Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Serbuk Herbal Kunyit di Desa Adat Jelekungkang, Bangli Ni Ketut Ayu Juliasih; I Nyoman Arsana; Anak Agung Komang Suardana; I Made Sumarya; I Putu Sudiartawan; Ni Luh Gede Sudaryati; Anak Agung Ayu Sauca Sunia Widyantari; I Wayan Wahyudi; Putu Lakustini Cahyaningrum; Sang Ayu Made Yuliari
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i3.4270

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat berbasis pemanfaatan potensi lokal menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pengenalan keterampilan praktis yang relevan dengan kondisi lingkungan setempat. Desa Adat Jelekungkang yang berada dalam wilayah Desa Dinas Tamanbali, Kecamatan Bangli, memiliki ketersediaan tanaman herbal yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan tradisional sederhana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan kunyit (Curcuma longa) menjadi serbuk herbal yang praktis dan higienis. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan bendesa adat, perangkat adat, tokoh masyarakat, serta kelompok ibu-ibu Paiketan Krama Istri (PAKIS), dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan serbuk herbal kunyit. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berupa 10 pertanyaan pilihan ganda untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 61% pada pre-test menjadi 89,5% pada post-test. Peningkatan juga terlihat pada seluruh indikator pertanyaan, terutama pada aspek teknis pengolahan kunyit, seperti proses ekstraksi, pemasakan, dan pengemasan produk. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pelatihan berbasis praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman herbal lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pengolahan bahan herbal berbasis sumber daya lokal. Kegiatan serupa dapat direplikasi pada komunitas lain dengan karakteristik sosial dan sumber daya lokal yang sebanding, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
INTEGRASI BUDAYA LOKAL DAN LINGKUNGAN DALAM KEGIATAN PASRAMAN KILAT DAN EDUKASI SAMPAH DI SD NEGERI 4 PEGUYANGAN, DENPASAR Anak Agung Komang Suardana; Ni Wayan Nia Cahyani; Ni Ketut Rusmiyanti Cahyani; I Made Kerta Jaya; Ida Ayu Made Dwi Cempaka; I Putu Julio Andhika Putra
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 12 No 1 (2026): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/dgncxf32

Abstract

The increasingly alarming waste management crisis in Indonesia, particularly in Bali, requires an educational approach based on community and local wisdom. This article describes the implementation of the Thematic Community Service Program (KKN) by Group 12 students from the Indonesian Hindu University (UNHI) at Peguyangan 4 Elementary School, which integrates environmental education with local cultural values ​​through the "Pasraman Kilat and Waste Education" activity. The methods used are participatory, educational, and demonstrative within a Community Development approach. The Pasraman Kilat activity emphasizes the values ​​of Tri Hita Karana, particularly the Palemahan aspect, through cultural practices such as the creation of ceremonial structures and Balinese dance training. Meanwhile, waste education focuses on understanding the 3Rs (Reduce, Reuse, Recycle), waste sorting, and recycling skills. The results of the activity show a significant increase in students' awareness, knowledge, and skills regarding waste management, as well as the strengthening of character based on local culture. This program has proven effective as a contextual and sustainable learning model that can be replicated in other elementary schools to foster environmentally conscious behavior from an early age.