Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyegaran Wasit Tenis Kejuaraan Junior Nasional TDP Riau Tennis Tournament Tahun 2025 Jatra, Rices; Rezki; Yolanda, Fitriana; Setiawan, Budi Arif; Firmansuah, Swara ilham
INSAN CENDEKIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): INSAN CENDEKIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/ic.v3i3.880

Abstract

Riau Tennis Tournament, yang diselenggarakan oleh WSRJ Management, merupakan salah satu event junior nasional unggulan di Indonesia, menarik partisipasi lebih dari 250 pemain. Namun, keberhasilan turnamen ini dihadapkan pada permasalahan serius terkait kualitas perwasitan. Terdapat keluhan signifikan dari orang tua pemain dan pelatih mengenai ketidakpuasan terhadap ketidakonsistenan keputusan wasit dan kurangnya pemahaman ofisial terhadap pembaruan peraturan International Tennis Federation (ITF). Permasalahan ini berpotensi merusak kredibilitas turnamen dan mengurangi pengalaman positif bagi peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi tersebut demi meningkatkan kualitas pelayanan pertandingan yang profesional dan memperkuat citra positif turnamen. Metode Pelaksanaan: Solusi yang dirancang adalah penyelenggaraan Program Penyegaran Wasit dan Linesman (refreshment training). Metode yang digunakan bersifat sistematis, meliputi sesi pelatihan intensif selama dua hari (teori dan praktik) yang fokus pada pemutakhiran aturan terkini, prosedur standar operasional, dan simulasi pertandingan nyata. Untuk menjamin konsistensi pemahaman, dikembangkan Modul Digital Interaktif dan Buku Saku Cetak sebagai media referensi cepat di lapangan. Program ini juga menerapkan Sistem Evaluasi dan Sertifikasi Internal serta Pengembangan Database Digital Wasit untuk memudahkan mitra dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) ofisial di masa depan. Hasil dan Kontribusi: Pelaksanaan PkM ini diharapkan menghasilkan peningkatan akurasi keputusan wasit dalam simulasi pertandingan (target ≥90%), serta menjamin konsistensi dalam penerapan aturan pertandingan terkini di antara ofisial. Luaran manajerial mencakup tersedianya database aktif yang memfasilitasi pemetaan dan pelacakan perkembangan SDM wasit. Kontribusi terpenting PkM ini adalah mewujudkan profesionalisme ofisial pertandingan yang selama ini belum tersedia secara sistematis di tingkat daerah, sehingga mutu kompetisi dapat setara dengan turnamen nasional lainnya. Selain itu, program ini selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), khususnya IKU 2, IKU 5, dan IKU 6.
Manfaat Permainan Olahraga Tradisional Terhadap Perkembangan Motorik Anak Sd 020 Muhammadiyah Kec. Kuok Rezki; Islami, Febi; Br Siagian, Elva Anastasia
Community Education Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2023): April
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/ceej.v4i2.11290

Abstract

Di era teknologi canggih seperti saat ini, banyak anak yang menghabiskan waktunya untuk bermain di warung-warung internet, hanya untuk bermain game online. Tidak jarang dijumpai kebanyakan mereka adalah siswa sekolah dasar. Dengan adanya teknologi canggih mereka lebih banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game baik di warung-warung internet, maupun dengan menggunakan gadget. Hal ini menimbulkan permasalahan baru, dimana permainan tersebut tanpa disadari dapat menjadikan anak memiliki pribadi yang tertutup dan tidak peka terhadap lingkungan sekitar hingga menjadikan dia seorang yang individualis. Sifat yang demikian akan membentuk karakter yang tidak baik dan tidak dianjurkan untuk diajarkan secara berlebihan dari lingkungan keluarga maupun lingkungan pendidikan, dan menggangu perkembangan motorik anak. Keterampilan motorik sangat penting diajarkan kepada siswa sekolah dasar. Karena karakteristik mereka sebagai anak anak yang selalu bergerak dengan riang sehingga keterampilan motorik yang baik sangat diperlukan untuk perkembangan anak. perkembangan motoric anak adalah suatu proses kematangan yang berhubungan dengan aspek deferensial bentuk atau fungsi termasuk perubahan social emosional. Keywords: Manfaat Permaian Olahraga Tradisonal Di era teknologi canggih seperti saat ini, banyak anak yang menghabiskan waktunya untuk bermain di warung-warung internet, hanya untuk bermain game online. Tidak jarang dijumpai kebanyakan mereka adalah siswa sekolah dasar. Dengan adanya teknologi canggih mereka lebih banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain game baik di warung-warung internet, maupun dengan menggunakan gadget. Hal ini menimbulkan permasalahan baru, dimana permainan tersebut tanpa disadari dapat menjadikan anak memiliki pribadi yang tertutup dan tidak peka terhadap lingkungan sekitar hingga menjadikan dia seorang yang individualis. Sifat yang demikian akan membentuk karakter yang tidak baik dan tidak dianjurkan untuk diajarkan secara berlebihan dari lingkungan keluarga maupun lingkungan pendidikan, dan menggangu perkembangan motorik anak. Keterampilan motorik sangat penting diajarkan kepada siswa sekolah dasar. Karena karakteristik mereka sebagai anak anak yang selalu bergerak dengan riang sehingga keterampilan motorik yang baik sangat diperlukan untuk perkembangan anak. perkembangan motoric anak adalah suatu proses kematangan yang berhubungan dengan aspek deferensial bentuk atau fungsi termasuk perubahan social emosional.
Analisis Gerak Motorik Dasar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar Rezki
Journal Sport Area Vol 1 No 1 (2016): June
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/sportarea.2016.vol1(1).375

Abstract

Gerak fundamental ditentukan berdasarkan kemampuan seseorang menguasai tiga kelompok dasar gerak yaitu Non-Lokomotor, lokomotor, dan manipulatif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kesesuaian gerak dasar siswa dengan tingkat usianya. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskribtif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kuok berjumlah 114 siswa.Siswa diminta melakukan 22 gerak yang masuk dalam kelompok gerak Non-Lokomotor, lokomotor, dan manipulatif. Gerak siswa direkam menggunakan kamera, dan hasil rekaman dianalisis menggunakan pedoman observasi kemudian dianalisis dari persentase nilai gerakan yang dilakukan.Hasil penelitian ini menemukan bahwa nilai kesesuaian gerak siswa putra lebih baik dibanding dengan siswa putri. Ketiga jenis kelompok gerak dasar dijelaskan bahwa kelompok gerak Non-Lokomotor masuk dalam kategori cukup (74,5%), lokomotor masuk dalam kategori cukup (77,4%), dan manipulatif masuk dalam kategori baik (85,25%). Dari hasil analisis tiga jenis kelompok gerak dasar tersebut dapat diketahui kesesuaian gerak dasar masuk dalam kategori baik (79%).