Penelitian ini mengkaji fenomena kemunculan iklan pada platform ChatGPT sebagai manifestasi evolusi pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan. ChatGPT, dengan lebih dari 700 juta pengguna aktif mingguan per Agustus 2025, telah mengumumkan rencana monetisasi melalui iklan yang diproyeksikan menghasilkan pendapatan sebesar 25 miliar dolar Amerika pada tahun 2029. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis literatur sistematis terhadap sumber primer dan sekunder yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Temuan menunjukkan bahwa integrasi iklan pada platform percakapan berbasis kecerdasan buatan menciptakan paradigma baru dalam pemasaran digital yang disebut sebagai "pemasaran percakapan generatif". Pasar chatbot global diproyeksikan tumbuh dari 15,57 miliar dolar Amerika pada tahun 2025 menjadi 46,64 miliar dolar Amerika pada tahun 2029, dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk sebesar 24,5%. Di Indonesia, ChatGPT menempati posisi keenam secara global dengan tingkat penetrasi 32%, dan 71% pengguna kecerdasan buatan di Indonesia menggunakan ChatGPT. Implikasi strategis meliputi transformasi fundamental dalam segmentasi audiens, personalisasi konten, dan pengukuran efektivitas kampanye. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap perkembangan teori pemasaran percakapan dan memberikan rekomendasi praktis bagi praktisi pemasaran dalam mengadaptasi strategi mereka terhadap ekosistem pemasaran digital yang terus berevolusi.