Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Gramatika

SARKASME Dalam LIRIK LAGU DANGDUT KEKINIAN (KAJIAN SEMANTIK) AFRINDA, PUTRI DIAN
Jurnal Gramatika Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.095 KB) | DOI: 10.22202/jg.2016.v2i2.1040

Abstract

AbstrakTulisan ini berisi pembahasan tentang diksi yang terdapat pada lirik lagu dangdut kekinian. Pembahasan ini dilandasi pandangan bahwa diksi merupakan pilihan kata yang menunjukkan maksud atau hal yang akan ditujukan. Diksi atau pilihan kata sangat berperan dalam komunikasi, baik lisan, maupun tulisan. Diksi pada lirik lagu merupakan penyampaian pesan. Jika maksud yang disampaikan pembicara ataupun penulis berbeda dengan yang ditanggapi pendengar atau pembaca, maka diksi yang digunakan berarti kurang tepat, sehingga bermakna ganda. Kreativitas pilihan kata yang digunakan pada lirik lagu, juga mewakili makna dari lagu tersebut. Tulisan ini akan menguraikan perubahan makna yang berjenis sarkasme dalam lirik lagu pada aliran musik dangdut masa kini atau kekinian. Lagu pada umumnya dapat dinikmati oleh semua kalangan. Mulai dari generasi tua, muda, dewasa hingga anak-anak. Jika lagu yang didengar tidak sesuai dengan umurnya, maka hal ini secara tidak langsung dapat menghancurkan karakter anak. Untuk membentuk karakter anak dimulai sejak dalam kandungan ibu. Calon bayi sudah diperdengarkan musik-musik klasik untuk merangsang motorik sehingga bayi lebih aktif bergerak. Karena musik klasik dianggap mirip dengan detak jantung sang ibu. Lagu yang berkembang saat ini lebih mengutamakan musik yang asyik diputar, lirik lagu yang mudah diingat, dibandingkan diksi yang menjiwai lagu tersebut. Hal ini mengakibatkan lagu tersebut kurang bermanfaat atau bermakna bagi pendengar. Jika hanya sekedar nikmat untuk didengar, maka sebuah lagu tersebut akan kehilangan jiwa karena tidak bermakna. Lagu atau nyanyian, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi ada maksud yang hendak disampaikan oleh pencipta lagu. 
CHINESE ETHNIC STRATEGIES IN MAINTAINING BAHASA INDONESIA IN THE COMMUNITY (STRATEGI ETNIS TIONGHOA DALAM MEMPERTAHANKAN BAHASA INDONESIA DI KOMUNITASNYA) Afrinda, Putri Dian; Rahmat, Wahyudi
Jurnal Gramatika Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.168 KB) | DOI: 10.22202/jg.2019.v5i1.3135

Abstract

The problem in this study is how the strategies carried out by ethnic Chinese in maintaining Indonesian in their community. In the daily life of the ethnic Chinese they joke with their communities, they still use Indonesian. The Indonesian language used is of course Indonesian which has been mixed with code. The purpose of this paper is to find out the factors that influence the retention of Indonesian in the Chinese community. Data was collected by direct observation, and interviews with informants who were ethnic Chinese. The speakers in this paper are ethnic Chinese from various circles, both parents, teenagers and children. Respondents were selected based on criteria as native or ethnic Chinese who reside in Padang, West Sumatra. The results of the study indicate that one of the strategies in maintaining Indonesian language for the Chinese ethnics in the community is found in several forms of Indonesian language defense in the form of code mixing. The form of code mix that is found is the fragments of words, and Chinese phrases in Indonesian sentences. Fragment categories of words and phrases found are verbs, objects, properties, information and numerals. This is one of their strategies in maintaining Indonesian.