Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN MENGGUNAKAN MICROSOFT POWERPOINT SEBAGAI SARANA MEDIA PEMBELAJARAN Micheal Sonny; Rudy Susanto; Indah Pangesti; Sri Mardiyati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.11970

Abstract

Pada tahun ajaran 2020/2021, hampir dipastikan seluruh sekolah di bawah naungan Kemendikbud dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menerapkan kurikulum 2013. Kurikulum ini kaya akan detail dan memberikan pendidikan menyeluruh bagi siswa. Diketahui bahwa kurikulum 2013 ini mendorong guru- guru untuk meningkatkan kualitas mengajar sebagai seorang tenaga pendidik yang disesuaikan kebutuhan pada masa sekarang. Aspek terpenting dari literasi teknologi informasi seorang guru adalah kemampuan mereka untuk mengakses dan menggunakan teknologi secara efektif. Aspek terpenting dari literasi TI guru adalah kemampuan mereka untuk mengakses dan menggunakan teknologi secara efektif. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pelatihan dalam menggunakan Microsoft powerpoint sebagai sarana media pembelajaran bagi guru-guru SDN Klender 13 Jakarta Timur.
DAMPAK INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH DI INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID 19 DENGAN PENDEKATAN DIFFERENCE IN DIFFERENCES Khoirul Umam; Rudy Susanto; Indah Pangesti
JABE (Journal of Applied Business and Economic) Vol 9, No 4 (2023): JABE (Journal of Applied Business and Economic)
Publisher : UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jabe.v9i4.19522

Abstract

Penelitian ini menganalisis dampak dari pemberlakukan kebijakan pemulihan dan penguatan ekonomi melalui sektor Investasi terhadap pertumbuhan ekonomi 34 provinsi di Indonesia pada periode 2018 hingga 2021. Dengan menggunakan model difference in differences, sejumlah 544 item data panel yang diobservasi menunjukkan bahwa kebijakan pemulihan dan penguatan ekonomi melalui Investasi harus memperhatikan karakteristik dan kemampuan sumber daya yang dimiliki oleh setiap daerah di Indonesia. Tujuan baik dari kebijakan tersebut ternyata tidak berdampak positif terhadap peningkatan PDRB daerah di Indonesia yang dibuktikan dari hasil Diff in Diff estimator yang menunjukkan bahwa sektor Investasi berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah
Penerapan Model Siklus Belajar (Learning Cycle Model) Pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Jakarta Timur Micheal Sonny; Danang Sutrisno; Firdaus Budhy Saputro; Wahyu Nur Cholifah; Arief Muda Kusuma; Indah Pangesti; Sumiah Nasution; Bramantara Yudha
Abdi Jurnal Publikasi Vol. 1 No. 6 (2023): Juni
Publisher : Abdi Jurnal Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Model Siklus Belajar (Learning Cycle Model) pada siswa sekolah menengah merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, keterlibatan siswa, pembelajaran berkelanjutan, dan keterampilan kolaborasi. Model Siklus Belajar melibatkan serangkaian tahap yang dirancang secara sistematis untuk memfasilitasi proses pembelajaran yang efektif dan mendalam. Tahap-tahap Model Siklus Belajar meliputi pengamatan, pertanyaan, eksperimen, analisis, sintesis, dan refleksi. Siswa didorong untuk secara aktif terlibat dalam kegiatan eksplorasi, pengumpulan data, analisis informasi, dan membuat kesimpulan berdasarkan temuan mereka sendiri. Proses ini membantu siswa dalam memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep-konsep pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Selain itu, Model Siklus Belajar mendorong pembelajaran berkelanjutan melalui tahap refleksi dan evaluasi. Siswa didorong untuk merefleksikan proses pembelajaran mereka, mengidentifikasi kesalahan atau kekurangan, dan merencanakan langkah-langkah untuk meningkatkan pemahaman mereka di masa depan. Hal ini membantu siswa mengembangkan kemampuan untuk terus belajar dan memperbaiki pemahaman mereka. Dalam kesimpulannya, penerapan Model Siklus Belajar pada siswa sekolah menengah atas memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman, keterampilan berpikir kritis, keterlibatan siswa, pembelajaran berkelanjutan, dan keterampilan kolaborasi. Namun, penting untuk menyesuaikan model ini dengan kebutuhan siswa dan memberikan dukungan yang tepat dari guru untuk mencapai hasil yang optimal dalam pembelajaran.
Pemetaan Kinerja Pendidikan Provinsi di Indonesia Menggunakan Algoritma K-Means Berdasarkan Indikator Pendidikan Tahun 2025 Sutan M Arif; Indah Pangesti; Fadjriah Hapsari
Educational Journal Vol. 2 No. 1 (2026): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nxy4da75

Abstract

Education is one of the key indicators in measuring the quality of human resources and regional development. This study aims to map the educational performance of provinces in Indonesia using the K-Means clustering algorithm based on three educational indicators, namely Average Years of Schooling (AYS), Expected Years of Schooling (EYS), and School Participation Rate (SPR) for the 16–18 age group in 2025. The study employed a quantitative approach using secondary data obtained from Statistics Indonesia (BPS), covering 38 provinces. Data were processed through descriptive statistical analysis, Z-score normalization, determination of the optimal number of clusters using the Elbow Method, clustering with the K-Means algorithm, and cluster quality evaluation using the Silhouette Score. The results identified three clusters representing high, moderate, and low educational performance. Most provinces were classified into the moderate-performance cluster, while a small number of provinces belonged to the low-performance cluster. The Silhouette Score of 0.453 indicates that the clustering results have acceptable quality and adequately represent the characteristics of educational performance across provinces. The findings provide useful information for supporting educational planning and policy formulation to reduce regional disparities in Indonesia.
Pelatihan Manajemen Risiko dalam Pengelolaan Koperasi Konsumen Wanita Mandiri Zayda Depok Heppy Atmapratiwi; Ridhowati Ridhowati; Indah Pangesti
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1678

Abstract

Consumer cooperatives play an essential role in improving purchasing power and economic welfare by providing affordable goods and services for their members. However, their operations are exposed to various financial and non-financial risks that may hinder business continuity. At the Wanita Mandiri Zayda Consumer Cooperative in Depok, several critical issues were identified, including non-performing loans, unstable profit due to fluctuating product prices, low member participation, and insufficient managerial competence among staff and administrators. To address these challenges, structured and sustainable risk management practices are required. Therefore, a community service program titled “Risk Management Training in the Management of Wanita Mandiri Zayda Consumer Cooperative Depok” was implemented to enhance the capacity of cooperative administrators in identifying, analyzing, and mitigating risks. The program was delivered through interactive lectures, direct learning, group discussions, and participant evaluation. The results indicate improved understanding of risk management concepts and strategies, followed by participants’ commitment to applying mitigation measures in operational activities. This program is expected to serve as a concrete effort to strengthen governance quality and ensure the sustainability of women-based consumer cooperatives in Depok.
Edukasi Literasi Digital Berbasis Nilai Karakter untuk Membangun Perilaku Digital yang Bertanggung Jawab Sumiah Nasution; Siti Istianah; Indah Pangesti; Vinandri Hapsari; Wahyu Utama; Rini Sriyanti
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xndtke47

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, berkomunikasi, dan mendukung aktivitas pembelajaran, namun juga menghadirkan berbagai tantangan dalam penggunaannya, seperti penyebaran hoaks, pelanggaran privasi, cyberbullying, dan komunikasi yang tidak etis. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kecakapan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi literasi digital berbasis nilai karakter untuk membangun pemahaman mengenai perilaku digital yang aman, kritis, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Darut Tafsir Al Husaini melalui tahapan pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif, diskusi, dan pembahasan studi kasus, dengan evaluasi secara deskriptif terhadap keterlaksanaan dan ketercapaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan ketercapaian enam aspek edukasi literasi digital, meliputi keamanan dan privasi digital, identifikasi hoaks, etika komunikasi, tanggung jawab terhadap konten, pencegahan cyberbullying, dan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi. Keenam aspek tersebut diintegrasikan dengan enam nilai karakter, yaitu kejujuran, tanggung jawab, disiplin, rasa hormat, kepedulian, dan berpikir kritis. Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan bahwa seluruh materi dan nilai karakter yang direncanakan dapat diterapkan dalam diskusi dan penyelesaian kasus digital. Kegiatan ini menghasilkan model edukasi yang menghubungkan kecakapan digital dengan nilai karakter sebagai dasar penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.