Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sosisalisasi Optimalisasi Pembudidayaan Bunga Matahari di Desa Pengalangan Kabupaten Gresik Setiana Andarwulan; Asti Rahayu; Asri Wido Mukti; Prisma Trida Hardani; Ira Purbosari; Intan Ayu Kusuma Pramushinta; Dewi Perwito Sari; Nadya Ambarwati; Amanda Safirtri Sinulingga; Adella Eka Berliyanti; Danang Prasetya Eka Saputra; Tatang Sopandi; M. Nusron ali Mukhtar; Ria Andriani Mukti; Prasmita Dian Wijayanti; , Fatmawati
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v4i2.1446

Abstract

Kegiatan Matching Fund sosialisasi pemberdayaan bunga matahari sebagai upaya dalam memanfaaatkan secara optimal bunga matahari. Bunga matahari memiliki banyak manfaat selain dikonsumsi secara langsung. Program matching fund ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta yaitu anggota Bumdes dalam memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan bunga matahari. Bunga matahari diambil manfaatnya melalui bijinya, yang nantinya akan dibuat atau dikembangkan menjadi minyak biji bunga matahari. Peran aktif anggota bumdes sangat penting dalam proses pelaksanaan sosialisasi pembudidayaan bunga matahari sebagai tindak lanjut pengembangan. Dengan demikian bisa terjadi perubahan pengetahuan dan ketrampilan dalam memanfaatkan bunga matahari.
Analisis Perkembangan Tata Rias Tari Reyog Tulungagung FATMASARI, FITRIA HANSYAH; Ria Andriani Mukti; Eva Oktaviasari
Journal of Beauty and Cosmetology (JBC) Vol. 6 No. 1 (2024): JBC: Journal of Beauty and Cosmetology
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jbc.v6n1.p31-38

Abstract

The Reog Tulungagung dance is played by 6-12 people complete with accessories, clothing that looks like soldiers and dancers each carrying a drum/dhodhog and accompanied by other musical instruments such as gamelan. This study aims to determine the development of Reyog Tulungagung Makeup from 2010 to 2022. The research method uses descriptive qualitative. The results of the research of Reyog Tulungagung Dance make-up are: (1) Makeup at that time still only used eyebrows, mustaches and lipsticks, Reyog Tulungagung Dance make-up really depicts warriors, therefore the characteristics of this dance make-up are firm, gaga, and bold with the color between the eyeshadow is red and brown while the lids are black. For female dancers, they have a beautiful impression but the impression of a firm warrior spirit is still visible, while for men they wear an additional mustache. (2) The results of research and discussion of Reyog Tulungagung clothing from 2010 to 2022. Complementary clothing in the form ofduheng, stagen, belt or timang, sampur, dendhong, dhodhog or kendhang, socks, and gongseng. (3) Accessories in the Reyog Tulungagung Dance are very diverse, including iket, red and white iker with garuda, gongseng or klinting.
PEMBERDAYAAN WANITA BERUPA PELATIHAN RIAS WAJAH MALAM DI ERA PANDEMI COVID Fitria Hansyah Fatmasari; Ria Andriani Mukti; Iut Nuraini; Sulistiami
ABIDUMASY Vol 3 No 1 (2022): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v3i1.2382

Abstract

Abstract:The purpose of community service were adding insight and skills about evening make up of Mojo residents, Surabaya City especially for entrepreneurship in the field of beauty services. Also introducing/promoting the PVKK Study Program to the wider community. Research design were survey, proposal preparation , licensing management, preparation of materials to be delivered, preparation of training tools and materials. The results of community service were ability of residents about night make up look for themselves and clients, residents had the courage to take MUA business opportunities, improving the family economy during the covid-19 period. The conclusion is that the Mojo residents of the Gubeng sub-district are able to do night make up look to improve the family economy.Keyword : Training, Night make up look, Mojo residentAbstrak:Tujuan pengabdian masyarakat adalah menambah wawasan dan keterampilan make up wajah malam Warga Mojo, Kota surabaya khusunya untuk kewirausahaan di bidang jasa kecantikan, memperkenalkan/mempromosikan Program Studi PVKK ke masyarakat luas. Rancangan penelitian berupa : survey, penyusuan proposal, pengurusan perijinan, persipan materi yang akan disampaikan, persiapan alat dan bahan pelatihan. Hasil dari pengabdian masyakat adalah warga mampu melakukan make up malam pada diri sendiri dan klien, warga sudah berani untuk mengambil peluang bisnis MUA. meningkatkan perekonomian keluarga dimasa covid-19. Kesimpulan warga mojo kecamatan gubeng mampu melakukan tata rias wajah malam untuk meningkatkan perekonomian keluarga.Kata kunci : Pelatihan, Make up Malam, Warga Mojo