Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Peran Media Sosial sebagai Alat Transformasi Komunikasi Promosi di Era Digitalisasi Trisnawati, Amelia; Amelia, Intan; Surya, M. Ihsan Hadi; Ripaldi, Muhamad; Destiani, Savira; Ardiyanto, Daffa
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i7.18885

Abstract

Transformasi digital memiliki dampak besar pada perubahan pola komunikasi, terutama dalam kaitannya dengan periklanan dan pemasaran. Media sosial sebagai produk utama pengembangan teknologi informasi sekarang menjadi alat komunikasi dominan untuk strategi iklan modern. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji peran media sosial dalam transformasi pola iklan dan komunikasi dan identifikasi strategi yang efektif untuk digunakan selama waktu digitalisasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam metode penelitian sastra untuk menganalisis berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, artikel, dan laporan penelitian terkait. Hasil studi menunjukkan bahwa media sosial telah mengubah komunikasi iklan dari keadaannya. Platform seperti Instagram, Tiktok, YouTube, Facebook dan lebih memungkinkan komunikasi dua arah antara aktor perusahaan dan konsumen melalui fitur interaktif seperti komentar, pesan langsung, dan penelitian. Ini tidak hanya meningkatkan konsumen, tetapi juga membangun hubungan emosional dan kepercayaan pada merek. Juga telah ditunjukkan bahwa iklan yang sukses di media sosial sangat tergantung pada pilihan platform yang tepat, kreativitas dalam pengiriman konten, dan konsistensi dan sensitivitas terhadap interaksi dengan audiens. Media Sosial memungkinkan fleksibilitas dalam format yang menyediakan teks, gambar, video, dan pesan yang menyediakan pesan melalui program langsung yang dapat disesuaikan dengan properti dan preferensi grup target. Jadi, tidak hanya media sosial cara memberikan informasi, tetapi juga ruang strategis untuk membuat foto, menciptakan kesetiaan dan memperkuat hubungan antara merek dan konsumen. Studi ini memberikan foto komprehensif tentang pentingnya manajemen media sosial strategis dan kreatif untuk mendukung keberhasilan komunikasi iklan di era digital yang berkembang.
Representasi Gaya Bicara dan Perilaku Anak-anak SD dari Game Online Roblox Kusuma, Andini; Sulistiani, Dwi; Amelia, Intan; Fitria Rahma , Laila; Widinia, Willy
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.20161

Abstract

Fase perkembangan kognitif dan sosial pada anak-anak usia sekolah dasar (SD) sangat dipengaruhi oleh lingkungan, salah satunya media digital. Bentuk media yang saat ini populer di kalangan anak-anak adalah game online Roblox, namun penelitian yang mendalam mengenai pengaruh dari game online terhadap gaya bicara dan perilaku anak di kehidupan sehari-harinya belum banyak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gaya bicara dan perilaku anak-anak SD yang terpapar game online Roblox serta dampaknya terhadap interaksi sosial mereka. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data hasil wawancara dan kuisioner terhadap 50 siswa dikumpulkan dengan hasil tingkat paparan yang berbeda dari game online Roblox, serta di dukung oleh studi pustaka dari beberapa jurnal ilmiah lainnya. Analisis dilakukan dengan cara mereduksi data, mengkategorikan data, dan menarik kesimpulan dari pola-pola yang muncul dari data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak SD cenderung meniru gaya bicara dan perilaku dari karakter yang ada dalam game online Roblox. Kemudian mereka membawa hasil gerakan meniru itu ke dalam interaksi sosial di sekolah maupun di rumah. Anak-anak mengalami perubahan dalam ekspresi diri hingga keterlibatan dalam kelompok digital dalam dunia game online Roblox. Keterbatasan penelitian ini dari jumlah responden yang terbatas dan hanya pada satu wilayah sekolah. Game online seperti Roblox memiliki pengaruh nyata terhadap perkembangan sosio-linguistik anak, perlunya peran aktif orang tua dalam mendampingi dan memberikan edukasi yang baik terhadap literasi digital.
Polarisasi Komunikasi di Kalangan Mahasiswa dalam Kelompok Pergaulan Kampus Sulistiani, Dwi; Amelia, Intan; Rahma, Laila Fitria; Marlayza, Nazalla Vidya; Rustandi, Resyiana Saffira; Jannah, Zikra Miftahul; Kusumadinata, Ali Alamsyah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21896

Abstract

Manusia merupakan mahluk sosial yang dimana pada hakikatnya selalu membutuhkan keberadaan manusia lain untuk berinteraksi serta memenuhi kebutuhan hidup. Dalam proses tersebut terbentuk kelompok sosial yang berperan sebagai ruang berbagi pengalaman, penguatan identitas, serta sumber dukungan emosional. Salah satu fenomena yang sering muncul adalah polarisasi, yaitu keterbelahaan antar kelompok akibat perbedaan latar belakang, pandangan, maupun pengaruh media digital.Dalam kehidupan kampus, fenomena ini semakin relevan karena mahasiswa berada pada fase pembentukan identitas dan jaringan sosial. Penelitian ini bertujuan menggambarkan bagaimana polarisasi pergaulan terbentuk, dan dimaknai mahasiswa dalam interaksi sehari – hari. Tetapi selain itu juga untuk menganalisis faktor penyebab serta dampaknya bagi komunikasi mahasiswa pada lingkungan kampus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Universitas Djuanda. Dipilihnya informan melalui Teknik purposive sampling mengacu pada kriteria keterlibatan dalam kelompok pergaulan dan pengalaman berinteraksi di lingkungan kampus. Sebanyak sepuluh mahasiswa dari latar belakang berbeda diwawancarai secara mendalam, disertai observasi langsung untuk memperkuat data. Serta analisis dilakukan secara tematik untuk menemukan pola interaksi dan kecenderungan polarisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertemanan terbentuk karena kesamaan jurusan, minat, hobi, maupun kedekatan sebelumnya. Kesamaan ini menubuhkan rasa nyaman dan solidaritas, tetapi juga memunculkan gejala polarisasi berupa gosip, prasangka, sindiran, serta keterbatasan komunikasi lintas kelompok. Temuan ini sejalan dengan teori identitas sosial dan konsep groupthink, yang menjelaskan bagaimana solidaritas internal dapat sekaligus mempersempit ruang bagi pandangan berbeda dalam lingkungan pergaulan mahasiswa.