Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Socialization Regarding Marketplaces In Villages As A Strategy To Improve Msmes In Villages Nasution, Muhammad Amsal; Putra, Suprio Jaya; Abidin, Jenal; Antesty, Sella; Prilosadoso, Basnendar Herry
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1264

Abstract

Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan UMKM di desa melalui kegiatan sosialisasi marketplace. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi marketplace di desa karya maju jambangan bertujuan untuk mengedukasi masyarakat khususnya pengusaha UMKM tentang penggunaan marketplace ‘pasarbujangan’ yang belum secara maksimal digunakan dalam hal peningkatan UMKM di desa. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta kegiatan memiliki pengetahuan baru atau teredukasi tentang profil marketplace ‘pasarbujangan’ Desa Karya Maju Jambangan, mulai dari keuntungan yang dapat diperoleh mitra hingga peningkatan pendapatan desa. Peserta juga dibekali pelatihan tentang penggunaan Marketplace Jambangan ‘pasarbujangan’ mulai dari cara mengakses marketplace, membuat akun dan mendaftar sebagai mitra penjual, serta tata pengelolaan toko online. Peserta kegiatan dapat memanfaatkan marketplace yang dimiliki desa untuk memperluas area pemasaran serta mempermudah proses jual beli tanpa perlu adanya interaksi langsung antara penjual dan pembeli. Kata Kunci: Sosialisasi, marketplace, peningkatan umkm Abstract This article aims to find out strategies for increasing MSMEs in villages through marketplace socialization activities. Community service activities through socialization of the marketplace in Karya Maju Jambangan Village aim to educate the community, especially MSME entrepreneurs, about the use of the 'Pasar Bujangan' marketplace, which has not been optimally used in terms of increasing MSMEs in the village. The results of this activity show that the activity participants have new knowledge or are educated about the profile of the 'pasarbujangan' marketplace in Karya Maju Jambangan Village, starting from the benefits that partners can obtain to increasing village income. Participants are also provided with training on using the Jambangan Marketplace 'pasarbujangan' starting from how to access the marketplace, create an account and register as a seller partner, as well as online shop management. Activity participants can take advantage of the village's marketplace to expand the marketing area and simplify the buying and selling process without the need for direct interaction between sellers and buyers. Keywords: Socialization, marketplace, improving MSMEs
The Influence of Internship Programs on Student Work Readiness with Motivation as A Moderating Variable Nasution, Muhammad Amsal; Afniyeni, Afniyeni; Rusmayanthi, Kadek Intan; Rahmat, Rahmat; Wanti, Didi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9619

Abstract

Program magang penelitian diyakini mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa, pengalaman mahasiswa, soft skill, mahasiswa, dan lain sebagainya yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan kerja mahasiswa dibandingkan dengan mahasiswa lain yang tidak mengikuti program magang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Magang Mahasiswa terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menambahkan variabel Motivasi Kerja sebagai variabel moderasi yang diyakini peneliti dapat memperkuat pengaruh variabel Program Magang terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksploratif. Peneliti menyebarkan kuisioner secara online kepada mahasiswa semester 7 yang tersebar di seluruh Indonesia dan mempunyai sistem magang. Kuesioner berisi pernyataan setuju, sangat setuju, tidak setuju, norma, dan sangat tidak setuju, data yang digunakan dalam penelitian ini bisa disebut juga data primer. Data ini dianalisis menggunakan alat analisis smart PLS 4.0. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan variabel Program Magang dapat mempunyai hubungan positif dan pengaruh signifikan terhadap Kesiapan Kerja mahasiswa magang karena hasil P-Values ​​mempunyai arah hubungan positif dan berada dibawah taraf signifikansi 0,05 yaitu 0,031. Selain itu, peneliti juga meyakini bahwa skill, soft skill, jaringan dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama magang akan semakin solid dan kuat jika dibarengi dengan motivasi kerja yang kuat dari dalam diri karyawan. Berdasarkan hal tersebut, hasil koefisien jalur baris kedua tabel ketiga menunjukkan arah hubungan positif dan pengaruh signifikan karena nilai P-Values ​​berada di bawah taraf signifikansi 0,05 yaitu lebih signifikan 0,000 dibandingkan pengujian langsung. Oleh karena itu, hasil hipotesis pertama dan kedua dalam penelitian ini dapat diterima.
The Effect of Positive Feedback on Self-Efficacy with Motivation as a Moderating Variable Nasution, Muhammad Amsal; Dj, Arifhan Ady; Widiawati, Wilda; Risal Tawil, Muhammad; Tulasi, Daniel
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9788

Abstract

Peneliti meyakini feedback yang diberikan oleh narasumber atau rekan sejawat pada suatu seminar dapat meningkatkan self-eficacy seorang peserta seminar karena komunikasi yang baik dapat menyebabkan peserta merasa senang dan mengembangkan kemampuannya lebih dalam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Positive Feedback terhadap Self-Efficacy. Berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya, penelitian ini menambahkan variabel Motivasi sebagai variabel moderasi yang diyakini dapat memperkuat pengaruh variabel Positive Feedback terhadap Self-Efficacy peserta seminar. Hasil artikel ini menunjukkan variabel Umpan Balik Positif mempunyai hubungan positif dan pengaruh signifikan terhadap variabel Self-Efficacy karena P-Value bernilai positif dan berada di bawah tingkat signifikansi 0,05 yaitu 0,000. Selain itu peneliti juga berpendapat bahwa variabel Motivasi dapat memperkuat pengaruh variabel Umpan Balik Positif terhadap Self-Efficacy karena motivasi yang kuat baik pada motivator untuk memberikan materi dan pelayanan terbaik, pada panitia seminar untuk memberikan pelayanan terbaik, dan pada peserta untuk mendapatkan hasil yang Efektif dapat memperkuat pengaruh variabel Positive Feedback terhadap variabel Self-Efficacy. Sejalan dengan hasil tersebut, baris ketiga dari baris kedua menunjukkan hasil yang serupa jika variabel Motivasi dapat memoderasi pengaruh variabel Umpan Balik Positif terhadap Self-Efficacy karena nilai P-Values ​​positif dan berada di bawah tingkat signifikansi 0,05, yang 0,000 lebih signifikan dibandingkan uji langsung. 0,022.. Dengan demikian, hasil hipotesis pertama dan kedua pada penelitian ini dapat diterima.
ANALISIS KOMPARATIF HARGA PRODUK SEMBAKO DI PASAR MODERN DAN PASAR TRADISIONAL TERHADAP DAYA BELI MASYARAKAT Harsono, Iwan; Kumagaya, Johanes P; Utami, Desy Cahyaning; Utami, Eva Yuniarti; Nasution, Muhammad Amsal
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13070

Abstract

Abstrak Pasar bermula dari keinginan sejumlah orang untuk memenuhi kebutuhannya. Pada mulanya transaksi dilakukan dengan sistem barter, yakni dengan cara tukar-menukar barang yang dimiliki dengan barang yang dikehendaki. Misalnya, seorang nelayan menukar ikan dengan barang kelontong yang dibutuhkan. Terjadi barter hasil produksi antara petani, nelayan, peternak, pengrajin yang dilakukan si sembarang tempat. Lama kelamaan terbentuk kesepakatan untuk melakukan barter di suatu tempat. Jadilah lokasi itu semacam tempat barter hasil produksi masing-masing. Hasil penelitian ini telah menemukan bahwa harga produk sembako di Pasar Umum dan Supermarket Aneka berbeda, yang dimana selisih harga produk sembako di Pasar Umum dan Supermarket Aneka paling rendahnya 500 dan yang paling tinggi 10.000, dikarenakan di Supermarket Aneka adanya proses pengemasan agar barangnya telihat lebih higenis dan berkualitas tinggi. Kemudian berdasaekan hasil lapangan menemukan bahwa masyarakat lebih suka berbelanja di Pasar Umum, karena daya belinya rendah dan ketika berbelanja lebih melihat harga barang dibanding kualitas barang. Kata Kunci: Harga, Pasar Modern dan Pasar Tradisional, Daya Beli Masyarakat