Claim Missing Document
Check
Articles

Found 49 Documents
Search
Journal : REKA INTEGRA

Penentuan Rute Kendaraan Distribusi Produk Roti Menggunakan Metode Nearest Neighbor dan Metode Sequential Insertion ABADI, CHAIRUL; Susanty, Susy; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.994 KB)

Abstract

Tiara Mukti merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan roti. Pengiriman produk roti ke pelanggan yang dilakukan oleh perusahaan dalam pemilihan jalur distribusi masih bersifat intuisi. Perbaikan vehicle routing problem ini menggunakan metode nearest neighbor dan metode sequential insertion. Varian VRP adalah single depot, single trip, dan multiple trips. Penelitian ini bertujuan untuk meminimasi jarak tempuh kendaraan. Metode sequential insertion pada kondisi single trip memiliki minimasi jarak tempuh yaitu sebesar 48,81 km sedangkan jarak tempuh yang dilalui oleh perusahaan yaitu sebesar 58,62 km. Hal ini disebabkan pembentukan rute pada metode sequential insertion dengan cara menyisipkan pelanggan yang akan dilayani pada rute yang telah terbentuk sehingga probabilitas untuk mendapatkan jarak terpendek lebih besar. Kata kunci : Nearest Neighbor dan Sequential Insertion, Single Trip, Multiple Trips. ABSTRACT   Tiara Mukti is a company engaged in the bread-making industry. Delivery of bakery products to customers by the company in the selection of distribution channels is still intuition. Repair vehicle routing problem using nearest neighbor method and sequential insertion method. VRP variants are single depot, single trip, and multiple trips. This research aims to minimize the vehicle's mileage. Sequential insertion method on single trip condition has mileage minimizing the amount of 48.81 km while the distance traversed by the company in the amount of 58.62 km. This is caused the formation of the sequential insertion method by inserting customers will be serviced on the route that has been established so that the probability to get the shortest distance is greater. Keywords: Nearest Neighbor and Sequential Insertion, Single Trip, Multiple Trips.
PENINGKATAN MINAT MAHASISWA UNTUK MENJADI ANGGOTA KOPERASI MAHASISWA (KOPMA) ITENAS BERDASARKAN TEORI PEMBENTUKAN KELOMPOK Putra, Adriansyah Wijaya; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 2, No 4 (2014): Edisi Kedelapan
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.396 KB)

Abstract

Koperasi Mahasiswa (KOPMA) adalah wadah kegiatan kewirausahaan mahasiswa Itenas. Jumlah anggota KOPMA sangat sedikit sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian untuk meningkatkan minat mahasiswa untuk menjadi anggota KOPMA Itenas. Dengan menggunakan metode analisis faktor diperoleh beberapa faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa untuk bergabung dengan KOPMA yaitu (1) penghargaan, (2) pengembangan leadership, (3) interaksi sosial, (4) dukungan pada bidang akademis, (5) dukungan emosional. Sehingga upaya yang dapat dilakukan oleh KOPMA adalah lebih sering mengikuti berbagai kompetisi, lebih sering mengadakan kegiatan baik yang mendukung akademis ataupun non akademis, lebih memperhatikan anggotanya dengan memberikan penghargaan, dan memberi kesempatan anggotanya untuk mendalami kemampuan memimpin. Kata kunci: minat, faktor, analisis faktor   ABSTRACT Koperasi Mahasiswa (KOPMA) is the one of Itenas organization that facilitated the students  to do entepreneurs activity. KOPMA have a smaller number of members so there is a needs to start a research to improving will of students for joining KOPMA Itenas. By using analysis factors then we know that the factors who have a correlation to will of students for joining KOPMA are (1) Awards, (2) leadership skill improvements, (3) social interaction, (4) support of academic, (5) emotional support. KOPMA have to do several things like participating in a competitions, making a lot of activity which support for academic or non academic, pay attentions to his members by give an award for his members, and giving a chance for it members to learned about leadership skill.   Keywords: will, factor, analysis factor
PENETAPAN HARGA JUAL BATU BATA PADA CV. X DENGAN MENGGUNAKAN METODE TARGET PROFIT PRICING Yanuardi, Muhammad Dwi; Novirani, Dwi; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 2, No 3 (2014): Edisi Ketujuh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.32 KB)

Abstract

Pertumbuhan pembangunan gedung semakin meningkat setiap tahunnya yang dapat dilihat dari pembangunan gedung-gedung baru yang ada di setiap kota besar. Hal ini dibutuhkan jumlah batu bata yang lebih banyak untuk pembangunan tersebut, yang merupakan peluang untuk perusahaan batu bata. Namun mengakibatkan persaingan perusahaan yang memproduksi batu bata semakin ketat.Kondisi ini mengharuskan perusahaan untuk menjual produknya dengan harga terjangkau agar dapat bersaing dipasaran. Penentuanmetode Target Profit Pricingdiusulkan dalam membuat suatu usulan metode perancangan penentuan harga. Berdasarkan metode tersebut didapatkan harga jual yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan dengan para pesaing. Harga jual yang didapat untuk target laba 15% sebesar Rp. 297,13/batu bata dengan produksi titik pulang pokok sebanyak 142.242 unit batu bata, target laba 20% sebesar Rp. 315,70/batu bata dengan produksi titik pulang pokok sebanyak 126.965 unit batu bata, target laba 25% sebesar 336,75/batu bata dengan produksi titik pulang pokok sebanyak 113.187 unit batu bata. Kata Kunci: Batu bata, Harga Jual, Target Profit Pricing Abstract Growth in the construction of buildings is increasing every year which can be seen from the construction of new buildings that exist in every major city.This takes the number of bricks that much more for the development, which is an opportunity for a brick company.But the resulting competition companies that manufacture bricks tighter. This condition requires the company to sell its products at affordable prices in order to compete in the market. Target Profit Pricing Determination method proposed in making a design method proposed pricing. The method is based on the sale price obtained is lower than that offered by competitors. Selling price obtained for 15% profit target of Rp. 297.13 / brick production break-even point as many as 142 242 units of brick, 20% profit target of Rp. 315.70 / brick production break-even point as many as 126 965 units of bricks, a target profit of 25% amounting to 336.75 / brick production break-even point as many as 113 187 units of bricks.
PERBAIKAN KUALITAS PRODUK UBIN SEMEN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS DAN FAILURE TREE ANALYSIS DI INSTITUSI KERAMIK Rachman, Ayunisa; Adianto, Hari; Liansari, Gita Permata
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.174 KB)

Abstract

Pada penelitian kualitas ubin semen masih jauh dibawah standar mutu Standar Nasional Indonesia (SNI). Maka dari itu pada penelitian ini akan memberikan usulan perbaikan faktor-faktor yang memperbaiki kualitas standar mutu SNI dalam pembuatan keramik khususnya ubin semen. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) merupakan suatu teknik yang tepat untuk dapat mengindentifikasi penyebab dari timbulnya cacat pada kualitas kuat lentur ubin semen. FMEA berfungsi untuk mendapatkan potential cause dari cacat kuat lentur dan menentukan nilai Risk Priority Number (RPN). Output terpilih selanjutnya diidentifikasi lebih lanjut dengan metode Fault Tree Analysis (FTA). FTA berfungsi untuk menentukan akar permasalahan tersebut dapat ditentukan usulan perbaikan agar dapat membantu institusi keramik untuk mengurangi resiko kecacatan dan meningkatkan kualitas kuat lentur terhadap ubin semen. Kata Kunci: Failure Mode and Effect Analysis, Fault Tree Analysis, Risk Priority Number, ubin semen.   ABSTRACT In the research quality of the tile cement is still far below the quality standard of the Indonesian National Standard (SNI). Therefore in this study will provide corrective suggestions factors that improve the quality of ISO quality standards in the manufacture of ceramic tiles in particular cement. The FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) is a proper method to identify the cause of cement tile flexibility strength defect. FMEA will search for potential cause from the defect and then decides RPN (Risk Priority Number) value. The output will be identified with FTA (Fault Tree Analysis) method. FTA will search for the root of the problem will help us to find improvement suggestions to minimize the defect risk and improve the flexibility strength quailty. Keyword: Failure Mode and Effect Analysis, Fault Tree Analysis, Risk Priority Number, Cement Tile.
USULAN STRATEGI PEMASARAN KARTU SIMPATI DAN AS DI KALANGAN MAHASISWA BERDASARKAN PERSEPSI DAN PREFERENSI MENGGUNAKAN METODE MULTIDIMENSIONAL SCALING Permata, Luky S; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.102 KB)

Abstract

Makalah ini membahas usulan strategi pemasaran kartu Simpati dan As di kalangan mahasiswa menggunakan metode multidimensional scaling. Tahap-tahap yang dilakukan yaitu tahap pembuatan peta persepsi dan peta preferensi. Pada tahap pembuatan peta persepsi, urutan data rekapitulasi score dan ranking diplot ke dalam worksheet pada program spss 20.0. Pada tahap pembuatan peta posisi preferensi, urutan data rekapitulasi tingkat kepentingan atribut diplot ke dalam worksheet pada program spss 20.0. Data-data yang digunakan pada makalah ini merupakan data-data dari hasil penyebaran kuesioner.   Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Multidimensional Scaling, Persepsi dan Preferensi   ABSTRACT This paper discusses about proposed marketing strategy of Simpati and As using multidimensional scaling method. The stages are carried out, namely the stage of making maps and map position perceptual preferences. At the stage of making the map the position of perception, recapitulation data sequence score and ranking plotted into the worksheet in spss 20.0. At this stage of map making position preference, the order of importance of attributes recapitulation data plotted into worksheet in spss 20.0. The data used in this paper is data on the results of questionnaires. Keywords: Marketing Strategy, Multidimensional Scaling, Perceptions and Preferences
Penentuan Rute Distribusi Air Mineral Menggunakan Metode Clarke-Wright Algorithm dan Sequential Insertion Dewantoro, Bagus Dwicahyo; Adianto, Hari; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.892 KB)

Abstract

Di Indonesia saat ini banyak yang memproduksi air mineral. PT. Al-Masoem Muawanah merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri air mineral. Untuk dapat bersaing harus bisa memenuhi kebutuhan permintaan pelanggan dengan jumlah dan waktu yang tepat. PT. Al-Masoem Muawanah memiliki dua buah anak perusahaan yaitu internal dan eksternal. Perusahaan internal memiliki 25 pelanggan yang jaraknya saling berjauhan satu sama lain dengan depot dan pelanggan lainnya. Untuk dapat mendistribusikan air mineral pada sejumlah 25 pelanggan secara efektif dan efisien salah satunya adalah faktor dalam penentuan rute distribusi. Dalam penentuan rute distribusi dapat dibuat dengan memperhatikan keterbatasan seperti jumlah kendaraan dan kapasitas kendaraan. Permasalahan dalam penentuan rute distribusi biasa disebut VRP (Vehicle Routing Problem). Dalam penelitian ini model VRP yang digunakan adalah metode Clarke-Wright Algorithm dan Sequential Insertion. Metode Clarke-Wright Algorithm mengutamakan nilai penghematan waktu yang terbentuk sedangkan metode Sequential Insertion mengutamakan pada nilai total waktu terkecil yang dihasilkan.   Kata kunci: clarke-wright algorithm, sequential insertion, rute distribusi
RANCANGAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) DI BAGIAN PRESS II PT. XYZ Nurfaizah, Ulfi; Adianto, Hari; Prassetiyo, Hendro
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.887 KB)

Abstract

ABSTRAK Mesin/peralatan yang digunakan perlu dijaga kondisinya agar terhindar dari kerusakan paling tidak mengurangi waktu kerusakan. PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi alat-alat listrik. Bagian Press II merupakan bagian produksi yang memiliki kerusakan tertinggi. Sistem perawatan periodik saat ini tidak berjalan sesuai rencana sehingga perawatan tetap dilakukan secara corrective. Penelitian ini menentukan rancangan penerapan Total Productive Maintenance (TPM) untuk dapat menghilangkan six big losses dan meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Hasil penelitian pada mesin Dobby 50 No.4, ISIS 40 No.1, menggunakan jadwal perawatan sehingga dapat meminimasi downtime. Melakukan perawatan terhadap item yang dapat menyebabkan six big losses tertinggi. Rata-rata nilai OEE meningkat setelah menerapkan rancangan TPM dalam melakukan perawatan. Kata kunci: Perawatan, (Total Productive Maintenance) TPM, Six Big Losses, OEE   ABSTRACT The condition of machines need to be maintained to avoid failure or at least reduce the failure time. PT. XYZ is company that produces electrical appliances. The machine that has high frequency of failure is found at Press II section. However, maintenance system didn’t go according to plan, so maintenence is still conducted in a corrective maintenance. This research determine the implementation Design of Total Productive Maintenance (TPM) to be eliminate of six big losses and improve Overalls Equipment Effectiveness (OEE). The result of this research to Dobby 50 no.4, ISIS 40 no 1, using maintenance schedule to minimization downtime. Applying maintenance to the item that could caus six big losses. Can increase OEE value with applying TPM in maintenance. Keywords: Maintenance, (Total Productive Maintenance) TPM , Six Big Losses, OEE
Pembentukan Rute Distribusi Air Mineral Al-Ma’soem Menggunakan Metode Clarke Wright dan Nearest Neighbor di PT. Al-Ma’soem Muawanah Pamungkas, Adhie Nurdiansyah; Adianto, Hari; Imran, Arif
REKA INTEGRA Vol 1, No 2 (2013): Edisi Kedua
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.842 KB)

Abstract

PT. Al-Ma’soem Muawanah merupakan perusahaan penyedia air minum mineral, produk yang diproduksinya adalah air mineral jenis cup 240 ml. Dalam pendistribusiannya, PT. Al-Ma’soem Muawanah membagi dua jalur pengiriman, Internal dan Eksternal. Pada jalur pengiriman Eksternal jarak depot dan agen saling berjauhan, hal ini yang menyebabkan tingginya biaya distribusi. Untuk meminimasi biaya distribusi adalah dengan mengurangi total jarak pengiriman. Permasalahan ini termasuk ke dalam permasalahan VRP (Vehicle Routing Problem). Terdapat satu depot dan sejumlah 34 tempat untuk dikunjungi dengan demand yang berbeda, dengan kapasitas kendaraaan sebesar 1200 karton yang diharapkan dapat memenuhi seluruh permintaan. Metode heuristik yang didalamnya terdapat metode Clarke & Wright dan Nearest Neighbor merupakan permasalahan optimasi penentuan rute, keduanya memiliki karakteristik pembentukan rute yang berbeda. CWA menggunakan saving dalam pengerjaannya, sedangkan NN menggunakan pendekatan  jarak terdekat. Dari hasil perhitungan menunjukan NN memiliki total jarak paling kecil yaitu 1453.5 Km dengan total rute sebesar 12 rute pengiriman. Kata kunci: clarke-wright, nearest neighbor, vrp, heuristik
USULAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN NASABAH BANK “X” MENGGUNAKAN DIMENSI BANKING SERVICE QUALITY DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ Prasasta, Manggala Purusotama; Novirani, Dwi; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 4, No 1 (2016): Edisi Ketigabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.346 KB)

Abstract

Kualitas pelayanan merupakan hal yang penting bagi Bank “X” untuk dapat membuat nasabah merasa puas. Adanya keluhan dari nasabah membuat perlu dilakukannya pengukuran tingkat pelayanan di Bank “X” dengan menggunakan dimensi Banking Service Quality (BSQ) dengan metode Service Quality (Servqual). Metode Servqual Menganalisis Gap 5, Gap 1, Gap 2, Dan Gap 3 untuk mengetahui penyebab ketidakpuasaan Nasabah Bank “X”. BSQ merupakan metode khusus yang dikembangkan untuk mengukur kualitas pelayanan jasa perbankan yang terdiri dari enam dimensi, yaitu: keterwujudan, keefektifan dan jaminan, akses, harga, portofolio jasa, dan kehandalan. Servqual adalah ukuran tingkat kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan pelanggan. Perbaikan usulan perbaikan yang digunakan adalah metode TRIZ. Metode TRIZ merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan solusi terbaik bagi nasabah, melalui 4 tahap pemecahan masalah yaitu : menganalisis masalah dan solusi awal, pemodelan sistem dan analisa kontradiksi, penerapan Inventive Principles dengan Matrix Altshuller, Dan Penerapan Inventive Principles. Kata Kunci: Kepuasan , Banking Service Quality, Service Quality (ServQual), TRIZ ABSTRACT Service quality is the important thing for Bank “X” to make the customers satisfied. To know the commitment of Bank “X” in creating the management system, the quality is focusing on the customers. Complaints from the customers become the reason on doing the service level measurement in Bank “X” which use Banking Service Quality (BSQ) Dimensions by Service Quality (Servqual) Method. Servqual Method analyzes Gap 5, Gap 1, Gap 2, and Gap 3 in knowing the dissatisfaction cause of Bank “X” customers. BSQ is a special method which has been developed to measure the banking service quality. This banking service quality is divided into six dimensions, which are materialization, effectiveness and guarantee, access, price, service portfolio, and reliability. Servqual is a measure of quality service level in which suits the customers’ expectation. The upgrading proposal revision uses the TRIZ method. The TRIZ method is a method that is used to find the finest solution for the customers. This method has four problem solving steps, which are analyzing the problems and the first solution, modeling the system and analyzing the contradiction, implementing the Inventive Principles with Matrix Altshuller, and implementing the Inventive Principles. Keywords: Satisfaction , Banking Service Quality, Service Quality (ServQual), TRIZ
Peningkatan Daya Tarik Unit Kegiatan Mahasiswa Itenas Berdasarkan Teori Dasar Pembentukan Kelompok KUSUMAH, FAKRY FIRDAUS TEJA; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 4 (2013): Edisi Keempat
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.989 KB)

Abstract

Tahun 2010 Itenas mengadakan program baru yaitu Sistem Kredit Kemahasiswaan (SKK) yang bertujua nmembekali kemampuan soft skill. Program SKK dapat ditunjang oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Itenas. Namun minat mahasiswa Itenas (angkatan 2011) yang menjadi anggota UKM hanya 26,27%. Maka perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat mahasiswa dengan memperhatikan teori dasar pembentukan kelompok. Metode yang digunakan adalah Analisis Faktor. Hasil pengolahan data diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa adalah status dan harga diri, interaksi dan afiliasi, rasa aman secara akademis, dukungan timbale balik yang positif, identitas sosial, dukungan emosional, saling tergantung untuk mencapai suatu tujuan, sosial, dan kebutuhan untuk evaluasi diri terhadap anggota lainnya. Kata kunci: Teori Dasar Pembentukan Kelompok, Analisis Faktor, SPSS   Abstract In 2010, Itenas develops a new program called SKK, which to increase the soft skill’s ability of students. The program can be supported by UKM. They are only 26,27% of Itenas’s student (especially the sophomore) who join UKM.UKM should have to know what factors that could affect the interest of the student with the basic theory of the group’s establishment. The method which is used is factor analysis. The result shows that some factors which is related to the student’s interest are status and self-esteem, interaction and affiliation, academic security, mutual support positive social identity, emotional support, interdependent to achieve a goal, the social, and the need for self-evaluation of the other member. Keywords: Basic Theory of Group Formation, Factor Analysis, SPSS
Co-Authors Adhie Nurdiansyah Pamungkas Adriansyah Wijaya Putra Agung Yudistira Ahmad Fauzi Ramdhani Ali Djamhuri AMALIA NURULLAH Ambar Harsono Annisa Efmi, Annisa Arif Imran Attaya Risqa Muharrahmah, Attaya Risqa Bagus Dwicahyo Dewantoro Bonivasius Wenda Carles Sitompul CHAIRUL ABADI Cici Herawati, Cici Dedy Suryadi DERI HIDAYAT Diana Fitria Mayangsari, Diana Fitria Dicky Moriza, Dicky Dwi Novirani E, Ricky Januar Edi Susanto Emsosfi Zaini Eri Nugraha, Eri FAKRY FIRDAUS TEJA KUSUMAH Febri Triyanto, Febri Fifi Herni Fifi Herni Mustofa Galih Eka Deyola Geri Ginanjar, Geri Ghea Manda Karenza, Ghea Manda GITA PERMATA LIANSARI Givo Vandiko Hamzah Asadullah Alkatiri, Hamzah Asadullah Hamzah, Ghifari Handi Koswara, Handi Hendang Setyo Rukmi Hendro Prassetiyo Heru Chrystianto I.G.A. Happy Trindira Imam Cahyo Priyadi INDRA SIDIK KURNIAWAN IRMA NOVITASARI Irma Rizkia, Irma James Saprian Ladou, James Saprian Kyagus Abdul Wahid LAKSMI AMALIA WULANDIARI Lauditta Irianti Lisye Fitria Luky S Permata, Luky S M Azka Harish M Randi Yunesa, M Randi Manggala Purusotama Prasasta, Manggala Purusotama Martin Martin Melia Megawati, Melia Muhammad Dwi Yanuardi Muhammad Reza Utama Nadia Fatima Assarini NANDA SINIO Nashar, Gifari Bayu Nia Dania Permanasari Nugraha, Andrian Oki Saleh Hafez, Oki Saleh R SASKIA MAYA Rachman, Ayunisa RIKEU RAMADANTI Rispianda Rispianda Rivan Saputra, Rivan Rizal Nugraha Sani Susanto Septia Derry Syaheri Chan Stephanie Purimas Susana Susana Susanto, Rara Massayu Sabila Salma Susy Susanty Syah Tjaja, Arief Irfan Tjaja, Arief Irfan Syah Ulfi Nurfaizah YMK Aritonang Yoanita Yuniati Yodi Nurdiansyah Yuke Agustin