Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan Program Pertanian Sehat Melalui Pembuatan Pestisida Nabati Daun Pepaya (Carica papaya) di Kecamatan Kabat Banyuwangi Indraloka, Aldy Bahaduri; Alfiyah, Nurul; Yuniwati, Ika
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023608

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki lahan-lahan pertanian yang subur untuk ditanami berbagai komoditas tanaman pangan, hortikultura hingga perkebunan. Salah satu kecamatan di Banyuwangi yang memiliki potensi pertanian yang tinggi adalah kecamatan Kabat. Pengembangan program pertanian sehat di kecamatan Kabat masih mengalami kendala yakni ketergantungan dan perilaku konsumtif akan pesitisida kimia. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan petani dan konsumen, merusak lingkungan, menurunkan kualitas produk pertanian, hingga memunculkan gangguan pada keseimbangan serta kelestarian ekosistem. Solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Pembuatan dan Aplikasi Pestisida Nabati. Metode yang digunakan adalah pendekatan Pendampingan dan Penyuluhan Terpadu (integrated of assistance models approach) yang terdiri dari empat tahapan yaitu; 1) melakukan sosialisasi pestisida nabati, 2) pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya (Carica papaya), 3) Pelatihan dan aplikasi pestisida nabati menggunakan Knapsack power sprayer, 4) monitoring dan evaluasi. Total ukur keberhasilan Program pengabdian kepada masyarakat terlihat pada keaktifan 25 orang peserta dari kelompok tani yang mengikuti program sosilasisasi dan demonstrasi pembuatan pestisida daun pepaya. Hasil kegiatan monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa kelompok tani mampu untuk memproduksi pestisida nabati secara mandiri dan kontinyu hingga pengaplikasian pestisida nabati pada lahan tanaman cabai milik kelompok tani.
Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Pelatihan Pemasaran Digital pada Kedai Kopi Garasi Kareja, Novilia; Setiadevi, Shinta; Alfiyah, Nurul; Triyaningsih, Lulus
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i2.16868

Abstract

The aim of this program to the Garage Coffee Shop is carried out as part of an effort to support the development of MSMEs, especially in dealing with financial problem, digital marketing, and product development. This activity is carried out in several methods including interviews and discussions, training and pratices of financial management, marketing and product development, and mentoring as final stage. The results of these activities are in the form of capacity building by partners and related to financial management using applications, partners have canvas-based websites and new product variants. The results of this service can be realized because of the active participation and participation of partners. Partners are expected to be consistent in carrying out financial records and business development.
Pendampingan dan Penguatan UMKM Desa Tambong melalui Branding, Strategi Pemasaran dan Pencatatan Laporan Keuangan Sederhana dalam Menghadapi Era New Normal Alfiyah, Nurul; Ratri, Indira Nuansa
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i2.18783

Abstract

The Covid-19 pandemic has given rise to a new world order called the new normal era. This new arrangement raises a number of new business competitions, especially the use of digital-based marketing media. This challenge is felt especially for Small and Medium Enterprise (SME) in Tambong village who still have very little knowledge about how to do marketing, build a brand image, financial management and knowledge of information technology. The implementation of service activities begins with initial coordination activities with the Tambong village, visits to several Small and Medium Enterprise (SME) and then the preparation and implementation of work programs. The implementation includes brand image socialization, packaging and digital marketing, crystallization training for herbal medicine and financial management training for 2 pilot Small and Medium Enterprise (SME), namely Small and Medium Enterprise (SME) that produce hijab with the kiya hijab label and Small and Medium Enterprise (SME) of traditional herbal medicine. This community service activity has benefits for partners. The dissemination of brand image and packaging provided motivated partners to be able to further develop and advance their business and be able to compete with other similar products. Herbal medicine crystallization training expands product marketing and also product shelf life will be more durable with more attractive product packaging. The financial management training provided motivates Partners to be able to manage finances neatly and consistently even though it's still simple
PENERAPAN ECO-INNOVATION PADA LIMBAH SABUT KELAPA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PANGAN KELOMPOK TANI DIPOREJO Rusti, Nanda; Widakdo, Danang S. W. P. J.; Nur, Kurniawan Muhammad; Alfiyah, Nurul; Wardana, Aditya; Syaina, Nike; Azizam, Wahyu Farhan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66739

Abstract

One of the villages that produces the most coconuts in Kabat District, Banyuwangi Regency, is Kedayunan Village. This village produces coconut-derived products such as copra and coconut kernels, with a plantation area of 187 ha and a production of 298.5 tons in 2024. One of the farmer groups that produces large quantities of coconut kernels and copra in Kedayunan Village is the Diporejo Farmer Group. The coconut processing activities generate abundant coconut fiber waste. This waste requires further processing so that it can be transformed into a high-value product, helping to improve environmental health, promote economic growth, and support food independence for farmer groups. The large amount of coconut fiber waste generated by the partners requires further processing into an eco-innovation product. This waste can contribute to the development of a sustainable green economy by reducing environmental waste and enhancing food security. The coconut fiber waste will be processed into cocopeat to be used as a growing medium for chili seedlings because all members of the Diporejo Farmer Group intercrop chili plants within their coconut plantations. However, the partners still depend on commercially available chili seedlings, which they consider relatively expensive. Cocopeat was chosen as a seedling medium because it is an organic growing medium with excellent water- and nutrient-retention capacity, and it contains essential nutrients that support the seedling process better than many other seedling media. Desa Kedayunan merupakan penghasil kelapa terbanyak di Kabupaten Banyuwangi. Desa ini membuat produk turunan kelapa menjadi kopra dan kelapa butir dengan luas lahan sebesar 187 ha dengan produksi sebesar 298,5 ton pada tahun 2024. Salah satu kelompok tani yang mampu menghasilkan banyak kelapa butir dan kopra di Desa Kedayunan adalah Kelompok Tani Diporejo.  Hasil dari olahan kelapa tersebut menyisakan limbah sabut kelapa yang melimpah. Limbah tersebut jika tidak dikelola akan menyebabkan penumpukan sampah, merusak estetika lingkungan, timbul bau busuk, dan menimbulkan sarang nyamuk serta penyakit. Adanya hal tersebut, maka perlu adanya pengolahan lebih lanjut agar limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai jual tinggi, membantu meningkatkan kesehatan lingkungan, dan kemandirian pangan bagi kelompok tani. Oleh karena itu, maka dibutuhkan sosialisasi dan pelatihan tentang pengolahan limbah sabut kelapa lebih lanjut sebagai produk eco-innovation. Limbah tersebut nantinya, dapat membawa sebuah kemajuan menuju ekonomi hijau berkelanjutan, dengan mengurangi limbah pada lingkungan, dapat meningkatkan ketahanan pangan. Pengolahan limbah sabut kelapa akan dibuat menjadi cocopeat sebagai bahan media semai bibit cabai, karena ditemukan bahwa seluruh anggota kelompok tani Diporejo pada kebun kelapanya ditumpangsarikan dengan tanaman cabai, akan tetapi mitra dalam memenuhi kebutuhan bibit cabai masih tergantung dengan pasar, dan mitra juga merasa bahwa bibit yang ada di pasaran cukup mahal. Hasil dari kegiatan ini Kelompok Tani Diporejo mampu membuat media semai dari bahan cocopeat dan tidak hanya itu, kelompok tani juga mampu secara mandiri membenihkan bibit cabai tanpa harus membeli ke pasar. Adanya hal tersebut kelompok tani mampu memproduksi pangan mandiri khususnya untuk komoditas cabai.