentukan sebagai persentase (%) pada setiap bagian tubullus yang rusak atau rusak. Hasil penelitian menunjukkans bahwa daun pepaya secara terpisah mengandung metabolits opsional alkaloids, flavonoids, saponins dan tanins. Pemberian konsentrat etanol daun pepaya dalam porsi 300mg/kg BB secara preventif bisa mempengaruhi sel silinder ginjals pada tikus yang diinduksis STZ, dengan nilais bahaya tipikal 0,4 dari batas 4.
Standardization of Non-specific Parameters of Honey from Farmed Bees in Tojo Una Una Islamiati, Utami; Parobe, Alda Iglesias; Yanuarty, Rezky; Tandi, Joni
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 4 (2024): Oktober - Desember
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i4.7602

Abstract

Honey is a normally sweet arrangement delivered by bumble bees from nectar sources. In the use of honey as an herbal ingredient, however, not all honey in Indonesia has been standardised, so it is necessary to confirm the quality of honey that meets the reference standards set by the government, namely SNI. The purpose of this study was to determine the quality of honey in Tojo Una-una Regency from three different sub- districts: Ampana Tete, Ampana Kota, and Ratolindo, based on standardization using non-specific test parameters. This study used pure honey and honey extract using 96% ethanol solvent. The tests based on non-specific parameters in the form of moisture content were performed by gravimetry, ash content by dry ashing, acidity by titration, and reducing sugar by UV-Vis spectrophotometry, while metal contamination by atomic absorption spectrophotometry, all tests were repeated 3 times. Statistical test results showed that there were significant differences in the quality of honey from three different locations. The results of the research on pure honey and honey extract from Ampana Tete meet the SNI requirements except for the water content test of pure honey which does not meet the SNI.
Determination of Secondary Metabolite Levels in Ethanol Extract of Clove leaves (Syzygium aromaticum L.) Using LC-HRMS Methods Tuldjanah, Muthmainah; Sasdila, Sasdila; Yanuarty, Rezky; Wulandari, Ayu; Tandi, Joni
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 1b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i1b.7975

Abstract

The use of plants as raw materials for medicinal purposes has become increasingly prevalent due to the diverse secondary metabolites they can produce. Clove leaves (Syzigium aromaticum L.) are known for their antimicrobial, antioxidant, anti-inflammatory, analgesic, anticancer, anesthetic, aphrodisiac, and antipyretic properties. This study aims to determine the levels of secondary metabolites in clove leaves using the LC-HRMS method. The results showed that the ethanol extract of clove leaves contained 34 compounds, with the compounds (-)-Caryophyllene oxide and Miquelianin having the highest chromatogram peaks at 9.714195% and 8.712299% of the compound composition, respectively.
Edukasi Manfaat Daun Jeruk Nipis Untuk Kesehatan Bagi Masyarakat Desa Sejahtera Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Yanuarty, Rezky; Patala, Recky; Awilia, Nurkhaliza
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2673

Abstract

Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan salah jenis tumbuhan obat yang telah lama digunakan oleh masyarakat lokal di Indonesia. Selain digunakan sebagai obat tradisional, buahnya juga digunakan untuk berbagai bahan makanan atau minuman. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional berhubungan dengan bioaktivitas dan kandungan metabolit sekundernya. Daun jeruk nipis mengandung senyawa kimia minyak atsiri, flavonoid, saponin, dan terpen yang aktif sebagai racun kontak dan racun perut bagi nyamuk. Selanjutnya Citrus aurantifolia diidentifikasi mengandung Limonoida, yaitu asam limonexat, asam isolimonexat, dan limonin. Senyawa flavonoid memiliki sifat antioksidan yang berperan sebagai penangkap radikal bebas karena mengandung gugus hidroksil. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang manfaat daun jeruk nipis untuk kesehatan masyarakat di Desa Sejahtera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan dilakukan dalam bentuk sosialisasi dan edukasi dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan membagikan brosur. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman serta perilaku yang baik terhadap pemanfaatan daun jeruk untuk menangani masalah kesehatan di Desa Sejahtera. Kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai upaya dalam mengatasi masalah kesehatan dengan menggunakan obat-obatan yang dapat dikonsumsi tanpa pengawasan dari dokter.
Aphrodisiac Activity of Clove Leaves (Syzygium aromaticum L.) Ethanol Extract and Fractions in Wistar rats Yanuarty, Rezky; Tuldjanah, Muthmainnah; Wulandari, Ayu
Sciences of Phytochemistry Volume 3 Issue 1
Publisher : ETFLIN Publishing House

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphy0301183

Abstract

Erectile dysfunction (ED) and premature ejaculation are prevalent male sexual dysfunctions affecting various age groups. This study explores the potential aphrodisiac effects of Clove leaves (Syzygium aromaticum L.), a plant rich in secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, saponins, and steroids. Fractionation of the ethanol extract yielded n-hexane, ethyl acetate, and water fractions. Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, flavonoids, and saponins in the water fraction, while steroids were detected in the ethanol extract, ethyl acetate, and n-hexane fractions. In vivo tests on male rats demonstrated that the ethanol extract, n-hexane, and ethyl acetate fractions significantly reduced mounting latency (ML), increased mounting frequency (MF), and accelerated intromission latency (IL), indicating heightened sexual arousal and endurance. Moreover, these fractions delayed ejaculatory latency (EL) and increased ejaculation frequency (EF), akin to the positive control, X-Gra. Notably, the n-hexane fraction showed the closest efficacy to X-Gra. The presence of steroids in the active fractions suggests their role in eliciting aphrodisiac effects. Further isolation and purification of the active compound(s) may optimize therapeutic outcomes. This study underscores the potential of Clove leaf fractions as natural aphrodisiacs, warranting further investigation for clinical applications.
LC-HRMS Analysis of Abelmoschus Manihot Medik from Palu of Central Sulawesi Paliwang, Rafni Mahyudin; Anggi, Viani; Yanuarty, Rezky; Rakanita, Yasinta
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 9 (2024): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i9.8948

Abstract

Abelmoschus manihot (L.) Medik is one of the traditional medicinal plants from Palu City, Central of Sulawesi with the Malvaceae plant family and commonly is a traditional medicinal plants recognized fot its therapeutic potential, particularly in antioxidant, anti-inflammatory and wound healing applications. This research aims to identify and characterize the chemical compounds present in Abelmoschus manihot (L.) Medik plant from Palu City, Central of Sulawesi using  liquid chromatography high resolution mass spectrometry (LC-HRMS). This research was collected fresh plant, designed using ethanol extraction from Abelmoschus manihot (L.) Medik and analyzed using mass spectroscopy (LC-HRMS) with Processing Software – MZMine Ver. 3.9.0. The results of this study  provide new insights into the chemical composition of Abelmoschus manihot (L.) Medik and confirm its potential as a source of bioactive compounds that could be futher explored for pharmaceutical development, namely that it contains the main compound Quercetin with a mass of 303.04, Gossypetin; Myricetin with a mass of 319.04, Quercetin 3-O-alpha-L-rhamnoside with a mass of 449.10 Isoquercetin; Hyperoside; Hyperin; Hirsutrin with a mass of 465.10, Gossypol with a mass of 519.20 and rutin with a mass of 291.08.