Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Kesuksesan Karir Subjektif Berdasarkan Tipe Orientasi Karir pada Karyawan Middle Level Career di Jakarta Akmal, Sari Zakiah; Arlinkasari, Fitri; Andryani, Intan
Mediapsi Vol 2 No 1 (2016): JUNE
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.01.5

Abstract

Karyawan akan melewati beberapa tahapan untuk mencapai kesuksesan karir. Karyawan pada tahap middle level career adalah mereka yang telah memiliki pengalaman dan diharapkan telah melakukan evaluasi terhadap pencapaian karirnya. Setelah melakukan evaluasi, karyawan akan lebih mengetahui sejauh mana kesuksesan karir yang telah dicapainya. Kesuksesan karir mengandung dua makna, yaitu kesuksesan karir secara objektif dan subjektif. Dalam perjalanan karir karyawan, orientasi karir merupakan indikator yang penting untuk mencapai kesuksesan karir. Terdapat lima tipe orientasi karir yang memiliki karakteristik berbeda yaitu, getting high, getting balanced, getting secure, getting free, dan getting ahead. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk melihat perbedaan kesuksesan karir subjektif berdasarkan tipe orientasi karir pada karyawan middle level career. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan incidental sampling terhadap sebanyak 205 orang karyawan middle level career yang bekerja di daerah Jakarta. Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik statistik parametrik one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesuksesan karir subjektif yang signifikan berdasarkan tipe orientasi karir (F = 3.942; p = 0.004 < 0.05). Karyawan dengan tipe orientasi getting ahead memiliki kesuksesan karir subjektif yang lebih tinggi dibandingkan karyawan dengan tipe orientasi karir lainnya. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam proses seleksi dan promosi karyawan yang sesuai dengan orientasi karirnya.
Hubungan antara School Engagement, Academic Self-Efficacy dan Academic Burnout pada Mahasiswa Fitri Arlinkasari; Sari Zakiah Akmal
Humanitas (Jurnal Psikologi) Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/humanitas.v1i2.418

Abstract

Inability to deal efficiently with lectures leads students vulnerable to academic burnout. Burnout contributes to the high dropout rate among students, and this phenomenon has occurred on several universities in Indonesia. To overcome these problems, students should generate the feelings, attitudes and positive attitude towards the academic demands, or known as school engagement. School engagement is a predictor of students’ dropout rate. This study aims to analyze the dropout problem in many private universities in Jakarta by examining the psychological variables: school engagement, academic self-efficacy, and academic burnout. Two hundred and eight students from several private universities in Jakarta participated and fulfilled three questionnaires: school engagement, academic self-efficacy, and academic burnout that have been modified to suit the college setting. The results of this study indicate that the three variables are significantly correlated. Academic burnout is negatively correlated with academic self-efficacy and school engagement. Thus, increased academic self-efficacy and school engagement play a role in reducing student academic burnout. Furthermore, academic self-efficacy and school engagement show a positive correlation, which means, the increase of school-engagement on students can predict an increase in their academic self-efficacy. The findings in this study can be used as a reference in student academic counseling to reduce the dropout rate of students.