Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Metahumaniora

ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN BUNYI KONSONAN (Z, C, S, ZH, CH, SH, R) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI D4 BAHASA DAN BUDAYA TIONGKOK ANGKATAN 2017 UNIVERSITAS PADJADJARAN Uray Afrina; Tri Bigrit Cleveresty
Metahumaniora Vol 10, No 1 (2020): METAHUMANIORA, APRIL 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v10i1.26969

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang masyarakatnya banyak mempelajari bahasa Mandarin, tetapi kajian tentang bahasa Mandarin maupun pengajaran Mandarin masih sedikit. Untuk itu peneliti merasa perlu melakukan beberapa kajian dalam bidang kebahasaan dan pembelajaran bahasa Mandarin dengan jenis studi eksploratif dan deskriptif. Penelitian ini secara umum dirumuskan berdasarkan masalah atau kesulitan huruf konsonan (z, c, s, zh, ch, sh, r) bahasa Mandarin yang muncul pada mahasiswa angkatan 2017 prodi D4 Bahasa dan Budaya Tiongkok FIB Unpad. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kesalahan atau kesulitan bunyi pelafalan apa saja yang muncul saat mahasiswa melafalkan bunyi konsonan (z, c, s, zh, ch, sh, r), kemudian menganalisa dan menyimpulkan penyebab atau hal yang melatarbelakangi munculnya kesalahan pelafalan tersebut. Dari hasil rekaman 19 mahasiswa angkatan 2017 yang ditranskripkan dan dari hasil analisis secara umum, sebagian besar mahasiswa melakukan kesalahan pada bunyi konsonan (z), (c), (zh), dan (ch). Kesalahan dalam melafalkan bunyi ini, selain disebabkan karena faktor interferensi, perbedaan bentuk grafem/tulisan juga menjadi penyebab kesalahan dalam pelafalannya dan termasuk kesalahan intralingual pula.
Perbandingan Budaya Bambu Indonesia dan China Uray Afrina
Metahumaniora Vol 9, No 2 (2019): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v9i2.24738

Abstract

China dan Indonesia adalah negara-negara yang kaya akan bambu, karena banyak karakteristik unik dari tanaman bambu seperti tinggi, lurus, kuat dan mudah tumbuh di lingkungan apa pun dan karakteristik unik lainnya, mereka dapat mewakili simbol-simbol yang sangat bermakna. Dapat dikatakan bahwa bambu membawa karakteristik budaya yang baik China dan Indonesia, dan pada saat yang sama mencerminkan tradisi dan nilai-nilai kedua negara. Namun, dengan berbagai perbedaan lingkungan hidup, kedua negara telah mengembangkan karakteristik masing-masing yang berbeda pula. Penelitian ini mencari tahu adaptasi budaya Indonesia dan China dengan menemukan unsur-unsur China dalam budaya bambu Indonesia, membandingkan dan mencari tahu perbedaan dan persamaan budaya penggunaan bambu di kedua negara dan mencari tahu hubungan erat antara Indonesia dan China. Dari aspek budaya bambu, instrumen bambu, lukisan bambu dan aspek lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu mereka yang tertarik untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia dan China untuk lebih memahami tentang sejarah, komunikasi, budaya dan nilai-nilai yang terintegrasi di Indonesia dan China. Semoga penelitian ini dapat membantu pelajar bahasa dan budaya China dalam memberikan gambaran dan memahami sejarah pertukaran budaya antara China dan Indonesia, serta integrasi timbal balik antara nilai estetika dan nilai lainnya pada masyarakat kedua negara, dan untuk lebih meningkatkan hubungan baik antara masyarakat kedua negara.
Perbandingan Interjeksi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin Uray Afrina
Metahumaniora Vol 8, No 2 (2018): METAHUMANIORA, SEPTEMBER 2018
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/metahumaniora.v8i2.20696

Abstract

AbstrakInterjeksi merupakan kelas kata yang cukup unik dan menarik dalam suatusistem bahasa. Interjeksi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin merupakankata yang digunakan untuk menggambarkan perasaan yang ada di dalam diriseseorang, seperti marah, kesal, sedih, gembira, dan lain sebagainya. Jenis kata inidigunakan sesuai dengan intonasi ucapan yang ada, entah itu nada menaik ataupun turun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisdeskripsi persamaan dan perbedaan antara interjeksi dalam bahasa Indonesiadan bahasa Mandarin dalam lingkup karakteristik fonetik dan sifat poliseminya,warna emosional, fungsi tata bahasa dan kemudian membuat kesimpulan dariperbandingan tersebut. Meneliti persamaan dan perbedaan antara interjeksi dalambahasa Indonesia dan bahasa Mandarin akan membantu kita lebih memahamikarakteristik kedua bahasa tersebut dan juga memudahkan orang Indonesia dalampembelajaran bahasa Mandarin.Kata kunci: perbandingan, interjeksi, bahasa Indonesia, bahasa MandarinAbstractInterjection is a word class that is quite unique and interesting in a language system.Interjections in Indonesian and Mandarin are words used to describe feelings that exist within aperson, such as anger, resentment, sadness, joy, and so on. This type of word is used according to the intonation of the speech, whether it is an ascending or descending tone. The research method used is analyzing the description of similarities and differences between Indonesian and Chinese interjections in the phonetic characteristics, emotional colors, grammatical functions and then making conclusions from these comparisons. Examining the similarities and differences between interjections in Indonesian and Mandarin will help us better understand the characteristics of the two languages and also make it easier for Indonesian peoples to learn Chinese.Keywords: comparison, interjection, Indonesian, Mandarin