Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Visualisasi Pamor Keris pada Desain Karakter Animasi 2D untuk Menjaga Eksistensi Desa Aengtongtong sebagai Pusat Perajin Keris Sumenep Anugerah, Ahmed David; Hidayat, Imam; Hujairi, Ahmad Walid
Rekam Vol 21, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v21i1.13834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan karakter menggunakan animasi 2D yang merepresentasikan pamor keris sebagai upaya mengenalkan budaya keris kepada generasi muda. Metode design thinking digunakan dalam proses pengembangan, meliputi tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test. Data diperoleh melalui wawancara dengan perajin keris dan 15 pemuda di Sumenep termasuk Desa Aengtongtong, serta melalui pengujian prototipe awal kepada audiens setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima karakter yang dirancang—Mindaraga, Aeng Sagara, Kal Blarak, Kuning Geni, dan Mpu Baskala—mampu menarik minat pemuda lokal dan diapresiasi oleh perajin keris, terutama karena perpaduan elemen visual modern dengan makna pamor keris yang autentik. Namun, terdapat limitasi pada cakupan audiens yang terbatas dan kompleksitas desain karakter. Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya melibatkan audiens yang lebih beragam dan mengeksplorasi karakter lebih dalam melalui format film atau serial animasi dan game dengan format interaktifnya. Rekomendasi lain adalah memperkuat narasi dan pengembangan karakter sehingga dapat menjadi ikon budaya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman cerita yang mampu membangun koneksi emosional dengan penontonnya.
Peran Teknologi IoT dan WSN dalam Pengelolaan Informasi Pertanian: Sebuah Kajian Sistematis Hari, Nirwana Haidar; Prasetyo, Joko; Khoironi, Khoironi; Agustien, Lusiana; Walid Hujairi, Ahmad
Insand Comtech : Information Science and Computer Technology Journal Vol 10, No 2 (2025): Insand Comtech
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/jic.v10i2.2772

Abstract

Permintaan global terhadap pertanian yang efisien dan berkelanjutan telah mendorong adopsi teknologi Jaringan Sensor Nirkabel (Wireless Sensor Networks/WSN) dan Internet of Things (IoT). Artikel ini menyajikan tinjauan sistematis terhadap protokol routing dalam WSN untuk aplikasi pertanian cerdas berbasis IoT. Metodologi yang digunakan adalah PRISMA, dengan menganalisis 33 artikel dari basis data terkemuka seperti IEEE Xplore dan Scopus. Hasil kajian menunjukkan bahwa protokol seperti LEACH dan variannya, termasuk pendekatan berbasis heuristik, dapat meningkatkan efisiensi energi hingga 40%. Integrasi WSN dan IoT juga memungkinkan otomatisasi irigasi dan pengambilan keputusan berbasis data real-time, yang berkontribusi pada pengurangan konsumsi air hingga 30%. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan konektivitas dan isu keamanan data masih menjadi hambatan signifikan. Tinjauan ini menegaskan potensi besar pemanfaatan WSN dan IoT dalam merevolusi praktik pertanian tradisional, serta perlunya penelitian lanjutan untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur dan daya komputasi di lingkungan pertanian.
Design of Batik Dhemar Kambhang Information Media Based on Observational Documentary Film Hujairi, Ahmad Walid; Khoironi, Khoironi; Anugerah, Ahmed David
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 3 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i3.1136

Abstract

Dhemar Kambhang Batik is a typical batik from Sumenep Regency, Madura, which has a unique motif and deep philosophy, namely as a "lit lantern" which means the light of life. However, the lack of media information about batik means that it is not widely known by the public. This research aims to design information media based on observational documentary films to introduce Dhemar Kambhang Batik to the public. The method used is the Multimedia Development Life Cycle with stages: concept, design, material collection, design, testing and distribution. This documentary film directly involves batik owners and cultural observers in Sumenep to provide complete and accurate information. Test results on 50 respondents showed that this documentary film was very informative with a respondent satisfaction level of 3.4 (category "satisfied" or "good") and a success rate of 94%. Positive assessments were also given by cultural experts and film experts, who stated that the storyline, shooting techniques and delivery of information were good and easy to understand. With an observational approach, this film succeeds in presenting information about the history, manufacturing process and development of Dhemar Kambhang Batik in an interesting and informative manner.
Optimasi Identitas Visual Empu Keris melalui Totem signage untuk Meningkatkan Daya Tarik Desa Wisata Keris Aeng Tong Tong Sumenep Putra, Deni Fardiansyah; Hujairi, Ahmad Walid; Umam, Ahmad Khairul; Prasetyo, Joko; Hari, Nirwana Haidar; Agustien, Lusiana; Khoironi, Khoironi; Kurli, Anis
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20135

Abstract

Background: Aeng Tong-Tong Village in Sumenep Regency is widely recognized as a center for traditional kris craftsmanship. It is the only area in Indonesia with the largest number of kris masters (Empu), with approximately 600 practitioners officially acknowledged by UNESCO. Despite this cultural richness, the village still lacks a well-developed visual identity and information system, particularly in aspects such as directional signage, visual branding, and overall appeal to tourists and visitors. This community engagement initiative aims to design, enhance, and implement a strong visual identity for the Empu Keris, serving both as a means of cultural preservation and promotional media. Method: Methodology: The activities were carried out through several stages, including workshops on preservation and conservation techniques, digital marketing and visual promotion training, and a cultural festival culminating in the official unveiling of totem signage. These efforts were specifically directed at Through a strategic and collaborative design process, the program successfully produced visual elements that function as distinctive markers, helping visitors easily identify the kris artisans and masters in Aeng Tong-Tong Village. Conclusion: The installation of kris-shaped totem signage in Aeng Tong-Tong serves as a meaningful step toward strengthening the village’s visual identity as a cultural tourism destination, while actively preserving and honoring the ancestral heritage of the Indonesian archipelago.
Face Tracker Audio for Saronen Music Using Augmented Reality on Social Media Ahmad Walid Hujairi; Khoironi Khoironi; Much Chafid; Ahmad Khairul Umam; Ahmed David Anugerah
Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan Vol 12 No 2 (2025): December
Publisher : Jurusan Teknologi Informasi Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtit.v12i2.425

Abstract

Saronen music is a traditional Madurese music commonly played at cultural and traditional events. Saronen music typically combines traditional instruments such as gamelan, trumpet, kenong, korca, large drums, and small drums, producing a unique sound characteristic of Madura. This research aims to preserve saronen music through the development of an interactive filter on Instagram and Facebook using augmented reality. The face tracker feature allows users to interact with each instrument using head movements or facial expressions. The development method, MDLC encompasses concept, design, material collection, design, testing, and distribution. Functional research results indicate the filter can run well on Android and iOS operating systems. Testing on 31 social media users yielded positive feedback from the majority, stating that the filter has clear instructions, a low error rate, is easy to use, satisfying, and attractive. This innovation is expected to be a means of preserving saronen music for the younger generation through social media.
EVALUASI IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 11 TAHUN 2018 TENTANG PENATAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI TAMAN TAJAMARA, SUMENEP Hari, Nirwana Haidar; Umam, Ahmad Khairul; Hujairi, Ahmad Walid; Sukaridhoto, Sritrusta; Bahtiar Arifianto, M. Mohamad Zaky; Firdausy, Davana Yudista; Abdul Aziz, Moch. Ilham
Jurnal Karaton Vol 5 No 1 (2025): Karaton: Jurnal Riset dan Inovasi Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) pada kawasan Taman Tajamara sebagai zona hijau PKL. Secara khusus, penelitian ini berupaya menjawab tiga pertanyaan: (1) bagaimana pelaksanaan Perda tersebut di Taman Tajamara dengan dukungan sistem pemantauan berbasis Smart PKL (IoT–MQTT); (2) faktor apa saja yang mendukung implementasinya; dan (3) faktor apa saja yang menghambat implementasi di lapangan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, analisis dokumen, serta integrasi data digital dari sistem Smart PKL yang merekam kehadiran dan jam operasional PKL secara otomatis. Kerangka evaluasi William N. Dunn digunakan untuk menilai kinerja kebijakan, sementara model implementasi Van Meter dan Van Horn dimanfaatkan untuk memetakan faktor pendukung dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Perda No. 11 Tahun 2018 di Taman Tajamara telah memberikan arah penataan yang lebih tertib, terutama melalui pengaturan zonasi dan pengurangan kesemrawutan ruang publik. Namun, jawaban atas rumusan masalah pertama mengindikasikan bahwa efektivitas implementasi masih terbatas oleh inkonsistensi penegakan jam operasional, keterbatasan sumber daya pengawasan, dan belum terintegrasinya Smart PKL ke dalam SOP rutin pengawasan. Menjawab rumusan masalah kedua, faktor pendukung utama implementasi meliputi kejelasan norma zonasi dalam Perda, komitmen sebagian aparat lapangan, dan ketersediaan data faktual dari sistem Smart PKL. Adapun terkait rumusan masalah ketiga, faktor penghambat mencakup kapasitas kelembagaan dan koordinasi lintas-OPD yang belum optimal, resistensi sebagian PKL terhadap penertiban, serta belum adanya prosedur teknis penggunaan data Smart PKL sebagai dasar tindakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi kelembagaan, integrasi Smart PKL sebagai sistem pendukung keputusan, dan penyusunan SOP operasional yang adaptif terhadap pola aktivitas faktual PKL di Taman Tajamara.