Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

The Analysis of Mangrove Community Ecological Index at the Coastal Area of Pangkalpinang City Akhrianti, Irma; Gustomi, Andi
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 9 No. 2 (2021): ISSUE JULY-DECEMBER 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v9i2.36870

Abstract

This research was conducted in the coastal area of Pangkalpinang, Bangka Belitung Province which has an area of 89.4 km2 with a coastline of 36 km2 and is overgrown by mangrove communities that tend to be varied. The research aims to know mangrove community structure at the coastal Pangkalpinang City. This study uses a survey method consisting of 5 observation stations. Mangrove community data were collected using purposive sampling and line transect plot (LTP) methods; 30 m. Data analysis used was an ecological index consisting of a diversity index (Shannon Wienner), a uniformity index (Evenness), and a dominance index (Simpsons). The results showed that 22 species of mangroves were found in the coastal area of Pangkalpinang City, consisting of true mangroves (major and minor) and 2 species of associated mangroves. The type of Analysis of mangrove community structure includes diversity and evenness index at station 5 compared to other stations.  However, the dominance index at station 5 was higher compared to the other stations, which was almost close to 1. Where the mangrove population of each type was not the same and there was a tendency for the population to be dominated by one type of mangrove.Keywords: Diversity; Dominance; Unformity;  Pangkapinang AbstrakPenelitian ini dilakukan di Wilayah Pesisir Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pangkalpinang merupakan ibukota propinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki area sebesar 89.4 km2 dengan panjang garis pantai 36 km2 dan banyak ditumbuhi oleh komunitas mangrove yang cukup bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas mangrove di wilayah pesisir Kota Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan metode survey yang terdiri dari 5 stasiun pengamatan. Pengampilan data komunitas mangrove yaitu dengan menggunakan metode purposive sampling dan line transect plot (LTP) sepanjang 30 meter. Analisis data yang digunakan adalah indeks ekologi yang terdiri dari indeks keanekatagaman (Shannon Wienner) , indeks keseragaman (Eveness), dan indeks dominansi (Simpsons). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 22 jenis mangrove di wilayah pesisir Kota Pangkalpinang yang terdiri dari mangrove sejati (mayor dan minor) serta 2 spesies dari mangrove asosiasi. Jenis mangrove yang memiliki kelimpahan jenis tertinggi di 5 lokasi penelitian adalah famili Rhizophoraceae. Analisis struktur komunitas mangrove yang meliputi keanekaragaman dan indeks kemerataan pada stasiun 5 dibandingkan stasiun lainnya. Namun indeks dominasi pada stasiun 5 lebih tinggi dibandingkan stasiun lainnya yang hampir mendekati 1. Dimana populasi mangrove masing-masing jenis tidak sama dan terdapat kecenderungan populasi didominasi oleh satu jenis mangrove. Kata kunci:    Dominansi; Keanekaragaman;  Keseragaman; Pangkalpinang
Macroalgae Community Structure in West Coastal Waters of Kelabat Outer Bay, West Bangka District Sapitri; Anggraeni; Akhrianti, Irma
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.45659

Abstract

The waters of the Bangka Belitung Islands, including the small islands around them, are areas with great potential for macroalgal growth. One of these areas is the waters of Kelabat Bay. Research on macroalgae in Kelabat Bay has previously been carried out, but the data obtained was not complete, so further research is needed. The purpose of this study is to identify the types of macroalgae and analyze the macroalgae community structure, as well as the relationship between physicochemical factors in the waters and the macroalgae community structure in the est coastal waters of Kelabat Outer Bay, West Bangka Districts. The location of the research station was determined by the purposive sampling method. The macroalgae sampling method is a systematic, random method of spreading line transects. Based on research results, the most abundant macroalgae found in the western coastal waters of Kelabat Outer Bay are from the Phaeophyta division, totaling 8 species with a total of 1,637 individuals; the Chlorophyta division, consisting of 4 species with a total of 692 individuals; and the Rhodophyta division, composed of 2 species with a total of 140 individuals. Which has the highest number of individuals, is Sargassum muticum, which amounted to 697 individuals. The diversity index of macroalgae in the west coastal waters of Kelabat Outer Bay is in the medium category (1,69–2,05), the evenness index is high (0,77–0,84), and the dominance index is low (0,16–0,24). Physico-chemical parameters of the waters that affect the macroalgal community structure based on principal component analysis include current velocity, salinity, and brightness. Keywords: macroalgae; community structure; Kelabat Bay Abstrak Perairan Kepulauan Bangka Belitung dan termasuk pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan daerah yang sangat potensial bagi pertumbuhan makroalga. Salah satu daerah tersebut adalah Perairan Teluk Kelabat. Penelitian tentang makroalga di Teluk Kelabat sebelumnya pernah dilakukan, tetapi data yang diperoleh belum lengkap sehingga perlu dilakukan penelitian ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis makroalga dan menganalisis struktur komunitas makroalga serta hubungan faktor fisika-kimia perairan terhadap struktur komunitas makroalga yang terdapat di perairan pesisir barat Teluk Kelabat Luar, Kabupaten Bangka Barat. Lokasi stasiun penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling. Metode pengambilan sampel makroalga adalah metode acak sistematis dengan membentangkan transek garis. Berdasarkan hasil penelitian, makroalga yang paling banyak ditemukan di perairan pesisir barat Teluk Kelabat Luar adalah dari divisi Phaeophyta sebanyak 8 spesies dengan total individu sebanyak 1.637, divisi Chlorophyta sebanyak 4 spesies dengan total individu sebanyak 692 dan divisi Rhodophyta sebanyak 2 spesies dengan total individu sebanyak 140. Jenis makroalga yang memiliki jumlah individu terbanyak adalah Sargassum muticum yang berjumlah 697 individu. Indeks keanekaragaman makroalga di perairan pesisir barat Teluk Kelabat Luar termasuk dalam kategori sedang (1,69–2,05), indeks kemerataan tergolong tinggi (0,77–0,84), dan indeks dominansi tergolong rendah (0,16–0,24). Parameter fisika-kimia perairan yang berpengaruh terhadap struktur komunitas makroalga berdasarkan analisis komponen utama meliputi kecepatan arus, salinitas dan kecerahan. Kata kunci: makroalga; struktur komunitas; Teluk Kelabat.
Relationship between Phytoplankton and Chlorophyll-a Abundance in the Outer Bay of Bangka Island Febriyanti, Mega; Anggraeni, Anggraeni; Akhrianti, Irma
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.50015

Abstract

Kelabat Luar Bay is located in the north of Bangka Island, which juts out into the open sea, making this bay have a number of fisheries activities, and mining activities, especially floating unconventional mines (TI) managed by the local community. The research aims to identify phytoplankton species and analyze ecological indices as well as the relationship of physical and chemical factors to phytoplankton and chlorophyll concentration in the waters of Kelabat Luar Bay. Determination of the location of this study using a purposive sampling method. Sampling was conducted perpendicular to the sea (horizontal) by setting three sampling points (replicates) at each station with a distance of 0, 1, and 2 km. Based on the results of the study, the most common phytoplankton species found were Bacillariophyceae class of 11 species with a total of 278 individuals, Cyanophyceae 1 species with a total of 2 individuals, Chrysophyceae class of 1 species with a total of 11 individuals and Dinophyceae class of 2 species with a total of 16 individuals. The type of phytoplankton that has the highest number of individuals is Rhizosolenia robusta which totals 38 individuals. Chlorophyll-a concentration ranges between 0.0634 - 0.3014 mg/L. The phytoplankton diversity index in the waters of Kelabat Luar Bay is in the medium category (1.881-2.204), the uniformity index is high (0.880-0.957) and the dominance index is low (0.116-0.172). Physical parameters of water chemistry that affect the relationship of phytoplankton and chlorophyll include temperature, pH, brightness, and salinity. Keywords: phytoplankton; chlorophyll-a; Kelabat Bay. Abstrak Teluk Kelabat Luar terletak disebelah utara Pulau Bangka yang menjorok ke laut lepas menjadikan teluk ini memiliki sejumlah aktivitas perikanan, aktivitas penambangan tepatnya Tambang Inkonvensional (TI) apung yang dikelola oleh masyarakat setempat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis fitoplankton dan menganalisis indeks ekologi serta hubungan faktor fisika kimia perairan terhadap fitoplankton dan konsentrasi klorofil a di perairan Teluk Kelabat Luar. Penentuan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan secara tegak lurus kearah laut (horizontal) dengan menetapkan tiga titik sampling (ulangan) pada tiap stasiun dengan jarak 0, 1 dan 2 km. Berdasarkan hasil penelitian jenis fitoplankton yang paling banyak ditemukan adalah kelas Bacillariophyceae sebanyak 11 spesies dengan total 278 individu, Cyanophyceae 1 spesies dengan total 2 individu, kelas Chrysophyceae sebanyak 1 spesies dengan total 11 individu dan kelas Dinophyceae sebanyak 2 spesies dengan total 16 individu. Jenis fitoplankton yang memiliki jumlah individu terbanyak adalah Rhizosolenia robusta yang berjumlah 38 individu. Konsentrasi klorofil-a kisaran antara 0,0634 – 0,3014 mg/L. Indeks keanekaragaman fitoplankton di perairan Teluk Kelabat Luar termasuk dalam kategori sedang (1,881-2,204), indeks keseragaman tergolong tinggi (0,880-0,957) dan indeks dominansi tergolong rendah (0,116-0,172). Parameter fisika kimia perairan yang berpengaruh terhadap hubungan fitoplankton dan klorofil a meliputi suhu, pH, kecerahan dan salinitas. Kata kunci: fitoplankton; klorofil-a; Teluk Kelabat.
Analisis Spasial Luas dan Kerapatan Mangrove Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Desa Kayu Arang, Kabupaten Bangka Barat Akhrianti, Irma; Gustomi, Andi; Herdianingsih, Ajeng
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.67398

Abstract

The mangrove forest in Kayu Arang Village grows naturally and extends along the Kayu Arang River. This study aims to determine the area and density of mangrove vegetation in Kayu Arang Village, West Bangka Regency, using Sentinel-2A imagery. Mangrove sampling was conducted in 3 stations with 50 accuracy tests (Kappa). The image processing stages included atmospheric correction, image cropping, band composite preparation, supervised classification, NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) transformation, test of Accuracy, ground check divided into sampling data to know the Important Value Index and Mangrove Condition based on two parameters (density and canopy). Based on the image processing of Sentinel-2A imagery in 2023, the mangrove forest in Kayu Arang Village was estimated to cover an area of 600,29 hectares, with NDVI values ranging from -0,22 to 0,91. Most of these NDVI values fall within the dense category, indicating that the mangrove vegetation is in very good and healthy condition, with the total of capling, sapling, and seedling density being 1444.44 ind/ha, 822,22 ind/ha, and 32222 ind/ha. The Highest IVI (Important Value Index) for various species at station 1 and station 2 was Rhizophora apiculata and Rhizophora mucronata, but at station 3 dominated by Exoecaria agallocha and Schyphiphora hydrophyllaceae. Key words: Mangrove Area; Density; Kayu Arang Village; Sentinel 2A Abstrak. Hutan mangrove di Desa Kayu Arang tumbuh secara alami dan menyebar di sepanjang Sungai Kayu Arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas dan kerapatan vegetasi mangrove di Desa Kayu Arang, Kabupaten Bangka Barat menggunakan citra Sentinel-2A. Pengambilan data mangrove dilakukan pada 3 stasiun pengamatan dengan 50 sampel diuji akurasi citra dengan metode kappa. Tahapan pengolahan citra terdiri dari koreksi atmosferik, pemotongan citra, penyusunan komposit band, klasifikasi terbimbing, transformasi indeks vegetasi (NDVI), uji akurasi citra dan verifikasi lapangan (pengambilan data komunitas vegetasi mangrove berdasarkan INP dan penentuan status kondisi mangrove berdasarkan kerapatan tegakan dan kanopi). Berdasarkan pemrosesan citra Sentinel-2A pada tahun 2023 di Desa Kayu Arang, Kabupaten Bangka Barat, diperoleh luas hutan mangrove sebesar 600,29 hektar, dengan nilai NDVI berada pada rentang -0,22 hingga 0,91. Sebagian besar nilai NDVI tersebut termasuk dalam kategori kerapatan lebat dan berada dalam kondisi baik/sehat dengan kerapatan tegakan pohon sebesar 1444.4 ind/ha, kerapatan anakan sebesar 822,22 ind/ha dan kerapatan semai sebesar 32222 ind/ha. INP tertinggi, baik kategori pohon, anakan, dan semai pada stasiun 1 dan stasiun 2 adalah Rhizophora apiculata dan R. mucronata, namun pada stasiun 3 didominasi oleh Excoecaria agallocha dan Schyphiphora hydrophyllaceae. Kata kunci: Kawasan mangrove; Kerapatan; Desa Kayu Arang Village; Sentinel 2A;