Claim Missing Document
Check
Articles

Found 49 Documents
Search
Journal : REKA INTEGRA

Usulan Rute Distribusi Roti Dengan Menggunakan Metode Clarke – Wright Algorithm Chrystianto, Heru; Adianto, Hari; Rispianda, Rispianda
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.166 KB)

Abstract

Pengiriman roti berdasarkan keinginan marketing sehingga terdapat beberapa lokasi retailer yang berdekatan di distribusikan dengan menggunakan kendaraan yang berbeda. Perlu menyusun kembali pola rute yang diterapkan oleh perusahaan sehingga jarak pengiriman produk lebih efisien. Mengatasi masalah rute distribusi yang yang melibatkan sekumpulan rute kendaraan-kendaraan yang berbasiskan pada depot untuk melayani pelanggan yang tersebar secara geografis dengan permintaannya masing-masing dengan pendekatan model. Model yang dapat digunakan sebagai pendekatan untuk menyelesaikan permasalahan yang distribusi dengan rute dan sejumlah kendaraan angkut adalah Vehicle Routing Problem (VRP). Metode yang digunakan yaitu Clarke – Wright Algorithm, algoritma ini merupakan algoritma heuristik yang digunakan sebagai pendekatan masalah Vehicle Routing Problem (VRP). Total roti yang dikirim perusahaan setiap harinya sama, terkecuali terdapat penambahan atau pengurangan permintaan sehari sebelum pengiriman. Penelitian dilakukan dengan membandingkan rute yang diterapkan perusahaan sebelum penelitian dengan rute perusahaan yang digunakan setelah penelitian. Penelitian menghasilkan pola rute yang lebih baik karena memiliki total jarak tempuh lebih pendek dengan selisih 10,4 km. Hasil penelitian ini kemudian dibandingkan lagi dengan rute yang memaksimalkan kapasitas angkut kendaraan yang mengirimkan roti. Selisih yang dihasilkan yaitu 5,2 km dengan selisih biaya berdasarkan konsumsi bahan bakar sebesar Rp 2.738,1 per hari. Kata kunci: Rute, Jarak, Ongkos,VRP
Usulan Rancangan Rute Distribusi Produk Sepatu Menggunakan Metode Vehicle Routing Problem Vandiko, Givo; Adianto, Hari; Mustofa, Fifi Herni
REKA INTEGRA Vol 1, No 1 (2013): Edisi Pertama
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distribusi dan transportasi merupakan salah satu komponen yang sangat penting didalam proses siklus manufaktur yang terjadi pemindahan produk dari penjual kepada pembeli dari satu tempat ke tempat lain. Efisiensi yang terjadi pada pola distribusi dan transportasi produk dapat memberikan kontribusi yang cukup besar pada penurunan biaya produk sehingga dapat meningkatkan keuntungan dan daya saing bagi perusahaan. PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu fashion, casual, dan sporty. Perusahaan melakukan pendistribusian dengan memberikan tugas sepenuhnya kepada perusahaan logistik untuk pendistribusian ke distributor yang berada di seluruh Indonesia. Pada saat ini perusahaan memiliki dua jenis kendaraan untuk pendistribusian tetapi tidak digunakan sebagaimana mestinya. Khusus untuk pendistribusian di kota Bandung perusahaan wajib memaksimalkan sumber daya yang ada dengan melakukan pendistribusian sendiri tanpa mengeluarkan biaya yang besar kepada perusahaan lain. Usulan rancangan rute distribusi dapat digunakan sebagai acuan perusahaan untuk mendistribusikan produknya di masa yang akan datang.  Dalam literatur, dinyatakan masalah penentuan rute ini dikenal dengan istilah metode transportasi yaitu Vehicle Routing Problem. Algoritma yang digunakan untuk pemecahan masalah ini yaitu dengan menggunakan nearest neighbor untuk menentukan rute awal dan memperbolehkan menggunakan algoritma split deliveries vehicle routing problem with single depot and multiple trips. Pengolahan data menghasilkan jumlah tur dengan hasil akhir yang didapatkan adalah jumlah kendaraan minimum dengan beberapa alternatif kendaraan dilihat dari total jarak keseluruhan dan konsumsi bahan bakar terkecil. Kata kunci: distribusi, transportasi, rancangan rute, nearest neighbor, vehicle routing problem.
Usulan Pemilihan Lokasi National Conference AIESEC LC Bandung dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Utama, Muhammad Reza; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.624 KB)

Abstract

AIESEC adalah organisasi pemuda internasional yang fokus kepada pengembangan potensi kepemimpinan. Salah satu kegiatan AIESEC adalah konferensi. AIESEC Bandung akan mengadakan konferensi nasional, tetapi belum bisa memutuskan lokasi konferensi sehingga dibutuhkan metode untuk mengambil keputusan. AHP adalah metode untuk mengambil sebuah keputusan pada suatu permasalahan multikriteria dengan menyusun prioritas kriteria/subkriteria dalam sebuah hirarki. Kriteria dalam hirarki untuk menentukan lokasi konferensi adalah aksesibilitas, fasilitas akomodasi, fasilitas konferensi, informasi, dan lingkungan lokasi. Berdasarkan perhitungan dengan metode AHP, lokasi yang paling diprioritaskan adalah Harris Hotel & Convention dengan nilai 0,392. Sedangkan nilai terbesar untuk kriteria yang paling diprioritaskan adalah kriteria fasilitas konferensi dengan nilai 0,336.   Kata kunci: AIESEC, Prioritas, Multikriteria, Kriteria, Subkriteria, Konferensi ABSTRACT AIESEC is an international youth organization that focused on developing leadership potential. AIESEC is one of the activities of the conference. AIESEC Bandung will hold a national conference, but have not been able to decide the location yet, so a method needed to make a decision. AHP is a method to take a decision on a multicriteria problem by doing prioritization for criteria / subcriteria in a hierarchy. Those criteria in the hierarchy is accessibility, accommodation facilities, conference facilities, information, and neighborhood location. Based on calculations, the highest value for the most prioritized location is Harris Hotel & Convention by the value of 0.392, while the greatest value for the criteria is conference facility by the value of 0.336. Keywords: AIESEC, Priority, Multicriteria, Criteria, Subcriteria, Conference
IMPLEMETASI PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI JUMLAH PRODUK CACAT TEKSTIL KAIN KATUN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA PADA PT. SSP Alkatiri, Hamzah Asadullah; Adianto, Hari; Novirani, Dwi
REKA INTEGRA Vol 3, No 3 (2015): Edisi Kesebelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.758 KB)

Abstract

Makalah ini membahas usulan pengendalian kualitas produk Kain Katun dengan menggunakan metode Six Sigma pada PT. SSP. Perusahaan telah melakukan beberapa perbaikan dalam mengurangi cacat produk Kain Katun. Namun perbaikan tersebut masih belum dapat mengurangi jumlah cacat secara signifikan. Metode Six Sigma merupakan suatu cara untuk mengidentifikasi dan memperbaiki produk dengan menggunakan tahapan-tahapan Define, Measure, Analayze, Improve, dan Control. Untuk melengkapi metode Six Sigma maka digunakan alat bantu yaitu seven tools. Seven Tools disini dengan menggunakan diagram fishbone, diagram pareto, dan hitogram. Alat-alat tersebut untuk menganalisa dan mengidentifikasi penyebab-penyebab cacat suatu produk. Pembebanan tugas baru menjadi salah satu implementasi yang dirasa berpengaruh cukup besar pada perbaikan.   Kata kunci: Six Sigma, Seven Tools, Define, Measure, Analyze, Improve, Control, Histogram, Pareto, fishbone, Cacat   ABSTRACT This paper discusses the proposal of quality control products Cotton fabrics using Six Sigma methods in PT. SSP. The company has made some improvements in reducing product defects Cotton. However, these improvements are still not able to significantly reduce the number of defects. Six Sigma method is a way to identify and fix the product by using the stages Define, Measure, Analayze, Improve, and Control. To complete the Six Sigma method then used tools are seven tools. Seven Tools here using fishbone diagrams, Pareto diagrams, and hitogram. These tools to analyze and identify the causes of defective product. Imposition of new tasks to be one of implementation were deemed large enough to affect repairs. Keywords: Six Sigma, Seven Tools, Define, Measure, Analyze, Improve, Control, Histogram, Pareto, fishbone, Defect
Peningkatan Kualitas Layanan Jasa di Bank “X” Menggunakan Metode Banking Service Quality Deyola, Galih Eka; Adianto, Hari; Bakar, Abu
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.044 KB)

Abstract

Saat ini jumlah badan usaha perbankan semakin banyak. Kondisi ini mengakibatkan bank dituntut untuk menjaga dan meningkatkan kualitas untuk dapat menghadapi persaingan. Bank “X” sebagai salah satu badan usaha perbankan harus bisa menjaga dan meningkatkan kualitas agar dapat menghadapi persaingan yang semakin ketat. Bank “X” saat ini masih mendapatkan keluhan-keluhan dari nasabah yang jumlahnya cukup banyak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan peningkatan kualitas layanan yang dapat dilakukan oleh Bank “X” agar jumlah keluhan dapat diturunkan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Banking Service Quality (BSQ) dan Importance Performance Analysis (IPA) sebagai alat untuk analisis. BSQ adalah metode pengukuran kualitas layanan yang dikembangkan khusus untuk jasa perbankan, dan IPA merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis variabel kualitas jasa.  Variabel kualitas jasa yang ditingkatkan adalah variabel jasa yang memiliki tingkat kepentingan tinggi namun performansinya masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa variabel kualitas jasa yang perlu ditingkatkan pada penelitian ini adalah jumlah teller, antrian teller, waktu menunggu di customer service, dan penyediaan layanan yang lengkap. Kata kunci: Kepuasan Nasabah, Banking Service Quality (BSQ) ABSTRACT Currently, the number of banking entities is growing. These conditions resulted in the bank is required to maintain and improve the quality to be able to face the increasing competition. Therefore, the Bank "X" as one of the banking entity must be able to maintain and improve the quality in order to face the increasing competition. However, at this time in the Bank "X" is still getting complaints from customers and the amount of complaints is not has a tendency to go down. This research aims to provide suggestions to improve the quality of services performed by the Bank "X" and the number of complaints can be derived. The approach used in this study, namely Banking Service Quality (BSQ) and Importance Performance Analysis (IPA) as a tool for analysis. BSQ is the method that was developed specifically for use in the measurement of the quality of banking services and IPA is a method used to analyze the variable quality of service based on the diagram is divided into 4 quadrants. The variable quality of service which needs to be improved is a variable which have high importance rate but its performance needs to be improved. Based on the results of research it is known that the variable quality of service needs to be improved in this study is the Sufficient number of open tellers, Queues that move rapidly, Waiting is not too long on customer service, and Complete gamut of services. Keyword: Customer Satisfaction, Banking Service Quality (BSQ)
USULAN PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK ISOLATOR DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Mayangsari, Diana Fitria; Adianto, Hari; Yuniati, Yoanita
REKA INTEGRA Vol 3, No 2 (2015): Edisi Kesepuluh
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.257 KB)

Abstract

PT IPMS (INTI PINDAD MITRA SEJATI) merupakan perusahaan industri manufaktur dengan salah satu hasil produksi adalah isolator. PT IPMS telah melakukan perbaikan dalam proses produksi, namun perbaikan tersebut masih belum mengurangi jumlah cacat secara signifikan. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)  merupakan suatu prosedur untuk mengidentifikasi kegagalan produk berdasarkan potential cause. FMEA berfungsi untuk menentukan nilai Risk Priority Number (RPN) yang selanjutnya akan diidentifikasi lebih lanjut menjadi fokus utama dalam menentukan akar dari potential cause menggunakan Fault Tree Analysis (FTA). Dari akar permasalah tersebut dapat ditentukan usulan perbaikan dan pengendalian agar dapat membantu perusahaan untuk mengurangi resiko kegagalan produksi.   Kata kunci: Failure Mode And Effect Analysis, Fault Tree Analysis, Risk Priority Number, Potential Cause   ABSTRACT PT IPMS (INTI PINDAD MITRA SEJATI) is an industrial manufacturing company with one of the products is an insulator. PT IPMS has made improvements in the production process, but the improvement is still not significantly reduce the number of defects. Method of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) is a procedure to identify potential cause product failures based. FMEA is used to determine the value of the Risk Priority Number (RPN), which subsequently will be further identified a major focus in determining the root cause of potential use Fault Tree Analysis (FTA). From the roots of these problems can be determined proposed improvement and control in order to help the company to reduce the risk of production failures. Keywords: Failure Mode And Effect Analysis, Fault Tree Analysis, Risk Priority Number, Potential Cause
Usulan Peningkatan Minat Konsumen dalam Pembelian Produk Handphone Samsung Berdasarkan Variabel-Variabel yang Mempengaruhinya Menggunakan Structural Equation Modeling Martin, Martin; Rukmi, Hendang Setyo; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 1, No 3 (2013): Edisi Ketiga
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.437 KB)

Abstract

Penjualan suatu produk  berkaitan erat dengan minat konsumen. Semakin tinggi minat konsumen akan membuat semakin tinggi juga penjualan produknya. Minat konsumen dipengaruhi oleh pengaruh sosial, pengalaman konsumsi, dan bauran pemasaran. Sebagai salah satu produsen handphone, Samsung ingin meningkatkan penjualan produknya melalui peningkatan minat konsumen. Penelitian ini bertujuan menghasilkan usulan peningkatan minat konsumen dalam pembelian handphone Samsung berdasarkan variabel-variabel yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah structural equational modeling.  SEM (Structural Equational Modeling) merupakan metode yang terdiri atas analisis jalur, analisis faktor, dan regresi berganda. Metode structural equational modeling dilakukan dengan bantuan program Lisrel 8.80. Variabel yang memiliki pengaruh terbesar terhadap minat konsumen adalah harga, proses, dan promosi. Kata kunci: Minat Konsumen, Structural Equational Modeling, Lisrel   ABSTRACT Sell a product be related to consumer interest. Higher consumer interest will make product sold higher too. Consumer interest depend by consumption experience, social effect, and marketing mix. As one of handphone producer, Samsung will increase sale of it’s product by increase consumer interest. This research have a purpose to make suggestion to increase consumer interest on buying handphone Samsung depend by variable-variable which influence consumer interest. Method used is Structural Equational Modeling. SEM (Structural Equational Modeling) is a method which comprise with path analysis, factor analysis, and multiple regression. Structural Equational Modeling Method used by Lisrel 8.80. Variabel which have biggest influence to consumer interest are price, process, and promotion. Keyword: Consumer Interest, Structural Equational Modeling, Lisrel
USULAN PERBAIKAN KUALITAS KUAT TEKAN PRODUK BATA BETON PAVING BLOCK DENGAN TAMBAHAN TRASS MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI DI BALAI BESAR KERAMIK Efmi, Annisa; Adianto, Hari; Zaini, Emsosfi
REKA INTEGRA Vol 3, No 4 (2015): Edisi Keduabelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.903 KB)

Abstract

Penelitian ini akan mengembangkan kombinasi dan teknik pembuatan paving block dengan tambahan trass yang didapat oleh Balai Besar Keramik menggunakan Metode Taguchi. Dari Metode Taguchi, matriks ortogonal terpilih L27 dengan 3 faktor terkendali masing-masing 3 level dan 1 faktor tidak terkendali dengan 2 level. Faktor terkendali terpilih adalah komposisi bahan, kehalusan butir dan lama perawatan, sedangkan faktor tidak terkendali adalah kadar lumpur didalam pasir. Hasil kuat tekan yang optimal dari level dan faktor terpilih adalah sebesar 34,780 MPa, pada Standar Nasional Indonesia meningkat masuk kedalam Mutu B, dari hasil kuat tekan sebelumnya sebesar 15,624 MPa termasuk kedalam Mutu C. Hasil tersebut menunjukkan kombinasi hasil dari Metode Taguchi dapat memberikan kuat tekan lebih baik dari sebelumnya. Kata kunci: Metode Taguchi, kuat tekan, paving block, trass.   ABSTRACT This research will develop combinations and manufacturing techniques to make paving block with trass obtained by the Center hall of Ceramics using Taguchi method. From Taguchi method, orthogonal array elected L27 with 3 each controllable factor 3 level and one uncontrollable factor with two levels. Selected controllable factor is the composition of the material, grain fineness and length of treatment, while the uncontrollable factor is the levels of silt in the sand. Optimum compressive strength results of levels and factors amounted to 34.780 MPa, the Indonesian National Standard increased into Quality B, of the results of the previous compressive strength of 15.624 MPa included into the Quality C. These results suggest the combination of results from Taguchi method can provide compressive strength better than before. Keywords: Taguchi method, compressive strength, paving blocks, trass.
Model Sistem Pengendalian Persediaan Dua Eselon Pada Sub Dolog Wilayah VIII Bandung MAYA, R SASKIA; Mustofa, Fifi Herni; Adianto, Hari
REKA INTEGRA Vol 2, No 1 (2014): Edisi Kelima
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.354 KB)

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan hal utama yang sangat penting untuk menjamin kelancaran dari mekanisme pemenuhan suatu kebutuhan. Kekurangan ataupun keterlambatan penyaluran Raskin merupakan masalah yang harus diperbaiki dengan cara menentukan jumlah optimal pemesanan Raskin agar semua permintaan dapat terpenuhi sesuai dengan jumlah dan waktu penyaluran yang tepat berdasarkan ongkos terkecil. Penentuan jumlah optimal pemesanan Raskin dapat diselesaikan dengan Model Integrasi Kebijakan Inventori Sistem Nilai Rantai 3 Eselon (Nur bahagia, 2001) yang terdiri dari unit produksi, retailer dan depot lalu diimplementasikan ke dalam sistem nilai rantai 2 eselon yang hanya terdiri dari retailer dan depot dengan dilakukannya pengembangan pada ongkos transportasi. Kata kunci: pengendalian persediaan, multi eselon, optimal pemesanan Abstract Inventory control is the main thing that is very important to ensure the smooth running of a compliance mechanism needs. Shortages or delays in delivery Raskin is a problem that must be corrected by determining the optimal number Raskin ordering that all requests can be fulfilled in accordance with the amount and distribution of the right time based on smallest costs. Determination of the optimal number Raskin booking can be completed with Model Integration Policy Value Chain Inventory System 3 Echelon (Nur Bahagia, 2001) which consists of the production units, retailers and depot then implemented into the value chain 2-echelon system consisting only of the depot to the retailers and does development on transportation costs. Keywords: inventory control, multi-echelon, the optimal ordering
USULAN MEMINIMASI WAKTU SET-UP DENGAN MENGUNAKAN METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE DIE (SMED) DI PERUSAHAAN X Saputra, Rivan; Adianto, Hari; Irianti, Lauditta
REKA INTEGRA Vol 4, No 2 (2016): Edisi Keempatbelas
Publisher : REKA INTEGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.599 KB)

Abstract

Perusahaan X adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang memproduksi pipa AC mobil. Salah satu produk dihasilkan adalah pipa tipe BBB1145-230000. Kendala yang dihadapi perusahaan X adalah waktu set-up yang lama dan berulang-ulang. Penelitian bertujuan meminimasi waktu set-up agar dapat meningkatkan produktivitas dengan mengunakan Metode Single Minute Exchange Die (SMED) pada perusahaan X. Tahapan yang dilakukan dalam SMED antara lain langkah pengumpulan data elemen gerakan set-up yang dilakukan, memisahkan internal set-up menjadi ekternal set-up, menyederhanakan seluruh aspek operasi set-up serta perhitungan produktifitas dari penerapan SMED. Hasil yang didapat dengan penerapan metode SMED adalah didapatkannya waktu set-up mesin yang lebih cepat, peningkatan produk yang dihasilkan dan keuntungan perusahaan meningkat sebesar 3.81%. Kata Kunci: Metode SMED, Waktu Set-up, Internal Set-up dan Eksternal Set-up ABSTRACT Company X is a company engaged in manufacturing produce car air conditioner pipe. One of the resulting product is a type of pipe BBB1145-230000. The obstacles faced by company X is a set-up time is long and repetitive. The research aims to minimize set-up time in order to increase productivity by using Method Single Minute Exchange of Die (SMED) in the company X. Steps being taken in SMED include data gathering step motion elements set-up is done, the internal set-up separates into external set-up, simplifying all aspects of operations set-up as well as the calculation of the productivity of the application of SMED. The results obtained with the implementation of SMED method is finding a time machine set-up faster, increasing the resulting product and company profits increased by 3.81%. Keywords: SMED Method, Time Set-up, Internal and External Set-up
Co-Authors Adhie Nurdiansyah Pamungkas Adriansyah Wijaya Putra Agung Yudistira Ahmad Fauzi Ramdhani Ali Djamhuri AMALIA NURULLAH Ambar Harsono Annisa Efmi, Annisa Arif Imran Attaya Risqa Muharrahmah, Attaya Risqa Bagus Dwicahyo Dewantoro Bonivasius Wenda Carles Sitompul CHAIRUL ABADI Cici Herawati, Cici Dedy Suryadi DERI HIDAYAT Diana Fitria Mayangsari, Diana Fitria Dicky Moriza, Dicky Dwi Novirani E, Ricky Januar Edi Susanto Emsosfi Zaini Eri Nugraha, Eri FAKRY FIRDAUS TEJA KUSUMAH Febri Triyanto, Febri Fifi Herni Fifi Herni Mustofa Galih Eka Deyola Geri Ginanjar, Geri Ghea Manda Karenza, Ghea Manda GITA PERMATA LIANSARI Givo Vandiko Hamzah Asadullah Alkatiri, Hamzah Asadullah Hamzah, Ghifari Handi Koswara, Handi Hendang Setyo Rukmi Hendro Prassetiyo Heru Chrystianto I.G.A. Happy Trindira Imam Cahyo Priyadi INDRA SIDIK KURNIAWAN IRMA NOVITASARI Irma Rizkia, Irma James Saprian Ladou, James Saprian Kyagus Abdul Wahid LAKSMI AMALIA WULANDIARI Lauditta Irianti Lisye Fitria Luky S Permata, Luky S M Azka Harish M Randi Yunesa, M Randi Manggala Purusotama Prasasta, Manggala Purusotama Martin Martin Melia Megawati, Melia Muhammad Dwi Yanuardi Muhammad Reza Utama Nadia Fatima Assarini NANDA SINIO Nashar, Gifari Bayu Nia Dania Permanasari Nugraha, Andrian Oki Saleh Hafez, Oki Saleh R SASKIA MAYA Rachman, Ayunisa RIKEU RAMADANTI Rispianda Rispianda Rivan Saputra, Rivan Rizal Nugraha Sani Susanto Septia Derry Syaheri Chan Stephanie Purimas Susana Susana Susanto, Rara Massayu Sabila Salma Susy Susanty Syah Tjaja, Arief Irfan Tjaja, Arief Irfan Syah Ulfi Nurfaizah YMK Aritonang Yoanita Yuniati Yodi Nurdiansyah Yuke Agustin