Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Optimasi Zat Aditif (Apis, Citrus Aurantifolia dan Activated Charcoa) pada Pembuatan Sabun Anti Jerawat dari Minyak Biji Alpukat Sukmawati, Sukmawati; Lestari, Pratiwi Putri
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.537 KB) | DOI: 10.30743/cheds.v4i1.2599

Abstract

Sabun merupakan surfaktan yang digunakan dengan air untuk mencuci dan membersihkan. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan uji efektifitas dari minyak biji alpukat sebagai bahan dalam pembuatan sabun transparan dan penambahan zat aditif untuk mengurangi jerawat pada wajah.Pembuatan sabun anti jerawat berbahan dasar minyak biji alpukat, NaOH, asam stearat, gliserol, alkohol, sukrosa, zat aditif (madu, jeruk nipis dan karbon aktif), aquadest, pewarna dan pewangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan zat aditif yang digunakan dapat mempengaruhi kadar air dan pH sabun yang dihasilkan. Untuk zat aditif jenis madu dan jeruk nipis semakin banyak penambahannya maka semakin tinggi kadar air nya. Sedangkan untuk zat aditif jenis karbon aktif, semakin banyak penambahannya semakin berkurang kadar airnya, hal ini disebabkan karena karbon aktif yang digunakan berbentuk padat dan memiliki sifat mudah menyerap air. Penambahan zat aditif yang optimal diperoleh pada penambahan zat aditif madu 1 dan 3 ml yang menghasilkan kadar air yaitu sebesar 6 % dan 14 % dengan pH keduanya yaitu 7.Kata kunci : Sabun, Zat Aditif, Saponifikasi, Biji Alpukat.
SOSIALISASI PEMBUATAN DETERJEN CAIR DI LINGKUNGAN ANGGOTA KOPERASI SUMBER REZEKI KOTA BINJAI Lestari, Pratiwi Putri; Wijayanna, Surya Sevi; Rahmayana, Rahmayana; Zainal, Zainal; Sukmawati, Sukmawati; Rizky, Putri; Simanjuntak, Dedi Sofyan; Fadillah, Eva; Bahri, Tasya; Fahlevi, Tya
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v3i2.9286

Abstract

Empowering housewives as members of society and still being classified as productive workers is very important, aimed at increasing awareness and independence in business, as well as expanding employment opportunities to increase family income in an effort to achieve a happy and prosperous family. In this regard, this can be done through various alternative activities, including training in making liquid detergent. Soap is a commodity that cannot be separated from household needs. It can be said that part of the routine expenses for housewives each month is allocated to purchasing washing soap. The methods used in this community service activity are socialization, discussion and practice or demonstration regarding raw materials, work procedures and calculation of production costs for making liquid detergent. The training participants are members of the Sumber Rezeki Cooperative in Sumber Mulyo Rejo Village with a total of 20 training participants. This activity was carried out in Sumber Mulyo Rejo Village, Binjai City on February 24 2024. The evaluation plan for service activities is that the target number of training participants is achieved, the training objectives are achieved well, the planned material targets are achieved and the participants are able to understand the training material. The result of this training activity in making liquid detergent is that members of the Sumber Rezeki cooperative in Binjai city have knowledge of making liquid detergent and provide innovation to improve the economy.
PEMANFAATAN KULIT JAGUNG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SERAT FIBER PADA PEMBUATAN FIBERGLASS Lestari, Pratiwi Putri; Sukmawati, Sukmawati; Rizky, Putri; Silvay, Rika; Simanjuntak, Dedy Sofyanto; Ningrum, Resti Ayu
CHEDS: Journal of Chemistry, Education, and Science Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/cheds.v9i2.12265

Abstract

Serat kulit jagung memiliki nilai ekonomis yang tinggi, mudah didapat, dan dapat terdegradasi secara alami, berpotensi sebagai serat penguat komposit, sehingga mengatasi masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah serat alami dapat digunakan sebagai pengganti serat sintetis pada fiberglass dan untuk menentukan massa serat alami yang tepat untuk menghasilkan fiberglass yang paling kuat. Metode yang digunakan adalah membuat fiberglass dengan mencampur resin dan katalis dalam mangkuk, diaduk hingga homogen. Kemudian, pengujian untuk kekuatan putus, kekuatan lentur, dan pengujian lainnya dilakukan. Hasil penelitian ini, termasuk uji bentuk dan penampilan, menunjukkan bahwa setiap lembar fiberglass memiliki ujung potong yang lurus dan rata dan permukaan yang halus, tidak menunjukkan retakan atau cacat lainnya. Pengukuran dimensi optimal adalah 10,1 mm. Uji kekuatan lentur optimal adalah 3,025 MPa. Dalam uji kekuatan putus, hasil optimal adalah 0,356 j/mm2.