Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Sistem Pengisian Battery Berbasis Panel Surya Pada Ground Station Untuk Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Ananda, Prima Raturia; Rusdinar, Angga; Ema
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — Keterbatasan akses listrik di daerah terpencil menjadi tantangan bagi operasional Unmanned Aerial Vehicle (UAV), khususnya dalam proses pengisian baterai. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengisian baterai berbasis panel surya pada ground station untuk menggantikan ketergantungan pada listrik konvensional. Sistem ini difokuskan dengan menggunakan baterai lithium-ion 18650 konfigurasi 4S3P serta baterai VRLA 12V untuk penyimpanan energi. Panel surya monocrystalline yang terintegrasi dengan Solar Charge Controller (SCC) Maximum Power Point Tracking (MPPT) digunakan untuk mengoptimalkan konversi energi. Energi dari panel surya dikonversi melalui SCC dan disalurkan ke baterai VRLA untuk proses pengisian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mengisi baterai secara mandiri dengan tegangan panel surya berkisar antara 21,2–23,0 V. Tegangan baterai meningkat secara bertahap, sementara arus dan daya pengisian menurun secara bertahap. Sistem ini menunjukkan kinerja sistem yang adaptif terhadap fluktuasi intensitas cahaya matahari tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional. Kata kunci— panel surya, pengisian baterai, baterai lithiumion
STRATEGI PASANGAN LONG DISTANCE MARRIAGE DALAM MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN PERNIKAHAN : STUDI FENOMENOLOGIS Fitri, Diah Ramadani; Ema
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 6 No. 4 (2025): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v6i4.2011

Abstract

Long-distance marriage is a significant issue, particularly in rural areas where many residents work as Indonesian Migrant Workers (PMI), such as in Baturaden Village, Karawang Regency. This study aims to describe the communication experiences of couples in maintaining their long-distance marital relationships. The research employs a qualitative approach using Alfred Schutz’s phenomenological method. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation involving five couples, in which one spouse, typically the wife, had worked abroad. The findings indicate that these couples face communication challenges, including time constraints, media limitations, and prolonged physical longing. However, they are able to manage conflicts through openness, mutual trust, and adaptation to communication technologies. The success in sustaining the marriage is influenced by shared commitment, the meaningfulness of family, and long-term goals such as children's education and economic improvement. This study contributes to the discourse on interpersonal and family communication within the context of labor migration.
Analisis Semiotika Roland Barthes terhadap Representasi Toleransi Beragama dalam Lirik Lagu “Hagia” Karya Barasuara Muhammad Raditya Nugraha; Yusuf, Eka; Ema
Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9efepq44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi toleransi beragama dalam lirik lagu “Hagia” karya Barasuara menggunakan pendekatan Semiotika Roland Barthes. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma kritis, berfokus pada tiga tingkatan makna denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, lirik lagu menggambarkan secara objektif aktivitas spiritual, ibadah, rutinitas keagamaan, dan tindakan saling mengampuni dalam kehidupan manusia. Pada tingkat konotasi, terdapat simbol verbal inklusif dan strategi hibriditas budaya, di mana Barasuara menggabungkan diksi spiritual umum dengan potongan doa sakral lintas iman (Doa Bapa Kami) untuk meruntuhkan sekat perbedaan dan menegaskan kesetaraan manusia. Sementara pada tingkat mitos, toleransi dikonstruksikan sebagai kebutuhan sosial yang mendesak dalam masyarakat majemuk. Lagu ini membangun pandangan baru bahwa nilai kemanusiaan adalah dasar beragama yang paling universal, dan bukti iman yang paling nyata adalah keberanian untuk saling mengampuni. Kesimpulannya, lirik lagu “Hagia” bukan sekadar curahan hati pribadi musisinya, melainkan sebuah ajakan untuk membangun kesadaran baru tentang toleransi aktif yang melampaui batasan dogmatis institusi keagamaan formal. Kata Kunci: Barasuara, Lirik Lagu, Semiotika Roland Barthes, Toleransi Beragama