Putu Agustana
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBUMIAN PANCASILA DAN WAWASAN KEBANGSAAN MELALUI ORGANISASI KEPEMUDAAN DAN SISWA Sandiasa, Gede; Agustana, Putu
Jnana Karya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya penanaman dan penguatan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di kalangan generasi muda, mahasiswa, dan pelajar. Hal ini menjadi kunci untuk memperkuat tanggung jawab generasi muda di masa depan dalam membela hak-hak bangsa di dunia global. Pancasila dijadikan sebagai pilar utama yang memperkuat dasar mentalitas dan ideologi bangsa, menjadi landasan kehidupan bagi generasi muda menghadapi tantangan persaingan global di masa depan. Tim dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Panji Sakti berupaya memberikan solusi terhadap permasalahan Kebangsaan dan Ketahanan Generasi Muda dalam menghadapi globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat. Khususnya dalam konteks lokasi pengabdian, tim ini menggandeng ahli dalam kajian Ideologi bangsa dan Wawasan Kebangsaan, baik di kalangan akademisi maupun di tingkat organisasi kemasyarakatan. Dalam kerangka ini, kerjasama juga dilakukan dengan Gerakan Pembumian Pancasila (DPC GPP) Kabupaten Buleleng. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan melalui metode seminar, ceramah, dan diskusi.Berdasarkan hasil diskusi dan pelaksanaan seminar, ditemukan bahwa pengabdian ini memberikan hasil sebagai berikut: 1) peningkatan pengetahuan generasi muda tentang Pancasila dan Wawasan Kebangsaan saat ini sebagai langkah antisipasi terhadap tekanan kemajuan teknologi dan globalisasi informasi, 2) penguatan mental ideologi bangsa dan pengembangan wawasan kebangsaan berbasis kearifan lokal dan teknologi modern; dan 3) peningkatan upaya kerjasama antara perguruan tinggi, pihak lain, serta kelompok kepemudaan dan pelajar.
MOTIVASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM MENEGAKAN DISIPLIN PKL DAN MENGAMANKAN KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN BULELENG DI KECAMATAN SERIRIT Wiwin Parmayani, Ni Komang; Agustana, Putu
Locus Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v16i2.1968

Abstract

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Buleleng Kantor Kecamatan Seririt memiliki fungsi dan tugas untuk mengamankan setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng di wilayah Kecamatan Seririt.Dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : 1) bagaimanakah motivasi satpol PP dalam penegakan disiplin PKL dan pengamanan terhadap kebijakan pemerintah Kabupaten Buleleng di Kecamatan Seririt; 2) Apakah kendala motivasi SatPol Pp dalam penegakan disiplin PKL dan pengamanan terhadap kebijakan pemerintah kabupaten Buleleng di Kecamatan Seririt ?Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang motivasi SatPol PP dalam menegakan disiplin PKL dan mengamankan kebijakan pemerintah Kabupaten Buleleng di Kecamatan Seririt. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan secara sirkuler dimana analisis dilakukan sepanjang proses penelitian, dengan menggunakan model analisis data yang disampaikan oleh Milles dan Huberman dengan tahapan ;pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa motivasi Satpol PP dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya terdiri dari motivasi intrinsik yang berupa komitmennya untuk menunjukan prestasi kerja, membutuhkan pengakuan atas kinerjanya,bertanggungjawab terhadap pekerjaan, serta ingin selalu berkembang karirnya dan mengalami peningkatan. Sedangkan motivasi ekstrinsik berupa gaji yang diterima, menjaga hubungan antara sesama pegawai, jaminan rasa aman akan masa depan dan karir sebagai pegawai serta kondisi lingkungan kerja dan suasana kerja.Sedangkan kendala motivasi SatPol PP terdiri dari kendala internal yaitu jumlah personel Satpol PP yang masih kurang dan usia personel Satpol PP banyak yang sudah di atas 50 tahun. Kendala eksternalnya adalah kebandelan dari para PKL yang sering melangar peraturan tentang larangan tempat berjualan.
KEBIJAKAN DESA ADAT DALAM PENGELOLAAN PARIWISATA DI DESA WISATA PEMUTERAN KECAMATAN GEROKGAK KABUPATEN BULELENG Agustana, Putu; Suprapta, Nyoman
Locus Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v16i1.1717

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan dalam pembangunan di Bali.Untuk itu pengelolaan pariwisata yang diserahkan kepada Desa Adat dengan berbagaikebijakannya akan lebih memberikan kemakmuran bagi kehidupan masyarakat Balisecara umum.Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta bahwa implementasi kebijakan desaadat Pemuteran dalam pengelolaan pariwisata dilakukan dengan mengambil alihpengelolaan objek wisata khususnya objek wisata yang bernuansa religius seperti PuraYeh Panes, Pura Bukit Udeng-Udengan dan Pura Batu Kursi dengan tujuan untukmemberikan kesejahteraan kepada krama desa adat Pemuteran. Juga bertujuan untukmengumpulkan dana untuk membiayai kegiatan-kegiatan desa adat. Pengelolanyadiserahkan semua kepada krama desa adat Pemuteran dengan menugaskan anggotaPecalang secara bergiliran menjaga pura-pura tersebut suasana Pura yang berada disekitar perbukitan dan dekat dengan areal hutan menjadi pendukung dalam menarik minatwisatawan khususnya wisatawan yang menyukai nuansa religius.Perkembangan pariwisata di desa wisata Pemuteran tentunya membawa dampakyang baik bagi kehidupan perekonomian krama desa adat Pemuteran. Juga berdampakpada kehidupan sosial dan budaya krama desa adat pemuteran. Adanya perkawinan antarawanita krama desa adat Pemuteran dengan laki-laki mancanegara adalah salah satunya.Pemasukan dari pengelolaan beberapa objek wisata juga bisa digunakan untukmengembangkan kebudayaan diantaranya untuk membiayai berbagai macam kegiatanyang berkaitan dengan desa adat.
EFEKTIVITAS DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA TIGAWASA KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG Agustana, Putu; Sukraaliawan, Nyoman
Locus Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v17i1.2235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas dana desa dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa serta apa saja hambatan dalam merealisasikan dana desa di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik Pengumpulan Data Metode Observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Teknik Analisis yang digunakan adalah reduksi data (data reduction), Penyajian data (data display) dan Penarikan kesimpulan (conclution drawing/ verification).Efektivitas dana desa dalam pemberdayaan masyarakat sangat bergantung pada faktor kunci seperti ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program dan pemantauan atau pengawasan program. Dana Desa yang disalurkan agar tepat sasaran untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, masyarakat mengetahui tujuan dan program yang dijalankan untuk peningkatan kesejahtraan masyarakat serta melakukan melakukan pengawasan dan evaluasi untuk efektivitas dan efisiensi program yang dijalankan. Hambatan-hambatan atau kendala yang dihadapi oleh pemerintah desa dalam merealisasikan dana desa yaitu Kapasitas SDM yang masih rendah, infrastruktur yang kurang memadai , ketergantungan masyarakat pada sektor tertentu, regulasi dan kebijakan Pemerintah yang sering berubah serta kurangnya dukungan teknis Pemerintah dalam hal pendampingan dalam pengelolaan dana desa.Rekomendasi untuk pemerintah desa, agar bisa mengalokasikan Dana Desa lebih maksimal untuk pemberdayaan masyarakat desa untuk menyiapkan desa yang mandiri dan untuk Pemerintah Kabupaten Buleleng khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, agar mempertimbangkan kebijakan - kebijakan yang bisa mendorong masyarakat desa untuk memberdayakan masyarakat.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA GALUNGAN KECAMATAN SAWAN KABUPATEN BULELENG Risa Pratiwi, Ni Kadek; Agustana, Putu
Locus Vol 17, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/locus.v17i2.2464

Abstract

Kemiskinan masih menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapipemerintah Indonesia. Untuk mengatasinya, telah dibuat berbagai kebijakan.Namun, keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya ditentukan dari prosesperumusannya saja, melainkan juga dari bagaimana kebijakan tersebut dijalankandi lapangan. Tahap pelaksanaan menjadi bagian penting dalam menilai sejauhmana kebijakan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Penelitian ini membahas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH)serta faktor-faktor yang memengaruhi implementasinya di Desa Galungan,Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan pendekatandeskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukaninforman. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudiandianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, sertapenarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek komunikasi sudah berjalandengan baik, komitmen para pihak yang terlibat juga mendukung kelancaranprogram, dan struktur birokrasi telah sesuai aturan. Namun, masih terdapatkendala pada sisi sumber daya manusia, meskipun anggaran dan perlengkapanpenunjang lainnya telah tersedia. Faktor-faktor yang mendukung pelaksanaanPKH di Desa Galungan antara lain adalah partisipasi masyarakat, dukungan dariPemerintah Desa, serta kerja sama antar lembaga. Sedangkan hambatannyameliputi jumlah pendamping yang masih terbatas, akses jalan yang sulit saatkunjungan rumah, dan cuaca yang tidak menentu. Penulis menyarankan agar datadalam DTKS segera diperbarui agar bantuan tepat sasaran, serta menambahjumlah pendamping PKH guna memaksimalkan pelaksanaan program.
Peningkatan Publisitas PMI Kabupaten Buleleng Melalui Pelatihan Jurnalis dan Multimedia bagi Relawan Sandiasa, Gede; Agustana, Putu; Sukraaliawan, I Nyoman; Suprapta, I Nyoman; Joni Ardana, Dewa Made; Maheri Agung, I Gusti Ayu
Jnana Karya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas PanjiSakti kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng. Latar belakang kegiatan iniadalah untuk meningkatkan keterampilan relawan dalam era digital melalui pelatihan jurnalistikdan publikasi media. Metode pelaksanaan pelatihan terdiri dari penyampaian materi oleh tigapembicara ahli yang menjelaskan kiat peningkatan keterampilan digital, pembuatan kegiatanjurnalistik sederhana, dan keterampilan multimedia, yang dilanjutkan dengan praktik membuatberita jurnalistik dan multimedia.Hasil dari pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa relawan PMI mampu mengaplikasikanteknologi digital dalam kegiatan mereka, yang berdampak positif terhadap efektivitas komunikasidan publikasi. Kesimpulannya, penguatan kapasitas relawan melalui pelatihan ini sangat pentinguntuk mendukung kegiatan kepalangmerahan di masyarakat. Saran yang diberikan adalah perlunyaevaluasi berkala dan pengembangan modul pelatihan yang lebih komprehensif untuk meningkatkankualitas pelatihan di masa mendatang.