Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sosialisasi Potensi Etnobotani dan Etnozoologi Desa Pahawang Maretta, Gres; Nurhayu, Winati; Novriadi, Novriadi; Yanti Ariyanti, Yanti Ariyanti; Wahyuni, Kurnia; Riana, Elisa Nurma; Khairani, Iffa Afiqa; Darmawan, Andy; Leksikowati, Sovia Santi; Kesuma, Andri Jaya
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17818

Abstract

Etnobiologi adalah evaluasi ilmiah terhadap pengetahuan penduduk tentang biologi, meliputi pengetahuan tentang tumbuhan (etnobotani), hewan (etnozoologi) dan lingkungannya (etnoekologi). Kajian etnobiologi dapat menghubungkan biologi dan etnis yang ada pada suatu tradisi adat. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, mendorong masyarakat untuk peduli terhadap pelestarian sumber daya alam yang ada di Desa Pahawang. Hasil akhir dari pelaksanaan kegiatan adalah pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan etnobotani dan etnozoologi yang ada di desa Pahawang. Kami melakukan penilaian terhadap pengetahuan dan ketertarikan masyarakat mengenai pemanfaatan etnobotani dan etnozoologi yang ada dan diterapkan di desa Pahawang. Pengetahuan masyarakat mengenai potensi dan pemanfaatan etnobotani dan etnozoologi di desa Pahawang meningkat setelah pelatihan jika dibandingkan dengan sebelum pelatihan. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian tujuan dari kegiatan dari hasil pengolahan data kuesioner. Rerata ketercapaian tujuan dapat dikatakan baik (75,6%) berdasarkan dari hasil pre-test dan post-test, dimana terdapat peningkatan pengetahuan dari ibu-ibu peserta kegiatan sebesar dari awal hingga akhir kegiatan. Kemampuan melakukan budidaya tanaman pangan, dan pengetahuan tentang pengobatan alami merupakan potensi besar untuk dikembangkan demi meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Desa Pahawang ke depan.
Keanekaragaman Atrhropoda Nokturnal di Jalan Urip Sumoharjo Way Halim Bandar Lampung Menggunakan Light Trap Azhima, Ridha; Defy, Agitha Safrilia; Nurhayu, Winati; Darmawan, Andy
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v1i1.1186

Abstract

Arthropoda merupakan filum terbesar dari animal kingdom dengan salah satu kelas arthropoda yang sering ditemui adalah serangga (insekta) yang dibagi menjadi 2 yaitu diurnal dan nokturnal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung keanekaragaman arthropoda nokturnal di daerah perkotaan. Penelitian ini menggunakan alat berupa light trap sederhana dan bahan yang digunakan yaitu air. Metode yang digunakan yaitu metode survey deskriptif dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap arthropoda nokturnal yang terperangkap. Jenis- jenis arthropoda nokturnal yang terperangkap diantaranya yaitu dari famili Culicidae, famili Rhinotermitidae, famili Zygoptera, famili Pholcidae, dan famili Noctuidae dengan nilai Keanekaragaman Shannon yang didapat yaitu H' = 1,339. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa keanekaragaman pada lokasi pengamatan tergolong ke dalam kategori sedang yaitu 1,339.
Arthropod Species Diversity in the Arboretum of Institut Teknologi Sumatera hutauruk, David; Malewa, Sindy; Marhaeni, Agustina; Dabukke, Ruth; Nurhayu, Winati; Darmawan, Andy
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v1i1.1265

Abstract

Arthropoda termasuk salah satu filum hewan dengan anggota paling banyak di antara filum hewan lainnya. Arthropoda mempunyai fungsi ekologi sebagai detritivor, dekomposer, herbivor, dan predator yang berguna untuk penyeimbang ekosistem serta dapat menjadi indikator kesehatan lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) Arthropoda yang terdapat di arboretum Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Metode penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel secara road sampling dengan menggunakan alat sweep net pada pagi dan sore hari selama empat hari dalam empat minggu. Sampel Arthropoda yang tertangkap diawetkan dalam alkohol 70% lalu diidentifikasi di Laboratorium Zoologi ITERA. Pada hasil penelitian diperoleh indeks keanekaragaman Shannon Arthropoda keseluruhan dengan nilai H’ = 3,619. Indeks ini termasuk tinggi karena sudah lebih dari tiga. Untuk di pagi hari, nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan di sore hari (H’ = 3,226 dan H’ = 3,000). Spesies Arthropoda yang paling dominan adalah Acrididae sp. Dengan nilai indeks dominansi 13,26%. Arthropoda yang paling dominan saat pagi hari adalah Conocephalus (10,53%) dan sore hari adalah Acrididae sp. (16,42%). Berdasarkan hasil penelitian, keanekaragaman jenis Arthropoda di Arboretum ITERA tergolong tinggi sehingga menandakan daya dukung di lingkungan arboretum ITERA masih cukup baik.
Variasi Kualitas Tidur dan Kreativitas pada Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera Nurhayu, Winati; Tumangger, Juliana Esteria; Maretta, Gres; Darmawan, Andy
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v2i1.1662

Abstract

Tidur adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang termasuk dalam kebutuhan fisiologis. Kualitas tidur merujuk pada kondisi yang dialami seseorang untuk mencapai kesegaran dan kebugaran setelah bangun tidur. Terdapat dua fase dalam tidur, yaitu fase Rapid Eye Movement (REM) dan fase Non Rapid Eye Movement (Non REM). Pada fase tidur Non REM, terjadi penurunan norepinefrin yang diduga berperan dalam meningkatkan kreativitas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi variasi kualitas tidur dan kreativitas pada mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Penelitian dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang meliputi pendataan demografi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menentukan kualitas tidur, dan Adjective Check List (ACL) untuk menentukan sifat kreativitas responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur mayoritas mahasiswa ITERA cenderung buruk. Selain itu, juga terdapat temuan bahwa mahasiswa ITERA umumnya memiliki sifat yang mengarah tidak kreatif. Namun, menariknya, ditemukan bahwa mahasiswa ITERA dengan kualitas tidur yang buruk justru lebih banyak memiliki sifat kreatif.
Pengaruh Invigorasi Benih dengan Berbagai Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Sawi Hijau Sari, Mayang Rosi Dwi; Novriadi, Novriadi; Sari, Dian Anggria; Nurhayu, Winati; Mulyana, Jeane Siswitasari
MAXIMUS: Journal of Biological and Life Sciences Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/maximus.v2i2.1979

Abstract

Sawi hijau (Brassica juncea) menjadi salah satu sayuran yang banyak diminati masyarakat karena manfaat dan kandungan gizinya, sehingga ketersediaan sawi hijau di pasar harus ditingkatkan agar dapat memenuhi permintaan masyarakat. Untuk meningkatkan ketersediaan sawi hijau dapat dilakukan dengan memastikan benih yang digunakan memiliki kualitas baik yaitu dengan memberikan perlakuan pada benih (invigorasi) sebelum ditanam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh berbagai ZPT alami beserta konsentrasi dan lamanya waktu perendaman yang efektif bagi perkecambahan dan pertumbuhan sawi hijau. Perlakuan invigorasi dilakukan dengan merendam benih sawi hijau dengan berbagai ZPT alami selama 1 jam dan 2 jam setelah itu benih disemai menggunakan rockwool. Parameter yang diamati adalah daya viabilitas dan daya vigor benih. Daya viabilitas benih, yang mencakup daya berkecambah (%), laju perkecambahan (hari), dan indeks kecepatan perkecambahan (IKP) serta indeks vigor benih yang mencakup kecepatan tumbuh benih (%), dan keserempakan tumbuh benih (%) dari semua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat disebabkan oleh kualitas benih yang masih baik dan perendaman yang dapat membantu mengaktifkan hormon giberelin. Hal ini menyebabkan baik benih yang diberi perlakuan invigorasi dengan ekstrak zat pengatur tumbuh dan direndam air tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Hubungan Kecerdasan Fluida dengan Kontrol Diri pada Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera Darmawan, Andy; Wulandari, Putri; Nurhayu, Winati
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.8430

Abstract

Fluid intelligence is the ability to think quickl and flexibly in solving new problems without relying on past experiences. Meanwhile, self-control is the ability to carry out necessary tasks and resist unwanted and unnecessary temptations. Students, as individuals transitioning into adulthood, may have unique self-control and fluid intelligence due to ongoing brain development. This study aims to analyze the relationship between fluid intelligence and self-control among students at Sumatra Institute of Technology. The research method used in this study involved interviews using the Baddeley Reasoning Test and self-control Scale with 161 respondents, consisting of 73 males and 88 females. The results of the study indicate that there was no significant relationship between fluid intelligence and self-control. One factor that may explain higher fluid intelligence in males is that they are often required to make decisions. Additionally, higher self-control in females may be attributed to societal expectations of more normative behavior for women.
Variasi Ukuran Payudara sebagai Daya Tarik Fisik Perempuan di Masyarakat Lampung Nurhayu, Winati; Luxiana, Eri; Darmawan, Andy; Mulyana, Jeane Siswitasari; Maretta, Gres
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.8955

Abstract

Sexual selection occurs when living organisms, including humans, exhibit specific preferences for morphological traits related to health and fertility when choosing a mate. Various physical characteristics such as body size and shape, leg length, skin color, hair length and color, facial features, and breast size contribute to the physical attractiveness of females in mate selection. Breasts can serve as a particular attraction for males, as they are believed to be associated with health and fertility for reproductive purposes. Sexual selection leads to a range of breast sizes, from small to large, within a population. The aim of this research is to investigate the variation in breast size preferences among females in the Indonesian society, specifically in Lampung. The study was conducted by distributing both online and offline questionnaires randomly with breast size stimuli in the form of images. Descriptive data analysis was employed to examine the variation in breast size preferences. Very large breast sizes were considered healthy and feminine by respondents, while medium sizes were deemed attractive. Married male respondents preferred larger breast sizes on average compared to unmarried respondents. Higher-income respondents tended to select larger breast sizes. Respondents with lower educational backgrounds tended to prefer smaller breast sizes. Respondents residing in rural areas preferred larger breast sizes compared to those living in urban areas. In conclusion, sexual selection applied among the population of Lampung in the context of breast size preferences.
Pengaruh Status Gizi terhadap Jangka Reproduksi Perempuan pada Tiga Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan: The Influence of Nutritional Status on the Reproductive Period of Females in Three Sub-Districts South Lampung Regency Nurhayu, Winati; Restina, Syefia Azmi; Maretta, Gres
Jurnal Sumberdaya Hayati Vol. 10 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsdh.10.1.33-40

Abstract

The maturity of women's reproductive organs can be characterized by the onset of the first menstruation, known as menarche, while the concluding phase is referred to as menopause. The time frame spanning from menarche to menopause is known as the reproductive period. One crucial factor influencing the reproductive period is nutritional status. Optimal body fat reserves tend to extend the reproductive period, whereas inadequate reserves can have the opposite effect. Notably, women residing in urban areas often experience a more extended reproductive period compared to their rural counterparts. The aim of this study was to assess the reproductive period of women in three sub-districts in South Lampung and to analyze the potential impact of nutritional status on the individual reproductive period. The study was conducted between January and April 2023 in the sub-districts of Jati Agung, Natar, and Kalianda. Data was gathered from a total of 57 respondents through interviews and physical measurements. Nevertheless, only 18 respondents met the criteria and were further analyzed. Nutritional status was evaluated using the body mass index (BMI) and percent body fat (PBF). The findings revealed that the average reproductive period for women in the three South Lampung sub-districts was 37.06 years. The average age for menarche was 14.22 years, while the average age for menopause was 51.28 years. However, the study did not find a significant correlation between nutritional status and the reproductive period of women in the three examined sub-districts of South Lampung.
IoT-Based Smart Mangrove Tourism: Innovations in Conservation and Community Empowerment at Petengoran Mangrove Nurhayu, Winati; Adhha, Nurul; Rahmattullah, Rahmattullah; Amelia, Intan; Tasib, Syahidan Syaean
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v9i2.2179

Abstract

This community service program addressed the challenges of weak financial management and lack of technological innovation in the development of Petengoran mangrove ecotourism in Gebang Village, Lampung. The subject of this program is the Petengoran Mangrove Conservation Group and 35 village residents, including women, youth, and local leaders. The purpose was to strengthen community capacity in managing ecotourism through IoT-based monitoring and digital promotion. The method employed includes training sessions, IoT device installation, digital campaign assistance, pre-test and post-test evaluations, and collaborative mentoring between academia and the community. Results show significant improvements in participants’ knowledge scores, increased engagement of women and youth in conservation activities, adoption of digital-based promotion strategies, enhanced organizational capacity, and stronger local leadership involvement. These outcomes highlight the contribution of integrated technological and social empowerment approaches in supporting sustainable mangrove-based ecotourism.
Daily Behavior of Long-Tailed Macaques (Macaca fascicularis) In the Elephant Training Center Area Taman Nasional Way Kambas Maretta, Gres; Alayda Anggraini, Putri; Darmawan, Andy; Nurhayu, Winati; Handoko, Mahfud; Siswitasari Mulyana, Jeane
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 16 No 2 (2025): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v16i2.29178

Abstract

Macaca fascicularis is a diurnal primate that lives in social groups. In Taman Nasional Way Kambas, particularly in the Elephant Training Center area, long-tailed macaques are frequently observed interacting with tourists, and such interactions through ecotourism activities are suspected to influence their natural behavior. Therefore, research on their daily behavioral patterns is essential as part of conservation efforts. Observations were conducted using the scan sampling method over a 30-day period during morning (06:00–10:00 WIB) and afternoon (16:00–18:00 WIB) hours at 5-minute intervals. The results indicate that feeding was the predominant daily behavior (42%), whereas mating was the least frequently observed (2%). Overall, Macaca fascicularis in the Elephant Training Center area of Taman Nasional Way Kambas still maintain their natural behaviors but have begun to show adaptations to human presence that may potentially alter their long-term activity patterns. Perilaku Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Di Kawasan Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas ABSTRAK: Macaca fascicularis merupakan primata diurnal yang hidup dalam kelompok sosial. Di Taman Nasional Way Kambas, khususnya di kawasan Elephant Training Center, monyet ekor panjang sering diamati berinteraksi dengan wisatawan, dan interaksi tersebut melalui aktivitas ekowisata diduga dapat memengaruhi perilaku alaminya. Oleh karena itu, penelitian mengenai pola perilaku harian monyet ekor panjang menjadi penting sebagai bagian dari upaya konservasi. Pengamatan dilakukan menggunakan metode scan sampling selama 30 hari pada waktu pagi (06.00–10.00 WIB) dan sore hari (16.00–18.00 WIB) dengan interval pengamatan setiap 5 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku makan merupakan aktivitas harian yang paling dominan (42%), sedangkan perilaku kawin merupakan yang paling jarang diamati (2%). Secara keseluruhan, Macaca fascicularis di kawasan Elephant Training Center Taman Nasional Way Kambas masih mempertahankan perilaku alaminya, namun mulai menunjukkan adaptasi terhadap keberadaan manusia yang berpotensi memengaruhi pola aktivitas jangka panjangnya.