Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi SADARI Sebagai Langkah Awal Pencegahan Kanker Payudara di Desa Blang Bayu Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Agusnawati, Agusnawati; Pramana, Cipta; Dewi, Novita Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3912

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia, dengan kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia, yaitu sebesar 28,7%. Kanker payudara tidak hanya menyerang wanita usia lanjut, tetapi juga dapat terjadi pada usia muda. Apabila tidak terdeteksi sejak dini, kanker payudara dapat berkembang menjadi keganasan yang berisiko tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan penderita. Salah satu upaya pencegahan yang sederhana, efektif, dan dapat dilakukan secara mandiri oleh wanita adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Berdasarkan hasil analisis situasi dan wawancara awal dengan wanita usia subur di Desa Blang Bayu Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara, diketahui bahwa sebagian besar responden belum mengetahui tentang SADARI, manfaat deteksi dini kanker payudara, serta langkah-langkah pencegahannya. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui sosialisasi dan edukasi SADARI menggunakan metode ceramah, diskusi, serta media leaflet. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 56,3 sebelum edukasi menjadi 85,7 setelah edukasi. Nilai minimum meningkat dari 40 menjadi 70, sedangkan nilai maksimum meningkat dari 75 menjadi 100. Peningkatan ini menunjukkan bahwa sosialisasi SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara sebagai langkah awal pencegahan di masyarakat.
Implementasi Edukasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di SMK Taman Siswa Cabang Sukadamai Kabupaten Asahan Hasibuan, Virayudya Lahadhe; Pramana, Cipta; Dewi, Novita Puspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1069

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan pernikahan dini pada remaja. Sasaran kegiatan adalah remaja usia 16–17 tahun di SMK Taman Siswa Cabang Sukadamai Kabupaten Asahan. Edukasi diberikan menggunakan media leaflet yang disusun secara sederhana dan mudah dipahami agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian pretest menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan awal remaja terkait kesehatan reproduksi dan pernikahan dini. Setelah itu, peserta diberikan edukasi melalui penjelasan materi yang didukung dengan leaflet, kemudian kegiatan diakhiri dengan pemberian posttest menggunakan kuesioner yang sama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Nilai rata-rata pengetahuan pada saat pretest sebesar 1,41 yang berada pada kategori kurang. Setelah dilakukan edukasi, nilai rata-rata pengetahuan pada posttest meningkat menjadi 2,73 dengan kategori baik. Selain itu, secara proporsional jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat secara signifikan setelah intervensi diberikan. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi menggunakan media leaflet efektif dalam menambah pemahaman remaja mengenai risiko pernikahan dini. Diharapkan, peningkatan pengetahuan tersebut dapat menjadi dasar terbentuknya sikap dan perilaku remaja yang lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi dan menunda pernikahan hingga usia yang matang.