Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Rian Eko Pradana; Nini Rahmawati; Mariati Mariati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.969 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13430

Abstract

ABSTRACT The low yield of sweet potato tubers often associated with low soil organic fertilizer content. This research was conducted in Desa Namo Gajah, Medan Tuntungan with altitude ± 25 meters above sea level began from Mei up to October 2015. The research  was  arranged   with   non   factorial   randomized  block  design  with  P0 (Control), P1 (manure of cattle (7.5 tons/ha), P2  (manure of cattle (15 tons/ha), P3 (manure of cattle (22.5 tons/ha), P4 (empty fruit bunches composts (7.5 tons/ha), P5 (empty fruit bunches composts (15 tons/ha),  P6 (empty fruit bunches  composts (22.5 tons/ha), P7 (rice straw composts (7.5 tons/ha), P8 (rice straw composts (15 tons/ha) and P9 (rice straw compost (22.5 tons/ha). Parameter observed were length of plants, length of tuber per sample, the number of tubers per sample, the weight of plant biomass per sample, the average weight of tubers, and harvest index. The results showed that the number of tuber per sample, weight of tuber per sample, the average weight of tuber per sample, and harvest index were significantly effected by organic fertilizer. P3 (manure of cattle (22.5 ton/ha) produces the highest number of tubers that was 1.17 tuber, weight of tuber heaviest was 450.23 grams, the average weight of tuber was 388.88 grams and the haviest harvest index was 0.34. Key words : organic fertilizer, purple varieties, sweet potato  ABSTRAK Rendahnya hasil umbi ubi jalar sering dihubungkandengan rendahnya kandungan bahan organiktanah.Penelitian ini dilaksanakan di lahan masyarakat Desa Namo Gajah, Medan Tuntungan dengan ketinggian tempat ± 25 meter dpl dari bulan Mei sampai Oktober 2015, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial yaitu P0 (Kontrol), P1 (Pupuk kandang sapi (7.5 ton/ha), P2 (Pupuk kandang sapi (15 ton/ha), P3 (Pupuk kandang sapi (22.5 ton/ha), P4 (Kompos TKKS (7.5 ton/ha), P5 (Kompos TKKS (15 ton/ha), P6 (Kompos TKKS (22.5 ton/ha), P7 (Kompos jerami padi (7.5 ton/ha), P8 (Kompos jerami padi (15 ton/ha), dan P9 (Kompos jerami padi (22.5 ton/ha). Parameter yang diamati adalah panjang tanaman, panjang umbi per sampel, jumlah umbi per sampel, bobot umbi per sampel, bobot biomassa tanaman per sampel, rataan bobot umbi, dan index panen.Hasil penelitian menunjukkan bahwaperlakuan pupuk organikberpengaruh nyata terhadap jumlah umbi per sampel, bobot umbi per sampel, rataan bobot umbi, dan indeks panen. P3 (pupuk kandang sapi (22.5 ton/ha) menghasilkan jumlah umbi terbanyak yaitu 1.17 umbi, bobot umbi terberat yaitu 450.23 gram, rataan bobot umbi terberat yaitu 388.88 gram dan index panen yaitu 0.34. Kata Kunci : pupuk organik,ubi jalar, varietas ungu
Eksplorasi Identifikasi dan Karakterisasi Bawang Merah Lokal (Allium ascalonicum L.) di Pulau Samosir Arga Malona; Mariati Mariati; Asil Barus
Jurnal Agroekoteknologi Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.17 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v4i4.13433

Abstract

ABSTRACT The purpose of the research is to explore, identify and characterize the local Samosir shallot The result was began from June up to July 2015. The method of the research includes exploration by survey, identification by desk study, and characterization to identify the variation of each accession using SPSS and evaluate the closeness of relationship using dendogram. The result showed that exploration to central areas of local shallot cultivation obtained six districts. However, only two districts (six villages; Hatoguan, Palipi, Gopal, Pallombuan, Urat, Sitinjak, Harian) where farmers qualified as respondents. Identification showed the similarity of character times to bloom, times harvest, leaves shapes, flower colors, flower shapes, as well as the bulbs colors, but there was variation on plant length, bulbs diameter, bulbs weight, the number of tillers, leaves number, leaves color, and the shape of bulbs. The farthest relationship with the highest diversity coeficient obtained on the wet weight of bulbs, dry weight of bulbs, and the number of leaf with value 8.11, 7.8, and 7.5 respectively . Key words : characterization, exploration, identification local shallot SamosirABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi, mengidentifikasi dan mengkarakterisasi beberapa aksesi bawang merah lokal Samosir. Penelitian dimulai bulan Juni sampai Juli 2015. Metodologi penelitian mencakup kegiatan eksplorasi melalui survei, identifikasi dengan cara desk study, dan karakterisasi untuk mengidentifikasi adanya variasi tiap aksesi menggunakan program SPSS dan pengelompokan menggunakan dendogram. Hasil eksplorasi didapatkan enam daerah sentra penanaman bawang merah lokal. Namun hanya dua Kecamatan (enam aksesi; Hatoguan, Palipi, Gopal, Pallombuan, Urat, Sitinjak, Harian) yang petaninya memenuhi persyaratan untuk dijadikan responden. Dari identifikasi menunjukan ada kesamaan karakter pada peubah amatan umur mulai berbunga, umur panen, bentuk daun, warna bunga, bentuk bunga, serta warna umbi, namun ada variasi pada panjang tanaman, jumlah daun, diameter umbi, bobot umbi, jumlah anakan, jumlah daun, warna daun, dan bentuk umbi. Aksesi Hatoguan merupakan aksesi yang terbaik dalam rataan data produksi. Kekerabatan terjauh dengan standar deviasi tertinggi didapat pada bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan jumlah daun per rumpun yaitu 8,11, 7,8, dan 7,5 secara berurutan. Kata kunci : bawang merah lokal Samosir, eksplorasi, identifikasi, karekterisasi.
Pengaruh Indaziflam Terhadap Seed bank Eleusine indica L. Gaertn. pada Berbeda Kedalaman dan Kadar Air Media Tanah nico jan sianipar; edison purba; mariati sinuraya
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.395 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i3.16319

Abstract

Pengendalian seedbank gulma penting dalam strategi pengendalian gulma secara terpadu. Sejumlah teknik untuk mengurangi seedbank tergantung sistem pertanian, lokasi, dan tipe strategi pengendalian. Salah satu teknik pengendalian yang populer untuk mengendalikan seedbank adalah penggunaan herbisida pratumbuh seperti indaziflam, yang digunakan sebagai pengendalian gulma untuk mengantisipasi resistensi dan suksesi gulma terutama terhadap herbisida. Penelitian bertujuan untuk menentukan efikasi indaziflam terhadap kedalaman tanah dan daya tumbuh seedbank gulma E. indica. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu herbisida dan tidak menggunakan herbisida, faktor kedua kedalaman tanam meliputi kedalaman 0 cm, 2 cm, 4 cm dan 8 cm. Dan faktor ketiga yaitu kadar air tanah kapasitas lapang meliputi 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indaziflam efektif menekan persentase pertumbuhan E.indica, pada kedalaman biji 0 cm sampai 2 cm pada kondisi kadar air tanah 25 % sampai dengan 100 % kapasitas lapang. Sedangkan pada kedalaman 4 cm sampai ke atas tidak ada yang tumbuh begitu juga dengan perlakuan tanpa herbisida. Pada kadar air tanah 25 % indaziflam, gulma E.indica yang tumbuh sebesar 0,02 % sedangkan kondisi kadar air tanah 50 % sampai 100% indaziflam, tidak ada gulma yang tumbuh.
Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Varietas Samosir (Allium ascalonicum L.) pada Beberapa Konsentrasi Air Kelapa dan Lama Perendaman Boy Edika Sembiring; mariati sinuraya; Lisa mawarni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.372 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v5i4.16405

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memprlajari pengaruh konsentrasi dan lama perendaman air kelapa terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah samosir. Penelitian dilaksanakan di Jln.Berdikari Ujung,Medan, dimulai bulan  April – Juli. Rancangan penelitian menggunakan Acak Kelompok Faktorial  dengan   dua faktor    yaitu     konsentrasi (0 ;25 ;50 ;75 ;100%) dan lama perendaman (30 ;60 ;90 ;120 menit). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah umbi dan bobot kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi tanaman 3 MST dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa, sedangkan jumlah umbi dipengaruhi oleh konsentrasi air kelapa dan lama perendaman. Tidak ada interaksi antara konsentrasi air kelapa dan lama perendaman yang berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter. Kata kunci : bawang merah, air kelapa, konsentrasi, lama perendaman
Growth and Yield The First Generation (M1V1) of Local Shallot Humbang Hasundutan Genotypes Accession of Tipang Irradiated by Gamma Ray mentored Bobby Frans Natanael; ferry ezra sitepu; Mariati sinuraya
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.02 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.18685

Abstract

The aim of the research was to determine the growth and yield the first generation (M1V1) of local shallot Humbang Hasundutan genotypes accession of Tipang irradiated by gamma ray. Research was conducted at Rianiate village, Pangururan Samosir district at altitude ± 1010 meters above sea level began from July up to October 2016. The experiment was arranged by augmented design with six level dosages of gamma irradiation i.e; 0; 2; 4; 6; 8; and 10 Gy. The data was analyzed with T test using Minitab 16 software. The Parameters observed were plant lenght, number of leaves, number of tillers, fresh and dry weight of tubers, and tuber diameter. The result showed, that the genotypes shallot that were irradiated with gamma rays at 8 Gy produced better growth and yield than control plants (unirradiated plants).
The influence of coconut water concentration and duration storage of rootstock to the percentage of budding success and cassava’s (mukibat) growth Muhammad Indra Iswahyudi; Nini Rahmawati; Mariati Mariati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 6, No 4,Okt (2018)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.063 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v6i4,Okt.18707

Abstract

The purpose of the research was to determine the influence of coconut water concentration  and duration storage of rootstock  to the percentage of budding success and cassava’s (mukibat)  growth. The research was conducted at the screen house of Agriculture Faculty USU (± 32m asl) in March-June 2017 using Factorial Randomized Block Design (RAK) repeated 3 (three) times. The first factor was the coconut water concentration  with 4 (four) levels ie without coconut water, 25% coconut water, 50% coconut water and 75% coconut water and second factor of storage duration of rootstock  with 3 (three) treatment levels: 1 (one) week storage, 2 (two) weeks storage, and 3 (three) weeks storage. Parameter observed were percentage of budding success, spinning rate, shoot height, shoot diameter, number of leaves, number of tubers, root wet weight, and root dry weight. The results showed that the coconut water concentration had a significant effect on the success rate of budding, root wet weight, and root dry weight. Where the best coconut water concentration is at 50% coconut water treatment. The longer duration storage of rootstock gives fewer percentage of budding success. The best storage time for rootstock was 1 (one) week storage. The interaction of coconut water concentration and storage duration of rootstock had significant effect on the number of leaves.
Pertumbuhan dan Produksi Tomat Cherry pada Konsentrasi Nutrisi yang Berbeda dengan Sistem Hidroponik grecya manalu; Mariati Sinuraya; Nini Rahmawati
Jurnal Agroekoteknologi Vol 7, No 1,Jan (2019)
Publisher : Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.472 KB) | DOI: 10.32734/jaet.v7i1,Jan.19304

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan produksi tomat cherry khususnya di dataran rendahdipengaruhi oleh ketersediaan air, kelembaban, serta teknologi budidaya tanaman, sehingga diperlukan sistem hidroponik untuk mewujudkan peningkatan pertumbuhan dan produksi tomat cherry.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi nutrisi yang tepat pada pertumbuhan dan produksi tomat cherry dengan sistem hidroponik.Penelitian ini dilaksanakan di Screenhouse Perumahan Royal Sumatera, Medan Tuntungan (± 32 m dpl), pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2017.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor perlakuan yaitu konsentrasi nutrisi (1300 ppm, 1750 ppm, dan 2200 ppm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi nutrisi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang pada umur 7-8 MST, umur berbunga tanaman, jumlah cabang per tanaman, dan jumlah ruas per tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman dan bobot buah per tanaman.
The The Effect of Gamma Rays on Local Chilli Infected to Pepper Yellow Leaf Curl Virus Infection (Begomovirus) Tarigan, Rasiska; Hanafia, Diana Sofia; Sinuraya, Mariati; Barus, Susilawati; Marpaung, Agustina E; Murtiningsih, Rini; Sebayang, Amelia
Jurnal Fitopatologi Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Maret 2023
Publisher : The Indonesian Phytopathological Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14692/jfi.19.2.74-82

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Cabai lokal Karo berbatang ungu merupakan cabai yang memiliki keunggulan produksi dan pertumbuhan vegetatif tinggi, namun sangat rentan terhadap penyakit virus keriting kuning oleh begomovirus. Salah satu upaya pengendalian begomovirus ialah dengan perakitan genotipe baru yang tahan melalui induksi iradiasi sinar gamma. Penelitian bertujuan mengkaji pengaruh iradiasi sinar gamma pada benih cabai lokal Karo berbatang ungu terinfeksi begomovirus untuk mendapatkan calon genotipe mutan yang tahan. Benih dari tanaman cabai terinfeksi begomovirus diberi perlakuan iradiasi sinar gamma dengan taraf dosis 150, 200, dan 250 Gy untuk mendapatkan tanaman mutan 1 (M1). Benih sehat dan benih berasal dari tanaman sakit tanpa perlakuan digunakan sebagai tanaman kontrol. Parameter yang diamati meliputi insidensi dan keparahan penyakit, AUDPC dan deteksi begomovirus pada tanaman M1 dan benih generasi kedua (M2). Perlakuan iradiasi sinar gamma taraf dosis 150 Gy pada benih cabai terinfeksi begomovirus menunjukkan rata-rata insidensi, keparahan penyakit, dan AUDPC paling rendah dibandingkan dengan perlakuan lainnya pada tanaman mutan M1 dan M2. Berdasarkan deteksi dengan PCR pada tanaman mutan M2, dari perlakuan dosis 150 Gy didapatkan 7 calon genotipe tahan begomovirus terbanyak di antara perlakuan lainnya.
Aplikasi Pupuk S Elemen pada Budidaya Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepa L.) Manurung, Erpina Delina; Hanum, Hamidah; Sinuraya, Mariati
Agrikultura Vol 35, No 2 (2024): Agustus, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i2.54092

Abstract

Teknologi varietas dan pemupukan sulfur telah banyak diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi dan kualitas bawang merah. Secara global, defisiensi sulfur telah dilaporkan terjadi pada lahan-lahan subur pertanian sedangkan tanaman bawang merah membutuhkan sulfur dalam jumlah relatif banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan sulfur terhadap pertumbuhan, produksi, dan kualitas bawang merah serta perubahan karakteristik tanah. Penelitian dilakukan di UPTD Balai Benih Induk Palawija, Tanjung Slamat, Kabupaten Deli Serdang dari September hingga Desember 2022. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor meliputi varietas bawang merah (V) dan dosis S elemen (S). Varietas terdiri dari Kramat 1 (V1), Maja Cipanas (V2) dan Batu Ijo (V3), sedangkan dosis S elemen terbagi atas empat taraf yaitu 0 (S0), 35 (S1),70 (S2), dan 100 (S3) kg/ha. Berdasarkan taraf setiap faktor, terdapat dua belas perlakuan interaksi yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, jumlah anakan, berat brangkasan, ruang warna L* dan a* kulit, kandungan antosianin dan serapan S umbi. Jumlah daun dan anakan varietas Batu Ijo paling sedikit tetapi mampu menghasilkan berat brangkasan tertinggi dan berat basah umbi yang tidak berbeda nyata dengan dua varietas lainnya. Dosis sulfur tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter sedangkan interaksi varietas dan dosis sulfur berpengaruh nyata terhadap serapan S umbi. Serapan S umbi tertinggi sebesar 5,98 mg/tanaman dihasilkan pada perlakuan varietas Batu Ijo dengan dosis S elemen 100 kg/ha. Ketidakefektifan S elemen yang diaplikasikan diduga berkaitan dengan bentuknya yang tidak dapat langsung diserap oleh tanaman dan sangat rendahnya C-organik tanah yang tidak mendukung berjalannya proses oksidasinya.
Production Response of Mung Bean (Vigna radiata L.) on the Application of Phosphorus Fertilizer and Oil Palm Bunch Ash Faizan Muhammad Nasution; Yaya Hasanah; Mariati Mariati
Indonesian Journal of Agricultural Research Vol. 3 No. 1 (2020): InJAR, Vol. 3, No. 1, March 2020
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.301 KB) | DOI: 10.32734/injar.v3i1.3839

Abstract

Mung bean need phosphate in seed formation and accelerate pod maturity. In acidic soil the P element is difficult to be available because it is bound by metal metals in the soil, it is given a palm bunch ash containing a lot of organic nutrients to release P from the metal and also increase soil pH. The study aims to determine the effect of P fertilization and palm bunch ash on the growth and production of mung bean. The study was conducted on community land in Medan Selayang from October to December 2019. The study used a factorial randomized block design, with 2 factors. The first factor is P fertilizer (0; 37.5; 112.5 kg SP-36/ha). The second factor is oil palm bunch ash consisting of 0; 2; 4 t/ha. The variables observed were a number of pods, weight of 100 seeds, weight of seed per plots, weight of seed per plant. The results showed that the application of P the applications of P fertilizer 112.5 kg SP-36/ha tended to produce the highest pod number and seed weight per plot. The applications of oil palm bunch ash 2 t/ha significantly increased seed weight per plant, seed weight per plot and pod number.