Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi di UPTD Puskesmas Beranti Raya Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Iskandar, Iskandar; Nurhartanto, Adhi; Jayadi, Ajib
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4086

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah dalam pembuluh darah melebihi batas normal. Kondisi ini terjadi ketika tekanan darah sistolik lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg. Penyakit hipertensi dan penyakit kardiovaskular masih cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat seiring dengan gaya hidup yang jauh dari perilaku hidup bersih dan sehat serta mahalnya biaya pengobatan hipertensi. Saat ini banyak penderita hipertensi tidak patuh melaksanakan diet yang diberikan karena kurangnya pengetahuan penderita tentang diet hipertensi. Penderita Penyakit Hipertensi harus memiliki pengetahuan dan kepatuhan diet tentang Hipertensi, pengetahuan merupakan kemampuan untuk membentuk model mental yang menggambarkan obyek dengan tepat dan merepresentasikannya dalam aksi yang dilakukan terhadap suatu obyek, sedangkan kepatuhan adalah sejauh mana perilaku pasien sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh professional. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Diet Pasien Hipertensi.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian observasional, merupakan penelitian yang tidak melakukan intervensi atau perlakuan terhadap variabel. Subjek penelitian ini adalah pasien Hipertensi sedangkan objek penelitiannya adalah pengetahuan pasien terhadap kepatuhan diet. Jumlah pengunjung di Puskesmas Beranti Raya sebanyak 56 responden dan sampel yang digunakan yaitu 56 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total sampling. Pengumpulan data kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian berdasarkan uji statistic, diketahui p-value sebesar 0,042 atau p-value 0,05 yang artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kepatuhan terhadap diet pada pasien hipertensi di Puskesmas Beranti. Kesimpulan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang Kesehatan serta sebagai bahan bacaan dan perbandingan bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dibidang Kesehatan serta sebagai bahan bacaan dan perbandingan bagi peneliti lain untuk mengembangkan penelitian yang lebih luas.
Hubungan Status Anemia, Kebiasaan Sarapan Dan Status Gizi Dengan Prestasi Belajar Siswi Di SMPN 03 Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah Pratiwi, Santi; Jayadi, Ajib; Dalimunthe, Natasha Khalida
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v15i3.5884

Abstract

Aspek kunci guna mengoptimalkan standar negara dan SDM ialah pendidikan. Prestasi belajar sebagai satu diantara parameter yang bisa dipakai guna mengukur tingkat kesuksesan pada proses pendidikan. Remaja merupakan sumber daya manusia yang sangat penting. Permasalahan gizi yang sering dialami remaja seperti mengalami anemia (kekurangan zat gizi besi), seringnya melewatkan sarapan pagi dan kekurangan atau kelebihan gizi. Riset berikut bertujuan guna memahami korelasi diantara status anemia, status gizi dan kebiasaan sarapan terhadap prestasi belajar siswi di SMPN 03 Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah. Metode riset berikut memakai design studi deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional (potong lintang). Sampel dalam riset berjumlah 67 orang melalui teknik penentuan sampel yakni simple random sampling. Analisa data yang dijalankan yakni analisa univariat serta analisa bivariat. Berdasarkan hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa terdapat korelasi diantara status anemia (p-value = 0,14), kebiasaan sarapan (p-value = 0,001) dan status gizi dengan prestasi belajar (p-value = 0,028). Saran dari penelitian ini yaitu sekolah dapat juga membuat program sarapan sehat dan menjalankan pengukuran tinggi badan dan bobot tubuh guna memonitor status gizi pelajar serta dapat melakukan sosialisasi terkait pentingnya sarapan dan pencegahan anemia gizi besi.
Penerapan dietary approaches to stop hypertension (DASH) dan aktivitas fisik sebagai strategi pencegahan hipertensi dan stroke pada lansia Astuti, Dewi Woro; Puteri, Hidayatusy Syukrina; Hervidea, Radella; Jayadi, Ajib; Saleh, Asep Jalaludin
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2480

Abstract

Background: Hypertension is a major health problem among the elderly and a key risk factor for stroke and cardiovascular disease. Its prevalence increases with age, with high sodium intake, low fiber diet, and lack of physical activity as modifiable risk factors. Educational interventions through Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet and regular physical activity have been proven effective in reducing blood pressure, improving healthy behaviors, and enhancing quality of life. Elderly populations in rural areas face limited access to health information, making community-based approaches essential for improving knowledge, attitudes, and behaviors in preventing hypertension and stroke. Purpose: Improving the knowledge, attitudes, and behavior of the elderly in implementing a healthy lifestyle through education on dietary approaches to stop hypertension (DASH) and physical activity. Method: The study was conducted on November 2, 2025, at Tanjung Rejo Village Hall, Pesawaran District, Lampung, involving 60 elderly participants aged ≥60 years selected using purposive sampling. A quasi-experimental pretest–posttest one group design was applied, with interventions including health education, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet menu demonstrations, simple physical activities, and two weeks of mentoring. Data were collected using questionnaires to assess knowledge and behavior, while blood pressure was measured with a digital sphygmomanometer. Analysis was performed using descriptive and inferential statistics. Results: Significant improvements were observed in knowledge, healthy eating behavior, and physical activity after the intervention. Knowledge increased from 40% (fair) at pre-test to 70% (good) at post-test, healthy eating behavior from 45% (fair) to 60% (good), and physical activity from 70% (inactive) to 65% (active). Mean systolic blood pressure decreased from 152 ± 12 mmHg to 138 ± 10 mmHg, and diastolic from 94 ± 8 mmHg to 86 ± 6 mmHg, with paired t-test results showing significant differences (p < 0.05). Conclusion: DASH diet education and physical activity proved effective in improving knowledge, healthy behaviors, and reducing blood pressure among the elderly. This intervention can serve as a relevant preventive strategy against hypertension and stroke, focusing on lifestyle modification through healthy diet and regular physical activity. The significant reduction in blood pressure highlights meaningful clinical impact, supporting the recommendation of community-based educational programs to enhance elderly quality of life. Suggestion: Sustainable DASH diet and physical activity programs should be integrated into elderly health services at the community level. Strengthening the role of families and health cadres, supported by culturally adapted modules and innovative educational media, is essential. Future research should employ more comprehensive designs, larger samples, and longer evaluation periods to provide stronger scientific evidence, while community-based programs are recommended to maintain healthy lifestyle changes among the elderly. Keywords: DASH; Diet; Elderly; Hypertension and stroke; Physical activity; Prevention Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang menjadi faktor risiko penting terhadap stroke dan penyakit kardiovaskular. Prevalensi hipertensi terus meningkat seiring bertambahnya usia, dengan pola makan tinggi natrium dan rendah serat serta kurangnya aktivitas fisik sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Intervensi berbasis edukasi melalui pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) dan aktivitas fisik teratur terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, memperbaiki perilaku hidup sehat, serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Lansia di pedesaan menghadapi keterbatasan akses informasi kesehatan sehingga pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pencegahan hipertensi dan stroke. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku lansia dalam menerapkan gaya hidup sehat melalui edukasi dietary approaches to stop hypertension (DASH) dan aktivitas fisik. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 2 November 2025 di Balai Desa Tanjung Rejo Kabupaten Pesawaran, Lampung dengan melibatkan 60 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental pretest–posttest one group design, dengan intervensi berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi menu diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), praktik aktivitas fisik sederhana, serta pendampingan selama dua minggu. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur pengetahuan dan perilaku, sedangkan tekanan darah diukur dengan tensimeter digital, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial uji paired t-test. Hasil: Adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, perilaku pola makan sehat, dan aktivitas fisik lansia setelah intervensi edukasi diet DASH dan aktivitas fisik sederhana. Mayoritas tingkat pengetahuan meningkat dari kategori cukup (40%) pada pre-test menjadi baik (70%) pada post-test, perilaku pola makan sehat dari cukup (45%) menjadi baik (60%), serta aktivitas fisik dari kurang aktif (70%) menjadi aktif (65%). Selain itu, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 152 ± 12 mmHg menjadi 138 ± 10 mmHg dan diastolik dari 94 ± 8 mmHg menjadi 86 ± 6 mmHg, dengan hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p-value<0.05). Simpulan: Edukasi diet DASH dan aktivitas fisik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku hidup sehat, serta menurunkan tekanan darah pada lansia. Intervensi ini dapat dijadikan strategi preventif yang relevan dalam pencegahan hipertensi dan stroke, dengan fokus pada perubahan gaya hidup melalui penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur. Penurunan tekanan darah yang signifikan menunjukkan adanya dampak klinis yang bermakna, sehingga program edukasi berbasis komunitas direkomendasikan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup lansia. Saran: Perlunya program edukasi diet DASH dan aktivitas fisik yang berkelanjutan melalui integrasi dengan layanan kesehatan lansia di masyarakat. Peran keluarga dan kader kesehatan perlu diperkuat, dengan dukungan modul berbasis budaya lokal dan media edukasi inovatif. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain lebih komprehensif, sampel lebih besar, dan periode evaluasi lebih panjang agar bukti ilmiah lebih kuat, sementara program berbasis komunitas direkomendasikan untuk mempertahankan gaya hidup sehat lansia.