Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Developing Indonesia's Yoga Industry for Competitive Wellness Tourism Safrin Arifin; Dumilah Ayuningtyas; Renny Nurhasana; Budiman Mahmud Musthofa; Bintang Mukhammad Burhanudin Akbar
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 3 (2025): JIMKES Edisi Mei 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i3.3186

Abstract

The wellness tourism industry, especially yoga, is growing rapidly, with an estimated market value of $1,974.81 billion by 2031. However, the development of this industry in Indonesia is still categorized as developing. This study aims to explore the portrait and condition of the development of the yoga industry as part of wellness tourism and identify the urgency and factors that play a role in its development. The Systematic Literature Review (SLR), which refers to the PRISMA protocol, is used to collect, analyze, and evaluate relevant documents related to the yoga industry. The analysis results show that research related to yoga and wellness tourism increased from 2015-2025, with three main clusters formed from the data analyzed. The development of the yoga industry has significant potential to improve public health and welfare and strengthen the tourism sector. The synergy the government, society, and related stakeholders need synergy to support this development.
Beban Biomekanik Servikal Akibat Penggunaan Helm dan Peran Aktivitas Fisik dalam Pencegahan Nyeri Leher: Tinjauan Sistematis Apria Pratama; Safrin Arifin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55998

Abstract

Penggunaan helm merupakan keharusan untuk melindungi pengendara dari cedera kepala, namun menimbulkanbeban biomekanik pada regio servikal yang berpotensi menyebabkan nyeri leher. Penelitian ini bertujuan menganalisis beban biomekanik servikal akibat penggunaan helm dan mengidentifikasi peran aktivitas fisik dalam pencegahan nyeri leher melalui systematic literature review. Data dikumpulkan dari enam jurnal ilmiah internasional dan nasional yang diterbitkan tahun 2021-2025 menggunakan pendekatan PICOS dan quality assessment. Hasil menunjukkan bahwa massa helm meningkatkan momen sendi pada vertebra servikal dengan faktor pengali 2,05, menurunkan kemampuan ekstensi 13,6% dan meningkatkan lateroffleksi 9,9% pada beban 3 kg. Akumulasi beban kumulatif mencapai 607,35 Nm.sec per gerakan pada C7 dengan prevalensi nyeri leher 35% pada pengguna harian. Intervensi aktivitas fisik berupa neck stabilization exercise, scapula stabilization exercise, stretching, strengthening, dan McKenzie Exercise terbukti efektif meningkatkan kapasitas load-bearing muskuloskeletal servikal melalui penguatan otot deep cervical flexor dan optimalisasi rekrutmen neuromuskular. Studi ini merekomendasikan pengembangan protokol latihan terstruktur berbasis evidens sebagai strategi preventif gangguan muskuloskeletal servikal pada populasi pengguna helm.
Keterkaitan Kualitas Tidur dan Stres Kerja pada Pekerja Berbagai Negara dengan Nyeri Punggung Bawah Non-Spesifik: Tinjauan Sistematis: Tinjauan Sistematis Faisal Ariefin Purba; Safrin Arifin
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2071

Abstract

Nyeri punggung bawah (LBP) non-spesifik merupakan kontributor utama disabilitas global yang menurunkan produktivitas pekerja secara signifikan. Masalah ini menjadi krusial untuk diteliti karena tidak hanya dipicu oleh faktor fisik, melainkan juga dipengaruhi oleh aspek psikososial. Tinjauan sistematis ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah terkait hubungan kualitas tidur dan stres kerja terhadap derajat disabilitas fungsional pada pekerja. Metode penelitian ini mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan menelaah artikel dari basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar periode 2021–2026. Kriteria inklusi mencakup studi observasional primer pada pekerja sedentari yang menggunakan instrumen baku seperti PSQI dan ODI. Hasil sintesis mengonfirmasi bahwa buruknya kualitas tidur dan tingginya stres kerja secara konsisten berkorelasi dengan peningkatan disabilitas fungsional. Gangguan tidur terbukti menghambat proses pemulihan jaringan, sementara stres memperburuk ketegangan neuromuskular. Temuan ini menegaskan bahwa disabilitas akibat LBP bersifat multifaktorial. Sebagai simpulan, intervensi fisioterapi tidak boleh hanya berfokus pada sisi biomekanis, tetapi wajib mengintegrasikan pendekatan biopsikososial melalui manajemen tidur dan stres guna mengoptimalkan pemulihan serta produktivitas karyawan secara jangka panjang.