Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NATA DE ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) DENGAN VARIASI LAMA EKSTRAKSI DAN BERAT BUNGA ROSELA Linda Kurniawati, Lisa Rosalia, Akhmad Mustofa &
JITIPARI Vol 1, No 2 (2016): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.069 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v1i2.1523

Abstract

Masyarakat Indonesia lebih suka mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung antioksidan karena dapat melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Tanaman sumber antioksidan salah satunya bunga rosela. Pigmen antosianin dalam rosela juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam makanan dan minuman. Salah satu usaha yang akan dilakukan adalah mengolah bunga rosela menjadi nata. Penelitian ini bertujuan menghasilkan formulasi nata de rosela yang memiliki aktivitas antioksidan maksimal, berkualitas, dan disukai konsumen, serta mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori nata de rosela dengan variasi lama ekstraksi dan berat bunga rosela. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu lama ekstraksi (5, 10, 15, dan 20 menit) dan berat bunga rosela (5, 10, dan 15 gram). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan berat bunga rosela 15 gram dengan lama ekstraksi 5 menit menghasilkan nata de rosela yang mempunyai aktivitas antioksidan paling tinggi. Karakteristik nata de rosala tersebut adalah sebagai berikut: kadar air 87,94%; kadar abu 0,03%; kadar serat 2,06%; kadar gula yang dimanfaatkan dalam proses fermentasi 91,61%; aktivitas antioksidan 23,88%; ketebalan nata 0,96 cm, berat nata 1075 gram, tekstur 28,95 mm/g, cairan sisa fermentasi 30 ml, dan warna nata de rosela yaitu berwarna merah muda (2,27). Kata Kunci: nata de rosela, bunga rosela, berat bunga rosela, lama ekstraksi ABSTRACTIndonesian people were more likely to consume foods that contain antioxidants because
FORTIFIKASI ANTIOKSIDAN DARI BEKATUL BERAS MERAH (Oryza nivara) PADA TEMPE KEDELAI (Glycine max (L) meriil) DENGAN VARIASI LAMA FERMENTASI Permatasari, Oktavia; Suhartatik, Nanik; Mustofa, Akhmad
JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) Vol 5, No 1 (2020): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.809 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v5i1.3110

Abstract

Tempe merupakan salah satu produk fermentasi kedelai tradisional yang cukup terkenal, dengan menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Tempe mempunyai berbagai macam manfaat bagi kesehatan tubuh. Demikian juga dengan bekatul beras merah yang memiliki berbagai nutrisi yaitu kandungan antioksidan dan serat yang tinggi, mengandung banyak mineral. Di kalangan masyarakat, bekatul beras merah belum banyak dimanfaatkan terutama sebagai produk olahan yang memiliki nilai fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik kimia dan sensori tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dan lama fermentasi, menentukan formulasi yang tepat dari tempe kedelai yang difortifikasi bekatul beras merah dengan lama fermentasi sehingga diperoleh tempe dengan aktivitas antioksidan dan serat yang tinggi serta disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama adalah rasio kedelai dan bekatul beras merah (80:20; 70:30; 60;40), sedangkan faktor kedua adalah lama fermentasi (24, 36, 48 jam). Penelitian dimulai dari pembuatan tempe yang difortifikasi bekatul beras merah kemudian dianalisis menggunakan analisis kadar air, kadar abu, kadar protein, aktivitas antioksidan, kadar serat, dan analisis uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, kekompakan, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian yang terbaik adalah pada rasio kedelai dan bekatul beras merah 60:40 dengan lama fermentasi 48 jam didasarkan pada hasil pengujian kimia antioksidan dan serat terbaik. Pada perlakuan ini dihasilkan kadar air 51,34%, kadar abu 8,90%, kadar protein 21,62%, aktivitas antioksidan 72,03%, dan kadar serat 23,44%, sedangkan untuk pengujian organoleptik yang meliputi warna 3,66(merah bata); aroma 3,24 (aroma bekatul beras merah kuat); rasa 3,54 (rasa bekatul beras merah sangat kuat); kekompakan 3,73(kekompakan tempe sangat kuat); dan kesukaan keseluruhan 3,35 (suka). Kata kunci: Tempe, bekatul beras merah, antioksidan, serat, lama fermentasi.ABSTRACTTempeh is one of the well-known traditional soybean fermentation products, using the mushroom Rhizopus oligosporus. Tempeh has a variety of health benefits. Moreover, red rice bran which has a variety of nutrients that contain antioxidants and high fiber, and contain lot of minerals. Among the people, red rice bran has not been widely used, especially as a processed product that has functional value. This study aims to determine the chemical characteristics and sensory of soybean tempeh fortified with red rice bran and fermentation duration, to determine the appropriate formulation of soybean fortified soybean rice bran with fermentation duration so that tempe is obtained with antioxidant activity and high fiber as well as consumer preference. This research was conducted using two factorials Completely Randomized Design (CRD) The first factor was the ratio of soybean and rice bran (80:20; 70:30; 60:40), while the second factor was the duration of fermentation (24, 36, 48 hours). The study began with the making of tempeh fortified with red rice bran and then analyzed for water content analysis, ash content, protein content, antioxidant activity, fiber content, organoleptic test analysis including color, taste, aroma, compactness, and overall preference. The best results was at the ratio of 60:40 soybean and rice bran with fermentation duration 48 hour based on the results of testing the best chemical antioxidants and fiber. At this treatment produced 51,34% water content, 8,90% ash content, 21,62% protein content 72,03% antioxidant activity, and 23,44% fiber content, while for organoleptic testing which includes the color of 3,66 (brick red); aroma 3,24 (strong red rice bran aroma); flavor 3,54(flavor red rice bran very strong); compactness 3,73(compactness of tempeh is very strong); and overall preference 3,35 (likes). Keywords: Tempeh, red rice bran, antioxidant, fiber, long fermentation.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PERMEN JELLY DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) DAN LAMA EKSTRAKSI Linda Kurniawati, Fajar Riyawan, Akhmad Mustofa &
JITIPARI Vol 1, No 1 (2016): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.416 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v1i1.1514

Abstract

Kayu secang merupakan bahan herbal yang banyak tersedia di Indonesia. Kayu secang mengandungantioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, sehingga berpotensi sebagai sumber bahan pangan fungsional,salah satunya dapat dimanfaatkan ekstraknya untuk pembuatan permen jelly. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi ekstrak kayu secang yang tepat dan lama ekstraksi yang optimal dalam pembuatanpermen jelly yang berkualitas, memenuhi standar mutu SNI, dan disukai konsumen. Selain itu jugabertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari permen Jelly yang dihasilkan, serta karakteristik permenjelly.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiriatas dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak secang (4, 6, 8, dan 10%) dan faktor kedua lama ekstraksi(15, 20 dan 25 menit).Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan yang mempunyai aktivitas antioksidan maksimaldan disukai konsumen adalah konsentrasi ekstrak 10% dan lama ekstraksi 25 menit. Permen jelly tersebutmempunyai karakteristik : aktivitas antioksidan 92,48%; kadar air 19,24%; kadar abu 0,22%; kadar gula reduksi22,33%; kekenyalan 13,75 mm devision; warna coklat agak tua (4,00); agak berasa secang (2,07); teksturkenyal (2,67); dan disukai (2,27).Kata kunci: permen jelly, kayu secang, antioksidan
KARAKTERISTIK BROWNIES KUKUS TEPUNG JEWAWUT (Setarica italica) DAN TEPUNG MAIZENA DENGAN PENGARUH LAMA PROSES PENGUKUSAN Mulyanto, Bernaulli Putri; Wulandari, Yustina Wuri; Mustofa, Akhmad
JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI) Vol 5, No 1 (2020): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.326 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v5i1.3131

Abstract

      Brownies merupakan cake coklat yang terbuat dari tepung terigu, lemak, telur, gula pasir dan coklat. Metode pemasakan brownies ada dua yaitu pemanggangan dan pengukusan. Penelitian ini menggunakan tepung jewawut dan tepung maizena agar dihasilkan brownies kukus bebas gluten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi tepung yang memiliki kadar protein tertinggi pada brownies dan untuk mengetahui lama pengukusan yang optimal sehingga menghasilkan brownies kukus tepung jewawut dan tepung jagung yang paling disukai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktorial yaitu faktor pertama ratio tepung jewawut dan tepung jagung (50:50, 40:60 dan 30:70), sedangkan faktor kedua lama pengukusan (30 menit, 40 menit dan 50 menit). Hasil penelitian menunjukkan Brownies kukus tepung jewawut dan tepung jagung dengan ratio 50:50 dan lama pengukusan 50 menit merupakan ratio yang terbaik karena memiliki kadar protein paling tinggi yaitu 5.828%.  Pada perlakuan ini menghasilkan 19.967% kadar air, 1.585% kadar abu, 1.786% gula total, serta uji organoleptik terhadap warna 3.590 (coklat gelap), tekstur 3.340 (lembut), flavor jewawut 2.855 (sedikit terasa) dan kesukaan keseluruhan 3.285 (disukai). Kata kunci : Brownies, tepung jewawut, tepung jagung, kadar protein.  ABSTRACT      Brownies is chocolate cakes made from flour, fat, eggs, sugar and chocolate. There are two methods of cooking brownies namely roasting and steaming. This study uses millet flour and maizena flour to produced gluten free steamed brownies. This study aims to determine the best of flour formulated which has highest protein content in steamed brownies and to knew the optimal steaming time that produced the most favored  of  steamed brownies millet flour and  corn flour. This study used a completely randomized design (CRD) with two factorials, the first factor is ratio of millet flour and corn flour (50:50, 40:60 and 30:70), while the second factor was the duration of steaming process (30, 40 and 50 minutes). The result of the study showed steamed flour of millet flour and corn flour with ratio of 50:50 and with steamed process duration 50 minutes is the best ratio because it had the highest protein content of 5.828%.  In this treatment yielded 19.97% moisture content, 1.585% ash content, 1.786% total sugar and organoleptic test is 3.590 (dark chocolate) colors, 3.340 (soft) texture, 2.855 (slightly felt) millet flavors and 3.285 (preferred) overall preferences. Keywords :  Brownies, millet flour, corn flour, protein content
KARAKTERISTIK MARMALADE JERUK SUNKIST (CARIDINA CF PROPINQUA)-NANAS (ANANAS COMOSUS) DENGAN VARIASI PENAMBAHAN GULA Akhmad Mustofa, Elang Wahyu Putra Adityas, Linda Kurniawati &
JITIPARI Vol 2, No 2 (2017): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.682 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v2i2.1896

Abstract

Marmalade merupakan produk yang menyerupai selai dibuat dari sari buah beserta kulitnya dengangula. Standar mutu marmalade mempunyai kadar pektin 0,75-1,5%, kadar gula 65-73%, pH 3,2?3,5 dan totalpadatan terlarut 66%-68%. Studi ini bertujuan untuk menghasilkan marmalade fungsional yang mengandungvitamin C tinggi serta disukai konsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama rasio buah jeruk sunkist-nanas (1:4,2:3, 3:2, dan 4:1) sedangkan faktor yang kedua yaitu kadar gula (65, 69, dan 73%). Hasil penelitian yangdirekomendasikan adalah kombinasi perlakuan rasio buah 4:1 dan kadar gula 69%. Perlakuan ini mempunyaikarakteristik sebagai berikut: kadar air 15,30%; kadar gula 68,20%; vitamin C 37,08 mg; pH 5; kadar pektin2,8650%; warna kuning (2,80); rasa manis (2,73); aroma buah kuat (2,36); dan disukai (2,66).Kata kunci: Marmalade, jeruk sunkist, nanas, Vitamin C
KARAKTERISTIK PERMEN JELLY WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) DALAM BERBAGAI KONSENTRASI GELATIN Akhmad Mustofa, Sriyono, Linda Kurniawati &
JITIPARI Vol 1, No 1 (2016): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.692 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v1i1.1510

Abstract

Carrots (Daucus carota L.) is one of the agricultural commodities in Indonesia which contains provitaminA. Beta?Caroten is known to maintain eye health. This research aimed to determine the ratio of gelatinconcentration and optimal concentration of carrot juice to produce carrot jelly candy that has quality andpreferred by consumers. The research was canducted using a completely randomized design (CRD) factorialconsisting of 2 factors. The first factor was concentration of gelatin i.e 3%, 5%, 7%. 9% and the second factorwas the concentration ratio of carrot juice i.e 50%, 75%, 100%. The results showed that the best combinedtreatment was consist of 7% gelatin concentration and 75% of carrot juice. This treatment had 32,500% ofmoisture content, 1,970% of ash, 4.88% of reducting sugar, 5.12 of acidity, 103.115 mg/g of Beta?Carotene, orangecalor (2,500); tasteless carrots (1,500); chewy (3,083) and preferred by consumers (2.667).Key words: Jelly Candy, Carrot, Calculate, Gelatin
PEMANFAATAN LIMBAH LERI BERAS (HITAM, MERAH, PUTIH) UNTUK PEMBUATAN NATA DE LERI DENGAN FAKTOR LAMA FERMENTASI Linda Kurniawati, Suratmiyati, Akhmad Mustofa &
JITIPARI Vol 1, No 2 (2016): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.63 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v1i2.1524

Abstract

Nata merupakan makanan yang banyak digemari masyarakat, yang selama ini dibuat dari air kelapa.Tetapi air kelapa semakin lama semakin sulit untuk didapatkan. Selama ini setiap keluarga menghasilkan limbah leri yang dihasilkan dari pencucian beras yang akan dikonsumsi setiap harinya. Tetapi limbah leri oleh masyarakat hanya dibuang karena dinilai tidak mempunyai nilai ekonomis. Dalam air limbah leri masih mengandung karbohidrat jenis pati sebanyak 85-90%. Jenis karbohidrat dalam beras berupa pati dapat terbuang bersama air ketika proses pencucian. Kandungan karbohidrat ini memenuhi syarat pertumbuhan bakteri Acetobacter sp. dalam pembuatan Nata. Bakteri akan mensintesis selulosa dari karbohidrat yang terkandung dalam air cucian beras sehingga dihasilkan Nata de Leri.Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu jenis beras hitam, merah, dan putih. Faktor kedua yaitu lama fermentasi 8, 10, 12, 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi perlakuan jenis beras merah dengan lama fermentasi 14 hari adalah yang terbaik yang memiliki kadar air 97,48%; kadar abu 0,048%; kadar serat 2,57%, dan kadar gula yang dimanfaatkan dalam proses fermentasi 5,64%; ketebalan nata 0,61 cm; berat nata 521 gram; tekstur 28,85 mm/g; cairan sisa fermentasi 100 ml serta warna nata de leri coklat muda.Kata Kunci : Leri, Nata de leri, jenis beras, lama fermentasi
KARAKTERISTIK KERUPUK SORTAGU (SORGHUM‐TAPIOKA‐TERIGU) DARI TEPUNG KOMPOSIT DENGAN PERLAKUAN PENDAHULUAN PERENDAMAN SORGHUM (SORGHUM BICOLOR L.) Linda Kurniawati, Maryanto, Akhmad Mustofa &
JITIPARI Vol 1, No 1 (2016): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.27 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v1i1.1515

Abstract

Kerupuk adalah suatu jenis makanan kering yang terbuat dari bahan?bahan yang mengandung paticukup tinggi. Kerupuk merupakan suatu jenis makanan kecil tradisional yang sudah dikenal oleh sebagianbesar masyarakat Indonesia. Kerupuk biasanya dibuat dari bahan baku terigu dan tapioka. Tapi untukmeningkatkan nilai gizi kerupuk dan mengurangi pemakaian terigu dilakukan penelitian pembuatan kerupuksortagu menggunakan tepung komposit (sorghum?terigu). Selain itu untuk mendapatkan bahan bakusorghum yang berkualitas perlu dilakukan perlakuan pendahuluan terhadap sorghum tersebut. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui rasio konsentrasi tepung komposit (sorghum?terigu) yang tepat dan perlakuanpendahuluan perendaman sorghum untuk menghasilkan kerupuk sortagu yang berkualitas dan disukaikonsumen. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiriatas dua faktor. Faktor pertama rasio konsentrasi tepung komposit (sorghum?terigu) yaitu (0 : 100)%; (25 :75)%; (50 : 50)%; dan (75 : 25)%. Sedangkan faktor kedua perlakuan pendahuluan perendaman sorghum yaituperendaman 0 jam (tanpa perendaman), perendaman 8 jam dalam air, dan perendaman 8 jam dalam larutanNaHCO3 0,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang optimal untuk menghasilkan kerupuksortagu yang berkualitas dan disukai panelis adalah kombinasi antara konsentrasi tepung komposit (25 :75)% dan perendaman sorghum 8 jam dalam larutan NaHCO3 0,3 %. Kerupuk sortagu tersebut mempunyaikarakteristik : kadar air 14,88%; kadar abu 2,96%; kadar protein 5,24%; warna kuning kecoklatan (1,56); sangatgurih (4,13; amat sangat renyah (4,75); dan amat disukai panelis (4,56)Kata kunci: Kerupuk, (Sorghum?Tapioka?Terigu), tepung komposit, perendaman
KARAKTERISTIK SIRUP HERBAL FUNGSIONAL “SIJALA” (SIRIH MERAH-JAHE-ROSELA) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN Linda Kurniawati, Yunita Wulan Sari, Akhmad Mustofa &
JITIPARI Vol 1, No 2 (2016): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.599 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v1i2.1520

Abstract

Antioksidan bermanfaat bagi kesehatan karena dapat menangkal radikal bebas yang menyerang jaringan tubuh dan berperan untuk mempertahankan mutu produk pangan. Tanaman sumber antioksidan salah satunya yaitu daun sirih merah, bunga rosela, dan jahe. Salah satu usaha yang akan dilakukan adalah mengolah daun sirih merah, bunga rosela, dan jahe menjadi sirup. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formulasi sirup ?sijala? yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, berkualitas, dan disukai konsumen, serta mengetahui karakteristik kimia, fisika, dan sensori sirup ?sijala? dengan variasi persentase kadar ekstrak sirih merah-bunga rosela dan kadar filtrat jahe. Penelitian ini dilakukan dengan metode rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu persentase kadar ekstrak sirih merah-rosela (0,5-1,5 %; 1,0-2,5%; dan 1,5-3,5%) dan kadar filtrat jahe (0, 4, 8, dan 12%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan persentase kadar ekstrak sirih merah-rosela dan kadar filtrat jahe yang memiliki sifat fungsional dan lebih disukai panelis adalah perlakuan 1,5% sirih merah-3,5% rosela dengan kadar filtrat jahe 8%. Sirup tersebut memiliki karakteristik: aktivitas antioksidan 94,60% RSA DPPH ; kadar vitamin C 197,12 mg /100 g ; derajat keasaman 3,20 ; viskositas 25,12 dPas ; warna sirup merah muda (1,80) ; sedikit ada flavor jahe (1,66) dan rasa yang sedikit pahit (1,93).Kata kunci: Sirup, daun sirih merah, bunga rosela, jahe, antioksidan.
KARAKTERISTIK KIMIAWI TEPUNG MOCAF DENGAN VARIASI FERMENTASI SPONTAN MENGGUNAKAN YOUGHURT SEBAGAI STARTER CULTURE Akhmad Mustofa, Y. Wuri Wulandari &
JITIPARI Vol 1, No 1 (2016): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.79 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v1i1.1511

Abstract

Mocaf or modified cassava flour is a cassava flour that is specifically processed by modifying of cassavacells though fermentation. The aim of the research was to produce mocaf by fermentation with differenttreatment, thera are by spontaneous fermentation and by species youghurt as bacteria culture.The research showed that treatment of fermentation would influence the characteristic of cassavaflour. Flour taste was unidentified and didn?t have cassava odor. Treatment fermentation by youghurt wasproduced higher quality cassava flour with specific characteristic are moisture content (11,957%), amilumcontent (79,934%), protein content (0,935%), lipid content (4,650%), ash content (0,321%), celulose content(1,795%), kalsium content (0,321 mg/100g), Fe content (54,041 mg/100g), fosfor content (178,596 mg/100 g),and HCN content HCN (23.751 ppm)Keywords: mocaf, flour, and cassava
Co-Authors Ahmad Gunawan Ahmad Gunawan Ainun Mardiyah Alfinda Taju Ulya Ali Djamhuri Anggi Aswinda Nur Hasanah Angraini Mariam Saraswati Astuti, Beti C Bernaulli Putri Mulyanto Beti Cahyaning Astuti Budiman Nur Arifin Damayanti, Putri G Danar Agi Fauzi Dara Chandra Pustika Desy Lustiyani Dewi Ayu Wulandari Setyobudi Dwi Yulia Vina Pratiwi Eko Yuliastuti E.S Endang Sutriswati Rahayu Fadholi, Kirnawan Fajariyah, Anna Firdhauzi, Amila Fitriyani, Reza Handayani, Sri Hasanah, Amalia L Husnun, Fadilah Ihfan Bagas Aditya Indah Prabawati INDAH PRABAWATI Indrias Tri Purwanti Irvia Resti Puyanda Isnaini Elok Nur Azizah Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi Saputri Khabibulloh, Mohammad J M Kirana Swasti Ningrum Kurniawan, Yanuar Aldy Liana Dewi Pratiwi Linda Kurniawati Lintang Sekar Sari Maharani, Henriani Sintia Maria, Agnes Merkuria Karyantina Mufadilah, Iklima Muhammad Nur Cahyanto Mulyanto, Bernaulli Putri Nanda Pratiwi Nanik Suhartatik Ningrum, Ega Sulistiyo Ningrum, Kirana Swasti Novianto, Maulana Machfud Novianto Nugraheni, Oktina Nugraheni, Ratna Dewi Nugroho, Wahyuningtyas Puji Nur Hasanah, Anggi Aswinda Nurhidayanti Nurhidayanti Nuzulullail, Agung Subakti Oktavia Permatasari Patmasari, Diyah Ayu Eka Permatasari, Oktavia Ponco Mursito Pradana, Ridofan Aji Pranata, Gigih Putri, Lindasari Pradita Rahmawanti, Mutia D Rama Bagaskara Yulianto Ramadhani, Eko Pramudya Reza Fitriyani Ria Pertiwi Riyani Rosyada, Alfin Ni'mah Rynati Dwi Cahyaningrum Saputri, Jessica Noni Estria Wicaksana Dwi Saputri, Wikiyas L Saraswati, Angraini Mariam Sari, Ardhea Mustika Sari, Lintang Sekar Septi Rohmawati Sholihah, Efi N Sri . Handayani Sri Handayani Sri Handayani Sri Raharjo Suhartatik, Naniek Supriyanto, Jamal Titiek F Djaafar Tri Marwati Tri Nikawati Vranada, Aric Wahyu Jokopriyambodo Wahyuningtyas Puji Nugroho Wanda Nurwidyana Utami Warjito, W Wibowo, Diky Gusnanto Widya Anggraini Pamungkas Wijaya, Danastri Wulandari, Y Wuri Y Wuri Wulandari Yannie Asrie Widanti Yannie Asrie Widanti Yannie Asrie Widanti Yuli Fadmawati, Galih Ayu Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari