Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENINGKATAN PELAYANAN PEGAWAI GLAMPING KEMA MERBABU KABUPATEN BOYOLALI MELALUI PELATIHAN PENAMPILAN DIRI (PERSONAL GROOMING) Imanina, Almas Nabili; Paninggiran, Herman Novry Kristiansen; Jannah, Desika Nur
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1506

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini mencerminkan kolaborasi dengan Glamping Kema Merbabu sebagai mitra dalam proyek pengabdian kepada masyarakat. Fokus utama kegiatan adalah pengembangan karakter dan penampilan diri bagi pegawai Kema Merbabu. Dalam kerangka kemitraan dengan Glamping Kema Merbabu, masalah utama terkait kurangnya pelatihan berpenampilan diri dan karakter dari Kema Merbabu sehingga para pegawai belum merasa penting untuk menjaga penampilan diri. Pegawai Kema Merbabu dalam level manajerial juga perlu pemahaman mengenai keseragaman atribut dan ciri khas yang perlu dikembangkan agar pelayanan dari Kema Merbabu dapat dikenang positif oleh wisatawan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan kepemahaman pentingnya penampilan diri dalam industry jasa terutama perhotelan dan pariwisata karena akan menghasilkan kesan pertama yang baik. Metode ini melibatkan tahap perencanaan pelatihan langsung menggunakan metode ceeramah, peragaan langsung dan diskusi. Sebelum pelatihan peserta diberikan kuesioner pre test untuk menilai kepemahaman masing-masing individu mengenai topik terkait. Setelah pelatihan, peserta diberi kuesioner post test agar menilai sejauh mana kepemahaman yang didapatkan setelah mengikuti pelatihan agar mampu bersinergi dengan tujuan pengabdian yaitu meningkatkan profesionalisme pegawai Kema Merbabu sekaligus citra dan kualitas pelayanan Glamping Kema Merbabu. Kegiatan Kegiatan pengabdian diikuti 21 peserta yang terdiri atas 18 level operasional dan 3 level manajerial. Bertempat di Kema Merbabu, pengabdian berjalan dengan lancar dan efektif karena para peserta antusias saat melakukan peragaan dan terlihat dari hasil pre post test. Setelah kegiatan pengabdian dengan tema penampilan diri, diharapkan kedepannya Kema Merbabu menerapkan apa yang telah dipelajari selama pelatihan. Pelatihan-pelatihan lainnya terkait peningkatkan citra yang baik dalam hal pelayanan industri jasa juga diperlukan agar Kema Merbabu memiliki ciri khas dan identitasnya yang membedakan dari glamping lainnya.
Implementasi Sapta Pesona Pada Glamorous Camping Kema Merbabu Imanina, Almas Nabili; Jannah, Desika Nur; Arvianto, Bram
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 29 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v29i1.1789

Abstract

The existence of creative development and innovation in the management of tourist attractions is currently bringing glamping as a current trend. Glamping (glamorous camping) refers to a modern camping concept that combines the essence of nature with adequate facilities. Boyolali Regency is an area in Central Java which is very famous for the production of quality milk and cheese from various dairy farms, where this area is also called New Zealand Van Java. The glamping accommodation trend can be said to be very suitable to be implemented in Boyolali considering that the weather in this area can be said to be cool. Boyolali Regency has 3 accommodations with a glamor camping concept which are quite competitive and well known to tourists, one of which is Kema Merbabu. The application of the concept of conscious tourism and Sapta Pesona is important in the basis of its development because it can encourage public awareness to become a host. which is good for tourists. Through descriptive qualitative research and observation and interview methods, the 7 elements contained in Sapta Pesona in Kema Merbabu still contain many potential tourism activities and products that can be developed so that Kema Merbabu can attract more tourists and extend the length of their stay. Keywords: implementation, sapta pesona, glamping
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INGGRIS UNTUK POKDARWIS DESA WISATA JUNGSEMI KECAMATAN KANGKUNG KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH Jannah, Desika Nur; Shinta, Qurinta; K. P., Herman Novry
Jurnal DIMASTIK Vol. 2 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v2i2.7086

Abstract

Pelatihan berbahasa Inggris ini merupakan suatu kegiatan memberikan pengalaman untuk mempelajari budaya dan bahasa asing, sekaligus melatih kefasihan dalam berbahasa inggris. Bahasa Inggris pada saat ini merupakan Bahasa yang paling umum digunakan di seluruh dunia. Pokdarwis Desa Wisata Jungsemi adalah satu dari ragamnya Karya Tuhan yang penuh dengan eksotisme alam dan budaya serta integrase khazanah didalamnya oleh masyarakat sekitar. Pariwisata adalah salah satu sektor yang mendapat perhatian lebih dan prioritas dari pemerintah karena sektor pariwisata mengalami perkembangan yang sangat pesat. Namun terdapat kendala dalam berkomunikasi antara masyarakat dengan wisatawan asing, karena masyarakat belum bisa berbahasa Inggris. Maka dari itu dilakukan pelatihan bahasa inggris untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN KEPEMANDUWISATAAN DI DESA WISATA JUNGSEMI, KABUPATEN KENDAL Imanina, Almas Nabili; Jannah, Desika Nur; Arvianto, Bram
Jurnal DIMASTIK Vol. 2 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v2i2.8938

Abstract

Pengembangan desa menjadi area wisata memerlukan manajemen yang terarah dan terintegrasi. Desa Jungsemi merupakan salah satu desa di kabupaten Kendal yang miliki potensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata dikarenakan memiliki atraksi yang beragam. Permasalahan yang dihadapi oleh Desa Jungsemi adalah belum adanya aturan yang cukup jelas mengenai pengelolaan desa wisata. Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan di Desa Jungsemi sesuai dengan topik permasalahan yang dihadapi oleh Desa Jungsemi yaitu perlunya pelatihan dasar mengenai kepemanduwisataan untuk masyarakatnya. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengarahan terkait pengembangan Desa Jungsemi menjadi desa wisata yang memiliki SDM lokal yang memadai dan mampu memberikan kesan baik dibenak wisatawan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN HYGIENE DAN SANITASI SISWA SISWI KONSENTRASI KEAHLIAN KULINER SMK NEGERI 6 SEMARANG Jannah, Desika Nur; Wibowo, Muhammad Satrio; Arvianto, Bram
Jurnal DIMASTIK Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/dimastik.v3i1.10822

Abstract

Sekolah adalah tempat berkumpulnya banyak siswa yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk belajar dan berinteraksi. Dalam konteks ini, kesehatan lingkungan sekolah menjadi salah satu prioritas utama yang harus dijaga. Penerapan hygiene dan sanitasi yang baik sangat penting untuk mencegah penularan penyakit dan menjaga kebersihan lingkungan belajar. Ketidakcukupan hygiene dan sanitasi dapat berdampak buruk pada kesehatan siswa, guru, dan anggota lainnya di sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan pengelolaan sanitasi dan hygiene kepada para siswa SMK Negeri 6 Semarang. Dengan diadakannya kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan pengelolaan sanitasi dan hygine. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah sosialisi dan pelatihan dapat meningkatkan pemahaman tentang sanitasi dan hygine siswa dalam konsentrasi keahlian kuliner di SMK Negeri 6 Semarang.
Peningkatan Pemahaman Teknik Pemanduan Wisata Pada Siswa SMK Negeri 2 Semarang Wibowo, Muchammad Satrio; Paninggiran, Herman Novry Kristiansen; Jannah, Desika Nur; Imanina, Almas Nabili; Nurfitrianti, Riza Dewi; Aminati, Evita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Makardhi Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MAKARDHI
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pariwisata Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52352/makardhi.v5i2.2178

Abstract

A tour guide is someone who provides information related to the destinations visited. A guide must continuously improve their knowledge, skills, and attitudes in carrying out their duties. Producing highly dedicated guides can be done through stages. One way is through Vocational High Schools (SMK) with a major in tourism. SMK Negeri 2 Semarang is one of the schools that has a Tourism Service Business Expertise Program (ULP). One of its concentrations is tour guiding. A program is needed to improve students' understanding of tour guiding techniques. This community service activity is one option for providing training for students. The goal is to improve students' understanding and skills in tour guiding techniques. The method used is a lecture by the community service team and direct practice by participants. The level of understanding was measured using a Likert scale calculation through a pre-test and post-test. The pre-test results showed a percentage index value of 77.71% - 83.43%, and the post-test ranged from 88.57% - 90.29%. There was an increase in the participants' understanding scores. Improving understanding is crucial for mastering a material. Understanding the material is essential in the learning process so that participants can practice correctly. This will ensure the desired results and reduce errors.
Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan dalam Pengelolaan Risiko di Kawasan Wisata Religi Sam Poo Kong Jannah, Desika Nur; Sugiarto, Sugiarto; Kiswantoro, Amin; Anggraini, Fera Dhian
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v9i1.5129

Abstract

Sam Poo Kong Religious Tourism Area in Semarang City is a spiritual and cultural tourism destination with a relatively high number of visitors, thereby requiring effective operational risk management to ensure tourists’ safety and comfort. In the context of religious tourism, safety and comfort are not limited to physical protection, but also encompass psychological and emotional experiences that shape a sense of tranquility, security, and inner balance among visitors. This study aims to analyze tourists’ safety and comfort in the implementation of operational risk management at the Sam Poo Kong Religious Tourism Area. A qualitative research approach was employed using in-depth interviews with tourists and site managers, complemented by participatory observation. Data were analyzed through data reduction, thematic categorization, and interpretative analysis. The findings reveal two main aspects. First, informative, responsive, and humanistic public services and communication play a crucial role in building tourists’ trust and perceptions of safety and comfort. Second, environmental spirituality, manifested through a sacred atmosphere, religious symbols, and cultural values, contributes significantly to visitors’ emotional security and psychological comfort. The novelty of this study lies in emphasizing that operational risk management in religious tourism destinations should not be confined to technical aspects alone, but must be integrated with service quality, public communication, and environmental spirituality as a comprehensive risk management strategy.
Local Culinary Travel Pattern Development Model in Lerep Tourism Village, Semarang Regency Jannah, Desika Nur; Arvianto, Bram
Jurnal Penelitian Pariwisata Vol 6 No 2 (2022): (TRJ) Tourism Research Journal
Publisher : Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/trj.v6i2.151

Abstract

Culinary tourism activities focus on finding food topics that have never been known or repeating the activity of enjoying the food. Satisfaction for culinary connoisseurs requires a pattern that regulates travel activities to enjoy local food with a tourism approach in the form of narratives, creative content, living culture, and using the power of culture as an icon of culinary tourism destinations. This study aimed to obtain a model for developing Local Culinary Travel Patterns in mapping the foodie tourist market segment and local food production in Lerep Village, Semarang Regency. The research method used in this research is exploratory-descriptive qualitative, exploring the potential of culinary tourism in Lerep Village. The findings showed that creating a local culinary travel pattern model provides a view for tourism actors and prospective tourists to determine tourist activities, especially the local culinary world with strong regional cultural characteristics. This model is also a guideline for tourism village managers with a regional culture with culinary specialization, which is appointed as brand awareness to elevate the identity of the tourist village with traditional culinary icons. Keywords: Culinary Tour, Local Culinary, Travel Pattern