Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

HUBUNGAN USIA DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KURANG ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL Saputri, Ringga Fardhani; Astuti, Dwi Woro; Saleh, Asep Jalaludin
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 10, No 1 (2025): Juli
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v10i1.779

Abstract

Chronic energy deficiency (CED) during pregnancy is still a serious problem because it can impact the health and safety of mothers and babies as well as the quality of babies born. The factor that causes pregnant women to experience CED is due to lack of nutritional consumption. However, increasing the incidence of CED in pregnancy can also be influenced by various factors, including occupational factors and maternal age at pregnancy. The purpose of this study is to determine the correlation of between age and profession of mothers with chronic energy deficiency in pregnant women in the Donomulyo Lampung Community Health Center. The research design used an analytic study with a cross sectional design, the population in this study were pregnant women in the working area of the Donomulyo Public Health Center, East Lampung, totaling 191 people. The sample used was 130 people. The analysis in this study used the Chi square test. The results of statistical tests show that the distribution of the incidence of CED in pregnant women is found to be 10.8%, most of the pregnant women are between the ages of 20-35 years (64.6%), and the employment is not working (56.9%). The results of the analysis of the age variable obtained p-value = 0.034; OR: 3,843; and job variable p-value = 0.044; OR: 5,304. It is concluded that there is a mother's age and occupation with the incidence of CED in pregnant women
Hubungan Jenis Kelamin, Kebiasaan Olah Raga dan Riwayat Sakit Dengan Status Gizi pada Lansia di Desa Kurungan Nyawa Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Tahun 2024 Riski, Dwi; Saleh, Asep Jalaludin; Astuti, Dewi Woro
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4138

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 jumlah lansia berdasarkan jenis kelaminnya, 52,28% lansia merupakan perempuan, yang lebih tinggi dibandingkan lansia laki-laki yang sebesar 47,72%. Upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia harus ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial maupun ekonomis sesuai dengan martabat kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan   untuk mengetahui hubungan Jenis Kelamin, Kebiasaan Olah Raga dan Riwayat Sakit dengan status gizi pada lansia di Desa Kurungan Nyawa, Gedong Tataan Pesawaran Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik non random sampling yaitu purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang terdaftar dalam posbindu lansia UPT Puskesmas Bernung di Desa Kurungan Nyawa Gedong Tataan Pesawaran dengan jumlah sampel sebesar 90 sampel. Uji statististik yang digunakan dalam penelitian ini ada chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang antara jenis kelamin dengan status gizi (p-value 0.042), terdapat hubungan antara kebiasaan olah raga dengan status gizi (p-value 0.014) dan terdapat hubungan antara riwayat sakit dengan status gizi (p-value 0.020). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, kebiasaan olah raga dan riwayat sakit dengan status gizi lansia.
Pengaruh Edukasi Dengan Media Leaflet pada Ibu Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Konsumsi Sayur dan Buah pada Balita Usia 3-5 Tahun di Desa Talang Tembesu Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2024 Anisa R, Novi Arabia; Kustiani, Ai; Saleh, Asep Jalaludin
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4058

Abstract

Arnark usiar prarsekolarh dimulari darri usiar 3 sarmpari 5 tarhun, disebut sebargari marsar keemarsarn karrenar terjardi beberarpar perubarharn barik fisik marupun psikologis darri arnark tersebut. Berbarnding terbarlik dengarn pertumbuharn tubuh, perkembarngarn psikologis arnark berkembarng secarrar pesart. Harl ini darpart dilihart darri ardarnyar perubarharn sikarp darn perilarku arnark darlarm pemiliharn markarnarn termarsuk konsumsi saryur darn buarh. Penelitiarn ini bertujuarn untuk mengetarhui pengarruh edukarsi dengarn mediar learflet pardar ibu  terhardarp pengetarhuarn, sikarp darn konsumsi saryur darn buarh pardar barlitar usiar 3-5 tarhun di Desar Tarlarng Tembesu Kecarmartarn Menggarlar Karbuparten Tularng Barwarng  tarhun 2024. Metode yarng digunarkarn darlarm penelitiarn ini ardarlarh Pre Eksperimentarl design dengarn One Group Pretest-Postest Design darn Teknik pengarmbilarn sarmpel dengarn popularsi 110 yaritu rarndom sarmpling dengarn rumus slovin didarpart harsil 53 sarmpel. Pengumpularn dartar pardar penilariarn sikarp menggunarkarn kuesioner skarlar likert ,pengetarhuarn menggunarkarn kuesioner dengarn skarlar guttmarn darn kuesioner konsumsi saryur darn  buarh menggunarkarn metode warwarncarrar. Arnarlisis dartar menggunarkarn uji Wilcoxon dengarn spss windows 25. Harsil darri penelitiarn ini menunjukkarn Ardar pengarruh pemberiarn edukarsi gizi melarlui mediar learflet tentarng saryur darn buarh terhardarp pengetarhuarn ibu dengarn nilari p volue 0,001. Ardar pengarruh pemberiarn edukarsi gizi melarlui mediar learflet tentarng saryur darn buarh terhardarp sikarp ibu dengarn nilari p volue 0,001. Ardar pengarruh pemberiarn edukarsi gizi melarlui mediar learflet terhardarp konsumsi saryur pardar ibu dengarn nilari p volue 0,002. Darn ardar pengarruh pemberiarn edukarsi gizi melarlui mediar learflet terhardarp konsumsi buarh pardar ibu dengarn nilari p volue 0,003.
Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Pop-Up Book Terhadap Pengetahuan Siswa Tentang Gizi Buah dan Sayur di SDN 3 Campang 1 Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus Agustin, Prita Amara Dyah; Adyas, Atikah; Saleh, Asep Jalaludin
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4085

Abstract

Berdasarkan Data Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar, menyebabkan 96,85% penduduk yang berumur 5-12 tahun ditemukan kurang mengkonsu msi buah dan sayur. Sebanyak 52,7% anak SD mempunyai pengetahuan Gizi masih kurang. Edukasi gizi dengan media yang menarik merupakan salah satu upaya untuk dapat meningkatkan pengetahuan gizi pada anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan menggunakan media Pop Up Book terhadap pengetahuan siswa tentang gizi buah dan sayur di SDN 3 Campang 1, Kecamatan Giating, Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One-Group Petest-Posttest Desaign. Populasi dalam penelitian ini yaitu 90 siswa dengan sampel sebesar 47 responden. Hasil univariat menunjukkan bahwa usia responden yang paling banyak yaitu usia 9-10 tahun (87,2%), berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki (51,1%). Sebelum intervensi jumlah responden dengan nilai rata-rata pengetahuan baik hanya 7 responden (14,9%), setelah intervensi jumlah responden dengan nilai rata-rata pengetahuan baik meningkat menjadi 31 responden (66,0%). Berdasarkan hasil uji statistic didapatkan pengaruh signifikan penggunaan media edukasi pop-up book terhadap pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai gizi buah dan sayur dengan nilai p-value 0.001 (p0.05). Kesimpulan yaitu terdapat peningkatan pengetahuan dengan media edukasi pop-up book terhadap pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai gizi buah dan sayur di SDN 3 Campang 1 Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus.
Hubungan Frekuensi Jajan dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Anak di SD Tri Sukses Natar Lampung Selatan Putri, Berliana Melisa; Saleh, Asep Jalaludin; Dalimunthe, Nathasa Khalida
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4045

Abstract

Status gizi adalah kondisi tubuh seseorang yang terkait dengan asupan makanan yang dikonsumsi dan kecukupan nutrisi yang diperoleh. Status gizi dapat dipengaruhi oleh faktor pola makan dan aktivitas fisik, anak yang sering mengkonsumsi makanan jajanan yang tinggi kalori namun rendah akan zat gizi. Apabila konsumsi jajanana tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang sesuai pada anak dapat menyebabkan kejadian gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi jajan dan aktivitas fisik dengan status gizi anak di SD Tri Sukses Natar Lampung Selatan. Penelitian menggunakan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara frekuensi jajan dengan status gizi anak di SD Tri Sukses Natar dengan didapatkan nilai p-value 0.030 dan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi anak di SD Tri Sukses Natar dengan didapatkan nilai p-value 0.046. Disarankan kepada anak SD Tri Sukses Natar Lampung Selatan dapat menjaga pola jajan dan aktifitas fisik nya dengan cara jajan makanan yang sehat dan rajin melakukan aktifitas fisik sesuai kebutuhan. Disarankan siswa SD Tri Sukses Natar Lampung Selatan dapat menjaga kebiasaan jajan yang baik dan rutin melakukan aktifitas fisik sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Hubungan Status Gizi dan Sarapan Pagi Dengan Tingkat Konsentrasi Belajar Siswa Siswi SD Negeri 11 Krui di Desa Seray Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2024 Rahmadhani, Heni; Hervidea, Radella; Saleh, Asep Jalaludin
Journal of Citizen Research and Development Vol 2, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v2i1.4087

Abstract

Masalah gizi dan kebiasaan sarapan pada anak sekolah dasar saat ini masih cukup tingi. Di SDN 11 Krui anak yang memiliki gizi kurang sebanyak 26,2% dan gizi lebih 16,6%, yang tidak sarapan sebanyak 38,1% dan anak yang tidak konsentrasi sebanyak 45,2%. Apabila status gizi dan kebiasaan sarapan anak kurang maka dikhawatirkan akan menurunkan konsentrasi belajar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan sarapan pagi dengan tingkat konsentrasi belajar siswa-siswi SD Negeri 11 Krui. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah Propotionated stratifiel random sampling terdapat 42 sampel dengan rumus slovin. Pengumpulan data pada penilaian status gizi menggunakan timbangan digital serta microtoice, sarapan pagi menggunakan kuesioner, dan konsentrasi belajar menggunakan angket. Analisis data bivariat yang dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan status gizi dengan konsentrasi belajar di SD Negeri 11 Krui dimana nilai signifikan 0.699 α = 0.05 dan ada hubungan sarapan pagi dengan konsentrasi belajar di SD Negeri 11 Krui dimana nilai signifikan 0.01 lebih kecil dari α = 0.05.
Penerapan dietary approaches to stop hypertension (DASH) dan aktivitas fisik sebagai strategi pencegahan hipertensi dan stroke pada lansia Astuti, Dewi Woro; Puteri, Hidayatusy Syukrina; Hervidea, Radella; Jayadi, Ajib; Saleh, Asep Jalaludin
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2480

Abstract

Background: Hypertension is a major health problem among the elderly and a key risk factor for stroke and cardiovascular disease. Its prevalence increases with age, with high sodium intake, low fiber diet, and lack of physical activity as modifiable risk factors. Educational interventions through Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet and regular physical activity have been proven effective in reducing blood pressure, improving healthy behaviors, and enhancing quality of life. Elderly populations in rural areas face limited access to health information, making community-based approaches essential for improving knowledge, attitudes, and behaviors in preventing hypertension and stroke. Purpose: Improving the knowledge, attitudes, and behavior of the elderly in implementing a healthy lifestyle through education on dietary approaches to stop hypertension (DASH) and physical activity. Method: The study was conducted on November 2, 2025, at Tanjung Rejo Village Hall, Pesawaran District, Lampung, involving 60 elderly participants aged ≥60 years selected using purposive sampling. A quasi-experimental pretest–posttest one group design was applied, with interventions including health education, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet menu demonstrations, simple physical activities, and two weeks of mentoring. Data were collected using questionnaires to assess knowledge and behavior, while blood pressure was measured with a digital sphygmomanometer. Analysis was performed using descriptive and inferential statistics. Results: Significant improvements were observed in knowledge, healthy eating behavior, and physical activity after the intervention. Knowledge increased from 40% (fair) at pre-test to 70% (good) at post-test, healthy eating behavior from 45% (fair) to 60% (good), and physical activity from 70% (inactive) to 65% (active). Mean systolic blood pressure decreased from 152 ± 12 mmHg to 138 ± 10 mmHg, and diastolic from 94 ± 8 mmHg to 86 ± 6 mmHg, with paired t-test results showing significant differences (p < 0.05). Conclusion: DASH diet education and physical activity proved effective in improving knowledge, healthy behaviors, and reducing blood pressure among the elderly. This intervention can serve as a relevant preventive strategy against hypertension and stroke, focusing on lifestyle modification through healthy diet and regular physical activity. The significant reduction in blood pressure highlights meaningful clinical impact, supporting the recommendation of community-based educational programs to enhance elderly quality of life. Suggestion: Sustainable DASH diet and physical activity programs should be integrated into elderly health services at the community level. Strengthening the role of families and health cadres, supported by culturally adapted modules and innovative educational media, is essential. Future research should employ more comprehensive designs, larger samples, and longer evaluation periods to provide stronger scientific evidence, while community-based programs are recommended to maintain healthy lifestyle changes among the elderly. Keywords: DASH; Diet; Elderly; Hypertension and stroke; Physical activity; Prevention Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada lansia yang menjadi faktor risiko penting terhadap stroke dan penyakit kardiovaskular. Prevalensi hipertensi terus meningkat seiring bertambahnya usia, dengan pola makan tinggi natrium dan rendah serat serta kurangnya aktivitas fisik sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Intervensi berbasis edukasi melalui pola makan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) dan aktivitas fisik teratur terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, memperbaiki perilaku hidup sehat, serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Lansia di pedesaan menghadapi keterbatasan akses informasi kesehatan sehingga pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam pencegahan hipertensi dan stroke. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku lansia dalam menerapkan gaya hidup sehat melalui edukasi dietary approaches to stop hypertension (DASH) dan aktivitas fisik. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 2 November 2025 di Balai Desa Tanjung Rejo Kabupaten Pesawaran, Lampung dengan melibatkan 60 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian menggunakan quasi-experimental pretest–posttest one group design, dengan intervensi berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi menu diet Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), praktik aktivitas fisik sederhana, serta pendampingan selama dua minggu. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur pengetahuan dan perilaku, sedangkan tekanan darah diukur dengan tensimeter digital, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial uji paired t-test. Hasil: Adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan, perilaku pola makan sehat, dan aktivitas fisik lansia setelah intervensi edukasi diet DASH dan aktivitas fisik sederhana. Mayoritas tingkat pengetahuan meningkat dari kategori cukup (40%) pada pre-test menjadi baik (70%) pada post-test, perilaku pola makan sehat dari cukup (45%) menjadi baik (60%), serta aktivitas fisik dari kurang aktif (70%) menjadi aktif (65%). Selain itu, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 152 ± 12 mmHg menjadi 138 ± 10 mmHg dan diastolik dari 94 ± 8 mmHg menjadi 86 ± 6 mmHg, dengan hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p-value<0.05). Simpulan: Edukasi diet DASH dan aktivitas fisik terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, perilaku hidup sehat, serta menurunkan tekanan darah pada lansia. Intervensi ini dapat dijadikan strategi preventif yang relevan dalam pencegahan hipertensi dan stroke, dengan fokus pada perubahan gaya hidup melalui penerapan pola makan sehat dan aktivitas fisik teratur. Penurunan tekanan darah yang signifikan menunjukkan adanya dampak klinis yang bermakna, sehingga program edukasi berbasis komunitas direkomendasikan untuk mendukung peningkatan kualitas hidup lansia. Saran: Perlunya program edukasi diet DASH dan aktivitas fisik yang berkelanjutan melalui integrasi dengan layanan kesehatan lansia di masyarakat. Peran keluarga dan kader kesehatan perlu diperkuat, dengan dukungan modul berbasis budaya lokal dan media edukasi inovatif. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain lebih komprehensif, sampel lebih besar, dan periode evaluasi lebih panjang agar bukti ilmiah lebih kuat, sementara program berbasis komunitas direkomendasikan untuk mempertahankan gaya hidup sehat lansia.