Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Industri Kreatif Pengolahan Buah Nanas Menjadi Varian Keripik untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Lendang Nangka Utara Nurlatifa; Ainul Qusyairi; Baiq Usniati; Dina Aulia; Ely Aulia Safitri; Emil Ismaya; Ida Fauziah; Ira Madiana; Irfanul Furqan; Laelatul Fajri; Lalu Muhammad Maqbul Alghifari; Muhammad Zainul Majdi; Nur Gita Suciyati; Riki Azwari; Yusri; Yuliatin; Bagdawansyah Alqadri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.586 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1210

Abstract

Industri kreatif pengolahan buah nanas menjadi varian keripik merupakan suatu terobosan yang dilakuakan untuk memanfaatkan sumber daya alam berupa nanas yang melimpah di Desa Lendang Nagka Utara, Kecamatan Mabagik, Kabupaten Lombok Timur. Pengolahan buah nanas menjadi varian keripik ini dilakukan untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah dan juga sebagai langkah untuk meningkatkan ekomomi masyarakat setempat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan masyarakat yang ada di Desa Lendang Nangka Utara menajdi masyarakat yang berdaya saing berbasisi industri kreatif. Adapun tahapan dan metode dari kegiatan ini yaitu sosialisasi program (metode diskusi), pembentukan tim pengolahan (metode kolaboratif dan kooperatif) dan pelatihan (metode diskusi dan praktik). Hasil dari kegiatan berupa meningkatnya keterampilan masyarakat dalam pengolahan buah nanas menjadi varian keripik sehingga dapat berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Peningkatan Partisipasi Mahasiswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw pada Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Nurlatifa; Mukhamad Murdiono; Suyato
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 13 No 1 (2024): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpiundiksha.v13i1.65400

Abstract

Several factors influence the low level of student participation. One of the causes of low student learning participation in citizenship education courses is the use of learning models during lectures. This research aims to increase student participation by applying the Jigsaw learning model in the Citizenship Education course. This research uses mixed methods, namely combining qualitative and quantitative research. Quantitative methods were used for questionnaire instruments to collect data on student participation levels after implementing the jigsaw learning model. In contrast, qualitative methods were used to analyze data using the Miles and Huberman model of qualitative data analysis, which consists of data reduction, data presentation, and concluding. The subjects in this research were management study program students studying citizenship. The research results show increased student participation in Citizenship Education courses after implementing the Jigsaw learning model, with an average achievement of 88%, which is included in the high criteria. The Jigsaw learning model is appropriate because it can increase student participation in Citizenship Education courses.
Tinjauan Aspek Afektif dalam Pendidikan Kewarganegaraan di Indonesia Nurlatifa; Lianda Dewi Sartika
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol. 6 No. 2 (2025): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v6i2.11521

Abstract

Pendidikan kewarganegraan bertujuan untuk menciptakan warga negara yang berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan sosial bermasayarakat sehingga salah satu kompetensi yang harus dicapai yaitu aspek afektif (sikap). Penelitian ini penting untuk dilakukan agar pendidik mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya berfokus pada pengajaran dan evaluasi aspek kognitif dan psikomotorik saja tetapi juga merancang pembelajaran dan evaluasi aspek afektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejauh ini perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam pendidikan kewarganegaraan di Indonesia hanya berfokus pada ranah kognitif dan seringkali ranah penilaian aspek afektif terabaikan. Pendidik dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran dalam pendidikan kewarganegaraan berdasarkan taksonomi domain afektif sehingga aspek sikap dalam pendidikan kewarganegaraan dapat tercapai. Taksonomi domain afektif terdiri dari menerima, menanggapi, menghargai, pengorganisian, dan karakterisasi berdasarkan nilai atau kumpulan nilai.
Sosialisasi Sinergitas Mewujudkan Indonesia Maju Dan Bebas Praktik Korupsi Melalui Semangat Integritas Dan Toleransi Di Ma Bustanul Wa'izhin NW Janggawana Lombok Tengah Alqadri, Bagdawansyah; Muh. Zubair; Nuriadi; Sawaludin; Edy Kurniawansyah; Nurlatifa; Isma Nova Liana; Eriy Syefira Salsa Bella; Baiq Dhifa Isnawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13664

Abstract

Korupsi merupakan salah satu hambatan utama dalam pembangunan nasional, sehingga penting untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada generasi muda. Menanamkan nilai-nilai integritas di kalangan pelajar untuk menciptakan generasi yang jujur, beretika, dan bertanggung jawab. Dalam masyarakat yang multikultural, toleransi diperlukan untuk menjaga persatuan dan stabilitas, yang mendukung pembangunan bangsa. Sosialisasi ini menjadi bagian dari usaha mewujudkan visi nasional dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dan guru tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas; Menanamkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah konflik sosial; Menguatkan sinergitas antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan pemerintah dalam memerangi praktik korupsi; Mendorong siswa menjadi agen perubahan yang mendukung terciptanya Indonesia maju dan bebas korupsi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode Ceramah interaktif: Pemaparan materi oleh narasumber tentang integritas, toleransi, dan dampak negatif korupsi. Luaran wajib dalam penelitian ini akan diterbitkan pada Journal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram dan luran tambahan dalam pengabdian ini berupa pernyataan pemanfaatan hasil riset oleh mitra atau masyarakat.
ANALISIS PERAN SEKOLAH SEBAGAI SISTEM KELEMBAGAAN DALAM PENANAMAN NILAI TOLERANSI BERAGAMA DI SMAN 6 MATARAM Susi Lestari; Bagdawansyah Alqadri; Nurlatifa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64174

Abstract

This research was conducted due to the complex problems with Indonesian society, which is pluralistic with diverse religions, cultures, and ethnicities that have the potential to cause social conflict if not properly managed. The study aims to describe the role of schools as institutional systems in instilling religious tolerance values from the ground up at SMA Negeri 6 Mataram. The research employed a qualitative approach with data collection techniques such as interviews, observations, and documentation, which were then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The findings show that the cultivation of religious tolerance at SMA Negeri 6 Mataram is carried out through four main aspects: school policies based on tolerance, strengthening an inclusive and harmonious school culture, providing equal worship facilities for all religions, and implementing interfaith programs such as spiritual camps, social service activities, and interfaith harmony discussions. The process is not always easy, as challenges faced by the school include uneven student understanding of the meaning of tolerance, with some extreme views influenced by various factors such as social media and peer interactions. As an institutional system, the school plays an important role in building religious tolerance through integrated policies, culture, facilities, and religious programs. This study is expected to provide theoretical contributions to the development of multicultural education and practical benefits for schools, teachers, and students in creating a peaceful and inclusive learning environment.
Tradisi Ngejot di Desa Lenek: Praktik Budaya dan Pewarisan Nilai Karakter Emi Nurlaila; Yuliatin; Nurlatifa
Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2026): Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Arif.061.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan tradisi Ngejot serta mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Timur. Tradisi Ngejot merupakan kearifan lokal masyarakat Sasak yang berfungsi mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa saling menghormati, dan memperkuat hubungan sosial menjelang Hari Raya Idulfitri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Informan dipilih secara purposive sampling, meliputi tokoh adat, tokoh agama, aparat desa, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi meliputi tahapan Nyiapang Sampak, Bekumpul, Ngelampaq Sampak, Uduh, Ngejot, dan Silaturahmi. Tradisi ini juga dikembangkan melalui Festival Ngejot sebagai upaya pelestarian budaya. Nilai karakter yang terkandung meliputi demokratis, religius, toleransi, cinta tanah air, serta cinta dan peduli lingkungan sehingga berperan dalam memperkuat keharmonisan sosial, identitas budaya, dan pembentukan karakter masyarakat.