Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The Factors that Related with Occurrence Food Waste of Diabetes Militus Patients Jayadi, Ajib; Woro, Dewi; Saleh, Asep Jalaludin
Journal of Language and Health Vol 2 No 2 (2021): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.117 KB) | DOI: 10.37287/jlh.v2i2.780

Abstract

According to the survey, the percentage of food waste’s diabetes militus patients in the Imanuel Hospital of Bandar lampung still have not reached the minimum service standars. This study aimsed to analyze the factors associated with food waste in diabetes militus patients in Hospital Imanuel. This is a descriptive analytic study using a cross sectional research design. The sample of this study was 50 patients who suffered diabetes mellitus and were hospitalized. The sample is taken = by purposive sampling. The Analysis of the relationship between the dependent variable and the independent variable is done by using the chi square test. Data on age, gender, appearance of food, taste of food and attitude of officers were obtained through a questionnaire while leftover food was obtained through the Comstock form. Of the totat sampels from 50 th 46% 56 years old, and 78% sex women.The results of correlation test there is a significant association between appearance of food (p value 0,005) and taste of food (p value 0,002) with the food waste. There were no significant associations between service providers (p value 0,776) with the food waste.
Pengaruh Pemberian Asupan Sayur Dan Buah Pada Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamaju Bandar Lampung Sobta R.D, Widia; Woro Astuti, Dewi; Jayadi, Ajib
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit menahun yang disebabkan oleh kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin secara efektif. Bila tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti penyakit serebrovaskular, penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh darah di kaki, serta gangguan pada mata, ginjal, dan saraf. Menurut WHO pada tahun 2014, Diabetes Melitus diprediksi akan menjadi penyebab kematian ketujuh di seluruh dunia pada tahun 2030. Indonesia menempati urutan ke-7 di dunia dengan jumlah penderita diabetes sebanyak 10 juta jiwa. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi Diabetes Melitus di Indonesia yang di diagnosis oleh dokter pada penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 2,0%, meningkat dari 1,5% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asupan sayur dan buah terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes tipe 2 di Puskesmas Sukamaju, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan quasi eksperimen. Populasi penelitian adalah 28 orang yang di diagnosis menderita Diabetes tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Sukamaju. Semua orang tersebut dimasukkan sebagai sampel, di pilih secara acak sederhana. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan sayur (nilai p 0,008) dan asupan sayur dan buah (nilai p 0,016) berpengaruh signifikan terhadap kadar gula darah, sedangkan asupan buah saja tidak berpengaruh signifikan (nilai p 0,117).
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Desa Banding Agung Kabupaten Pesawaran Tahun 2024 Viorenza, Tamara; Jayadi, Ajib; Astuti, Dewi Woro
Journal of Citizen Research and Development Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3873

Abstract

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya anemia antara lain: Pola menstruasi, penyakit infeksi, faktor istirahat, pengetahuan yang kurang tentang anemia dan status ekonomi orang tua. Selain itu, kurangnya kandungan zat besi dari makanan yang dikonsumsi juga memiliki peran penting dalam meningkatkan hemoglobin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia remaja putri di Desa Banding Agung Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis metode cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri di Desa Banding Agung yang mengalami anemia. Remaja putri di Desa Banding Agung berjumlah 42 responden. Dalam menentukan besar sampel, peneliti menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,008, 0,016 dan 0,011 atau p-value nilai α (0,05) yang artinya terdapat hubungan pengetahuan, pola menstruasi dan pola istirahat dengan kejadian anemia pada remaja putri Di Desa Banding Agung Kabupaten Pesawaran Tahun 2024. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dan acuan Kesehatan bagi siswa serta lingkungannya di masyarakat dalam peningkatan hemoglobin pada remaja putri anemia di Kabupaten Pesawaran.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Gizi dan Riwayat ASI Ekslusif Terhadap Gizi Kurang pada Bayi di Puskesmas Negara Batin Kabupaten Way Kanan Putri, Laura Oktika; Hervidea, Radella; Jayadi, Ajib
Journal of Citizen Research and Development Vol 1, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v1i2.3872

Abstract

Menurut Status Gizi Indonesia (SSGI, 2022), pravelensi gizi kurang di Indonesia pada tahun 2019-2022 mengalami peningkatan yaitu 7,7% dari 7,1%. Pravelensi gizi kurang di Provinsi Lampung pada tahun 2022 yaitu 7,0%. Pravelensi gizi kurang di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2022 sebesar 6,0 %. Pravalensi gizi kurang di kecamatan Negara Batin tahun 2022 sekitar 30 bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan riwayat asi ekslusif dengan gizi kurang pada bayi di Puskesmas Negara Batin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024 di Puskesmas Negara Batin.Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik cluster sampling yaitu ibu yang memiliki bayi berusia 0-11 bulan Puskesmas negara batin. Hasil penelitian sebagian besar responden mempunyai pengetahuan gizi yang kurang berjumlah 61,3%, sebagian besar responden tidak memberikan ASI Eksklusif 53,8%, dan persentase balita gizi kurang 51,6%. uji statistik Chi-Square didapatkan nilai p 0,05 yang artinya terdapat hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan terdapat hubungan riwayat ASI Eksklusif dengan gizi kurang dengn nilai p- 0,05 yang artinya terdapat Hubungan riwayat ASI Eksklusif dengan gizi kurang. Pengetahuan ibu yang kurang dan tidak memberikan ASI Ekslusif dapat meningkatkan resiko terjadinya gizi kurang. Perlu adanya pendidikan kesehatan, meningkatkan kegatan monitoring dan pembinan tentang manfaat pemberian gizi seimbang dengan menu seperti karbohidrat. Protein, nabati, hewani, sayuran dan buah pada ibu yang memiliki bayi.
Perbedaan Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Hygiene Sanitasi Makanan Dengan Kejadian Kesakitan pada Remaja Putri dan Penjamah Makanan di Pondok Pesantren Komplek Al-Fuadiyah Nurul Huda Kabupaten Pringsewu Tahun 2024 Susanti, Nurul; Jayadi, Ajib; Nurhartanto, Adhi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3946

Abstract

Background: Health and well-being are the most important aspects of an individual, especially for adolescent students in Islamic boarding schools. Food sanitation hygiene is also important for every human being to know, especially for food handlers who provide food in an institution. The results of the World Healt Organization (WHO) 2019 diarrhea is an environmentally based disease and occurs in almost all geographical areas in the world, every year there are around 1.7 billion cases of diarrhea with a death rate of 760,000. Purpose: This study aims to determine differences in knowledge, attitudes and behavior of food sanitation hygiene with the incidence of illness in adolescent girls and food handlers at the Al-Fuadiyah Nurul Huda Pringsewu Islamic Boarding School complex. Methods: The type of research conducted was quantitative with a cross sectional approach. This study used random sampling technique involving a sample of 60 respondents who were at the Al-Fuadiyah Nurul Huda Pringsewu Islamic Boarding School. Results: In this study, statistical tests with cross sectional between differences, attitudes and behavior with the incidence of morbidity obtained an average p-value (0.05) while the difference between knowledge, attitudes and behavior with the incidence of morbidity obtained a knowledge p-value (0.898) attitude p-value (0.361) behavior p-value (0.666). Conclusion: This study shows that there is no significant difference between knowledge, attitudes and behavior with the incidence of morbidity at the Nurul Huda Al-Fuadiyah Islamic Boarding School with the results of p-value (0.05).
Hubungan Asupan Protein, Zat Besi, dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2024 Anindia, Iren Iftia; Jayadi, Ajib; Dalimunthe, Nathasa Khalidha
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3932

Abstract

The issue of anemia poses a significant risk to adolescents who are undergoing critical stages of growth and development. Anemia is defined as having hemoglobin (Hb) levels below 12 g/dL for females and below 13.5 g/dL for males. This condition is often linked to deficiencies in both macro and micronutrients, particularly in protein, iron, and vitamin C. The objective of this study was to explore the correlation between the intake of protein, iron, and vitamin C and the prevalence of anemia among adolescent girls at Darul Arqom Muhammadiyah Kalirejo Islamic Boarding School in Central Lampung Regency. A cross-sectional methodology was employed, focusing on grades 8 and 9, with a sample of 90 adolescent girls aged 12 to 15 years. The final sample consisted of 52 participants, determined using Slovin's sampling formula. Data were collected through a simple random sampling technique. The findings revealed a significant association between protein intake (p = 0.047) and iron intake (p = 0.008) with the occurrence of anemia; however, no significant relationship was found between vitamin C intake (p = 1.000) and anemia. It is recommended that both the boarding school and the adolescent girls themselves place greater emphasis on their dietary intake, especially on protein and iron intake.
Pengaruh Edukasi dan Pemberian Teh Bunga Telang Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Dengan Hipertensi di Posyandu Cening Kelas Lansia Kampung Warga Indah Jaya Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024 Karani, Wayan Noti; Kustiani, Ai; Jayadi, Ajib
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.3942

Abstract

Background: Hyperrternsiron irs a common heralth irssuer among ther erlderrly and can lerad to varirous complircatirons. Accordirng to ther SKIr (Irndonersiran Heralth Survery) data, ther prervalerncer of hyperrternsiron irn Irndonersira among thoser agerd ≥18 yerars baserd on doctor diragnosirs irs 8.6%, and hyperrternsiron baserd on merasurermernt rersults irs 30.8% across all provirncers irn Irndonersira. Objective: Thirs study airms to analyzer ther erfferct of erducatiron and ther admirnirstratiron of butterrfly pera tera on rerducirng blood prerssurer irn ther erlderrly at Posyandu Cernirng, Warga Irndah Jaya. Methods: Thirs study userd a quantirtatirver approach wirth a quasir-erxperrirmerntal dersirgn and a oner-group prer-terst and post-terst merthod. Ther erlderrly populatiron at Posyandu Cernirng numberrerd 70, from whirch a sampler of 35 was serlercterd for knowlerdger erducatiron and 33 for ther admirnirstratiron of butterrfly pera tera. Ther erducatironal irnterrverntiron lasterd oner day, and butterrfly pera tera was admirnirsterrerd overr 7 days. Statirstircal analysirs was conducterd usirng ther T-terst, and ther data showerd an irncreraser irn knowlerdger post-irnterrverntiron, wirth a p-valuer 0.05. Systolirc blood prerssurer dercreraserd from an averrager of 152.42 mmHg to 130.61 mmHg (p 0.05), and dirastolirc blood prerssurer dercreraserd from 96.06 mmHg to 85.45 mmHg (p 0.05) post-irnterrverntiron. Ther sirgnirfircant rerductiron irn blood prerssurer irndircaters that nutrirtiron erducatiron and ther admirnirstratiron of butterrfly pera tera arer erfferctirver irn managirng hyperrternsiron irn ther erlderrly. Thirs study rercommernds an erducatironal approach to irmprover knowlerdger and heralthy berhaviror among ther erlderrly, and suggersts ther poterntiral of butterrfly pera tera as an alterrnatirver irn managirng hyperrternsiron.
Efektifitas Pemberian Ubi Jalar Ungu Terhadap Lingkar Lengan Atas (LILA) pada Ibu Hamilwilayah Kerja Puskesmas Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024 Trisia, Dina; Hervidea, Radella; Jayadi, Ajib
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 4, No 1 (2025): March 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v4i1.4084

Abstract

Based on data from the Menggala Health Center in 2021, the number of pregnant women with KEK was 46, in 2022 there were 57 and in 2023 there were 68 pregnant women with KEK. The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving purple sweet potatoes on the upper arm circumference (LILA) in pregnant women in the Menggala Health Center work area of Tulang Bawang Regency in 2024. This type of research is quantitative with a Pre-experimental design with a One Group Pretest - Posttest Design approach. The time of this research was carried out on July 8-28, 2024 in the Menggala Health Center area. The population in this study were 85 pregnant women, while the sample was 85 pregnant women. The sampling technique used the total population. The independent variable in this study is the provision of purple sweet potatoes while the dependent variable in this study is the upper arm circumference (LILA) in pregnant women. The data analysis used was univariate and bivariate analysis. The bivariate analysis used was the dependent sample with the paired samples statistics test. The conclusion is that there is an effectiveness of giving purple sweet potatoes on the upper arm circumference (LILA) p value is of 0.000 0.05 and body mass index (BMI) p value is of 0.000 0.05 in pregnant women in the Menggala Health Center working area of Tulang Bawang Regency in 2024. Suggestions: The Menggala Health Center provides counseling on the importance of providing additional food and utilizing local foods as PMT for pregnant women, one of which is purple sweet potatoes.
Hubungan perilaku penggunaan media sosial dan tingkat pengetahuan gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri Ahsana, Nur Fauzun; Jayadi, Ajib; Hervidea, Radella
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): February Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i3.755

Abstract

  Abstract Background: Anemia is a health problem worldwide, especially in developing countries where an estimated 30% of the world's population suffers from anemia. Anemia is common in society, especially in adolescents and pregnant women. Adolescents use gadgets/cellphones in various activities, one of which is social media which is currently trending among adolescents. Teenagers interacting too often with gadgets often make them late or even forget to eat, which can have an impact on their hemoglobin levels. Purpose: To determine the relationship between Social Media Usage Behavior and Nutrition Knowledge Level with the Incidence of Anemia in Adolescent Girls. Method: Quantitative research with a cross-sectional design, on June 14, 2022 in the classroom of SMP Negeri 1 Kotabumi, North Lampung. Respondents who participated in this study were 40 female students. The instruments used were questionnaires on social media usage behavior, knowledge, and hemoglobin (HB) level examinations. Results: Based on the results of the bivariate analysis study conducted with the Chi-square statistical test, the results obtained were p <0.05 (0.021) on social media usage behavior. While 0.006 (p <0.05) at the level of nutritional knowledge. Conclusion: There is a relationship between social media usage behavior and the incidence of anemia, and there is a relationship between the level of nutritional knowledge and the incidence of anemia. Suggestion: It is expected that schools can carry out activities of the School Health Unit (UKS), Youth Red Cross (PMR), and Youth Reproductive Health (KRR) to improve the health of students, especially adolescent girls, as well as Health Service Counseling for Adolescents. Keywords: Anemia; Adolescents; Hemoglobin Levels. Pendahuluan: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang dimana diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Anemia banyak terjadi di masyarakat terutama pada remaja dan ibu hamil. Para remaja menggunakan gadget/handphone dalam berbagai aktivitas salah satunya adalah media sosial yang sedang menjadi tren di kalangan remaja. Terlalu seringnya remaja berinteraksi dengan gadget membuat dirinya sering terlambat bahkan lupa makan yang dapat berdampak pada kadar hemoglobinnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan Perilaku Penggunaan Media Sosial dan Tingkat Pengetahuan Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, pada tanggal 14 Juni 2022 di ruang kelas SMP Negeri 1 Kotabumi, Lampung Utara. Responden yang menjadi peserta dalam penelitian ini sebanyak 40 siswi. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner perilaku penggunaan media sosial, pengetahuan, dan pemeriksaan kadar hemoglobin (HB). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian analisis bivariat yang dilakukan dengan uji statistik Chi-square diperoleh hasil p < 0.05 (0.021) pada perilaku penggunaan media sosial. Sedangkan 0.006 (p < 0.05) pada tingkat pengetahuan gizi. Simpulan: Ada hubungan antara perilaku penggunaan media sosial dengan kejadian anemia, dan ada hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dengan kejadian anemia. Saran: Diharapkan pihak sekolah dapat melaksanakan kegiatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Palang Merah Remaja (PMR), dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) untuk meningkatkan kesehatan siswa khususnya remaja putri, serta Penyuluhan Pelayanan Kesehatan Bagi Remaja.  Kata Kunci: Anemia; Kadar Hemoglobin; Remaja.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi di UPTD Puskesmas Beranti Raya Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Iskandar, Iskandar; Nurhartanto, Adhi; Jayadi, Ajib
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4086

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam pembuluh darah melebihi batas normal. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Penyakit hipertensi dan penyakit kardiovaskular masih cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat seiring dengan gaya hidup yang jauh dari perilaku hidup bersih dan sehat serta mahalnya biaya pengobatan hipertensi. Saat ini banyak penderita hipertensi tidak patuh melaksanakan diet yang diberikan karena kurangnya pengetahuan penderita tentang diet hipertensi. Penderita Penyakit Hipertensi harus memiliki pengetahuan dan kepatuhan diet tentang Hipertensi, pengetahuan merupakan kemampuan untuk membentuk model mental yang menggambarkan obyek dengan tepat dan merepresentasikannya dalam aksi yang dilakukan terhadap suatu obyek, sedangkan kepatuhan adalah sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh professional. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian observasional, merupakan penelitian yang tidak melakukan intervensi atau perlakuan terhadap variabel. Subjek penelitian ini adalah pasien Hipertensi sedangkan objek penelitiannya adalah pengetahuan pasien terhadap kepatuhan diet. Jumlah pengunjung di Puskesmas Beranti Raya sebanyak 56 responden dan sampel yang digunakan yaitu 56 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total sampling. Pengumpulan data kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian berdasarkan uji statistic, diketahui p-value sebesar 0,042 atau p-value 0,05 yang artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan terhadap diet pada pasien hipertensi di Puskesmas Beranti. Kesimpulan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang Kesehatan serta sebagai bahan bacaan dan perbandingan bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang Kesehatan serta sebagai bahan bacaan dan perbandingan bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas.