Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Sosisalisasi Optimalisasi Pembudidayaan Bunga Matahari di Desa Pengalangan Kabupaten Gresik Setiana Andarwulan; Asti Rahayu; Asri Wido Mukti; Prisma Trida Hardani; Ira Purbosari; Intan Ayu Kusuma Pramushinta; Dewi Perwito Sari; Nadya Ambarwati; Amanda Safirtri Sinulingga; Adella Eka Berliyanti; Danang Prasetya Eka Saputra; Tatang Sopandi; M. Nusron ali Mukhtar; Ria Andriani Mukti; Prasmita Dian Wijayanti; , Fatmawati
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v4i2.1446

Abstract

Kegiatan Matching Fund sosialisasi pemberdayaan bunga matahari sebagai upaya dalam memanfaaatkan secara optimal bunga matahari. Bunga matahari memiliki banyak manfaat selain dikonsumsi secara langsung. Program matching fund ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta yaitu anggota Bumdes dalam memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan bunga matahari. Bunga matahari diambil manfaatnya melalui bijinya, yang nantinya akan dibuat atau dikembangkan menjadi minyak biji bunga matahari. Peran aktif anggota bumdes sangat penting dalam proses pelaksanaan sosialisasi pembudidayaan bunga matahari sebagai tindak lanjut pengembangan. Dengan demikian bisa terjadi perubahan pengetahuan dan ketrampilan dalam memanfaatkan bunga matahari.
Analisis Perkembangan Tata Rias Tari Reyog Tulungagung FATMASARI, FITRIA HANSYAH; Ria Andriani Mukti; Eva Oktaviasari
Journal of Beauty and Cosmetology (JBC) Vol. 6 No. 1 (2024): JBC: Journal of Beauty and Cosmetology
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jbc.v6n1.p31-38

Abstract

The Reog Tulungagung dance is played by 6-12 people complete with accessories, clothing that looks like soldiers and dancers each carrying a drum/dhodhog and accompanied by other musical instruments such as gamelan. This study aims to determine the development of Reyog Tulungagung Makeup from 2010 to 2022. The research method uses descriptive qualitative. The results of the research of Reyog Tulungagung Dance make-up are: (1) Makeup at that time still only used eyebrows, mustaches and lipsticks, Reyog Tulungagung Dance make-up really depicts warriors, therefore the characteristics of this dance make-up are firm, gaga, and bold with the color between the eyeshadow is red and brown while the lids are black. For female dancers, they have a beautiful impression but the impression of a firm warrior spirit is still visible, while for men they wear an additional mustache. (2) The results of research and discussion of Reyog Tulungagung clothing from 2010 to 2022. Complementary clothing in the form ofduheng, stagen, belt or timang, sampur, dendhong, dhodhog or kendhang, socks, and gongseng. (3) Accessories in the Reyog Tulungagung Dance are very diverse, including iket, red and white iker with garuda, gongseng or klinting.
PEMBERDAYAAN WANITA BERUPA PELATIHAN RIAS WAJAH MALAM DI ERA PANDEMI COVID Fitria Hansyah Fatmasari; Ria Andriani Mukti; Iut Nuraini; Sulistiami
ABIDUMASY Vol 3 No 1 (2022): ABIDUMASY : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/abidumasy.v3i1.2382

Abstract

Abstract:The purpose of community service were adding insight and skills about evening make up of Mojo residents, Surabaya City especially for entrepreneurship in the field of beauty services. Also introducing/promoting the PVKK Study Program to the wider community. Research design were survey, proposal preparation , licensing management, preparation of materials to be delivered, preparation of training tools and materials. The results of community service were ability of residents about night make up look for themselves and clients, residents had the courage to take MUA business opportunities, improving the family economy during the covid-19 period. The conclusion is that the Mojo residents of the Gubeng sub-district are able to do night make up look to improve the family economy.Keyword : Training, Night make up look, Mojo residentAbstrak:Tujuan pengabdian masyarakat adalah menambah wawasan dan keterampilan make up wajah malam Warga Mojo, Kota surabaya khusunya untuk kewirausahaan di bidang jasa kecantikan, memperkenalkan/mempromosikan Program Studi PVKK ke masyarakat luas. Rancangan penelitian berupa : survey, penyusuan proposal, pengurusan perijinan, persipan materi yang akan disampaikan, persiapan alat dan bahan pelatihan. Hasil dari pengabdian masyakat adalah warga mampu melakukan make up malam pada diri sendiri dan klien, warga sudah berani untuk mengambil peluang bisnis MUA. meningkatkan perekonomian keluarga dimasa covid-19. Kesimpulan warga mojo kecamatan gubeng mampu melakukan tata rias wajah malam untuk meningkatkan perekonomian keluarga.Kata kunci : Pelatihan, Make up Malam, Warga Mojo
From Conventional Practice to Immersive Simulation: A Systematic Literature Review on Virtual Professional Makeup as Transformative Learning Media Iut Nuraini; Ria Andriani Mukti; Fitria Hansyah Fatmasari; Quienera Putra Joshua
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v11i12026p86-107

Abstract

Innovative technologies have expanded across various fields of vocational education, including the use of immersive technologies in legal education for soft skills development and virtual clinical simulations in nursing education. However, the application of immersive technologies in creative professions, including cosmetology education, remains relatively limited. This study aims to explore the pedagogical benefits of immersive virtual simulations in supporting the development of professional skills in makeup and beauty education. This research employs a systematic literature review based on PRISMA 2020 criteria, analyzing a total of 32 peer-reviewed articles published between 2016 and 2026. The findings indicate that immersive simulations, such as virtual reality (VR), augmented reality (AR), and interactive 3D environments, can enhance psychomotor skills, learner engagement, intrinsic motivation, and professional confidence. These improvements are particularly evident in structured vocational fields such as nursing, engineering, and technical education, where measurable gains in procedural accuracy and cognitive engagement have been observed. However, the literature also shows that the mere presence of technology does not guarantee learning effectiveness. Pedagogical factors such as interactivity, sense of presence, quality of feedback, simulation fidelity, and cognitive load management play a crucial role in determining learning success. Furthermore, studies specifically addressing professional cosmetology education remain very limited. Overall, immersive learning has significant potential to transform vocational education systems into more flexible and learner-centered environments.
HUBUNGAN PENGETAHUAN BENTUK WAJAH DENGAN KETEPATAN TEKNIK CONTOURING PADA MAHASISWA TATA RIAS Annisa Dwi Pangesti; Yunus Karyanto; Ria Andriani Mukti
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.3059

Abstract

Pengetahuan bentuk wajah merupakan dasar penting dalam penerapan teknik contouring tata rias korektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan bentuk wajah, ketepatan teknik contouring, serta hubungan keduanya pada 25 mahasiswa Program Studi Tata Rias Universitas PGRI Adi Buana Surabaya angkatan 2023–2024 yang dipilih dengan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui tes pengetahuan (20 butir) dan lembar observasi praktik (15 indikator), kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji Levene, dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan tentang bentuk wajah berada pada kategori sedang (64% ; rata-rata 17,96) sedangkan ketepatan teknik contouring juga berada pada kategori sedang (68%; rata-rata 41,08). Uji korelasi diperoleh r = 0,725 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan koefisien determinasi 52,5%, yang berarti terdapat hubungan positif kuat. Temuan ini membuktikan bahwa penguasaan pengetahuan tentang bentuk wajah berkontribusi signifikan terhadap ketepatan penerapan teknik contouring.
”PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TUTORIAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL PRAKTIK MAKEUP KARAKTER TENGKORAK 2 DIMENSI” (PADA SISWA TATA KECANTIKAN DI SMKN 3 KEDIRI) Dewi Rahmawati; Yunus Karyanto; Ria Andriani Mukti
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dalam pendidikan vokasi, termasuk penggunaan video tutorial pada pembelajaran praktik tata kecantikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media video tutorial terhadap hasil praktik makeup karakter tengkorak 2 dimensi pada siswa Tata Kecantikan SMKN 3 Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 58 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing 29 siswa. Data dikumpulkan melalui lembar penilaian hasil praktik dan angket respon siswa, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji Independent Samples t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (<0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media video tutorial terhadap hasil praktik makeup karakter tengkorak 2 dimensi. Siswa pada kelas eksperimen memperoleh hasil praktik yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa media video tutorial efektif meningkatkan keterampilan praktik serta dapat dijadikan alternatif media pembelajaran pada mata pelajaran tata kecantikan. The rapid development of digital technology has encouraged the use of innovative learning media in vocational education, including video tutorials for beauty practice learning. This study aimed to analyze the effect of video tutorial media on the practical performance of two-dimensional skull character makeup among Beauty students at SMKN 3 Kediri. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 58 students divided into an experimental group and a control group, with 29 students in each group. Data were collected through practical assessment sheets and student response questionnaires, then analyzed using validity, reliability, normality, homogeneity, and Independent Samples t-test with SPSS. The results showed a Sig. (2-tailed) value of 0.001 (<0.05), indicating a significant effect of video tutorial media on students' practical performance in two-dimensional skull character makeup. Students in the experimental group achieved higher practical scores than those in the control group. These findings indicate that video tutorial media effectively improves practical skills and can be used as an alternative learning medium in vocational beauty education.