Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Implementasi Range Of Motion (ROM) Pasif Untuk Meningkatkan Mobilitas Fisik Pada Pasien Dengan Stroke Hemoragik Di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Sinaga, Veni Delita; Mangara, Azis
Journal of Comprehensive Science Vol. 3 No. 9 (2024): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v3i9.1088

Abstract

Stroke is a functional brain disorder in the form of death of neurological nerve cells due to disruption of blood flow in one part of the brain. Hemorrhagic stroke is a ruptured blood vessel in the brain which results in intracranial bleeding. The prevalence of stroke cases every year is 13.7 million and around 5.5 million deaths occur due to stroke. One of the nursing problems that arises in cases of hemorrhagic stroke is impaired physical mobility. Efforts that can be made to overcome physical mobility disorders are passive range of motion (ROM). This research design uses the Case Study method. The sampling method used is purposive sampling. The samples taken were 2 respondents, namely patients with hemorrhagic stroke who were hospitalized at Vita Insani Hospital, Pematangsiantar. The results showed that there was an increase in mobility experienced by hemorrhagic stroke patients, a decrease in muscle strength, Mr. U scales (3) to (4) and in Mr. S scales (2) to (3). Passive range of motion (ROM) is effective in cases of hemorrhagic stroke in increasing physical mobility. Nurses are expected to be able to accompany patients to apply passive range of motion (ROM) in an effort to increase physical mobility in hemorrhagic stroke patients.
Penerapan Teknik Buteyko terhadap Penurunan Frekuensi Pernapasan pada Pasien Asma Bronkial di Rumah Sakit Vita Insani Pematang Siantar Masroyni Adilla; Azis Mangara
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2968

Abstract

Pendahuluan: Asma bronkial merupakan penyakit kronis saluran pernapasan yang ditandai dengan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan batuk. WHO (2021) melaporkan sebanyak 262 juta penderita asma di dunia dengan 461.000 kematian pada tahun 2019. Teknik pernapasan buteyko merupakan metode nonfarmakologis yang bertujuan menurunkan frekuensi pernapasan melalui pengaturan pola napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknik buteyko terhadap penurunan frekuensi pernapasan pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel terdiri dari dua pasien asma bronkial yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Penelitian ini dilakukan pada Ny. B tanggal 8 Mei – 10 Mei 2025 dan Ny. R pada tanggal 2 Juni – 4 Juni 2025 yang mengikuti latihan teknik buteyko selama tiga hari berturut-turut, masing-masing selama 15 menit per sesi. Instrumen pengumpulan data meliputi SOP teknik Buteyko dan lembar observasi respirasi. Hasil: Setelah penelitian dilakukan, pada Ny. B, frekuensi napas menurun dari 28x/menit menjadi 20x/menit, dan Ny. R dari 32x/menit menjadi 22x/menit. Keduanya juga menunjukkan perbaikan pada pola napas serta penurunan gejala sesak. Kesimpulan: Teknik pernapasan buteyko terbukti efektif dalam menurunkan frekuensi pernapasan dan memperbaiki pola napas pada pasien asma bronkial. Saran: Teknik Buteyko sebaiknya rutin dilakukan oleh pasien asma bronkial, baik di rumah sakit maupun di rumah, untuk membantu mengurangi gejala dan meningkatkan kualitas hidup. Perawat juga disarankan menggunakan teknik ini sebagai bagian perawatan nonfarmakologis.
Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri pada Klien Post Operasi Fraktur Femur Nadia Putriyanda; Azis Mangara
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.56

Abstract

Fraktur femur merupakan hilangnya kontinuitas pada tulang paha, kondisi fraktur femur secara klinis dibagi menjadi 2 yaitu fraktur femur terbuka yang disertai adanya kerusakan jaringan lunak seperti otot, kulit, jaringan saraf, dan pembuluh darah dan fraktur femur tertutup yang dapat disebabkan oleh trauma langsung pada paha. Salah satu tindakan media yang dapat dilakukan untuk mengatasi fraktur femur melalui tindakan pembedahan. Efek dari tindakan pembedahan dapat menimbulkan rasa nyeri. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri melalui tindakan non farmakologi yaitu penerapan teknik relaksasi nafas dalam. Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 2 orang responden yaitu pasien fraktur femur yang di rawat inap di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Hasil setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari yaitu penerapan teknik relaksasi napas dalam didapatkan hasil terjadi penurunan intensitas nyeri pada Tn. M dan Tn. D yang semula intensitas nyeri berat berubah menjadi sedang. Kesimpulan Implementasi teknik relaksasi nafas sangat efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada kasus fraktur femur. Bagi perawat diharapkan mampu mendampingi pasien untuk menerapkan teknik relaksasi nafas dalam untuk penurunan intensitas nyeri pada klien post operasi fraktur femur.
Pemberian Relaksasi Otot Progresif untuk Menurunkan Nyeri Abdomen pada Klien Gastritis di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Jamiatul Ulwani; Azis Mangara; Norong Perangin Angin
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.57

Abstract

Gastritis adalah suatu peradangan lokal dan penyebaran pada mukosa lambung menyebabkan nyeri abdomen yang dapat diatasi dengan teknik relaksasi otot progresif. Metode desain penelitian menggunakan metode study kasus, metode sampling penelitian adalah purpose sampling. Sampel penelitian 2 responden, penelitian ini melalui wawancara dan pemeriksaan fisik, dan dilakukan dengan etik penelitian yaitu Respect the person, Beneficence, Non maleficence, Justice. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan tindakan keperawatan pemberian relaksasi otot progresif selama 3 hari kepada Tn. T dan Tn. R didapatkan adanya penurunan skala nyeri Tn. T dengan 7 menjadi 2 sedangkan pada Tn. R skala nyeri 6 menjadi 2. Kesimpulan tindakan nonfarmakologis pemberian relaksasi otot progresif efektif menurunkan intensitas nyeri pada klien gastritis. Saran relaksasi otot progresif diharapkan dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan intensitas nyeri pada klien gastritis.
Implementasi Teknik Deep Breathing untuk Meningkatkan Saturasi Pernafasan pada Pasien Congestive Heart Failure Choirul Nisa; Azis Mangara
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.305

Abstract

Gagal Jantung Kongestif (GJK) adalah kondisi di mana jantung tidak mampu memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan metabolik jaringan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2020, sekitar 64,3 juta orang di seluruh dunia menderita GJK, dengan angka kematian mencapai 9,91 juta. Salah satu konsekuensinya adalah penurunan saturasi oksigen, yang dapat memperburuk kondisi pasien. Teknik pernapasan dalam adalah intervensi non-farmakologis yang bertujuan untuk meningkatkan oksigenasi dan fungsi pernapasan. Studi ini menggunakan metode studi kasus deskriptif. Sampel diambil dari dua pasien CHF yang dirawat di ICU Rumah Sakit Tentara Level IV 01.07.01 Pematangsiantar. Pasien I dari 30 April hingga 2 Mei 2025, dan Pasien II dari 8 hingga 10 Mei 2025. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan pulse oximeter. Hasil penilaian pada Pasien I dan Pasien II menunjukkan bahwa sebelum intervensi, saturasi oksigen pasien pertama adalah 90% dan pasien kedua 92%. Setelah melakukan teknik pernapasan dalam secara teratur, saturasi oksigen meningkat menjadi 95% pada kedua pasien. Hasil ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam saturasi oksigen. Teknik pernapasan dalam efektif dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien dengan GPH. Perawat diharapkan menggunakan teknik pernapasan dalam sebagai intervensi standar dalam pengelolaan pasien GPH dengan gangguan oksigenasi.
PREVALENSI DAN FAKTOR RESIKO INFEKSI STH (SOIL TRANSMITTED HELMINTHS) PADA ANAK SEKOLAH DASAR Azis Mangara; Lismawati Lismawati; Julianto Julianto
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 4 No. 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v4i2.254

Abstract

Infeksi soil transmitted helminths (STH) banyak ditemukan pada anak di kawasan tropis. Prevalensi yang cukup tinggi berkaitan dengan beberapa faktor risiko, utamanya pada kondisi sanitasi dan personal hyginene yang cenderung buruk pada anak sekolah. Efek dari infeksi STH dapat berdampak pada status gizi, gangguan pertumbuhan dan fungsi kognitif pada anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis prevalensi dan faktor risiko infeksi STH pada anak sekolah dasar. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional study yang dilakukan dengan mengambil sampel feses pada subjek penelitian dan pengisian kuesioner. Subjek penelitian yang terlibat dalam studi sebanyak 47 siswa Sekolah Dasar Negeri 101814 Peria Ria Kabupaten Deli Serdang. Data dianalisis menggunakan uji chi-square guna menghasilkan intepretasi pada keterkaitan faktor resiko dan infeksi STH. Hasil pengukuran menunjukkan prevalensi infeksi STH pada anak sebesar 31,9%. Hasil analisis menunjukkan aspek sanitasi (sanitasi lingkungan rumah (p=0,032) dan sanitasi lingkungan rumah (p=0,002)) dan personal hygiene (kebiasaan mencuci tangan (p=0,004), kebiasan memakai alas kaki saat kontak dengan tanah (p=0,004), kebersihan kuku (p=0,036), dan kebiasan buang air besar (p=0,027)) berhubungan dengan infeksi STH pada anak sekolah dasar. Ketersedian sanitasi yang baik di rumah dan sekolah serta akses terhadap air bersih memungkinkan penurunan risiko infeksi STH. Peningkatan kualitas personal hygiene disarankan untuk meminimalisir risiko infeksi STH melalui edukasi dan promosi kesehatan dengan berbagai media yang menarik minat anak. STH infections are often found in children in the tropics. The high prevalence is related to several risk factors, especially sanitation and personal hygiene conditions, which tend to be poor in school children. The effects of STH infection can impact nutritional status, impaired growth, and cognitive function in children. This study analyzes the prevalence and risk factors of STH infection in elementary school children. The study design used was a cross-sectional study conducted by taking stool samples from the research subjects and filling out a questionnaire. The research sample involved in the study was 47 students of the Sekolah Dasar Negeri 101814 Peria Rial, Deli Serdang Regency. Data were analyzed using the Chi-Square test to produce an interpretation of the relationship between risk factors and STH infection. The measurement results showed the prevalence of STH infection in children was 31.9%. The results of the analysis showed aspects of sanitation (home environment sanitation (p=0.032) and home environment sanitation (p= 0.002)) and personal hygiene (handwashing habits (p=0.004), the habit of wearing footwear when in contact with the ground (p=0.004). nail hygiene (p=0.036), and bowel habits (p=0.027) were associated with STH infection in elementary school children. Availability of good sanitation at home and school as well as access to clean water reduce the risk of STH infection. Improving the quality of personal hygiene is recommended to minimize the risk of STH infection through education and health promotion with various media that attract children's interest.
The Influence Of Service Quality Kesehatan Pasien Polyclinic Brand Image To Hospital Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang Shanty Maria Fernanda Lissanora; Azis Mangara
Benih : Journal of Midwifery Vol. 4 No. 02 (2025): Benih : Journal of Midwifery
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/benih.v4i02.499

Abstract

Increased competition due to customers who increasingly selective and knowledgeable in choosing a hospital, the Hospital requires Tk.III dr. Reksodiwiryo Padang as a provider of health care to always improve the quality of service. In order to improve the quality of care, it must first be known whether the service rendered to the patient during the patient has been in line with expectations or not that will affect the brand image of the hospital. The purpose of this study is to analyze the relationship between service quality and brand image Tk Hospital. III Dr. Reksodiwiryo Padang. The study was conducted in April 2013. The study population consists of 538 patients. So the total sample of 108 patients, obtained by stratified random sampling. Questionnaire data collection by using a questionnaire. Data were analyzed using multiple regression test. The results showed that the partially positive relationships between all the variables that variable service reliability (dependability), responsevensess (responsiveness), assurance (security), empathy (empathy), tangible (real evidence) to Brand Image Hospital Tk.III dr. Reksodiwiryo Padang. And there is a significant relationship between the variable reliability (dependability), responsevensess (responsiveness), assurance (security), empathy (empathy), tangible (real evidence) to Brand Image Hospital Tk.III dr. Reksodiwiryo Padang. However, there is no significant relationship between assurance (security), empathy (empathy) toward Brand Image Tk.IIIdr Hospital. Reksodiwiryo Padang. Simultaneously, a significant difference between the services of the Brand Image Hospital Tk.III dr. Reksodiwiryo Padang (siginifikasi value 0.000). Based on the value of the coefficient was found that the most influential variable on Brand Image in Hospital Tk.III dr. Reksodiwiryo Padang is variable tangibles / physical evidence (X1), where the significance value 0.004 and 0.365 beta value. To the House leadership suggested SakitTk.III dr. Reksodiwiryo Padang to conduct training programs for all care workers on how to give good service to patients so as to improve customer satisfaction and increase Brand Imge Hospital Tk.III dr. Reksodiwiryo Padang. For further research to examine the factors - other factors affecting brand image Tk.III Hospital dr. Reksodiwiryo Padang such as leadership and promotion factors
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah pada Ny. S dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Mhd Nazril Ilham; Azis Mangara
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.772

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit pada sistem kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan arteri koroner sehingga mengurangi aliran darah dan suplai oksigen ke otot jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas, penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, serta gangguan pola tidur. Menurut World Health Organization WHO (2023) menunjukan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) terjadi sekitar 40% dari 8.091.734.930 diseluruh dunia yaitu 3.236.693.972. Bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien penyakit jantung koroner (PJK). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah satu orang pasien penyakit jantung koroner yang dirawat di Ruang Melati Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar selama 3 hari, mulai tanggal 29 April sampai 01 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaanfisik,dandokumentasi. Asuhan keperawatan Ny.S menunjukan pasien mengalami nyeri dada sebelah kiri, skala nyeri 6 yang menjalar kebahu, diagnosa yang ditegakan yaitu penurunan curah jantung, poa napas tidak efektif, dan nyeri akut. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari terdapat penurunan curah jantung berkurang, pola napas tidak efektif berkurang, dan nyeri akut berkurang dan dapat teratasi. Asuhan keperawatan medikal bedah  pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) menunjukan kondisi klinis dan seluruh masaah keperawatan dapat teratasi.
Asuhan Keperawatan Medikal Bedah pada Ny. S dengan Gangguan Sistem Kardiovaskuler pada Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Mhd Nazril Ilham; Azis Mangara
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.772

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit pada sistem kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan arteri koroner sehingga mengurangi aliran darah dan suplai oksigen ke otot jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas, penurunan curah jantung, intoleransi aktivitas, serta gangguan pola tidur. Menurut World Health Organization WHO (2023) menunjukan bahwa penyakit jantung koroner (PJK) terjadi sekitar 40% dari 8.091.734.930 diseluruh dunia yaitu 3.236.693.972. Bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan medikal bedah pada pasien penyakit jantung koroner (PJK). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah satu orang pasien penyakit jantung koroner yang dirawat di Ruang Melati Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar selama 3 hari, mulai tanggal 29 April sampai 01 Mei 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaanfisik,dandokumentasi. Asuhan keperawatan Ny.S menunjukan pasien mengalami nyeri dada sebelah kiri, skala nyeri 6 yang menjalar kebahu, diagnosa yang ditegakan yaitu penurunan curah jantung, poa napas tidak efektif, dan nyeri akut. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari terdapat penurunan curah jantung berkurang, pola napas tidak efektif berkurang, dan nyeri akut berkurang dan dapat teratasi. Asuhan keperawatan medikal bedah  pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) menunjukan kondisi klinis dan seluruh masaah keperawatan dapat teratasi.
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Anggota Keluarga Tn. R dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut di UPTD Wilayah Kerja Puskesmas Singosari Pematangsiantar Elsa Stephanie A. Sihombing; Azis Mangara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesosi Vol. 9 No. 2 (2026): Juli: Jurnal Abdimas KESOSI
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesetiakawanan Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/abdimas.v9i2.605

Abstract

Acute Respiratory Infection (ARI) is an infectious disease commonly found in children and is characterized by cough, runny nose, nasal congestion, and respiratory problems. According to the World Health Organization (WHO) in 2024, there were approximately 3 million ARI cases worldwide in 2022, with an estimated mortality rate ranging from 290,000 to 650,000 deaths. This study aimed to implement family nursing care for a family member with ARI. The study used a qualitative method with a case study approach on the family of Mr. R for 5 days, namely May 1-5, 2026, through home visits in the working area of the Singosari Public Health Center, Pematangsiantar. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation, using a family nursing assessment format, a nursing kit, a health education plan, a leaflet, and the standard operating procedure of effective cough training. The nursing diagnoses identified were Ineffective Airway Clearance, Ineffective Health Maintenance, and Ineffective Family Health Management. After five days of nursing care, the respiratory condition of Miss P improved, the ability to expectorate secretions increased, and the family knowledge and ability to care for the sick family member improved. Family nursing care helped improve the health condition of Miss P and enhanced the family ability to perform family health care tasks. Families are encouraged to implement clean and healthy living behaviors to prevent the recurrence of ARI.